Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. As Sajdah (Sajdah) – surah 32 ayat 16 [QS. 32:16]

تَتَجَافٰی جُنُوۡبُہُمۡ عَنِ الۡمَضَاجِعِ یَدۡعُوۡنَ رَبَّہُمۡ خَوۡفًا وَّ طَمَعًا ۫ وَّ مِمَّا رَزَقۡنٰہُمۡ یُنۡفِقُوۡنَ
Tatajaafa junuubuhum ‘anil madhaaji’i yad’uuna rabbahum khaufan wathama’an wamimmaa razaqnaahum yunfiquun(a);
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
―QS. As Sajdah [32]: 16

Daftar isi

They arise from (their) beds;
they supplicate their Lord in fear and aspiration, and from what We have provided them, they spend.
― Chapter 32. Surah As Sajdah [verse 16]

تَتَجَافَىٰ menjauhkan
Forsake
جُنُوبُهُمْ lambung mereka
their sides
عَنِ dari
from
ٱلْمَضَاجِعِ tempat berbaring/tidur
(their) beds;
يَدْعُونَ mereka berdo’a
they call
رَبَّهُمْ Tuhan mereka
their Lord
خَوْفًا rasa takut
(in) fear
وَطَمَعًا dan berharap
and hope,
وَمِمَّا dan dari apa/rezeki
and out of what
رَزَقْنَٰهُمْ Kami berikan rezeki mereka
We have provided them
يُنفِقُونَ mereka menafkahkan
they spend.

Tafsir Al-Quran

Surah As Sajdah
32:16

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 16. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah menerangkan tanda-tanda lain lagi bagi orang-orang yang beriman.
Di antaranya adalah mereka mengurangi tidur, dan sering bangun di pertengahan malam untuk melakukan salat dan berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari siksaan-Nya.

Mereka juga menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah mereka peroleh dari Allah.
Banyak ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi ﷺ yang menerangkan keutamaan dan manfaat salat malam, terutama untuk mendekatkan diri kepada Allah untuk menambah kekuatan iman di dalam dada.


Salat Tahajud dapat mengangkat manusia ke tempat yang terpuji, sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu:
mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.
(al-Isra’ [17]: 79)


Pada ayat yang lain, Allah menerangkan bahwa salat dan membaca Al- Qur’an di malam hari dapat menguatkan jiwa.

Dengan demikian, jiwa itu akan dapat menerima kewajiban yang lebih berat dan besar dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:


Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.

Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa);
dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan.
(al-Muzzammil [73]: 1-6)


Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Dawud, dan ath-thabrani bahwa Mu’adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah ﷺ:


Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku perbuatan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari api neraka.

Rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya engkau benar-benar telah menanyakan sesuatu yang besar, sesungguhnya perbuatan itu mudah dilakukan oleh orang yang dimudahkan Allah baginya, Engkau menyembah Allah, tidak menyekutukan Nya dengan sesuatupun, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah."
Kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya,
"Maukah engkau aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?
Puasa itu adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api, dan salat pada pertengahan malam.
"
Kemudian beliau membaca Tatajafa .
.
.
sampai akhir ayat.
(Riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Abu Dawud, dan ath-Thabrani)


Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata,
"Maksud
"lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka"
ialah beribadah kepada Allah, zikir, salat, berdiri, duduk atau berbaring, mereka selalu mengingat Allah."

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 16. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Lambung mereka selalu jauh dari tempat tidur untuk berdoa kepada Allah, dengan rasa takut dari murka-Nya dan mengharapkan kasih sayang-Nya.
Mereka pun selalu menafkahkan harta yang Kami karuniakan di jalan kebaikan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Lambung orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah tersebut terangkat dari kasur tempat tidur mereka.
Mereka bertahajud kepada Rabb mereka dalam shalat malam, berdoa kepada-Nya dengan perasaan takut mendapatkan siksa dan berharap pahala.


Dan mereka berkenan berinfak dari sebagian harta yang Allah berikan kepada mereka dalam ketaatan kepada-Nya dan di jalan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Lambung mereka jauh) diri mereka jauh


(dari tempat tidurnya) dari tempat pembaringannya disebabkan mereka selalu melakukan salat tahajud di malam hari


(sedangkan mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut) akan azab-Nya


(dan penuh harap) akan rahmat-Nya


(dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) yaitu menyedekahkannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)

Yang dimaksud ialah mereka selalu mengerjakan qiyamul lail atau salat sunat di malam hari, dan tidak tidur serta tidak berbaring di tempat tidur atau tempat pembaringannya.

Mujahid dan Al-Hasan telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)

Yang dimaksud ialah mengerjakan qiyamul lail.


Diriwayatkan dari Anas, Ikrimah, Muhammad ibnul Munkadir, Abu Hazim, dan Qatadah, bahwa yang dimaksud ialah menunggu di antara dua salat Isya (Magrib dan Isya).
Diriwayatkan dari Anas pula bahwa makna yang dimaksud ialah menunggu kedatangan waktu salat Isya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang jayyid (baik).


Ad-Dahhak mengatakan, makna yang dimaksud ialah mengerjakan salat Isya dan salat Subuh secara berjamaah.

sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)

Yakni takut kepada siksaan-Nya dan berharap kepada pahala-Nya yang berlimpah.

dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)

Dengan demikian, berarti mereka menghimpunkan antara amal-amal taqarrub yang wajib dan yang sunat, dan orang yang paling terkemuka, paling depan dan paling dihormati dalam hal ini —baik di dunia maupun di akhirat— adalah Rasulullah ﷺ

Di kalangan kita terdapat Rasulullah yang membacakan Kitab (Al Qur’an)-Nya manakala sinar fajar menguak suasana pagi hari.


Dia memperlihatkan kepada kita petunjuk sesudah kegelapan, dan hati kita benar-benar yakin bahwa apa yang dikatakannya pasti terjadi.


Dia semalaman menjauhkan lambungnya dari tempat peraduannya.
Sedangkan kaum musyrik lelap dalam tidurnya di peraduan mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh dan Affan.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Ata ibnus Sa’ib, dari Murrah Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Tuhan kita merasa kagum kepada dua orang lelaki, yaitu seorang lelaki yang bangkit dari tempat tidur dan selimutnya meninggalkan orang yang dikasihinya dan keluarganya menuju ke tempat salatnya (untuk mengerjakan salat sunat) karena mengharapkan pahala yang ada di sisi-Ku dan takut kepada siksaan yang ada di sisi-Ku.
Dan seorang lelaki lagi yang berperang di jalan Allah subhanahu wa ta’ala lalu mereka (teman-temannya) terpukul mundur, dan dia mengetahui apa akibatnya bila ia lari dari medan perang dan apa yang diperolehnya bila kembali ke medan perang.
Maka dia memilih kembali ke medan perang hingga darahnya mengalir, karena mengharapkan pahala yang ada di sisi-Ku dan karena takut kepada azab yang ada di sisi-Ku.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada para malaikat,
"Perhatikanlah hamba-Ku, dia kembali (ke medan perang) karena mengharapkan pahala yang ada di sisi-Ku dan takut kepada siksaan yang ada pada-Ku sehingga darahnya mengalir (gugur)."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Wa’il, dari Mu’az ibnu Jabal yang menceritakan bahwa ketika ia sedang bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan, dan di suatu pagi hari ketika ia berada di dekat Nabi ﷺ yang sama-sama berjalan dengannya, lalu ia bertanya,
"Hai Nabi Allah, ceritakanlah kepadaku tentang suatu amal yang dapat menghantarkanku ke surga dan menjauhkan diriku dari neraka."
Beliau ﷺ menjawab:
Sesungguhnya engkau menanyakan sesuatu yang besar, dan sesungguhnya hal itu mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah, yaitu hendaknya engkau sembah Allah dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Engkau kerjakan salat, tunaikan zakat, puasa bulan Ramadan, dan berhaji ke Baitullah.
Kemudian Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya,
"Maukah engkau kutunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?
Yaitu puasa adalah benteng, sedekah itu dapat menghapuskan dosa, dan salat seseorang di tengah malam."
Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)
sampai dengan firman-Nya:
sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. As-Sajdah [32]: 17)
Kemudian Rasulullah ﷺ meneruskan sabdanya,
"Maukah engkau kutunjukkan kepadamu pokok dari urusan ini, pilar, dan puncaknya?"
Aku (Mu’az ibnu Jabal) menjawab,
"Tentu saja kami mau, ya Rasulullah."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Pokok urusan ini adalah Islam, pilarnya adalah salat, dan puncaknya adalah berjihad di jalan Allah.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda,
"Maukah engkau kutunjukkan perkara yang menguasai hal itu semua?"
Aku menjawab,
"Tentu saja kami mau, ya Rasulullah."
Maka Nabi ﷺ memegang lisannya, lalu bersabda,
"Peliharalah lisanmu!"
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah kita benar-benar akan disiksa karena apa yang kita bicarakan?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Semoga ibumu kehilanganmu (celakalah kamu), hai Mu’az.
Tidaklah manusia itu dijerumuskan ke dalam neraka dengan muka di bawah —atau dengan hidung di bawah— melainkan karena ulah lisannya yang tidak terkendali.

Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Ibnu Majah telah meriwayatkannya di dalam kitab sunannya masing-masing melalui berbagai jalur dari Ma’mar dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Syu’bah, dari Al-Hakam yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Urwah ibnun Nizal menceritakan hadis berikut dari Mu’az, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepadanya:
Maukah kutunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?
Yaitu puasa adalah benteng, sedekah itu dapat menghapuskan dosa, dan salat seorang hamba di tengah malam.
Lalu beliau ﷺ membaca firman-Nya:
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya pula melalui hadis As-Sauri, dari Mansur ibnul Mu’tamir, dari Al-Hakam, dari Maimun ibnu Abu Syabib, dari Mu’az, dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang semisal.
Juga melalui hadis Al-A’masy, dari Habib ibnu Abu Sabit dan Al-Hakam, dari Maimun ibnu Abu Syabib, dari Mu’az secara marfu’ dengan lafaz yang semisal.


Juga melalui hadis Hammad ibnu Salamah, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Syahr, dari Mu’az, juga dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya:
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)
Nabi ﷺ bersabda,
"Salat seorang hamba di malam hari."

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Qatr ibnu Khalifah, dari Habib ibnu Abu Sabit dan Al-Hakam serta Hakim ibnu Jubair, dari Maimun ibnu Abu Syabib, dari Mu’az ibnu Jabal yang menceritakan bahwa ketika ia bersama Nabi ﷺ dalam Perang Tabuk, Nabi ﷺ bersabda:
Jika engkau suka, aku akan menceritakan kepadamu tentang pintu-pintu kebaikan, yaitu puasa adalah benteng, sedekah dapat menghapuskan dosa, dan salat seorang lelaki di tengah malam.
Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya:
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(QS. As-Sajdah [32]: 16), hingga akhir ayat.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Misar, dari Abdur Rahman ibnu Ishaq, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti Yazid yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Apabila Allah menghimpunkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian kelak di hari kiamat, datanglah juru penyeru yang menyerukan dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk,
"Semua ahlul jam’i (semua makhluk yang ada di padang Mahsyar) akan mengetahui hari ini siapakah orang yang paling berhak dihormati."
Kemudian juru penyeru itu kembali menyerukan,
"Berdirilah orang-orang yang dahulu lambung mereka jauh dari tempat tidurnya —hingga akhir ayat—."
Maka berdirilah mereka, sedangkan jumlah mereka sedikit.

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Ata ibnul Agar, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Mus’ab, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya yang menceritakan bahwa bilal telah menceritakan sehubungan dengan turunnya ayat ini, yaitu firman-Nya:
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(QS. As-Sajdah [32]: 16), hingga akhir ayat.
Ketika kami sedang duduk bersama di suatu majelis, ada sejumlah sahabat Rasulullah ﷺ melakukan salat sunat sesudah Magrib sampai Isya, lalu turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(QS. As-Sajdah [32]: 16)

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa kami belum pernah mengetahui Aslam meriwayatkan dari Bilal selain dalam hadis ini, dan dia tidak mempunyai jalur periwayatan sampai kepada Bilal kecuali hanya jalur ini.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah As Sajdah (32) Ayat 16

Diriwayatkan oleh al-Bazzar yang bersumber dari Bilal.
Dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi yang daif, yaitu ‘Abdullah bin Syabib.
Bahwa ketika Bilal dan para sahabat Rasulullah duduk-duduk di masjid, ada sahabat-sahabat lainnya yang shalat sunat sesudah magrib sampai as-Sajdah: 16) yang melukiskan perbuatan orang-orang yang terpuji.

Diriwayatkan dan disahihkan oleh at-Tirmidzi, yang bersumber dari Anas bahwa ayat ini (as-Sajdah: 16) turun berkenaan dengan para sahabat yang menunggu shalat al-‘atamah (shalat Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah As Sajdah (السجدة)

Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al mukminuun.

Dinamakan "As Sajdah" berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas.

Keimanan:

▪ Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasul pun sebelumnya.
▪ Menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lah yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengaturnya dengan aturan yang paling sempurna.
▪ Menyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

▪ Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witir).

Lain-lain:

▪ Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilaluinya sampai ia menjadi manusia.
▪ Penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mukmin di dunia dan nikmat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat.
▪ Kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat kebaikan, tetapi keinginan ini ditolak.
▪ Keingkaran kaum musyrikin terhadap hari berbangkit dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Ayat-ayat dalam Surah As Sajdah (30 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. As-Sajdah (32) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia
QS. As-Sajdah (32) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah As Sajdah ayat 16 - Gambar 1 Surah As Sajdah ayat 16 - Gambar 2
Statistik QS. 32:16
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah As Sajdah.

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah 32
Nama Surah As Sajdah
Arab السجدة
Arti Sajdah
Nama lain Al-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 75
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 375
Jumlah huruf 1564
Surah sebelumnya Surah Luqman
Surah selanjutnya Surah Al-Ahzab
Sending
User Review
4.8 (12 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
32:16, 32 16, 32-16, Surah As Sajdah 16, Tafsir surat AsSajdah 16, Quran As-Sajdah 16, Surah As Sajdah ayat 16
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 32:16

More Videos

Kandungan Surah As Sajdah

۞ QS. 32:2 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 32:3 • Mendustai Allah • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 32:4 ArsySyafaat hak Allah semata • Al Wali (Maha Pelindung)

۞ QS. 32:5 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 32:6 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) •

۞ QS. 32:7 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 32:10 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 32:11 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 32:12 Ar Rabb (Tuhan) • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 32:13 • Nama-nama neraka • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 32:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 32:15 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 32:16 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 32:17 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 32:18 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman

۞ QS. 32:19 • Pahala iman • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 32:20 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 32:21 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 32:22 Ar Rabb (Tuhan) • Al Muntaqim (Maha Pembalas dosa) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 32:23 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 32:25 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 32:26 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 32:28 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 32:29 • Beriman ketika datang hari kiamat • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 32:30 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Kami akan perlihatkan mereka tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi & pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Alquran itu benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
QS. Fussilat [41]: 53

Dan sungguh,
Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu.
(Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
QS. Al-A’raf [7]: 10

Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.
Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
QS. Al-Hajj [22]: 18

Hai orang-orang beriman,
bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).
Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu & memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
QS. At-Tahrim [66]: 8

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke ...

Correct! Wrong!

Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui ...

Correct! Wrong!

Al Falaq artinya ...

Correct! Wrong!

+

Array

Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun ...

Correct! Wrong!

Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَ مِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

'dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'
--QS. Al Falaq [113] : 5

Pendidikan Agama Islam #23
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #23 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #23 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Kamus Istilah Islam

Syam

Di mana itu Syam? Syām atau Negeri Syam (بلاد الشام Bilād as-Syam) adalah sebuah daerah yang terletak di timur Laut Mediterania, barat Sungai Efrat, utara Gurun Arab dan sebelah selatan Peg...

Abubakar bin Abdurrahman

Siapa itu Abubakar bin Abdurrahman? Abubakar bin Abdurrahman bin al-Harits bin Hisyam bin al-Mughirah al-Makhzumi (bahasa Arab: أبو بكر بن عبد الرحمن بن الحارث بن هشام ...

khawas

Apa itu khawas? kha.was ] golongan mukmin yang beramal semata-mata karena Allah Subhanahu Wa Ta`ala. … •