Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

As Sajdah

As Sajdah (Sajdah) surah 32 ayat 16


تَتَجَافٰی جُنُوۡبُہُمۡ عَنِ الۡمَضَاجِعِ یَدۡعُوۡنَ رَبَّہُمۡ خَوۡفًا وَّ طَمَعًا ۫ وَّ مِمَّا رَزَقۡنٰہُمۡ یُنۡفِقُوۡنَ
Tatajaafa junuubuhum ‘anil madhaaji’i yad’uuna rabbahum khaufan wathama’an wamimmaa razaqnaahum yunfiquun(a);

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.
―QS. 32:16
Topik ▪ Keutamaan nabi Ibrahim as.
32:16, 32 16, 32-16, As Sajdah 16, AsSajdah 16, As-Sajdah 16
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan tanda-tanda lain lagi bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka mengurangi tidur, mereka sering bangun di pertengahan malam melakukan salat malam, berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala mengharapkan agar dihindarkan dari siksaan-Nya dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang telah mereka peroleh dari Allah.
Banyak ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis Nabi ﷺ yang menerangkan keutamaan dan manfaat salat malam itu, terutama untuk beribadat kepada Allah untuk menambah kekuatan iman di dalam dada.
Salat tahajud dapat mengangkat manusia ke tempat yang terpuji, sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
(Q.S.
Al Isra': 79)

Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa salat dan membaca Alquran di malam hari itu dapat menguatkan jiwa sehingga jiwa itu akan dapat menerima sesuatu yang lebih berat dan besar dari-Nya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah untuk salat di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dan seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu.
Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan.
Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat, sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

(Q.S.
Al Muzammil: 1-6)

Diriwayatkan oleh lbnu Jarir Al Hakim dan Ibnu Mardawaihi bahwa Mu'az bin Jabal bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

Artinya: Ya Nabi Allah, beritahukanlah kepadaku perbuatan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari api neraka.
Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya engkau benar-benar telah menanyakan sesuatu yang besar, sesungguhnya perbuatan itu mudah dilakukan oleh orang yang dimudahkan Allah baginya: "Engkau menyembah Allah, tidak memperserikatkan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah",
kemudian Rasulullah meneruskan sabdanya: "Maukah engkau aku tunjukkan kepadamu pintu kebaikan?
Puasa itu adalah perisai, sedekah menghapuskan kesalahan, dan salat pada pertengahan malam, kemudian beliau membaca: "Tatajafa...
sampai akhir".
(H.R.
Ibnu Jarir, Hakim dan Ibnu Mardawaih)

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas berkata: maksud "lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka" ialah beribadat kepada Allah adakalanya bangun dengan mengingat Allah, adakalanya salat, berdiri, duduk atau tidur, mereka selalu mengingat Allah.

As Sajdah (32) ayat 16 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy As Sajdah (32) ayat 16 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi As Sajdah (32) ayat 16 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Lambung mereka selalu jauh dari tempat tidur untuk berdoa kepada Allah, dengan rasa takut dari murka-Nya dan mengharapkan kasih sayang-Nya.
Mereka pun selalu menafkahkan harta yang Kami karuniakan di jalan kebaikan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Lambung mereka jauh) diri mereka jauh (dari tempat tidurnya) dari tempat pembaringannya disebabkan mereka selalu melakukan salat tahajud di malam hari (sedangkan mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut) akan azab-Nya (dan penuh harap) akan rahmat-Nya (dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) yaitu menyedekahkannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Lambung orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah tersebut terangkat dari kasur tempat tidur mereka.
Mereka bertahajud kepada Rabb mereka dalam shalat malam, berdoa kepada-Nya dengan perasaan takut mendapatkan siksa dan berharap pahala.
Dan mereka berkenan berinfak dari sebagian harta yang Allah berikan kepada mereka dalam ketaatan kepada-Nya dan di jalan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(As Sajdah:16)

Yang dimaksud ialah mereka selalu mengerjakan qiyamul lail atau salat sunat di malam hari, dan tidak tidur serta tidak berbaring di tempat tidur atau tempat pembaringannya.

Mujahid dan Al-Hasan telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(As Sajdah:16)

Yang dimaksud ialah mengerjakan qiyamul lail.

Diriwayatkan dari Anas, Ikrimah, Muhammad ibnul Munkadir, Abu Hazim, dan Qatadah, bahwa yang dimaksud ialah menunggu di antara dua salat Isya (Magrib dan Isya).
Diriwayatkan dari Anas pula bahwa makna yang dimaksud ialah menunggu kedatangan waktu salat Isya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan sanad yang jayyid (baik).

Ad-Dahhak mengatakan, makna yang dimaksud ialah mengerjakan salat Isya dan salat Subuh secara berjamaah.

sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap.
(As Sajdah:16)

Yakni takut kepada siksaan-Nya dan berharap kepada pahala-Nya yang berlimpah.

dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
(As Sajdah:16)

Dengan demikian, berarti mereka menghimpunkan antara amal-amal taqarrub yang wajib dan yang sunat, dan orang yang paling terkemuka, paling depan dan paling dihormati dalam hal ini —baik di dunia maupun di akhirat— adalah Rasulullah ﷺ

Di kalangan kita terdapat Rasulullah yang membacakan Kitab (Al-Qur'an)-Nya manakala sinar fajar menguak suasana pagi hari.

Dia memperlihatkan kepada kita petunjuk sesudah kegelapan, dan hati kita benar-benar yakin bahwa apa yang dikatakannya pasti terjadi.

Dia semalaman menjauhkan lambungnya dari tempat peraduannya.
Sedangkan kaum musyrik lelap dalam tidurnya di peraduan mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh dan Affan.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Ata ibnus Sa'ib, dari Murrah Al-Hamdani, dari Ibnu Mas'ud, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Tuhan kita merasa kagum kepada dua orang lelaki, yaitu seorang lelaki yang bangkit dari tempat tidur dan selimutnya meninggalkan orang yang dikasihinya dan keluarganya menuju ke tempat salatnya (untuk mengerjakan salat sunat) karena mengharapkan pahala yang ada di sisi-Ku dan takut kepada siksaan yang ada di sisi-Ku.
Dan seorang lelaki lagi yang berperang di jalan Allah subhanahu wa ta'ala lalu mereka (teman-temannya) terpukul mundur, dan dia mengetahui apa akibatnya bila ia lari dari medan perang dan apa yang diperolehnya bila kembali ke medan perang.
Maka dia memilih kembali ke medan perang hingga darahnya mengalir, karena mengharapkan pahala yang ada di sisi-Ku dan karena takut kepada azab yang ada di sisi-Ku.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada para malaikat, "Perhatikanlah hamba-Ku, dia kembali (ke medan perang) karena mengharapkan pahala yang ada di sisi-Ku dan takut kepada siksaan yang ada pada-Ku sehingga darahnya mengalir (gugur).”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Abu Wa'il, dari Mu'az ibnu Jabal yang menceritakan bahwa ketika ia sedang bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan, dan di suatu pagi hari ketika ia berada di dekat Nabi ﷺ yang sama-sama berjalan dengannya, lalu ia bertanya, "Hai Nabi Allah, ceritakanlah kepadaku tentang suatu amal yang dapat menghantarkanku ke surga dan menjauhkan diriku dari neraka." Beliau ﷺ menjawab: Sesungguhnya engkau menanyakan sesuatu yang besar, dan sesungguhnya hal itu mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah, yaitu hendaknya engkau sembah Allah dan jangan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Engkau kerjakan salat, tunaikan zakat, puasa bulan Ramadan, dan berhaji ke Baitullah.
Kemudian Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya, "Maukah engkau kutunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?
Yaitu puasa adalah benteng, sedekah itu dapat menghapuskan dosa, dan salat seseorang di tengah malam." Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(As Sajdah:16) sampai dengan firman-Nya: sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
(As Sajdah:17) Kemudian Rasulullah ﷺ meneruskan sabdanya, "Maukah engkau kutunjukkan kepadamu pokok dari urusan ini, pilar, dan puncaknya?"
Aku (Mu'az ibnu Jabal) menjawab, "Tentu saja kami mau, ya Rasulullah." Rasulullah ﷺ bersabda: Pokok urusan ini adalah Islam, pilarnya adalah salat, dan puncaknya adalah berjihad di jalan Allah.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, "Maukah engkau kutunjukkan perkara yang menguasai hal itu semua?"
Aku menjawab, "Tentu saja kami mau, ya Rasulullah." Maka Nabi ﷺ memegang lisannya, lalu bersabda, "Peliharalah lisanmu!" Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita benar-benar akan disiksa karena apa yang kita bicarakan?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Semoga ibumu kehilanganmu (celakalah kamu), hai Mu'az.
Tidaklah manusia itu dijerumuskan ke dalam neraka dengan muka di bawah —atau dengan hidung di bawah— melainkan karena ulah lisannya yang tidak terkendali.

Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Ibnu Majah telah meriwayatkannya di dalam kitab sunannya masing-masing melalui berbagai jalur dari Ma'mar dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Syu'bah, dari Al-Hakam yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Urwah ibnun Nizal menceritakan hadis berikut dari Mu'az, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepadanya: Maukah kutunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan?
Yaitu puasa adalah benteng, sedekah itu dapat menghapuskan dosa, dan salat seorang hamba di tengah malam.
Lalu beliau ﷺ membaca firman-Nya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
(As Sajdah:16)

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya pula melalui hadis As-Sauri, dari Mansur ibnul Mu'tamir, dari Al-Hakam, dari Maimun ibnu Abu Syabib, dari Mu'az, dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang semisal.
Juga melalui hadis Al-A'masy, dari Habib ibnu Abu Sabit dan Al-Hakam, dari Maimun ibnu Abu Syabib, dari Mu'az secara marfu' dengan lafaz yang semisal.

Juga melalui hadis Hammad ibnu Salamah, dari Asim ibnu Abun Nujud, dari Syahr, dari Mu'az, juga dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(As Sajdah:16) Nabi ﷺ bersabda, "Salat seorang hamba di malam hari."

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Qatr ibnu Khalifah, dari Habib ibnu Abu Sabit dan Al-Hakam serta Hakim ibnu Jubair, dari Maimun ibnu Abu Syabib, dari Mu'az ibnu Jabal yang menceritakan bahwa ketika ia bersama Nabi ﷺ dalam Perang Tabuk, Nabi ﷺ bersabda: Jika engkau suka, aku akan menceritakan kepadamu tentang pintu-pintu kebaikan, yaitu puasa adalah benteng, sedekah dapat menghapuskan dosa, dan salat seorang lelaki di tengah malam.
Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan firman-Nya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(As Sajdah:16), hingga akhir ayat.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Misar, dari Abdur Rahman ibnu Ishaq, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Asma binti Yazid yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Apabila Allah menghimpunkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian kelak di hari kiamat, datanglah juru penyeru yang menyerukan dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk, "Semua ahlul jam'i (semua makhluk yang ada di padang Mahsyar) akan mengetahui hari ini siapakah orang yang paling berhak dihormati.” Kemudian juru penyeru itu kembali menyerukan, "Berdirilah orang-orang yang dahulu lambung mereka jauh dari tempat tidurnya —hingga akhir ayat—.” Maka berdirilah mereka, sedangkan jumlah mereka sedikit.

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Syabib, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Ata ibnul Agar, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Mus'ab, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya yang menceritakan bahwa bilal telah menceritakan sehubungan dengan turunnya ayat ini, yaitu firman-Nya: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(As Sajdah:16), hingga akhir ayat.
Ketika kami sedang duduk bersama di suatu majelis, ada sejumlah sahabat Rasulullah ﷺ melakukan salat sunat sesudah Magrib sampai Isya, lalu turunlah firman Allah subhanahu wa ta'ala: Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya.
(As Sajdah:16)

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa kami belum pernah mengetahui Aslam meriwayatkan dari Bilal selain dalam hadis ini, dan dia tidak mempunyai jalur periwayatan sampai kepada Bilal kecuali hanya jalur ini.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah As Sajdah (32) Ayat 16

Diriwayatkan oleh al-Bazzar yang bersumber dari Bilal.
Dalam sanad hadits ini terdapat seorang rawi yang daif, yaitu ‘Abdullah bin Syabib.
Bahwa ketika Bilal dan para sahabat Rasulullah duduk-duduk di masjid, ada sahabat-sahabat lainnya yang shalat sunat sesudah magrib sampai isya.
Maka turunlah ayat ini (as-Sajdah: 16) yang melukiskan perbuatan orang-orang yang terpuji.

Diriwayatkan dan disahihkan oleh at-Tirmidzi, yang bersumber dari Anas bahwa ayat ini (as-Sajdah: 16) turun berkenaan dengan para sahabat yang menunggu shalat al-‘atamah (shalat isya yang dilakukan pada akhir malam).

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu'minuun.
Dinamakan "As Sajdah" berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu'min di dunia dan ni'mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.


Gambar Kutipan Surah As Sajdah Ayat 16 *beta

Surah As Sajdah Ayat 16



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah As Sajdah

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah 32
Nama Surah As Sajdah
Arab السجدة
Arti Sajdah
Nama lain Al-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 75
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 375
Jumlah huruf 1564
Surah sebelumnya Surah Luqman
Surah selanjutnya Surah Al-Ahzab
4.6
Rating Pembaca: 4.8 (12 votes)
Sending







✔ arti hadist as sajadah 32: 16-17, tafsir as sajdah ayat 16

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku