QS. As Sajdah (Sajdah) – surah 32 ayat 10 [QS. 32:10]

وَ قَالُوۡۤا ءَ اِذَا ضَلَلۡنَا فِی الۡاَرۡضِ ءَ اِنَّا لَفِیۡ خَلۡقٍ جَدِیۡدٍ ۬ؕ بَلۡ ہُمۡ بِلِقَآیِٔ رَبِّہِمۡ کٰفِرُوۡنَ
Waqaaluuu a-idzaa dhalalnaa fiil ardhi a-innaa lafii khalqin jadiidin bal hum biliqaa-i rabbihim kaafiruun(a);

Dan mereka berkata:
“Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?”
Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.
―QS. 32:10
Topik ▪ Pahala Iman
32:10, 32 10, 32-10, As Sajdah 10, AsSajdah 10, As-Sajdah 10

Tafsir surah As Sajdah (32) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. As Sajdah (32) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan tentang pertanyaan orang-orang musyrik kepada Rasulullah ﷺ Pertanyaan itu menunjukkan keingkaran dan kesombongan mereka, yaitu: “Apakah apabila daging dan tulang belulang kami telah hancur menjadi tanah, mungkinkah kami dihidupkan lagi seperti semula?”.
Dari pertanyaan mereka tergambar bahwa menurut mereka mustahil orang itu dapat hidup kembali setelah mati dan setelah tubuhnya hancur menjadi tanah.
Mereka tidak dapat menggambarkan dalam pikirannya bagaimana besarnya kekuasaan Allah.
Jika mereka ingin mencapai kebenaran, mereka dapat mencari bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah pada kejadian makhluk ini.
Mereka dahulu tidak ada, kemudian menjadi ada.
Tentu menciptakan kembali yang pernah ada lebih mudah bagi Allah.
Sebenarnya jika mereka mau berpikir tentu mereka sampai kepada kesimpulan bahwa segala sesuatu itu adalah sama mudahnya bagi Allah, tidak ada yang sukar bagi-Nya.
Orang-orang musyrik itu hanya mengingkari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi juga mereka mengingkari adanya hari kebangkitan yaitu hari semua manusia dihadapkan di hadapan Allah untuk diadili.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang mengingkari kebangkitan itu berkata, “Apabila kami telah menjadi debu dan bercampur dengan tanah, sehingga tidak lagi dapat dibedakan antara debu jasad kami dan debu tanah, apakah kami akan diciptakan dan menjadi baru kembali?”
Sesungguhnya mereka tidak mengingkari kebangkitan saja, tetapi mereka juga mendustakan seluruh apa yang terjadi di akhirat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata) orang-orang yang ingkar akan adanya hari berbangkit:

(“Apakah bila kami telah lenyap di dalam tanah) yakni kami telah hancur di dalamnya, misalnya kami telah menjadi debu yang bercampur dengan tanah asli (kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?”) kata tanya di sini mengandung makna ingkar, lafal ayat ini boleh dibaca tahqiq dan boleh pula dibaca tashil.

Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(Bahkan mereka terhadap hari pertemuan dengan Rabbnya) yaitu hari berbangkit (adalah orang-orang yang ingkar.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang mempersekutkan Allah yang mendustakan kebangkitan berkata :
Apakah bila daging dan tulang kita sudah menjadi tanah di dalam perut bumi, apakah kita akan dibangkitkan sebagai makhluk yang baru lagi??
Mereka merasa hal itu sangat mustahil tapi tanpa berusaha mencari jalan kepada kebenaran.
Sebaliknya ia hanyalah kezhaliman dan pengingkaran dari mereka, karena mereka telah ingkar kepada perjumpaan dengan Rabb mereka pada Hari Kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan perihal kaum musyrik yang menganggap mustahil hari berbangkit itu ada.
Karena mereka mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah bila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 10)

Maksudnya, tubuh kami telah hancur berserakan di dalam tanah dan lenyap.

(apakah) kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 10)

Yakni apakah kita benar-benar akan dihidupkan kembali sesudah itu?
Mereka menganggap mustahil hal tersebut, dan sesungguhnya hal itu memang mustahil bila dikaitkan dengan kemampuan mereka yang terbatas, bukan dikaitkan dengan kekuasaan Allah yang menciptakan mereka pada yang pertama kali dan menciptakan mereka dari tiada menjadi ada.
Dialah Allah Yang apabila menghendaki sesuatu, Dia berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah ia.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan menemui Tuhannya.
(Q.S. As-Sajdah [32]: 10)


Informasi Surah As Sajdah (السجدة)
Surat As Sajdah terdiri atas 30 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Mu’minuun.
Dinamakan “As Sajdah” berhubung pada surat ini terdapat ayat sajdah, yaitu ayat yang kelima belas).

Keimanan:

Menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ itu benar-benar seorang rasul dan menjelaskan bahwa kepada musyrikin Mekah belum pernah diutus seorang rasulpun se­belumnya
menegaskan bahwa Allah Maha Esa, bahwa Dia-lab yang menguasai alam semesta dan Dialah yang mengatumya dengan aturan yang paling sempurna
me­nyatakan bahwa hari berbangkit benar-benar akan terjadi.

Hukum:

Anjuran melakukan shalat malam (shalat tahajud dan shalat witr).

Lain-lain:

Keterangan mengenai kejadian manusia di dalam rahim dan fase-fase yang dilalui­ nya sampai ia menjadi manusia
penjelasan bagaimana keadaan orang-orang mu’min di dunia dan ni’mat serta pahala-pahala yang disediakan Allah bagi mereka di akhirat
kehinaan yang menimpa orang-orang kafir di akhirat dan mereka pada waktu itu meminta supaya dikembalikan saja ke dunia untuk bertobat dan berbuat ke­ baikan, tetapi keinginan ini ditolak
keingkaran kaum musyrikin terhadap hari ber­bangldt dan mereka menganggap bahwa hal itu adalah mustahil.

Ayat-ayat dalam Surah As Sajdah (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. As-Sajdah (32) ayat 10 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 10 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. As-Sajdah (32) ayat 10 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. As-Sajdah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 32:10
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah As Sajdah.

Surah As-Sajdah (bahasa Arab :السّجدة) adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 30 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-Mu’minun.
Dinamakan As-Sajdah berhubung pada surah ini terdapat ayat Sajdah (sujud), yaitu ayat yang kelima belas.

Nomor Surah 32
Nama Surah As Sajdah
Arab السجدة
Arti Sajdah
Nama lain Al-Madhāji’, Alif Lam Mim As-Sajdah
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 75
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata 375
Jumlah huruf 1564
Surah sebelumnya Surah Luqman
Surah selanjutnya Surah Al-Ahzab
4.6
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ maksud سورة السجدة

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta