QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 6 [QS. 30:6]

وَعۡدَ اللّٰہِ ؕ لَا یُخۡلِفُ اللّٰہُ وَعۡدَہٗ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Wa’dallahi laa yukhlifullahu wa’dahu walakinna aktsarannaasi laa ya’lamuun(a);

(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah.
Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
―QS. 30:6
Topik ▪ Manusia memanfaatkan hewan
30:6, 30 6, 30-6, Ar Rum 6, ArRum 6, Ar-Rum 6

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menjanjikan dan menepati janji-Nya itu dengan memenangkan bangsa Romawi atas bangsa Persia.
Allah subhanahu wa ta’ala sekali-kali tidak memungkiri janji-Nya.
Janji-Nya itu berasal dari kehendak-Nya dan dari hikmah dan kebijaksanaan-Nya, tidak seorangpun yang dapat merubah dan menghalangi terlaksananya janji-Nya itu dan tidak ada sesuatu kejadianpun dalam alam ini, yang terlaksana di luar kehendak-Nya.

Pelaksanaan janji itu merupakan suatu segi dari Sunah-Nya yang rapi dan tidak pernah berubah sedikitpun, kecuali jika Dia menghendaki, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal ini karena mereka tidak memikirkannya.
Atau mereka mengetahui kebenaran janji itu, tetapi karena pengaruh hawa nafsu mereka, mereka seakan-akan tidak mempercayainya.

Sesuai pula dengan Sunah-Nya, maka sebelum janji itu terlaksana, harus mengalami proses-proses tertentu, ada pendahuluan dan cara-cara untuk mencapainya.
Cara-cara ini diberitahukan oleh Allah kepada manusia.
Berbahagialah manusia yang mau mengerti dan memanfaatkannya.
Sebagai contoh ialah suatu umat atau pribadi-pribadi tidak akan menang kecuali jika mereka telah mempunyai persiapan-persiapan untuk menang itu.
Di antara persiapan itu ada yang berhubungan dengan mental, umpamanya mau mengorbankan harta, jiwa dan segala sesuatu yang diperlukan, serta adanya keyakinan akan kebenaran yang diperjuangkan itu.
Di antaranya ada yang berhubungan dengan benda, umpama peralatan yang cukup dan sebagainya.
Dalam pada itu jangan dilupakan adanya persatu paduan antara umat atau bangsa itu, dan inilah syarat yang lebih penting.

Demikian pula hukum pribadi, untuk mencapai keberhasilan dalam hidup haruslah berusaha giat, tidak mudah patah hati, sabar serta sanggup mengatasi kesukaran apapun.
Demikianlah Sunatullah.

Yang dimaksud dengan perkataan “kebanyakan manusia” dalam kalimat dan “tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”,
ialah kaum musyrik dan orang-orang yang sesat yang lain yang tidak percaya kepada Sunatullah itu.
Jumlah mereka lebih banyak dari yang mengetahuinya.
Mereka tidak mau percaya kepada ayat-ayat Alquran yang diturunkan kepada mereka dan tidak percaya kepada sifat-sifat kesempurnaan dan kekuasaan Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah menjanjikan kepada orang-orang Mukmin dengan janji yang benar.
Dia tidak akan mengingkari janji-Nya, tetapi orang-orang yang membangkang tidak akan dapat mengetahui segala urusan dengan benar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sebagai janji yang sebenar-benarnya dari Allah) lafal ayat ini merupakan mashdar sebagai badal atau pengganti dari lafal berikut fi’ilnya, asalnya adalah wa’adahumullaahun-nashra, artinya Allah menjanjikan pertolongan kepada mereka (Allah tidak akan menyalahi janji-Nya) yakni pertolongan itu (tetapi kebanyakan manusia) orang-orang kafir Mekah (tidak mengetahui) janji-Nya yang akan menolong orang-orang beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah menjanjikan kepada orang-orang Mukmin dengan janji yang pasti yang tidak diselisihi, dengan kemenangan Romawi yang beragama Nasrani atas Persia yang Penyembah berhala.
Akan tetapi orang-orang Makkah tidak mengetahui bahwa apa yang Allah janjikan adalah haq,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah.
Allah tidak akan menyalahi janji-Nya.
(Ar Ruum:6)

Yakni apa yang Kami beritakan kepadamu, Muhammad, bahwa aku akan menolong bangsa Romawi atas bangsa Persia merupakan janji dari-Ku yang sebenar-benarnya dan berita yang benar yang tidak akan diingkari kejadian dan peristiwanya.
Karena sudah merupakan sunnatullah bila Allah menolong golongan yang lebih dekat kepada kebenaran di antara kedua golongan yang berperang itu, kemudian menjadikan kesudahan yang baik bagi golongan tersebut.

tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(Ar Ruum:6)

tentang hukum Allah (keputusan-Nya), bahwa semua yang dilakukan oleh-Nya adalah sesuai dengan norma-norma keadilan.


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:6
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah30
Nama SurahAr Rum
Arabالروم
ArtiBangsa Romawi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu84
JuzJuz 21
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat60
Jumlah kata820
Jumlah huruf3472
Surah sebelumnyaSurah Al-'Ankabut
Surah selanjutnyaSurah Luqman
4.4
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Surat ar rum ayat 6 24

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta