Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 56 [QS. 30:56]

وَ قَالَ الَّذِیۡنَ اُوۡتُوا الۡعِلۡمَ وَ الۡاِیۡمَانَ لَقَدۡ لَبِثۡتُمۡ فِیۡ کِتٰبِ اللّٰہِ اِلٰی یَوۡمِ الۡبَعۡثِ ۫ فَہٰذَا یَوۡمُ الۡبَعۡثِ وَ لٰکِنَّکُمۡ کُنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Waqaalal-ladziina uutuul ‘ilma wal-iimaana laqad labitstum fii kitaabillahi ila yaumil ba’ tsi fahadzaa yaumul ba’ tsi walakinnakum kuntum laa ta’lamuun(a);

Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir):
“Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini(nya)”.
―QS. 30:56
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
30:56, 30 56, 30-56, Ar Rum 56, ArRum 56, Ar-Rum 56

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 56

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 56. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang diberi pengetahuan Al Kitab dan orang-orang yang beriman kepada Allah berkata kepada orang-orang kafir itu, sebagai bantahan terhadap permintaan mereka yang disertai dengan sumpah itu: “Hai orang-orang kafir, bukan kah kamu cukup lama hidup di dalam kubur, sesuai dengan ketetapan Allah, sampai kamu dibangkitkan dari kuburmu hari ini?
lnilah hari berbangkit yang pernah kamu dustakan itu, yang pernah kamu ingkari terjadinya sewaktu hidup di dunia dahulu.
karena itu kamu tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapinya, kamu lalai dari padanya, seakan-akan hidup di dunia itulah hidup yang sebenarnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yaitu para nabi, malaikat dan orang-orang Mukmin berkata, “Sesungguhnya kalian telah tinggal di dalam kubur menurut ketentuan dan takdir-Nya sampai hari kebangkitan.
Maka inilah hari kebangkitan yang kalian ingkari.
Tetapi kalian di dunia tidak mengetahui bahwa hal ini adalah benar karena kebodohan dan keberpalingan kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan) para malaikat dan lain-lainnya:
(“Sesungguhnya kalian telah berdiam menurut ketetapan Allah) sesuai dengan apa yang telah dipastikan oleh-Nya menurut ilmu Allah yang terdahulu (sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu) yang kalian ingkari itu (akan tetapi kalian selalu tidak meyakini”) kejadiannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang berilmu dan beriman kepada Allah, dari kalangan malaikat-malaikat, para nabi dan orang-orang yang beriman berkata :
Sungguh kalian telah tinggal sesuai dengan apa yang ditulis oleh Allah berdasarkan ilmu-Nya yang mendahului sejak hari di mana kalian diciptakan sampai kalian dibangkitkan.
Akan tetapi kalian tidak mengetahui, sehingga kalian mengingkarinya di dunia dan berdusta.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal kebodohan orang-orang kafir di dunia dan akhirat.
Di dunia mereka melakukan perbuatan yang biasa mereka kerjakan, yaitu menyembah berhala-berhala.
Sedangkan di akhirat mereka melakukan kebodohan yang besar pula, antara lain ialah sumpah mereka dengan menyebut nama Allah, bahwa tidaklah mereka tinggal di dunia melainkan hanya sebentar saja.
Tujuan utama mereka dengan alasan tersebut ialah agar hujah tidak dapat ditegakkan terhadap mereka, dan bahwa mereka tidak diberi kesempatan untuk beralasan.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).
Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir), “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit.
(Ar Ruum:55-56)

Maka orang-orang mukmin dari kalangan ulamanya menjawab mereka di akhirat sebagaimana para ulama itu telah menegakkan hujah Allah atas mereka ketika di dunia.
Maka para ulama itu berkata kepada mereka saat mereka bersumpah bahwa mereka hanya tinggal sesaat saja di dunia:

Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah.
(Ar Ruum:56)

Yakni terbaca di dalam kitab catatan amal perbuatanmu,

sampai hari berbangkit.
(Ar Ruum:56)

Maksudnya, mulai dari kalian diciptakan hingga kalian dibangkitkan.

akan tetapi kamu tidak mengetahui.
(Ar Ruum:56)


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Ar Rum (30) ayat 56 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Ar Rum (30) ayat 56 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Ar Rum (30) ayat 56 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 60 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah30
Nama SurahAr Rum
Arabالروم
ArtiBangsa Romawi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu84
JuzJuz 21
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat60
Jumlah kata820
Jumlah huruf3472
Surah sebelumnyaSurah Al-'Ankabut
Surah selanjutnyaSurah Luqman
4.6
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/30-56









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta