QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 53 [QS. 30:53]

وَ مَاۤ اَنۡتَ بِہٰدِ الۡعُمۡیِ عَنۡ ضَلٰلَتِہِمۡ ؕ اِنۡ تُسۡمِعُ اِلَّا مَنۡ یُّؤۡمِنُ بِاٰیٰتِنَا فَہُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ
Wamaa anta bihaadil ‘umyi ‘an dhalaalatihim in tusmi’u ilaa man yu’minu biaayaatinaa fahum muslimuun(a);

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya.
Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
―QS. 30:53
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Pahala Iman
30:53, 30 53, 30-53, Ar Rum 53, ArRum 53, Ar-Rum 53

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 53

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan kepada Nabi-Nya bahwa ia tidak akan sanggup memberi taufik kepada orang-orang yang disesatkan-Nya, karena memberi taufik dan menjadikan sesat itu adalah Dia yang menentukan bukan Rasul, dengan menyatakan: “Wahai Rasul, kamu sekali-kali tidak akan sanggup memberi taufik kepada orang-orang yang disesatkan Allah, sehingga ia tidak sesat lagi.
Memberi taufik dan menyesatkan itu berada di tangan-Nya.
Dia memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang disesatkan-Nya, tidak seorangpun yang sanggup melakukannya selain Dia.

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa tidak ada seorangpun yang mau mendengar dan memahami ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang beriman kepada-Nya dan orang-orang yang di dalam hatinya tidak ada penyakit.
Jika orang-orang mukmin itu mendengarkan ayat-ayat, Allah, mereka mendengarkannya dengan baik, berusaha memahami maksud dan maknanya, mengamalkan semua yang diperintahkan Allah dalam ayat-ayat itu dan menghentikan semua yang dilarang-Nya.
Mereka tunduk dan berserah diri kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya saja.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka seperti orang buta karena mereka telah menutup kalbu-kalbu mereka untuk tidak mendengarkan petunjuk.
Dan kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta itu dan menahan mereka dari kekufuran.
Tetapi kamu hanya dapat memperdengarkannya kepada orang-orang yang dapat mendengarkan dengan paham dan menerima, yaitu orang-orang yang memiliki kalbu yang dapat menerima keimanan.
Mereka itulah orang-orang yang tunduk kepada kebenaran ketika kebenaran tampak.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta mata hatinya dari kesesatan, tidak lain) (kamu hanya dapat memperdengarkan) dengan pendengaran yang dibarengi dengan pemahaman dan mau menerima apa yang didengarnya (kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami) yakni Alquran (mereka itulah orang-orang yang berserah diri) yaitu orang-orang yang ikhlas di dalam mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kamu (wahai Rasul) tidak bisa membimbing orang yang Allah butakan dari jalan hidayah.
Kamu tidak bisa memperdengarkan dengan pendengaran orang yang memgambil manfaat kecuali orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, karena mereka adalah orang-orang yang tunduk dan melaksanakan perintah Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 53 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 53 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 53 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:53
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.9
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta