Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Ar Rum

Ar Rum (Bangsa Romawi) surah 30 ayat 51


وَ لَئِنۡ اَرۡسَلۡنَا رِیۡحًا فَرَاَوۡہُ مُصۡفَرًّا لَّظَلُّوۡا مِنۡۢ بَعۡدِہٖ یَکۡفُرُوۡنَ
Wala-in arsalnaa riihan faraa-uhu mushfarran lazhalluu min ba’dihi yakfuruun(a);

Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.
―QS. 30:51
Topik ▪ Azab orang kafir
30:51, 30 51, 30-51, Ar Rum 51, ArRum 51, Ar-Rum 51
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 51. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang kafir, jika memperoleh kebaikan mereka bergembira, tetapi jika mereka ditimpa bahaya atau cobaan, mereka putus asa, dan putuslah harapan mereka untuk memperoleh kebaikan.
Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan: "Jika Kami kirim ke kebun orang-orang kafir yang sedang menghijau itu angin panas dan angin yang sangat dingin, yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan yang sedang menghijau itu berubah menjadi kering dan kekuning-kuningan, maka mereka berputus asa dan kembali mengingkari nikmat Allah yang pernah diberikan kepada mereka.

Seakan-akan dengan ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala mencela sikap orang kafir pada umumnya, jika ada di antara kaum Muslimin yang bersikap demikian, hendaklah segera menolaknya.
Sikap yang benar ialah selalu bersabar atas segala macam cobaan yang diberikan Allah.
Cobaan itu ada yang merupakan kesenangan dan ada pula yang berupa kesengsaraan.
Cobaan itu sengaja diberikan Allah kepada manusia untuk menguji siapa di antara mereka yang kuat imannya dan siapa pula yang lemah imannya.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).
Dan hanya kepada Kamilah kamu di kembalikan.

(Q.S.
Al anbiya: 35)

Allah subhanahu wa ta'ala mengajarkan kepada kaum Muslimin ucapan yang diucapkan seseorang di kala menerima cobaan.
Dia berfirman:

(yaitu) orang-orang yang ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Inna Lillahi wa inna ilaihi Raji'un".
(Q.S.
Al Baqarah: 156)

Ar Rum (30) ayat 51 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Rum (30) ayat 51 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Rum (30) ayat 51 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan Kami bersumpah, "Jika Kami benar-benar telah mengirimkan angin yang memberikan bahaya bagi tumbuh-tumbuhan, sehingga mereka melihatnya menjadi kuning karena angin itu, mereka pasti akan tetap bersikap kufur kepada Allah dan mengingkari nikmat-Nya setelah mereka melihat kuningnya tumbuhan itu."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sungguh jika) lam menunjukkan makna qasam (Kami mengirimkan angin) yang membahayakan tumbuh-tumbuhan (lalu mereka melihat tumbuh-tumbuhan itu menjadi kuning/kering, benar-benar tetaplah mereka) benar-benar mereka menjadi, lafal ayat ini menjadi jawab dari qasam pada awal ayat tadi (sesudah itu) sesudah mengeringnya tumbuh-tumbuhan (orang-orang yang ingkar) mereka menjadi orang-orang yang mengingkari nikmat Allah, yaitu berupa hujan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila Kami mengirimkan kepada tanaman dan pohon-pohon mereka angin yang merusak, lalu mereka melihat tanaman mereka telah rusak akibat angin tersebut, ia mongering setelah sebelumnya hijau, maka setelah mereka melihatnya, mereka termenung dalam keadaan kufur kepada Allah dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam firman berikutnya:

Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan), lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.
(Ar Ruum:51)

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin.
(Ar Ruum:51)

yang kering kepada tumbuh-tumbuhan yang telah mereka tanam yang saat itu telah tumbuh dengan suburnya dan telah tegak di atas bulir-bulirnya.

lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning.
(Ar Ruum:51)

Yakni kelihatan kering dan mulai rusak.

benar-benar tetaplah mereka sesudah itu.
(Ar Ruum:51)

Yaitu setelah melihat keadaan tersebut.

menjadi orang yang ingkar.
(Ar Ruum:51)

Maksudnya, mengingkari nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka sebelum itu.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
(Al Waaqi'ah:63) sampai dengan firman-Nya: "bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.” (Al Waaqi'ah:67)

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Isa ibnut Taba', telah menceritakan kepada kami Hasyim, dari Ya'la ibnu Ata, dari ayahnya, dari Ubaidillah ibnu Amr yang mengatakan bahwa angin itu ada delapan macam.
Empat di antaranya mengandung rahmat, dan empat lainnya mengandung azab.

Angin yang membawa rahmat ialah an-nasyirat (angin yang menyebarkan hujan), mubasysyirat (angin pembawa berita gembira akan turunnya hujan), mursalat (angin yang membawa awan yang mengandung hujan), dan az-zariyat (angin yang menerbangkan debu dan awan yang mengandung hujan).

Angin yang mengandung azab atau bencana ialah al-'aqim (angin yang kering) dan angin sar-sar (angin yang menumbangkan pepohonan), kedua jenis angin ini terjadi di daratan.
Adapun angin topan dan angin badai, kedua jenis angin ini terjadi di laut.

Apabila Allah subhanahu wa ta'ala menghendaki untuk menjadikannya sebagai angin pembawa rahmat, maka Dia menjadikan angin itu pembawa kesuburan, rahmat, dan berita gembira sebelum turunnya hujan.
Lalu angin itu membuahi awan sehingga awan menjadi padat mengandung air, sebagaimana pejantan membuahi betinanya hingga hamil.

Jika Dia menghendaki untuk menjadikannya sebagai azab, maka Dia menjadikannya angin yang kering dan azab yang memedihkan, serta pembalasan dari-Nya terhadap orang-orang yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.
Angin itu akan berupa angin topan dan badai yang memporak-porandakan segala sesuatu yang dilandanya.

Angin itu bermacam-macam bila dipandang dari segi dari arah mana ia bertiup.
Ada yang dinamakan angin saba, angin dabur, angin selatan, dan angin utara.
Dan dipandang dari segi ciri khasnya mengandung manfaat dan akibatnya tersendiri yang berbeda-beda.
Kalau angin itu lembut lagi basah, manfaatnya ialah menyuburkan tetumbuhan dan tubuh hewan.
Sedangkan jenis lainnya menguruskannya, jenis lainnya lagi membinasakan dan menyebabkan penyakitan, yang lainnya lagi membuatnya tumbuh dan menguatkan, dan yang lainnya lagi merapuhkan serta melemahkannya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah anak saudara lelaki Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami pamanku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Iyasy,telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Sulaiman, dari Darij, dari Isa ibnu Hilal As-Sadfi, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Angin itu ditempatkan di bumi lapis kedua.
Tatkala Allah hendak membinasakan kaum 'Ad, maka Dia memerintahkan kepada malaikat penjaga angin untuk mengirimkan angin besar guna membinasakan kaum 'Ad.
Malaikat penjaga angin berkata, 'Wahai Tuhanku, aku akan mengirimkan angin sebesar hidung banteng'.
Maka Allah Yang Mahaperkasa berfirman kepadanya, 'Jangan, kalau begitu kamu akan membalikkan bumi beserta semua orang yang ada di permukaannya.
Tetapi kirimkanlah kepada mereka angin sebesar lubang cincin'." Hal itulah yang dimaksudkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya: angin itu tidak membiarkan sesuatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.
(Az-Zariyat: 42)

Hadis ini berpredikat garib, tidak dapat dikatakan sebagai hadis marfu', yang jelas hadis ini merupakan perkataan Abdullah ibnu Amr r.a.

Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu'jizat Al Qur'an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa'at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda'wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da'wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.


Gambar Kutipan Surah Ar Rum Ayat 51 *beta

Surah Ar Rum Ayat 51



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Rum

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah30
Nama SurahAr Rum
Arabالروم
ArtiBangsa Romawi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu84
JuzJuz 21
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat60
Jumlah kata820
Jumlah huruf3472
Surah sebelumnyaSurah Al-'Ankabut
Surah selanjutnyaSurah Luqman
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (9 votes)
Sending