QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 50 [QS. 30:50]

فَانۡظُرۡ اِلٰۤی اٰثٰرِ رَحۡمَتِ اللّٰہِ کَیۡفَ یُحۡیِ الۡاَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِہَا ؕ اِنَّ ذٰلِکَ لَمُحۡیِ الۡمَوۡتٰی ۚ وَ ہُوَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Faanzhur ila aatsaari rahmatillahi kaifa yuhyiil ardha ba’da mautihaa inna dzalika lamuhyiil mauta wahuwa ‘ala kulli syai-in qadiirun;

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati.
Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati.
Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
―QS. 30:50
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
30:50, 30 50, 30-50, Ar Rum 50, ArRum 50, Ar-Rum 50

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 50

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya termasuk juga di dalamnya seluruh kaum Muslimin supaya memperhatikan bekas-bekas rahmat Allah yang ada di bumi ini.
Di antaranya bagaimana Dia telah menghidupkan bumi setelah bumi itu tandus dan mati, menumbuhkan tumbah-tumbuhan, tanam-tanaman di bumi itu setelah menyiramnya dengan air hujan.
Sebenarnya dengan bukti yang demikian itu saja, manusia akan sampai kepada kesimpulan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Maha Agung, Maha Kuasa lagi Maha Luas Rahmat-Nya.

Jika Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Kuasa itu sanggup menghidupkan bumi yang telah mati, tentulah Dia sanggup pula menghidupkan manusia yang telah mati dan membangkitkannya kembali di akhirat kelak.
Hal itu adalah mudah bagi-Nya, sebagaimana diterangkan pada firman-Nya yang lain:

Dan dia membuat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh, katakanlah: “la akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.
Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk”.

(Q.S.
Yasin: 78-79)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka perhatikanlah–dengan merenung dan berpikir–bekas-bekas turunnya hujan.
Bagaimana Allah menghidupkan bumi dengan tumbuh-tumbuhan setelah sebelumnya gersang bagaikan orang mati.
Sesungguhnya yang mampu menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati, pasti mampu pula untuk menghidupkan orang-orang mati.
Kekuasaan-Nya amat sempurna.
Tak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka perhatikanlah bekas-bekas) menurut suatu qiraat dibaca dalam bentuk mufrad yakni atsari (rahmat Allah) nikmat yang dilimpahkan-Nya, yaitu berbentuk air hujan (bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati) sesudah bumi itu kering dan tidak dapat menumbuhkan tetumbuhan lagi.

(Sesungguhnya Dia yang berkuasa melakukan hal itu benar-benar berkuasa menghidupkan orang-orang yang telah mati.

Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Lihatlah (wahai orang yang menyaksikan) dengan penuh perhatian dan perenungan kepada apa yang diakibatkan oleh hujan, yaitu tumbuhnya pohon-pohon, tanaman-tanaman dan buah-buahan, bagaimana Allah menghidupkan dengan hujan itu bumi setelah ia mati, lalu Dia menumbuhkannya dan ia pun hidup??
Sesungguhnya Allah Dzat yang mampu menghidupkan bumi yang mati, benar-benar mampu menghidupkan orang-orang yang sudah mati.
Dia Mahakuasa atas segala sesuatu sehingga tidak ada yang melemahkan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah.
(Ar Ruum:50)

Yakni hujan itu.

bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati.
(Ar Ruum:50)

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa tubuh-tubuh yang telah mati dan telah tercabik-cabik serta menjadi tulang belulang yang hancur, kelak akan dihidupkan kembali.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati.
(Ar Ruum:50)

Artinya, Tuhan yang memperbuat hal tersebut benar-benar mampu menghidupkan orang-orang yang telah mati.

Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(Ar Ruum:50)


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 50 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 50 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 50 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:50
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah30
Nama SurahAr Rum
Arabالروم
ArtiBangsa Romawi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu84
JuzJuz 21
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat60
Jumlah kata820
Jumlah huruf3472
Surah sebelumnyaSurah Al-'Ankabut
Surah selanjutnyaSurah Luqman
4.6
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/30-50







Pembahasan ▪ surah 30 ayat 50 ▪ surah ar-rum 50

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta