QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 47 [QS. 30:47]

وَ لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ قَبۡلِکَ رُسُلًا اِلٰی قَوۡمِہِمۡ فَجَآءُوۡہُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ فَانۡتَقَمۡنَا مِنَ الَّذِیۡنَ اَجۡرَمُوۡا ؕ وَ کَانَ حَقًّا عَلَیۡنَا نَصۡرُ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ
Walaqad arsalnaa min qablika rusulaa ila qaumihim fajaa-uuhum bil bai-yinaati faantaqamnaa minal-ladziina ajramuu wakaana haqqan ‘alainaa nashrul mu’miniin(a);

Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.
Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
―QS. 30:47
Topik ▪ Iman ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin ▪ Azab orang kafir
30:47, 30 47, 30-47, Ar Rum 47, ArRum 47, Ar-Rum 47

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menghibur Rasulullah ﷺ yang telah sedih oleh sikap dan tindakan kaumnya dengan menyatakan: Hai Muhammad, janganlah kamu bersedih dan berduka cita oleh segala macam tindakan kamu itu.
Dahulu Kami telah mengutus beberapa orang Rasul yang diutus kepada kaum mereka, sebagaimana Kami mengutus engkau kepada seluruh manusia.
Tiap-tiap Rasul yang Kami utus Kami lengkapi dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran kerasulannya, tetapi mereka mengingkari dan menyakiti para Rasul itu dan orang-orang yang beriman besertanya.
Karena itu Kami timpakan kepada orang-orang yang durhaka itu azab yang pedih, yang menghancurkan mereka dan Kami selamatkan para Rasul dan orang-orang yang beriman besertanya.

Menghancurkan orang-orang yang mengingkari para rasul itu termasuk salah Satu dari Sunatullah.
Sunatullah itu tidak akan berubah dan tidak ada yang sanggup merubahnya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala sendiri yang menghendaki-Nya.

Ayat ini merupakan berita gembira bagi Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin bahwa Allah pasti menolong mereka dari orang-orang kafir dan kemenangan pasti berada pada mereka.

Hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh At Tabrani, Ibnu Hatim, Ibnu Mardawaih dari At Tirmizi menerangkan:

Dari Abu Darda’, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak seorangpun dari orang-orang muslim yang menolak suatu halangan saudaranya kecuali Allah berhak menolak dari padanya neraka Jahanam, kemudian beliau membacakan ayat ini”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami telah mengutus rasul-rasul sebelummu kepada kaum mereka, sehingga setiap rasul datang kepada kaumnya dengan membawa argumentasi-argumentasi yang jelas, yang menunjukkan kebenarannya.
Kemudian kaumnya mendustakannya.
Maka Kami pun menghancurkan orang-orang yang melakukan dosa dan durhaka itu.
Allah telah mewajibkan atas diri-Nya untuk menolong hamba-hamba-Nya yang beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas) hujah-hujah yang jelas yang membenarkan kerasulan mereka terhadap kaumnya, akan tetapi mereka mendustakannya (lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.) Kami binasakan orang-orang yang mendustakan para rasul-Nya.

(Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman) atas orang-orang kafir, yaitu dengan membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah mengutus sebelummu (wahai Rasul) utusan-utusan kepada kaum mereka untuk memberikan berita gembira dan peringatan, mengajak mereka kepada Tauhid dan memperingatkan mereka dari syirik.
Lalu para Rasul itu datang kepada umat-umat mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti yang kuat, namun kebanyakan dari mereka tidak mau beriman, maka Kami menghukum orang-orang yang berbuat buruk dari mereka lantas membinasakan mereka, dan Kami menolong orang-orang beriman para pengikut Rasul-Rasul.
Demikianlah Kami juga melakukan terhadap orang-orang yang mendustakanmu bila mereka terus menerus mendustakanmu dan tidak mau beriman.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam firman berikutnya disebutkan:

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepada­nya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 47)

Ayat ini diturunkan oleh Allah untuk menghibur hati hamba dan Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ, bahwa jika ia didustakan oleh kebanyakan orang dari kalangan kaumnya, sesungguhnya para rasul terdahulu pun mengalami nasib yang sama, padahal mereka telah menyampaikan kepada umatnya masing-masing bukti-bukti yang jelas yang membenarkan kerasulan mereka.
Tetapi pada akhirnya Allah menimpakan balasan-Nya kepada orang-orang yang mendustakan para rasul dan orang-orang yang menentang mereka, serta menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada mereka.

Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 47)

Menolong orang-orang mukmin merupakan suatu keharusan yang Dia wajibkan atas diri-Nya sendiri yang Mahamulia sebagai anugerah dan karunia dari-Nya.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.
(Q.S. Al-An’am [6]: 54)

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Nafil, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu A’yun, dari Lais, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Ummu Darda, dari Abu Darda r.a.
yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Tiada seorang muslim pun yang membela kehormatan saudaranya melainkan sudah menjadi kewajiban bagi Allah menghindarkannya dari api neraka kelak di hari kiamat.
Kemudian Nabi ﷺ membaca firman-Nya: Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 47)


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.9
Ratingmu: 4.9 (29 orang)
Sending







Pembahasan ▪ ar-rum 47

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta