QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 43 [QS. 30:43]

فَاَقِمۡ وَجۡہَکَ لِلدِّیۡنِ الۡقَیِّمِ مِنۡ قَبۡلِ اَنۡ یَّاۡتِیَ یَوۡمٌ لَّا مَرَدَّ لَہٗ مِنَ اللّٰہِ یَوۡمَئِذٍ یَّصَّدَّعُوۡنَ
Fa-aqim wajhaka li-ddiinil qai-yimi min qabli an ya’tiya yaumun laa maradda lahu minallahi yauma-idzin yash-shadda’uun(a);

Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya):
pada hari itu mereka terpisah-pisah.
―QS. 30:43
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Permusuhan antara syetan dan manusia
30:43, 30 43, 30-43, Ar Rum 43, ArRum 43, Ar-Rum 43

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 43

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 43. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Rasulullah ﷺ, dan pengikut-pengikutnya agar tetap pada keadaan mereka semula, yaitu menyembah Allah yang Satu dengan ikhlas sebelum datangnya hari berbangkit.
Pada hari itu manusia terbagi dua, sebagian di surga dan sebagian lagi di neraka.
Rasulullah ﷺ disuruh agar jangan menyibukkan dirinya mengurusi persoalan kaum musyrik yang meminta pertolongan kepadanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka hadapkanlah wajahmu ke arah agama yang sempurna kebenarannya, sebelum datangnya suatu hari ketka tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya dari Allah.
Pada hari itu manusia saling berpencaran dan keadaan mereka berbeda-beda.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Oleh karena itu maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus) agama Islam (sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak kedatangannya) yaitu hari kiamat (pada hari itu mereka terpisah-pisah) pada asalnya lafal yashshadda’uuna adalah yatashadda’uuna kemudian huruf ta diganti menjadi shad yang selanjutnya diidghamkan atau dimasukkan kepada huruf shad lainnya sehingga jadilah yashshadda’uuna, yakni mereka berpisah-pisah sesudah mereka menjalani hisab, sebagian dari mereka ada yang masuk ke surga dan sebagian yang lainnya ada yang masuk ke neraka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hadapkanlah wajahmu (wahai Rasul) kepada agama yang lurus, yaitu agama Islam dengan menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya, serta berpeganglah kepadanya dengan teguh sebelum datangnya Hari Kiamat.
Bila hari tersebut datang,maka tidak seorang pun yang mampu menolaknya, makhluk-makhluk akan tercerai berai dan berhamburan agar diperlihatkan amal perbuatan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya supaya cepat-cepat beristiqamah dalam ketaatan kepada-Nya dan bersegera mengerjakan kebaikan-kebaikan.

Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya).
(Ar Ruum:43)

Yakni hari kiamat, apabila telah tiba saat kejadiannya, maka tidak dapat dielakkan lagi.

pada hari itu mereka terpisah-pisah.
(Ar Ruum:43)

Maksudnya, terpecah-belah, sebagian masuk surga dan sebagian lain dimasukkan ke neraka.
Karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan:

Barang siapa yang kafir, maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu, dan barang siapa yang beramal saleh, maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan), agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya.
(Ar Ruum:44-45)

Allah memberikan balasan-Nya kepada mereka yang beramal saleh dengan balasan sebagai karunia dari-Nya, suatu amal kebaikan dibalas dengan sepuluh amal kebaikan yang serupa, hingga lipatannya sampai tujuh ratus kali lipat dan hingga sampai lipatan yang dikehendaki oleh-Nya.

Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
(Ar Ruum:45)

Selain itu Dia Maha Adil dalam memperlakukan mereka dan tidak berbuat zalim.


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 43 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 43 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 43 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 41-45 - Rossa (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 41-45 - Rossa (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:43
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah30
Nama SurahAr Rum
Arabالروم
ArtiBangsa Romawi
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu84
JuzJuz 21
Jumlah ruku'6 ruku'
Jumlah ayat60
Jumlah kata820
Jumlah huruf3472
Surah sebelumnyaSurah Al-'Ankabut
Surah selanjutnyaSurah Luqman
4.5
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta