QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 40 [QS. 30:40]

اَللّٰہُ الَّذِیۡ خَلَقَکُمۡ ثُمَّ رَزَقَکُمۡ ثُمَّ یُمِیۡتُکُمۡ ثُمَّ یُحۡیِیۡکُمۡ ؕ ہَلۡ مِنۡ شُرَکَآئِکُمۡ مَّنۡ یَّفۡعَلُ مِنۡ ذٰلِکُمۡ مِّنۡ شَیۡءٍ ؕ سُبۡحٰنَہٗ وَ تَعٰلٰی عَمَّا یُشۡرِکُوۡنَ
Allahul-ladzii khalaqakum tsumma razaqakum tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum hal min syurakaa-ikum man yaf’alu min dzalikum min syai-in subhaanahu wata’aala ‘ammaa yusyrikuun(a);

Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali).
Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu?
Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
―QS. 30:40
Topik ▪ Takdir ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan
30:40, 30 40, 30-40, Ar Rum 40, ArRum 40, Ar-Rum 40

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 40

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 40. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini kembali membicarakan kaum musyrik.
Mereka dipersoalkan kembali agar mereka tahu bahwa mereka itu bodoh dan sesat.
Di atas, sebelum ayat-ayat mengenai pengaturan rezeki Allah, mereka telah meminta untuk memberikan keterangan dan bukti atas kebenaran apa yang mereka sembah selain Allah.

Mereka diminta untuk mendapatkan dan menerangkan kitab dari langit, atau seorang Rasul dari Allah atau malaikat untuk menerangkan kebenaran akidah itu.
Tetapi mereka tak sanggup berbuat demikian.
Tanda-tanda Allah telah datang kepada mereka yang menyeru agar meneliti keterangan dan hujah yang ada dalam jiwa mereka sendiri, agar mereka memalingkan akal –jika mereka berakal –kepada kenyataan-kenyataan alam dan fakta-faktanya.
Pada setiap kenyataan dan fakta alam ini ada keterangan dan bukti atas adanya kebenaran yang harus disembah yaitu Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang menjadikan makhluk dan yang memberi rezeki, yang mematikan dan menghidupkan mereka.
Adakah tuhan kaum musyrik itu yang dapat berbuat demikian, adakah tuhan mereka ikut serta menciptakan mereka, adakah tuhan mereka ikut serta memberi rezeki, adakah tuhan mereka itu mematikan dan membangkitkan mereka setelah mati?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus mereka jawab.
Jika jawabnya positif, berikanlah.
Hal itu merupakan hujah dan bukti nyata bagi mereka, bahwa yang mereka sembah itu benar, dan mereka pantas setia dan patuh kepadanya.
Tetapi jika jawabnya negatif –dan ini merupakan suatu kenyataan maka gugurlah hujah itu, dan sesatlah keterangan mereka itu.
Oleh karena itu seharusnya mereka segera berlepas tangan dari tuhan itu, membuangkannya dari pikiran mereka, dan menghilangkannya dari perasaan mereka.

Pertanyaan itu adalah persoalan logika yang dimulai dengan dugaan, bahwa Allah-lah yang menciptakan, memberikan rezeki, mematikan dan menghidupkan kembali.
Adakah tuhan-tuhan mereka itu dapat berbuat seperti itu?
Tidak, mereka tidak berbuat sesuatu.
Jadi tuhan-tuhan mereka itu tak dapat dimasukkan kepada kategori ketuhanan.
Karena itu Allah sendirilah, yang tak ada sekutu bagi-Nya, yang dapat dimasukkan kepada kategori ketuhanan itu.
Dari itu sucikanlah Allah dari apa-apa yang mereka sekutukan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang menjadikan kalian, memberikan rezeki yang kalian pakai untuk hidup, mematikan, lalu membangkitkan kalian dari kubur.
Apakah ada sekutu-sekutu Allah–sebagaimana yang kalian sangka itu–yang dapat menciptakan, memberi rezeki, mematikan dan menghidupkan, walaupun hanya sedikit saja?
Allah Mahasuci dari segala yang mereka sekutukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah-lah yang menciptakan kalian, kemudian memberi kalian rezeki, kemudian mematikan kalian, kemudian menghidupkan kalian kembali.

Adakah di antara sekutu-sekutu kalian itu) yakni apa yang kalian sekutukan dengan Allah itu (yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu?) Tentu saja tidak ada.

(Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan) dengan-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hanya Allah semata (wahai manusia) yang menciptakan kalian kemudian memberi rizki kepada kalian dalam kehidupan ini, kemudian mematikan kalian saat ajal kalian telah habis, kemudian membangkitkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup untuk menghadapi balasan dan hisab.
Adakah di antara sekutu-sekutumu yang melakukan sedikit saja dari semua itu??
Mahasuci dan Mahatinggi Allah dari kesyirikan yang mereka perbuat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 40)

Yakni Dialah yang menciptakan dan yang memberi rezeki.
Dia mengeluarkan bayi dari perut ibunya dalam keadaan telanjang, tidak berilmu, tidak mempunyai pendengaran, penglihatan, tidak pula kekuatan.
Kemudian Dia memberinya rezeki kesemuanya itu, juga pakaian, perhiasan, harta benda, properti, dan usaha.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad:

telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Salam ibnu Syurahbil, dari Habbah dan Sawa (keduanya anak Khalid).
Mereka berdua mengatakan, “Kami masuk ke dalam rumah Nabi ﷺ yang saat itu sedang membetulkan sesuatu, lalu kami membantunya.
Maka beliau ﷺ bersabda: ‘Janganlah kamu berputus asa dari mendapat rezeki selama kepalamu masih bisa bergoyang, karena sesungguhnya manusia itu dilahirkan oleh ibunya dalam keadaan berkulit merah tidak berlapiskan sesuatu apa pun, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memberinya rezeki’.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kemudian mematikanmu.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 40)

Yaitu sesudah kehidupan ini.

kemudian menghidupkanmu (kembali).
(Q.S. Ar-Rum [30]: 40)

Yakni kelak di hari kiamat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 40)

Maksudnya, sembahan-sembahan yang kalian sembah selain Allah itu.

yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu?
(Q.S. Ar-Rum [30]: 40)

Yakni pasti tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat berbuat sesuatu dari itu, bahkan Allah-lah yang menciptakan, yang memberi rezeki, yang menghidupkan, dan yang mematikan, kemudian Dia membangkitkan semua makhluk menjadi hidup kembali di hari kiamat kelak.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

Mahasucilah Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 40)

Mahatinggi, Mahasuci, lagi Mahabesar Allah subhanahu wa ta’ala dari mempunyai sekutu, tandingan atau yang setara dengan-Nya, atau beranak atau diperanakkan.
Bahkan Dia adalah Yang Maha Esa lagi bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tiada seorang pun yang setara dengan Dia.


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 40 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 40 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 40 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 37-40 - Nora Sampurna (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 37-40 - Nora Sampurna (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:40
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.8
Ratingmu: 4.2 (12 orang)
Sending







Pembahasan ▪ ar rum 40

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta