Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) - surah 30 ayat 38 [QS. 30:38]

فَاٰتِ ذَاالۡقُرۡبٰی حَقَّہٗ وَ الۡمِسۡکِیۡنَ وَ ابۡنَ‌السَّبِیۡلِ ؕ ذٰلِکَ خَیۡرٌ لِّلَّذِیۡنَ یُرِیۡدُوۡنَ وَجۡہَ اللّٰہِ ۫ وَ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ
Faaati dzaal qurba haqqahu wal miskiina waabnassabiili dzalika khairul(n)-lil-ladziina yuriiduuna wajhallahi wa-uula-ika humul muflihuun(a);
Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan.
Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah.
Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

―QS. Ar Rum [30]: 38

Daftar isi

So give the relative his right, as well as the needy and the traveler.
That is best for those who desire the countenance of Allah, and it is they who will be the successful.
― Chapter 30. Surah Ar Rum [verse 38]

فَـَٔاتِ maka berikanlah

So give
ذَا memiliki

the relative *[meaning includes next or prev. word]
ٱلْقُرْبَىٰ kerabat yang dekat

the relative *[meaning includes next or prev. word]
حَقَّهُۥ haknya

his right
وَٱلْمِسْكِينَ dan orang-orang miskin

and the poor
وَٱبْنَ dan orang-orang

and the wayfarer. *[meaning includes next or prev. word]
ٱلسَّبِيلِ dijalan/dalam perjalanan

and the wayfarer. *[meaning includes next or prev. word]
ذَٰلِكَ seperti itulah

That
خَيْرٌ kebaikan

(is) best
لِّلَّذِينَ kepada orang-orang

for those who
يُرِيدُونَ (mereka) menghendaki

desire
وَجْهَ wajah/keridaan

(the) Countenance
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
وَأُو۟لَٰٓئِكَ dan mereka itu

And those,
هُمُ mereka

they
ٱلْمُفْلِحُونَ orang-orang yang beruntung

(are) the successful ones.

Tafsir Quran

Surah Ar Rum
30:38

Tafsir QS. Ar-Rum (30) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini merupakan penjelasan ayat 37, yaitu bahwa mereka yang diberi Allah kelebihan rezeki harus membantu mereka yang kekurangan.
Bantuan itu dalam bentuk bantuan materi di luar zakat.

Mereka yang diprioritaskan untuk dibantu adalah keluarga dekat sendiri.
Bantuan itu dalam ayat ini bahkan dinyatakan sebagai haknya.

Dalam ayat lain dinyatakan bahwa bila kita tidak dapat membantu, maka hal itu perlu disampaikan dengan sejujurnya dengan kata-kata yang enak diterima sehingga menyejukkan:

وَاِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاۤءَ رَحْمَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ تَرْجُوْهَا فَقُلْ لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُوْرًا

Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut. (Al Israa [17]: 28)

Orang yang perlu dibantu adalah orang miskin, yaitu orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

Dengan demikian, Allah tidak menghendaki ada makhluk-Nya yang kelaparan apalagi mati karena kelaparan.
Bila hal itu terjadi, maka mereka yang berkelebihan rezeki berdosa.

Memang dapat dirasakan bagaimana perihnya rasa lapar dan dapat dipahami bagaimana berbahayanya kelaparan.

Selanjutnya yang perlu dibantu adalah musafir yang terlantar, paling kurang untuk satu hari.

Dengan bantuan demi bantuan, ia akan dapat mencapai tempat asalnya.
Mengembalikan musafir dengan segera ke tempat asalnya akan besar manfaatnya, karena ia akan dapat bekerja kembali sebagaimana semula.

Membiarkannya terlantar di tempat asing akan mengakibatkan berbagai masalah di tempat itu.

Demikianlah kewajiban orang yang beriman.
Ia sadar bahwa harta yang ada padanya hanyalah titipan yang dipercayakan untuk dikelola dengan baik.
Pemilik harta itu adalah Allah, sehingga ketika pemiliknya meminta untuk dikeluarkan sebagian guna membantu orang lain, maka ia tidak akan menolaknya.
Allah ﷻ berfirman:

اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَاَنْفِقُوْا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُّسْتَخْلَفِيْنَ فِيْهِ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَاَنْفَقُوْا لَهُمْ اَجْرٌ كَبِيْرٌ

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah).
Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
(Al-Hadid [57]: 7)

Orang beriman tidak akan memandang bahwa harta yang ada padanya itu semata-mata diperolehnya karena usahanya sendiri.
Semua keberuntungan yang diperoleh manusia adalah karunia Allah, sebagaimana dinyatakan dalam Alquran tentang Nabi Sulaiman:

قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهٗ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتٰبِ اَنَا۠ اٰتِيْكَ بِهٖ قَبْلَ اَنْ يَّرْتَدَّ اِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَاٰهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهٗ قَالَ هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ لِيَبْلُوَنِيْٓ ءَاَشْكُرُ اَمْ اَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ

Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata,
"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip."
Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata,
"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya).
Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia."
(An-Naml [27]: 40)

Sikap yang menafikan karunia Allah dalam setiap keberuntungan adalah sikap Karun, seorang yang kaya raya tetapi durhaka pada zaman Nabi Musa `alaihis salam Sebagai akibatnya, ia dan kekayaannya ditelan oleh bumi.
Allah ﷻ berfirman:

قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ عِنْدِيْ اَوَلَمْ يَعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهٖ مِنَ الْقُرُوْنِ مَنْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَّاَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْـَٔلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ

Dia (Karun) berkata,
"Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku."
Tidakkah dia tahu bahwa Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta?
Dan orang-orang yang berdosa itu tidak perlu ditanya tentang dosa-dosa mereka.
(Al-Qashash [28]: 78)

Membantu keluarga dekat, orang miskin, dan musafir yang terlantar akan membawa dampak yang baik bagi yang memberi dan yang diberi.
Orang yang memberi berarti telah memenuhi perintah Allah, sehingga ia akan disayangi-Nya.
Sedangkan orang yang diberi akan merasa terbantu, dan karena itu akan terjalinlah silaturrahim antara keluarga yang berkecukupan dan ber-kekurangan.
Dampaknya adalah keamanan dan persaudaraan yang erat.

Dampak seperti itu akan diperoleh bila yang memberi hanya karena mengharapkan rida Allah.
Dengan demikian, maksud potongan ayat ini adalah bahwa si pemberi itu memberi bukan untuk mengharapkan balasan dari yang diberi, tetapi balasan dari Allah ketika ia menghadap-Nya nanti di akhirat.
Artinya, ia memberi dengan ikhlas.
Orang beriman dilarang memberi karena ria, yaitu untuk dilihat orang atau pamer.
Salah satu bentuk ria adalah memberi tetapi pemberian itu disebut-sebut kepada orang lain sehingga menjatuhkan nama yang diberi, atau menyakiti hati yang diberi dengan menyampaikan kata-kata atau perbuatan yang melukai perasaannya.
Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰى كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.
Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi.
Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan.
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
(Al-Baqarah [2]: 264)

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 38. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan apabila hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang meluaskan rezeki dan menetapkan ukurannya, maka berikanlah hak kaum kerabat kepadanya, yaitu berupa kebajikan dan hubungan silaturahmi.
Dan juga berilah kepada orang yang membutuhkan dan kehabisan perbekalan di jalan berupa zakat dan sedekah.


Hal itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang menghendaki rida Allah dan menginginkan pahala-Nya.
Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keberuntungan dengan kenikmatan yang abadi.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Berikanlah (wahai Mukmin) kerabatmu haknya berupa silaturrahim, sedekah dan kebaikan-kebaikan lainnya.
Berikanlah kepada orang fakir yang tidak memiliki apa yang mencukupi dan menutupi hajatnya, dan orang yang membutuhkan yang kehabisan bekal dalam perjalanannya dari zakat dan sedekah.


Pemberian tersebut adalah lebih baik bagi orang-orang yang mengharapkan wajah Allah dari amal perbuatannya.
Dan orang-orang yang melakukan amal kebaikan ini dan lainnya, mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan pahala Allah dan selamat dari azab-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka berikanlah kepada kerabat) kepada famili yang terdekat


(akan haknya) yaitu dengan menyantuninya dan menghubungkan silaturahmi dengannya


(demikian pula kepada fakir miskin dan ibnu sabil) orang yang sedang musafir, yaitu dengan memberikan sedekah kepada mereka, perintah ini ditujukan kepada Nabi ﷺ dan sebagai umatnya diharuskan mengikuti jejaknya.


(Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah) yakni pahala-Nya sebagai imbalan dari apa yang telah mereka kerjakan


(dan mereka itulah orang-orang yang beruntung) yaitu orang-orang yang memperoleh keberuntungan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan (kepada kaum muslim) agar memberikan kepada kerabat terdekat mereka akan haknya, yakni berbuat baik dan menghubungkan silaturahmi, juga orang miskin.
Yang dimaksud orang miskin ialah orang yang tidak mempunyai sesuatu pun untuk ia belanjakan buat dirinya, atau memiliki sesuatu, tetapi masih belum mencukupinya.
Juga kepada ibnu sabil, yaitu seorang musafir yang memerlukan biaya dan keperluan hidupnya dalam perjalanan, karena biayanya kehabisan di tengah jalan.

Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridaan Allah.
(QS. Ar-Rum [30]: 38)

Yang dimaksud dengan wajhullah ialah Zat Allah, yakni melihat Allah kelak di hari kiamat.
Hal ini merupakan tujuan utama yang paling tinggi.

dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(QS. Ar-Rum [30]: 38)


Yakni beruntung di dunia dan akhirat.

Dalam firman selanjurnya disebutkan:

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.
(QS. Ar-Rum [30]: 39)

Artinya, barang siapa yang memberi orang lain dengan tujuan agar orang itu balas memberinya dengan lebih banyak daripada apa yang ia berikan kepadanya, maka perbuatan seperti ini tidak ada pahalanya di sisi Allah bagi orang yang bersangkutan.
Demikianlah menurut tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, Ikrimah, Muhammad ibnu Ka’b, dan Asy-Sya’bi.

Perbuatan seperti itu hukumnya boleh, sekalipun tidak ada pahalanya, hanya saja larangan ini hanya ditujukan kepada Nabi ﷺ secara khusus.
Demikianlah menurut pendapat Ad-Dahhak, ia mengatakan demikian dengan berdalilkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 6)

Yakni janganlah kamu menghadiahkan suatu pemberian dengan tujuan untuk mendapatkan yang lebih banyak daripada itu.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa riba itu ada dua macam:

1. Riba yang tidak dibenarkan, yaitu riba jual beli:

2. Riba yang tidak berdosa, yaitu seseorang yang menghadiahkan sesuatu dengan tujuan mendapat balasan hadiah yang lebih banyak.
Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.
(QS. Ar-Rum [30]: 39)

Kata Pilihan Dalam Surah Ar Rum (30) Ayat 38

IBNUS SABIIL
ٱبْنَ ٱلسَّبِيل

Makna ibn ialah seorang anak lelaki, sedangkan as sabiil sudah diuraikan terdahulu.

Ibnu Arafah berkata,
"Lafaz ini bermakna tetamu yang terputus bekalnya, diberikan bekal sekadar sampai ke negerinya’"

Ibnu Manzur berkata,
"Ibnus sabiil ialah orang musafir yang banyak berjalan, dinamakan ia anak jalan karena ia melazimkan dirinya dengannya."

Ibnu Sayyidah berkata,
"Ia bermakna anak jalan, dan takwilannya adalah yang banyak berjalan di atas jalan."

Ungkapan ini disebut delapan kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 177, 215;
An Nisaa (4), ayat 36;
Al Anfaal (8, ayat 41;
• At Taubah (9, ayat 60;
• Al sraa (17, ayat 26;
Ar Rum (30, ayat 38;
• Al Hasyr (59, ayat 7.

Abi Ja’far berkata,
"Ibnus sabiil adalah orang yang melintasi dari negeri ke negeri yang lain."

Mujahid dan Qatadah berkata,
"Ia adalah orang yang bermusafir"

At Tabari berkata,
"Dikatakan bagi yang bermusafir Ibnus sabiil karena ia melazimkan dirinya di jalan?"

Kesimpulannya, Ibnus Sabiil ialah orang yang banyak melakukan perjalanan jauh.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:287-289

Unsur Pokok Surah Ar Rum (الروم)

Surat Ar-Rum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Romawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mukjizat Alquran, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepadanya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Romawi atas kerajaan Persia.
▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.
▪ Contoh-contoh dan perumpamaan yang menjelaskan bahwa berhalaberhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

▪ Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Kewajiban berdakwah.
▪ Kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, musafir dan sebagainya.
▪ Larangan mengikuti orang musyrik.
▪ Hukum riba.

Kisah:

▪ Pemberitaan tentang bangsa Romawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

▪ Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan berputus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan dakwah.
▪ Kejadian-kejadian yang dialami oleh umat-umat yang terdahulu patut menjadi iktibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Audio Murottal

QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 60 + Terjemahan Indonesia



QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 60

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Rum ayat 38 - Gambar 1 Surah Ar Rum ayat 38 - Gambar 2
Statistik QS. 30:38
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Alquran tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-‘Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
Sending
User Review
4.8 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

30:38, 30 38, 30-38, Surah Ar Rum 38, Tafsir surat ArRum 38, Quran Ar-Rum 38, Surah Ar Rum ayat 38

Video Surah

30:38


More Videos

Kandungan Surah Ar Rum

۞ QS. 30:4 • Kekuasaan Allah • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 30:5 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 30:6 • Allah menepati janji

۞ QS. 30:8 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 30:9 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 30:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:11 • Kekuasaan Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 30:12 • Nama-nama hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 30:13 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 30:14 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 30:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 30:16 • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 30:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 30:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:21 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:22 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:23 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:24 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 30:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 30:26 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 30:27 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Kekuasaan Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 30:28 • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 30:29 • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 30:30 • Islam agama para nabi • Islam agama fitrah • Keutamaan iman

۞ QS. 30:31 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 30:32 • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 30:33 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:34 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 30:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:37 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 30:38 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 30:39 • Riyaa’ dalam berbuat baik • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 30:40 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 30:41 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 30:42 • Siksa orang kafir

۞ QS. 30:43 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Beriman ketika datang hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 30:44 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 30:45 • Pahala iman • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 30:46 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 30:47 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 30:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 30:49 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 30:50 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 30:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:52 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 30:53 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 30:54 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 30:55 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 30:56 • Nama-nama hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 30:57 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 30:58 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:59 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:60 • Allah menepati janji

Ayat Pilihan

Allah berfirman:
“Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu”.
Mereka tidak menganiaya Kami,
tapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.
QS. Al-A’raf [7]: 160

Ya Tuhanku,
jadikanlah aku & anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat,
ya Tuhan kami,
perkenankanlah doaku.
QS. Ibrahim [14]: 40

Barang siapa yang taat kepada Allah & Rasul-Nya,
maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai- sungai,
mereka kekal di dalamnya.
Itulah kemenangan yang sangat besar.
QS. An-Nisa’ [4]: 13

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

+

Array

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus Istilah Islam

pengadilan agama

Apa itu pengadilan agama? peng.a.dil.an agama badan peradilan khusus untuk orang yang beragama Islam yang memeriksa dan memutus perkara perdata tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang...

malim

Apa itu malim? ma.lim orang alim; ulama; guru agama Islam; pemimpin; penunjuk jalan; pawang … •

Al Matiin

Apa itu Al Matiin? Allah itu Al Matin ◀ Artinya ialah bahwa Allah itu Dzat Yang Maha Kuat/Maha Kokoh. Tidak ada satu pun di alam semesta ini yang mampu menandingi kekuatan Allah Subhanahu wa TaR...