QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 35 [QS. 30:35]

اَمۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَیۡہِمۡ سُلۡطٰنًا فَہُوَ یَتَکَلَّمُ بِمَا کَانُوۡا بِہٖ یُشۡرِکُوۡنَ
Am anzalnaa ‘alaihim sulthaanan fahuwa yatakallamu bimaa kaanuu bihi yusyrikuun(a);

Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan, lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran) apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?
―QS. 30:35
Topik ▪ Penghimpunan manusia dan keadaan mereka
30:35, 30 35, 30-35, Ar Rum 35, ArRum 35, Ar-Rum 35

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan sifat lain kaum musyrik itu sifat manusia yang pada umumnya bergembira ketika mereka menerima nikmat dan putus asa di kala menderita kesusahan.

Begitulah keadaan jiwa yang tidak dihubungkan dengan tali yang teguh yaitu tali Allah, dan keadaan jiwa yang mengukur segala persoalan dengan ukuran materi semata.
Jiwa yang seperti itu akan mengalami kegoncangan dengan adanya perubahan-perubahan.
Manusia yang dimaksud di sini ialah segala manusia yang tidak menghubungkan jiwa mereka dengan tali Allah dan tidak juga menimbang dengan timbangan yang cermat.
Mereka gembira dengan kedatangan nikmat dan merasa puas dengannya, Nikmat itu menjadikan mereka lupa akan sumber dan hikmahnya.
Mereka tenggelam bersama nikmat itu, tidak mensyukuri yang memberinya, dan tidak sadar bahwa nikmat itu adalah sebagian ujian dan cobaan belaka.
Sehingga jika Allah menghendaki, nikmat itu akan dicabut dari mereka dengan sepengetahuan mereka, maka mereka akan merasakan keadaan pahit.
Dalam keadaan ini mereka juga buta, bahwa hal itu adalah cobaan bagi mereka dan dalam kepahitan itu ada terkandung hikmah yang tinggi bagi mereka.
Mereka seakan-akan tidak mempunyai harapan lagi bahwa Tuhan akan menghilangkan kesengsaraan itu.
Mereka menjadi putus asa dari rahmat Allah.
Demikianlah keadaan hati yang putus hubungannya dengan Allah, yang tak mengetahui Sunah dan hikmah Nya.
Mereka adalah orang-orang yang tak mengetahui, mereka hanya mengetahui keadaan lahir saja dari kehidupan dunia ini.

Orang putus asa dan gelisah itu digambarkan keadaan mereka dalam ayat yang lain:

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir kecuali orang-orang yang mengerjakan salat.

(Q.S. Al-Ma’arij [70]: 19-22)

Dalam sebuah hadis sahih Nabi ﷺ bersabda:

Adalah aneh keadaan orang mukmin itu, Allah tidak akan memutuskan sesuatu keputusan kecuali yang baik baginya.
Jika dia ditimpa kegembiraan dia berterima kasih, hal itu adalah baik baginya.
Jika dia ditimpa kemalangan dia bersabar, hal itu adalah baik baginya.
(Hadis sahih dalam buku Tafsir Maragi Juz 21 hal, 50)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah Kami akan meninggalkan mereka dalam kesesatan dan tidak pernah mencela impian-impian mereka.
Tidak! Bahkan Kami telah menurunkan kepada mereka keterangan yang akan memberikan kesaksian tentang apa yang mereka sekutukan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau pernahkah) lafal am menunjukkan arti yang sama dengan hamzah yang menunjukkan makna ingkar, yaitu bukankah (Kami menurunkan kepada mereka keterangan) yakni hujah dan Kitab (lalu keterangan itu menunjukkan) mengungkapkan dengan jelas (tentang apa yang mereka selalu mempersekutukannya dengan Tuhan?) Apakah kitab dan hujah tersebut memerintahkan mereka untuk berbuat musyrik, tentu saja tidak dan tidak akan ada.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah Kami menurunkan kepada orang-orang musyrikin itu sebuah bukti yang nyata dan sebuah kitab yang jelas yang membuktikan kebenaran syirik dan kekufuran mereka kepada Allah dan ayat-ayat-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Selanjutnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari perbuatan orang-orang musyrik karena mereka menyembah selain Allah tanpa dalil, tanpa alasan, dan tanpa keterangan:

Atau pernahkah Kami menurunkan kepada mereka keterangan.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 35)

Yang dimaksud dengan sultan ialah alasan.

lalu keterangan itu menunjukkan (kebenaran).
(Q.S. Ar-Rum [30]: 35)

Yakni membicarakan atau mengungkapkan

apa yang mereka selalu mempersekutukan dengan Tuhan?
(Q.S. Ar-Rum [30]: 35)

Istifham (kata tanya) dalam ayat ini mengandung makna ingkar, yakni tiada suatu keterangan pun yang membuktikan kebenaran perbuatan mereka itu.


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 35 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 35 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 35 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:35
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.9
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ suroh lud 30_35

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta