Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Rum

Ar Rum (Bangsa Romawi) surah 30 ayat 33


وَ اِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوۡا رَبَّہُمۡ مُّنِیۡبِیۡنَ اِلَیۡہِ ثُمَّ اِذَاۤ اَذَاقَہُمۡ مِّنۡہُ رَحۡمَۃً اِذَا فَرِیۡقٌ مِّنۡہُمۡ بِرَبِّہِمۡ یُشۡرِکُوۡنَ
Wa-idzaa massannaasa dhurrun da’au rabbahum muniibiina ilaihi tsumma idzaa adzaaqahum minhu rahmatan idzaa fariiqun minhum birabbihim yusyrikuun(a);

Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya,
―QS. 30:33
Topik ▪ Nama-nama hari kiamat
30:33, 30 33, 30-33, Ar Rum 33, ArRum 33, Ar-Rum 33
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 33. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengisyaratkan kepada manusia tentang adanya fitrah yang diberikan Allah kepada mereka.
Dengan dasar fitrah itulah manusia diciptakan.
Fitrah itu berbeda-beda pada manusia, mereka dilahirkan dengan fitrah itu seperti bentuknya sekarang.
Mereka mempunyai anggota tubuh, kekuatan akal, segi kejiwaan dan kerohanian.
Manusia hidup dengan fitrahnya itu.
Sesuai dengan fitrahnya itu masing-masing, maka mereka mempunyai bentuk beraneka ragam, seperti mempunyai warna kulit, bentuk tubuh, bahasa, kekuatan akal, dan perasaan yang bermacam-macam.

Ada suatu keadaan pada waktu itu fitrah itu kembali kepada asalnya pada sekalian manusia, walaupun fitrah itu telah rusak dengan kekafiran atau kesesatan.
Keadaan itu ialah manusia ditimpa malapetaka dan dilanda kemalangan, di waktu manusia itu kembali kepada fitrahnya.
Atau dengan kata lain fitrahnya kembali kepadanya, yaitu tanpa perhitungan dan pertimbangan manusia kepada Tuhan dan berlindung kepada Nya dengan sesungguh hati, agar dia dihindarkan dari bencana dan malapetaka itu.

Dalam cobaan pahit yang dilalui oleh setiap manusia dalam kehidupan itu, terdapat sebuah saksi yang ada pada tubuhnya, yang menyaksikan bahwa Allah itu beserta manusia setiap waktu.
Allah itu ada dalam hati orang kafir dan musyrik, walaupun dia mengingkari hal itu atau tidak mau mengakui.
Tetapi apabila manusia ditimpa kemalangan dan kemelaratan kesadaran timbul dalam hatinya, cahaya kebenaran memancar dalam jiwanya, waktu itu dia mengetahui Allah dan memanjatkan doa kepada Nya.
Tetapi cahaya kebenaran cepat sekali hilang darinya, apabila segala kemelaratan dan kesenangan itu telah lenyap darinya.
Dengan tiba-tiba dia kembali seperti sediakala dengan kekafiran dan kesesatannya.

Tuhan berfirman bahwa apabila manusia itu ditimpa oleh kemalangan, dia menyeru Tuhan dengan kembali bertobat kepada Nya.
Firman Tuhan ini merupakan ketetapan dari kenyataan tersebut di atas.
Sekalian manusia, apakah mereka beriman atau kafir akan minta perlindungan pada Allah serta bermohon kepada-Nya, apabila datang kepada mereka marabahaya, dan kesengsaraan.
Setelah malapetaka itu lenyap, keadaan menjadi berbeda kembali seperti sediakala.
Orang-orang mukmin terus berhubungan dengan Allah subhanahu wa ta'ala, apakah mereka berada dalam kegembiraan atau dalam kemelaratan.
Mereka selalu beriman dan setia kepada-Nya dalam keadaan suka dan duka.
Adapun orang-orang yang tak beriman, mereka tidak mengetahui Allah dan tidak percaya dengan-Nya, kecuali ketika kesengsaraan menimpa mereka dari segala penjuru.

Di waktu itu mereka menyeru Allah dengan seikhlas-ikhlasnya, sebagaimana Firaun menyeru Tuhannnya dan beriman dengan-Nya ketika dia mengetahui bahwa dia akan tenggelam ke dalam lautan.

Dan firman Tuhan: "Kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari pada mereka mempersekutukan Tuhannya ini",
ini merupakan gambaran bagi orang-orang kafir itu, ketika kesengsaraan dilenyapkan dari mereka, dan rahmat Allah dapat mereka rasakan.
Mereka baru saja terlepas dari malapetaka, sehingga mereka lupa akan Tuhan yang mereka seru sebelumnya, seakan-akan antara Allah dan mereka tak ada hubungan sama sekali.

Firman Tuhan tersebut di atas dengan yang sebelumnya dihubungkan dengan kata "kemudian".
Kata ini yang menghubungkan antara ketakutan dan berdoa kepada Allah untuk pertolongan dan pengabulan.
Doa itu, merupakan suatu petunjuk bahwa bukan semua pertolongan diberikan kepada yang minta tolong itu.
Hal itu tergantung kepada takdir dan hikmah Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Kemudian terkabulnya doa itu, apabila dikabulkan, bukan terjadi menurut masa yang dikehendaki manusia, bukan pula menurut bentuk yang dikehendakinya.
Hal itu juga tergantung kepada takdir Ilahi, ilmu dan hikmah-Nya.
Dengan demikian hamba-hamba diuji Allah.
Orang-orang yang beriman berdoa kepada Allah dengan penuh harapan dan taat.
Mereka selamanya tak pernah putus asa dari rahmat Allah, walaupun doa mereka dikabulkan, malahan mungkin terjadi apa yang mereka benci.
Yang dibenci itu akan mereka sukai, sebab hal itu datangnya dari Allah, dengan takdir dan kehendak-Nya jua.
Adapun orang yang tak beriman, hal itu akan menambah kekafiran dan kesesatan mereka.
Mereka akan lepas berputus asa.

Dan kata "tiba-tiba" dalam ungkapan "tiba-tiba sebagian daripada mereka mempersekutukan Tuhannya",
mempunyai dua isyarat.

Pertama, bersegeranya orang-orang musyrik yang sesat itu, dan cepatnya mereka kembali kepada keadaan semula kepada kemusyrikan dan kekafiran.

Kedua, keadaan itu adalah jalan ke luar tanpa ditunggu dari kaum yang baru saja menghadapkan muka kepada Allah, kemudian mereka memalingkan muka dari-Nya, bukan karena sesuatu, kecuali karena Allah telah memberikan rahmat-Nya kepada mereka.
Hal ini membangkitkan keheranan dan keanehan.
Apakah begitu caranya membalas budi baik?.
Tapi kapan lagi mereka yang buta dapat melihat kebenaran, dan yang tuli itu dapat mendengar petunjuk.

Dihubungkannya kata musyrik dengan kata Tuhan dalam ungkapan "Tuhan mereka",
merupakan suatu isyarat bahwa kelaliman yang telah dilakukan oleh kaum musyrik itu jelek sekali.
Mereka mengingkari nikmat Tuhan yang telah mengabulkan doa mereka, dan melenyapkan bencana dan mereka.

Ar Rum (30) ayat 33 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Rum (30) ayat 33 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Rum (30) ayat 33 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila manusia tertimpa suatu bahaya--dalam bentuk penyakit atau kesusahan--mereka berlindung kepada Allah.
Mereka berdoa dan kembali kepada-Nya dengan meminta agar menghilangkan kesulitan dari diri mereka.
Kemudian apabila Allah menghilangkan kesulitan dari mereka dan memberikan karunia-Nya, tiba-tiba segolongan dari mereka segera menyekutukan Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila manusia disentuh) orang-orang kafir Mekah (oleh suatu bahaya) oleh suatu marabahaya (mereka menyeru Tuhannya dengan kembali) yakni bertobat (kepada-Nya) bukan kepada selain-Nya (kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka hanya sedikit saja rahmat) umpamanya dengan diturunkan hujan kepada mereka (tiba-tiba sebagian daripada mereka mempersekutukan Tuhannya).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bila manusia ditimpa ujian yang berat, maka mereka memohon kepada Rabb mereka dengan ikhlas kepada-Nya agar mengangkat kemudaratan dari mereka.
Namun bila Allah merahmati mereka dan mengangkat kesulitan mereka, ternyata sebagian orang dari mereka menghalangi kesyirikannya pada kaki lain, lalu mereka menyembah bersama Allah dengan selainnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu'jizat Al Qur'an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa'at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda'wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da'wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.


Gambar Kutipan Surah Ar Rum Ayat 33 *beta

Surah Ar Rum Ayat 33



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Rum

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (29 votes)
Sending







✔ qs ar rum 33

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku