Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) - surah 30 ayat 33 [QS. 30:33]

وَ اِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوۡا رَبَّہُمۡ مُّنِیۡبِیۡنَ اِلَیۡہِ ثُمَّ اِذَاۤ اَذَاقَہُمۡ مِّنۡہُ رَحۡمَۃً اِذَا فَرِیۡقٌ مِّنۡہُمۡ بِرَبِّہِمۡ یُشۡرِکُوۡنَ
Wa-idzaa massannaasa dhurrun da’au rabbahum muniibiina ilaihi tsumma idzaa adzaaqahum minhu rahmatan idzaa fariiqun minhum birabbihim yusyrikuun(a);
Dan apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya, kemudian apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Allah.
―QS. Ar Rum [30]: 33

Daftar isi

And when adversity touches the people, they call upon their Lord, turning in repentance to Him.
Then when He lets them taste mercy from Him, at once a party of them associate others with their Lord,
― Chapter 30. Surah Ar Rum [verse 33]

وَإِذَا dan apabila

And when
مَسَّ menimpa

touches
ٱلنَّاسَ manusia

people
ضُرٌّ bahaya

hardship,
دَعَوْا۟ mereka menyeru/berdoa

they call
رَبَّهُم Tuhan mereka

their Lord
مُّنِيبِينَ kembali bertaubat

turning
إِلَيْهِ kepada-Nya

to Him.
ثُمَّ kemudian

Then
إِذَآ apabila

when
أَذَاقَهُم Dia merasakan kepada mereka

He causes them to taste
مِّنْهُ dari pada-Nya

from Him
رَحْمَةً rahmat

Mercy
إِذَا apabila

behold!
فَرِيقٌ segolongan/sebagian

A party
مِّنْهُم dari mereka

of them
بِرَبِّهِمْ dengan/kepada Tuhan mereka

with their Lord
يُشْرِكُونَ mereka mempersekutukan

associate partners

Tafsir Quran

Surah Ar Rum
30:33

Tafsir QS. Ar-Rum (30) : 33. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan satu bentuk negatif prilaku manusia, yaitu bila ditimpa kesusahan, mereka mendekatkan diri kepada Allah.
Lalu setelah kesusahan itu hilang dan berganti dengan keberuntungan, mereka kembali menyekutukan Allah.

Kesusahan itu bisa berupa kemelaratan, sakit, musibah, bencana, dan sebagainya.
Ungkapan bahwa kesusahan itu hanya
"menyentuhnya"
berarti hanya ringan dan sesaat dari masa hidupnya yang panjang, tidak sampai
"menimpanya"
dengan dahsyat.

Namun demikian, hanya dengan sentuhan sedikit kesusahan saja, mereka sudah merasa dunia ini gelap.
Mereka segera berdoa kepada Allah agar segera dilepaskan dari kesusahan itu.

Doa itu mereka iringi dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Mereka rajin beribadah, memohon ampun atas dosa-dosanya, dan berjanji akan patuh melaksanakan perintah-perintah Allah pada masa yang akan datang.

Dengan demikian, mereka kembali kepada fitrah mereka.

Akan tetapi, kepatuhan mereka itu hanya sebentar, yaitu selama kesusahan itu masih terasa.

Ketika kesusahan itu diganti Allah dengan
"mencicipkan"
kepadanya sedikit kebahagiaan saja, sebagian mereka sudah lupa diri dan kembali menyekutukan Allah.
Menyekutukan Allah itu maksudnya mempercayai adanya unsur lain yang berperan dalam membuat mereka beruntung atau susah, baik berupa berhala, setan, ataupun manusia.

Satu kesalahan besar jika mereka memandang keuntungan usaha itu sebagai hasil usaha dan kerja keras mereka sendiri, sehingga mereka tidak mensyukuri nikmat itu.
Mereka juga tidak menggunakan nikmat tersebut menurut semestinya sebagaimana yang dikehendaki oleh Pemberinya, Allah.
Dengan demikian, mereka mengotori fitrah mereka.

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 33. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila manusia tertimpa suatu bahaya–dalam bentuk penyakit atau kesusahan–mereka berlindung kepada Allah.
Mereka berdoa dan kembali kepada-Nya dengan meminta agar menghilangkan kesulitan dari diri mereka.


Kemudian apabila Allah menghilangkan kesulitan dari mereka dan memberikan karunia-Nya, tiba-tiba segolongan dari mereka segera menyekutukan Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bila manusia ditimpa ujian yang berat, maka mereka memohon kepada Rabb mereka dengan ikhlas kepada-Nya agar mengangkat kemudaratan dari mereka.
Namun bila Allah merahmati mereka dan mengangkat kesulitan mereka, ternyata sebagian orang dari mereka menghalangi kesyirikannya pada kaki lain, lalu mereka menyembah bersama Allah dengan selainnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan apabila manusia disentuh) orang-orang kafir Mekah


(oleh suatu bahaya) oleh suatu marabahaya


(mereka menyeru Tuhannya dengan kembali) yakni bertobat


(kepada-Nya) bukan kepada selain-Nya


(kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka hanya sedikit saja rahmat) umpamanya dengan diturunkan hujan kepada mereka


(tiba-tiba sebagian daripada mereka mempersekutukan Tuhannya).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Unsur Pokok Surah Ar Rum (الروم)

Surat Ar-Rum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Romawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mukjizat Alquran, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepadanya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Romawi atas kerajaan Persia.
▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.
▪ Contoh-contoh dan perumpamaan yang menjelaskan bahwa berhalaberhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

▪ Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Kewajiban berdakwah.
▪ Kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, musafir dan sebagainya.
▪ Larangan mengikuti orang musyrik.
▪ Hukum riba.

Kisah:

▪ Pemberitaan tentang bangsa Romawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

▪ Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan berputus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan dakwah.
▪ Kejadian-kejadian yang dialami oleh umat-umat yang terdahulu patut menjadi iktibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Audio Murottal

QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 60 + Terjemahan Indonesia



QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 60

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Rum ayat 33 - Gambar 1 Surah Ar Rum ayat 33 - Gambar 2
Statistik QS. 30:33
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Alquran tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-‘Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

30:33, 30 33, 30-33, Surah Ar Rum 33, Tafsir surat ArRum 33, Quran Ar-Rum 33, Surah Ar Rum ayat 33

Video Surah

30:33


More Videos

Kandungan Surah Ar Rum

۞ QS. 30:4 • Kekuasaan Allah • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 30:5 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 30:6 • Allah menepati janji

۞ QS. 30:8 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 30:9 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 30:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:11 • Kekuasaan Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 30:12 • Nama-nama hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 30:13 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 30:14 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 30:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 30:16 • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 30:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 30:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:21 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:22 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:23 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:24 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 30:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 30:26 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 30:27 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Kekuasaan Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 30:28 • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 30:29 • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 30:30 • Islam agama para nabi • Islam agama fitrah • Keutamaan iman

۞ QS. 30:31 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 30:32 • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 30:33 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:34 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 30:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:37 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 30:38 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 30:39 • Riyaa’ dalam berbuat baik • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 30:40 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 30:41 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 30:42 • Siksa orang kafir

۞ QS. 30:43 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Beriman ketika datang hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 30:44 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 30:45 • Pahala iman • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 30:46 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 30:47 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 30:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 30:49 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 30:50 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 30:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:52 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 30:53 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 30:54 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 30:55 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 30:56 • Nama-nama hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 30:57 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 30:58 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:59 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:60 • Allah menepati janji

Ayat Pilihan

Apakah kamu tiada mengetahui,
bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit,
di bumi,
matahari,
bulan,
bintang,
gunung,
pohon-pohonan,
binatang-binatang yang melata & sebagian besar daripada manusia?
QS. Al-Hajj [22]: 18

(mereka) Kami siksa disebabkan dosanya, diantara mereka ada yang Kami timpa hujan batu, Kami benamkan ke dalam bumi, Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tak hendak menganiaya mereka, tapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri
QS. Al-‘Ankabut [29]: 40

Biarkan mereka (di dunia) makan & bersenang-senang & dilalaikan angan (kosong), kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
Dan Kami tiada binasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan
QS. Al-Hijr [15]: 3-4

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus Istilah Islam

imsak

Apa itu imsak? im.sak n saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum; v berpantang dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang mem-batalkan puasa...

shiddiqin

Siapa itu shiddiqin? Secara harfiyah, shiddiq artinya benar, ini berarti shiddiqin adalah orang yang selalu bersikap, berbicara dan bertingkah laku yang benar atau jujur. Ibnu Katsir berkata: “Shidi...

Masjidilaksa

Apa itu Masjidilaksa? Mas.ji.dil.ak.sa masjid di Yerusalem, kiblat pertama umat Islam dan tempat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. melakukan mikraj setelah terlebih dahulu melakukan isra...