Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Rum

Ar Rum (Bangsa Romawi) surah 30 ayat 23


وَ مِنۡ اٰیٰتِہٖ مَنَامُکُمۡ بِالَّیۡلِ وَ النَّہَارِ وَ ابۡتِغَآؤُکُمۡ مِّنۡ فَضۡلِہٖ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ یَّسۡمَعُوۡنَ
Wamin aayaatihi manaamukum billaili wannahaari waabtighaa’ukum min fadhlihi inna fii dzalika li-aayaatin liqaumin yasma’uun(a);

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
―QS. 30:23
Topik ▪ Pahala jin dan balasannya
30:23, 30 23, 30-23, Ar Rum 23, ArRum 23, Ar-Rum 23
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini masih membicarakan tentang tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, alam semesta dan hubungannya dengan keadaan manusia, pergantian siang dan malam, serta tidurnya manusia di malam hari dan bangunnya mencari rezki di siang hari.
Manusia tidur di malam hari agar badannya mendapatkan ketenangan dan istirahat, untuk memulihkan tenaga-tenaga yang digunakan waktu bangunnya.
Tidur dan bangun itu silih berganti dalam kehidupan manusia, seperti silih bergantinya siang dan malam di alam semesta ini.
Dengan keadaan yang silih berganti itu seperti tidur dan bangun bagi manusia, dia akan mengetahui nikmat Allah serta kebaikan-Nya.
Di waktu tidur manusia akan mendapatkan makanan yang baik bagi organ tubuhnya.
Begitu juga dia akan mendapatkan di waktu bangun pergerakan anggota tubuhnya dengan leluasa.

Dalam ayat ini tidur didahulukan dari bangun, padahal kelihatannya bangun itu lebih penting dari pada tidur, karena di waktu bangun itu orang bekerja, berusaha dan melaksanakan tugas.
Tugas dan kewajibannya dalam hidup, yang terkandung dalam perkataan-Nya, "dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya",
agar nikmat tidur itu diperhatikan.
Pada umumnya manusia itu sedikit sekali yang memperhatikannya.
Tidur merupakan pengasingan manusia dari kesibukan-kesibukan hidup, dan terputusnya hubungan antara jiwanya dengan Zatnya sendiri, seakan-akan identitasnya hilang di waktu itu.
Dari segi inilah kebanyakan manusia memandang tidur itu sebagai suatu hal yang tidak penting.
Ini adalah pengertian yang sudah salah dalam memahami nikmat yang besar itu yang dianugeratikan Tuhan kepada manusia.

Dalam keadaan tidur dan dalam keadaan antara bangun dan tidur, manusia pergi kemana saja yang ia sukai dengan akal dan rohnya ke balik alam materi ini di sana tak ada belenggu dan halangan.
Dan di sana dia dapat merealisir apa yang tak dapat direalisirnya di dalam dunia serba benda ini.
Dalam alam mimpi itu dia akan mendapat kepuasan.

Berapa banyak orang yang miskin, tapi dalam mimpinya ia dapat memakan apa yang diingininya.
Berapa banyak orang yang teraniaya tapi dalam mimpinya ia dapat mengobati jiwanya dari keganasan dan kelaliman.
Berapa banyaknya orang-orang yang bercinta-cintaan serta berjauhan tempat tinggal, tetapi dalam mimpi mereka dapat berjumpa dengan sepuas hatinya.
Dan banyak lagi contoh lain.

Menurut ahli ilmu jiwa, mimpi yang dialami dalam waktu tidur adalah sebagai penetralisir yakni pemurni dan penawar bagi jiwa.
Bagi orang-orang yang sedang bercinta-cintaan umpamanya, mereka dapat mewujudkan apa yang diingininya atau dikhayalkannya di waktu bangun.
Demikian pula halnya dengan orang-orang yang teraniaya, orang yang lapar dan sebagainya.
Dengan situasi itu jiwa akan lega dan tenteram.
Kalau tidak demikian tentu akan terjadi ketegangan-ketegangan jiwa yang sangat berbahaya.

Jadi dalam dunia tidur manusia akan mendapat kepuasan akal, rohani dan jiwanya.
Hal mana tak dapat diperolehnya di waktu bangun.

Apabila tubuh manusia memerlukan makan dan minum, maka roh, jiwa dan akalpun memerlukan makan dan minum.
Makan dan minumnya itu dilakukannya di waktu tidur.
Tidur itu tidak lain, melainkan belenggu dari tubuh tetapi kebebasan bagi jiwa.
Dengan demikian segi kejiwaan mendapat kebahagiaannya di waktu tidur, bebas dari kebendaan, tekanan dan kelaliman.
Kalau tidak demikian, roh itu akan selalu terbelenggu dalam tubuh dan cahayanya akan pudar.

Orang-orang yang menganggap enteng tidur, dan menganggapnya sebagai suatu kemestian yang berat yang diharuskan atas alat tubuh manusia; dan menganggapnya sebagai suatu obat yang diberikan kepada manusia, yang mencekam kepribadiannya, seperti pada masa kanak-kanak dan masa tua, maka anggapan mereka demikian itu adalah disebabkan mereka tidak mengetahui kecuali apa yang tidak dapat diraba oleh tangan mereka, atau dilihat oleh mata sendiri.
Adapun yang di balik itu, mereka tidak mengetahui atau mempercayainya, atau karena mereka materialistis, yang hanya melihat kepada materi saja.
Mereka bergaul dengan manusia hanyalah atas dasar materi.

Apabila tidur dianggap sebagai nikmat nyata, maka sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah menyediakan malam sebagai waktu yang tepat untuk tidur.
Tidur adalah nikmat yang jelas seperti terbaca dalam firman Tuhan:

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya?
Maka apakah kamu tidak memperhatikan".

(Q.S.
Al Qasas: 72)

Malam itu tak ubahnya sebagai layar yang menutupi makhluk-makhluk hidup termasuk manusia.
Lalu dia mengantarkan mereka kepada ketenangan, kemudian tidur.

Sesungguhnya malam itu merupakan kekuasaan yang memaksakan kehendaknya, sebagaimana siang yang juga merupakan kekuasaan yang memaksakan kehendaknya kepada semua makhluk hidup.
Yang terdahulu untuk tidur, dan yang terakhir untuk bangun.
Yang terdahulu adalah mati kecil, karena dalam waktu tidur itu Allah memegang jiwa manusia kemudian dilepaskannya di waktu dia bangun di siang hari, agar ia dapat bekerja, dan disempurnakannya ajalnya yang telah di tentukan-Nya.
Tuhan berfirman:

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan (umurmu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali.
(Q.S.
Al An'am: 60)

Karena malam itu adalah waktu yang penting dan yang tepat untuk tidur, Allah subhanahu wa ta'ala banyak sekali bersumpah dalam Alquran dengan malam itu.
Dalam pada itu suatu surat Alquran bernama "Al Lail" (Malam), sebagai penghargaan bagi waktu malam itu.
Dalam surat ini terdapat isyarat bahwa di kala malam itu datang, tertutuplah cahaya siang, dan terjadilah kegelapan dan keheningan yang merata.
Waktu semacam itu sesuai betul untuk tidur, untuk saat beristirahatnya tubuh dan jiwa.
Dan apabila siang datang maka terang benderanglah alam ini dan waktu semacam itu amat tepatlah untuk bekerja, berusaha dan berjuang.
Tuhan berfirman:

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang.
(Q.S.
Al Lail: 1-2)

Dalam ayat yang lain Tuhan berfirman.

Demi matahari dan cahaya di pagi hari dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya.
(Q.S.
Asy syams: 1-4)

Dalam ayat ini siang disamakan dengan malam, yakni dengan firman-Nya"..
tidurmu di waktu malam dan siang hari yang demikian itu adalah sebagai penegasan bagi kenyataan bahwa malam itu, walaupun dia adalah waktu yang tepat untuk tidur, tetapi hal itu tidak melarang orang mempergunakan waktu siang untuk tidur.
Manusia menurut umumnya memang tidur itu di waktu malam, tetapi tidak sedikit pula di antara mereka yang tidur di waktu siang, atau sebagian dari tidurnya dilaksanakan di siang hari.
Karena itulah malam didahulukan menyebutkannya.

Kemudian ayat ini ditutup dengan ungkapan, "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan".
Dalam ungkapan itu seruan ditujukan kepada pendengaran, bukan pancaindera yang lain.
Hal ini merupakan suatu isyarat bahwa pendengaran itu mewujudkan pengetahuan dan memberikan pengertian bahwa tidur di malam dan siang hari.
serta berusaha mencari karunia Tuhan adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Tuhan.
Hanyalah orang yang mempunyai pendengaran yang tajam dan peka dan memperhatikan yang didengarnya itu, terutama sekali ayat-ayat Alquran yang dibacakan kepadanya.

Ar Rum (30) ayat 23 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Rum (30) ayat 23 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Rum (30) ayat 23 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di antara bukti-bukti yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah disediakannya segala sesuatu yang memberikan ketenangan tidur kalian, dan memudahkan kalian dalam mencari rezeki dari karunia-Nya yang luas pada malam dan siang hari.
Sesungguhnya di dalam itu semua terdapat bukti-bukti bagi kaum yang dapat mengambil manfaat dari apa yang didengarnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidur kalian di waktu malam dan siang hari) dengan kehendak-Nya sebagai waktu istirahat buat kalian (dan usaha kalian) di siang hari (mencari sebagian dari karunia-Nya) mencari rezeki dan penghidupan berkat kehendak-Nya.
(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan) dengan pendengaran yang dibarengi pemikiran dan mengambil pelajaran.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara bukti kuasa ini adalah bahwa Allah menjadikan tidur sebagai istirahat bagi kalian di malam atau siang hari, karena dengan tidur istirahat terwujud dan kelelahan hilang.
Dan Dia menjadikan siang hari untuk kalian sebagai waktu menyebar mencari rizki.
Sesungguhnya yang demikian itu merupakan dalil-dalil atas kesempurnaan kuasa Allah dan terlaksanya-Nya kehendaknya bagi kaum yang mendengar nasihat dengan pendengaran yang mengandung perenungan, tafakkur dan mengambil pelajaran.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Allah menjadikan tidur di malam dan siang hari yang dengan tidur itu tubuh dapat beristirahat, kelelahan serta kepenatan dapat lenyap karenanya.
Dan Dia menjadikan waktu kalian terbangun di siang hari sebagai sarana untuk berusaha dan bepergian untuk mencari sebagian dari karunia-Nya, dan ini merupakan lawan dari kata "tidur".

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
(Ar Ruum:23)

Maksudnya, merenungkannya.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Saur ibnu Yazid, dari Khalid ibnu Ma'dan, ia telah mendengar Abdul Malik ibnu Marwan menceritakan dari ayahnya, dari Zaid ibnu Sabit r.a.
yang berkata bahwa pada suatu malam ia mengalami kegelisahan tidak dapat tidur, lalu ia mengadukan hal itu kepada Rasulullah ﷺ Maka beliau ﷺ bersabda: Ucapkanlah, "Ya Allah, semua bintang telah tenggelam dan semua mata telah tertidur, sedangkan Engkau Mahahidup lagi Maha Mengatur semua makhluk-Nya.
Wahai Yang Mahahidup lagi Maha Mengatur semua makhluk-Nya, tidurkanlah mataku dan tenangkanlah diriku di malam ini.” Maka aku mengucapkannya dan mataku langsung tertidur.

Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu'jizat Al Qur'an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa'at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda'wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da'wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.


Gambar Kutipan Surah Ar Rum Ayat 23 *beta

Surah Ar Rum Ayat 23



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Rum

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (9 votes)
Sending







✔ [QS: ar Rum [30]:23]

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku