Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 23 [QS. 30:23]

وَ مِنۡ اٰیٰتِہٖ مَنَامُکُمۡ بِالَّیۡلِ وَ النَّہَارِ وَ ابۡتِغَآؤُکُمۡ مِّنۡ فَضۡلِہٖ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ یَّسۡمَعُوۡنَ
Wamin aayaatihi manaamukum billaili wannahaari waabtighaa’ukum min fadhlihi inna fii dzalika li-aayaatin liqaumin yasma’uun(a);
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

―QS. Ar Rum [30]: 23

Daftar isi

And of His signs is your sleep by night and day and your seeking of His bounty.
Indeed in that are signs for a people who listen.
― Chapter 30. Surah Ar Rum [verse 23]

وَمِنْ dan diantara

And among
ءَايَٰتِهِۦ ayat-ayat-Nya

His Signs
مَنَامُكُم tidurmu

(is) your sleep
بِٱلَّيْلِ diwaktu malam

by night
وَٱلنَّهَارِ dan siang hari

and the day
وَٱبْتِغَآؤُكُم dan usaha pencarianmu

[and] your seeking
مِّن dari/sebagian

of
فَضْلِهِۦٓ karunia-Nya

His Bounty.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
فِى pada

in
ذَٰلِكَ yang demikian

that
لَءَايَٰتٍ benar-benar tanda-tanda

surely (are) Signs
لِّقَوْمٍ bagi kaum

for a people
يَسْمَعُونَ mereka mendengarkan

who listen.

Tafsir

Alquran

Surah Ar Rum
30:23

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 23. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini masih membicarakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, alam semesta dan hubungannya dengan keadaan manusia, pergantian siang dan malam, serta tidur manusia di malam hari dan bangunnya mencari rezeki di siang hari.
Manusia tidur di malam hari agar badannya mendapatkan ketenangan dan istirahat, untuk memulihkan tenaga-tenaga yang digunakan waktu bangunnya.

Tidur dan bangun itu silih berganti dalam kehidupan manusia, seperti silih bergantinya siang dan malam di alam semesta ini.
Dengan keadaan yang silih berganti itu, manusia akan mengetahui nikmat Allah serta kebaikan-Nya.

Di waktu tidur manusia mengistirahatkan tubuhnya.
Dia akan mendapatkan pergerakan anggota tubuhnya dengan leluasa di waktu bangun.


Dalam ayat ini, tidur didahulukan daripada bangun, padahal kelihatannya bangun itu lebih penting daripada tidur karena ketika bangun orang bekerja, berusaha, dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam hidup, sebagaimana terkandung dalam firman-Nya,
"dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.
Pada umumnya manusia itu sedikit sekali yang memperhatikan kenikmatan tidur.

Kebanyakan mereka memandang tidur itu sebagai suatu hal yang tidak penting.
Ini adalah pengertian yang salah dalam memahami nikmat besar yang dianugerahkan Allah kepada manusia.


Tidur merupakan pengasingan manusia dari kesibukan-kesibukan hidup, dan terputusnya hubungan antara jiwa dengan zatnya sendiri, seakan-akan identitasnya hilang waktu itu.
Ketika tidur atau dalam keadaan antara bangun dan tidur, manusia pergi ke mana saja yang ia sukai dengan akal dan rohnya.

Ia bisa melanglang buana ke balik alam materi yang tidak mempunyai belenggu dan halangan.
Di sana dia dapat merealisir apa yang tidak dapat direalisasikannya di dalam dunia serba benda ini.
Dalam alam mimpi itu dia akan mendapat kepuasan.


Berapa banyak orang yang miskin, tapi dalam mimpinya ia dapat memakan apa yang diinginkannya.
Berapa banyak orang yang teraniaya, tapi dalam mimpinya ia dapat mengobati jiwanya dari keganasan dan kezaliman.
Berapa banyaknya orang yang berjauhan tempat tinggal, tetapi dalam mimpi mereka dapat berjumpa dengan sepuas hatinya.
Banyak lagi contoh lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu per satu.


Menurut ahli ilmu jiwa, mimpi yang dialami pada waktu tidur merupakan penetralisir, yakni pemurni dan penawar bagi jiwa.
Bagi orang-orang yang sedang lapar umpamanya, mereka dapat mewujudkan apa yang diinginkan atau dikhayalkannya di waktu bangun.
Demikian pula halnya dengan orang-orang yang teraniaya, haus, dan sebagainya.
Dengan situasi itu jiwa akan lega dan tenteram.
Kalau tidak demikian, tentu akan terjadi ketegangan-ketegangan jiwa yang sangat berbahaya.
Jadi dalam dunia tidur, manusia akan mendapat kepuasan akal, rohani, dan jiwanya.
Hal mana tidak dapat diperolehnya di waktu bangun atau jaga.


Apabila tubuh manusia memerlukan makan dan minum, maka roh, jiwa, dan akal pun memerlukan makan dan minum.
Kedua hal itu dilakukannya di waktu tidur.
Tidur itu tidak lain merupakan belenggu bagi tubuh, tetapi kebebasan bagi jiwa.
Dengan demikian, segi kejiwaan mendapatkan kebahagiaannya di waktu tidur, serta bebas dari kebendaan, tekanan, dan kezaliman.
Kalau tidak demikian, roh itu akan selalu terbelenggu dalam tubuh dan cahayanya akan pudar.


Orang-orang yang menganggap tidur sebagai suatu hal yang remeh, kemestian yang berat dan diharuskan bagi tubuh manusia, serta suatu obat yang mencekam kepribadiannya, seperti pada masa kanak-kanak dan masa tua, maka anggapan demikian itu disebabkan karena mereka tidak mengetahui kecuali apa yang dapat diraba oleh tangan, atau dilihat oleh mata sendiri.
Adapun yang di balik itu, mereka tidak mengetahui atau mempercayainya, atau karena mereka materialistis, yang hanya melihat kepada materi saja.
Mereka bergaul dengan manusia hanyalah atas dasar materi.



Apabila tidur dianggap sebagai nikmat yang nyata, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan malam sebagai waktu yang tepat untuknya.
Tidur adalah nikmat yang jelas, seperti dalam firman Allah:

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ جَعَلَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُوْنَ فِيْهِ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

Katakanlah (Muhammad),
"Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat.
Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu?
Apakah kamu tidak memperhatikan?"
(al-Qashash [28]: 72)


Malam itu tidak ubahnya sebagai layar yang menutupi makhluk-makhluk hidup termasuk manusia.
Lalu dia mengantarkan mereka kepada ketenangan, kemudian tidur.


Sesungguhnya malam merupakan sesuatu yang tidak terelakkan datangnya, sebagaimana juga siang.
Malam adalah waktu untuk istirahat dan siang adalah waktu untuk bekerja.
Adapun bagi mereka yang bekerja pada malam hari, baginya tetap dituntut untuk memelihara hak badannya dalam arti mengistirahatkannya.
Allah ﷻ berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيْهِ لِيُقْضٰٓى اَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari.
Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan.
Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(al-An’am [6]: 60)


Karena malam adalah waktu yang penting dan tepat untuk tidur, Allah banyak sekali bersumpah dalam Alquran dengan malam, seperti Surah al-Lail (Malam), sebagai penghargaan bagi waktu malam.
Dalam surah ini terdapat isyarat bahwa di kala malam itu datang, tertutuplah cahaya siang, dan terjadilah kegelapan dan keheningan yang merata.
Waktu semacam itu sesuai betul untuk tidur dan beristirahatnya tubuh dan jiwa.
Apabila siang datang, maka terang benderanglah alam ini dan waktu semacam itu amat tepatlah untuk bekerja, berusaha, dan berjuang.
Allah ﷻ berfirman:

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰى ﴿۱﴾ وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰى ﴿۲﴾

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), demi siang apabila terang benderang. (al-Lail [92]: 1-2)


Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman:

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَا ﴿۱﴾ وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰىهَا ﴿۲﴾ وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰىهَا ﴿۳﴾ وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىهَا ﴿۴﴾

Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya (gelap gulita). (asy-Syams [91]: 1-4)


Dalam ayat 23 ini, siang disamakan dengan malam, yakni dengan firman-Nya,
"tidurmu di waktu malam dan siang hari."
Hal demikian itu sebagai penegasan bahwa malam, walaupun waktu yang tepat untuk tidur, tetapi tidak melarang orang mempergunakan waktu siang untuk tidur.
Pada umumnya, manusia tidur di waktu malam, tetapi tidak sedikit pula di antara mereka yang tidur di waktu siang, atau sebahagian dari tidurnya dilaksanakan di siang hari.
Oleh karena itu, malam didahulukan penyebutannya.


Ayat ini ditutup dengan ungkapan,
"Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."
Dalam ungkapan ini seruan ditujukan kepada pendengaran, bukan pancaindra yang lain.
Hal ini merupakan suatu isyarat bahwa pendengaran itu mewujudkan pengetahuan, dan juga memberi pengertian bahwa tidur di malam dan siang hari, serta berusaha mencari karunia Allah adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya.
Hanya orang yang mempunyai pendengaran yang tajam dan peka yang dapat mem-perhatikan apa yang didengarnya, terutama sekali ayat-ayat Alquran yang dibacakan kepadanya.

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di antara bukti-bukti yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah disediakannya segala sesuatu yang memberikan ketenangan tidur kalian, dan memudahkan kalian dalam mencari rezeki dari karunia-Nya yang luas pada malam dan siang hari.
Sesungguhnya di dalam itu semua terdapat bukti-bukti bagi kaum yang dapat mengambil manfaat dari apa yang didengarnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di antara bukti kuasa ini adalah bahwa Allah menjadikan tidur sebagai istirahat bagi kalian di malam atau siang hari, karena dengan tidur istirahat terwujud dan kelelahan hilang.
Dan Dia menjadikan siang hari untuk kalian sebagai waktu menyebar mencari rizki.


Sesungguhnya yang demikian itu merupakan dalil-dalil atas kesempurnaan kuasa Allah dan terlaksanya-Nya kehendaknya bagi kaum yang mendengar nasihat dengan pendengaran yang mengandung perenungan, tafakkur dan mengambil pelajaran.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidur kalian di waktu malam dan siang hari) dengan kehendak-Nya sebagai waktu istirahat buat kalian


(dan usaha kalian) di siang hari


(mencari sebagian dari karunia-Nya) mencari rezeki dan penghidupan berkat kehendak-Nya.


(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan) dengan pendengaran yang dibarengi pemikiran dan mengambil pelajaran.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:



Yakni di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Allah menjadikan tidur di malam dan siang hari yang dengan tidur itu tubuh dapat beristirahat, kelelahan serta kepenatan dapat lenyap karenanya.
Dan Dia menjadikan waktu kalian terbangun di siang hari sebagai sarana untuk berusaha dan bepergian untuk mencari sebagian dari karunia-Nya, dan ini merupakan lawan dari kata
"tidur".

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.
(QS. Ar-Rum [30]: 23)

Maksudnya, merenungkannya.


Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Saur ibnu Yazid, dari Khalid ibnu Ma’dan, ia telah mendengar Abdul Malik ibnu Marwan menceritakan dari ayahnya, dari Zaid ibnu Sabit r.a. yang berkata bahwa pada suatu malam ia mengalami kegelisahan tidak dapat tidur, lalu ia mengadukan hal itu kepada Rasulullah ﷺ Maka beliau ﷺ bersabda:
Ucapkanlah,
"Ya Allah, semua bintang telah tenggelam dan semua mata telah tertidur, sedangkan Engkau Mahahidup lagi Maha Mengatur semua makhluk-Nya.
Wahai Yang Mahahidup lagi Maha Mengatur semua makhluk-Nya, tidurkanlah mataku dan tenangkanlah diriku di malam ini."
Maka aku mengucapkannya dan mataku langsung tertidur.

Unsur Pokok Surah Ar Rum (الروم)

Surat Ar-Rum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Romawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mukjizat Alquran, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

▪ Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepadanya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Romawi atas kerajaan Persia.
▪ Bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri.
▪ Bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.
▪ Contoh-contoh dan perumpamaan yang menjelaskan bahwa berhala-berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

▪ Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia.
▪ Kewajiban berdakwah.
▪ Kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, musafir dan sebagainya.
▪ Larangan mengikuti orang musyrik.
▪ Hukum riba.

Kisah:

▪ Pemberitaan tentang bangsa Romawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

▪ Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan berputus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman.
▪ Kewajiban rasul hanya menyampaikan dakwah.
▪ Kejadian-kejadian yang dialami oleh umat-umat yang terdahulu patut menjadi iktibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Audio

QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 60 + Terjemahan Indonesia



QS. Ar-Rum (30) : 1-60 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 60

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Rum ayat 23 - Gambar 1 Surah Ar Rum ayat 23 - Gambar 2
Statistik QS. 30:23
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Alquran tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku’ 6 ruku’
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-‘Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
Sending
User Review
4.9 (9 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

30:23, 30 23, 30-23, Surah Ar Rum 23, Tafsir surat ArRum 23, Quran Ar-Rum 23, Surah Ar Rum ayat 23

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ar Rum

۞ QS. 30:4 • Kekuasaan Allah • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 30:5 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 30:6 • Allah menepati janji

۞ QS. 30:8 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 30:9 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 30:10 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:11 • Kekuasaan Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 30:12 • Nama-nama hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 30:13 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 30:14 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 30:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 30:16 • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 30:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan •

۞ QS. 30:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:21 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:22 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:23 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 30:24 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 30:25 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 30:26 • Segala sesuatu milik Allah

۞ QS. 30:27 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Kekuasaan Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 30:28 • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 30:29 • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang kafirHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 30:30 Islam agama para nabi • Islam agama fitrah • Keutamaan iman

۞ QS. 30:31 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 30:32 • Adanya perubahan dalam beberapa kitab samawi • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 30:33 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:34 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 30:35 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:37 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaSifat Masyi’ah (berkehendak) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 30:38 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 30:39 Riyaa’ dalam berbuat baik • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 30:40 • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 30:41 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 30:42 • Siksa orang kafir

۞ QS. 30:43 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Beriman ketika datang hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 30:44 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 30:45 • Pahala iman • Azab orang kafir • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman •

۞ QS. 30:46 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 30:47 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 30:48 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaSifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 30:49 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 30:50 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 30:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:52 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 30:53 • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 30:54 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 30:55 • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 30:56 • Nama-nama hari kiamat • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 30:57 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 30:58 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:59 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 30:60 • Allah menepati janji

Ayat Pilihan

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku,
maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit,
dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.

QS. Ta Ha [20]: 124


tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku,
karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.
QS. Az-Zukhruf [43]: 27

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya,
dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.
QS. An-Nisa’ [4]: 58

dan kamu telah berada di tepi jurang Neraka,
lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.
QS. Ali ‘Imran [3]: 103

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus

Al-Qiyamah

Apa itu Al-Qiyamah? Surah Al-Qiyamah (Arab: القيمة , “Hari Kiamat”) adalah surah ke-75 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunka...

Yahudi

Apa itu Yahudi? Yahudi adalah istilah yang merujuk kepada sebuah agama, etnisitas, atau suku bangsa. Sebagai agama, istilah ini merujuk kepada umat yang beragama Yahudi. Berdasarkan etnisitas, kata in...

penebar

Apa itu penebar? pe.ne.bar (1) orang yang menebar(kan); (2) alat untuk menebar(kan); (3) ki penyiar; seorang juru dakwah adalah seorang penebar agama Islam … •