QS. Ar Rum (Bangsa Romawi) – surah 30 ayat 22 [QS. 30:22]

وَ مِنۡ اٰیٰتِہٖ خَلۡقُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ اخۡتِلَافُ اَلۡسِنَتِکُمۡ وَ اَلۡوَانِکُمۡ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّلۡعٰلِمِیۡنَ
Wamin aayaatihi khalqus-samaawaati wal ardhi waakhtilaafu alsinatikum wa-alwaanikum inna fii dzalika li-aayaatil(n)-lil’aalimiin(a);

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu.
Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
―QS. 30:22
Topik ▪ Usaha jin untuk mencuri informasi
30:22, 30 22, 30-22, Ar Rum 22, ArRum 22, Ar-Rum 22

Tafsir surah Ar Rum (30) ayat 22

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang lain, yaitu penciptaan langit dan bumi, sebagai peristiwa yang luar biasa besarnya, sangat teliti dan cermat.
Orang tidak mengetahui rahasia kejadian itu, kecuali jumlah yang sangat sedikit sekali.
Hanya sedikit sekali yang mengetahui bahwa di langit itu ada galaxi-galaxi yang tidak terbilang jumlahnya.
Tiap-tiap galaxi itu mempunyai matahari, bumi, bulan dan bintang-bintang yang berjuta-juta jumlahnya.
Bumi yang didiami manusia ini tak ubahnya seperti atom yang sangat kecil yang hampir saja tidak mempunyai berat dan bayangan, jika dibandingkan dengan semua galaxi tersebut.
Sesungguhnya galaxi-galaxi (Galaxi bahasa Inggris.
Dalam bahasa Indonesia disebut Bimasakti dalam bahasa Arab Al Majarrah yaitu gugusan bintang yang beribu-ribu banyaknya, sehingga suatu gugusan itu kelihatan sebagai cahaya atau kabut putih di langit.
Kata lain dalam bahasa Inggris Milky Way dalam bahasa Arab Darb At Tabbanah) itu banyak jumlahnya di angkasa luas, dan masing-masing galaxi itu merupakan sistim peredaran yang paling teratur, mereka tak pernah berantakan atau bertubrukan antara yang satu dengan yang lain, atau antara planet-planet yang ada pada masing-masing galaxi itu.
Semuanya itu berjalan menurut aturan yang telah ditentukan.

Itu adalah dari segi jumlah besar, dan sistimnya.
Adapun rahasia-rahasia benda-benda alam besar itu, tabiat-tabiatnya, apa yang tersembunyi dan yang nampak padanya, hukum-hukum alam yang menjaga, mengatur dan menjalankannya, hal itu amat banyak macam dan ragamnya dibanding dengan apa yang telah diketahui manusia.
Apa yang telah diketahui manusia itu hanya sebagian kecil saja, walaupun para ahli itu telah menyelidiki keadaan alam semesta bertahun-tahun lamanya, dan mereka mengetahui bahwa semuanya itu telah berlangsung berjuta-juta tahun lamanya hukum-hukum alam, dengan amat teratur.

Di samping tanda-tanda kekusaan Allah berada di langit dan di bumi itu, terdapat pula pada yang lain, yaitu perbedaan bahasa yang digunakan oleh suku-suku dan bangsa-bangsa dari perbedaan warna kulit serta sifat-sifat kejiwaan mereka.
Dengan adanya kenyataan itu, dihubungkan dengan kejadian langit dan bumi dengan segala isinya, tentu ada pula hubungan antara kedua hal tersebut.
Perbedaan iklim-iklim di permukaan bumi itu, mempunyai hubungan yang erat dengan perbedaan bahasa dan warna kulit serta sifat-sifat kejiwaan manusia, walaupun asal dan pertumbuhannya satu, yaitu dari bani insan.

Para ahli ilmu pengetahuan zaman sekarang mengamati adanya perbedaan bahasa dan warna kulit serta sifat-sifat kejiwaan itu.
Tapi sayang mereka tak menghubungkannya dengan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan dengan tanda-tanda kebesaran-Nya.
Mereka mengkaji kenyataan itu secara mendalam, tapi mereka tidak mengagungkan Pencipta dan Pengendalinya, baik mengenai segala yang lahir dan segala yang tersembunyi.
Hal itu adalah karena kebanyakan manusia tidak mengetahui, seperti firman Tuhan:

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 7)

Rahasia kejadian langit dan bumi, perbedaan bahasa dan warna kulit serta sifat-sifat kejiwaan manusia itu tidak akan di ketahui, kecuali oleh orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan.
Karena itulah ayat ini ditutup dengan “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui (berilmu pengetahuan)”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan di antara tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan dan hikmah-Nya, adalah penciptaan langit dan bumi dengan sistem yang sangat indah ini.
Juga, termasuk tanda kekuasaan-Nya, perbedaan bahasa dan dialek kalian, serta perbedaan warna kulit kalian, yaitu hitam, putih atau lainnya.
Sesungguhnya di dalam hal itu terdapat tanda-tanda yang dapat diambil manfaatnya oleh orang-orang yang memiliki ilmu dan kepahaman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasa kalian) maksudnya dengan bahasa yang berlainan, ada yang berbahasa Arab dan ada yang berbahasa Ajam serta berbagai bahasa lainnya (dan berlain-lainan pula warna kulit kalian) di antara kalian ada yang berkulit putih, ada yang hitam dan lain sebagainya, padahal kalian berasal dari seorang lelaki dan seorang perempuan, yaitu Nabi Adam dan Siti Hawa.

(Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda) yang menunjukkan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala (bagi orang-orang yang mengetahui) yaitu bagi orang-orang yang berakal dan berilmu.

Dapat dibaca lil’aalamiina dan lil’aalimiina.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara bukti-bukti kuasa Rabbani adalah penciptaan langit dan ketinggiannya tanpa tiang, penciptaan bumi dengan keluasannya dan kelebarannya, serta perbedaan bahasa kalian dan warna kulit kalian.
Sesungguhnya hal itu mengandung pelajaran bagi siapa yang memiliki ilmu dan bashirah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 22)

yang menunjukkan akan kekuasaan-Nya Yang Mahabesar, ialah Dia:

menciptakan langit dan bumi.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 22)

Dia menciptakan langit yang tinggi, luas, tembus pandang, tampak berkilauan bintang-bintangnya, baik yang beredar maupun yang tetap.
Dan Dia menciptakan bumi yang datar lagi padat berikut gunung-gunungnya, lembah-lembahnya, lautannya, padang pasirnya, hewan-hewannya, dan pepohonannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan berlain-lainan bahasamu.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 22)

Yakni berbeda-beda bahasa, ada yang berbahasa Arab, ada yang berbahasa Tartar, ada yang berbahasa Kurdi, ada yang berbahasa Indian, ada yang berbahasa Afrika, ada yang berbahasa Etiopia, ada yang berbahasa Inggris.
Mereka —selain yang pertama— adalah orang-orang yang berbahasa ‘ajam (non-Arab).
Mereka terdiri dari berbagai bangsa, antara lain Sicilia, Armen, Kurdi, Tartar, dan lain sebagainya.
Jumlah bahasa Bani Adam banyak sekali, begitu pula perbedaan warna kulitnya, masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri.

Semua penduduk bumi sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat, masing-masing mempunyai sepasang mata, sepasang alis, hidung, kelopak mata, mulut, pipi, dan seseorang dari mereka tidak serupa dengan yang lain.
Tetapi masing-masing pasti mempunyai sesuatu ciri yang membedakan yang seorang dari yang lainnya, baik itu dalam hal rupa, bentuk, ataupun bahasa.
Perbedaan itu ada yang jelas dan ada yang samar, yang hanya diketahui setelah dilihat dengan teliti.

Setiap wajah mereka mempunyai ciri khas dan rupa yang berbeda dengan yang lain.
Tiada segolongan orang pun yang mempunyai ciri khas yang sama dalam hal ketampanan rupa atau keburukannya, melainkan pasti ada perbedaan di antara masing-masing orang.


Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu’jizat Al Qur’an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa’at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda’wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da’wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i’tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rum (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rum (30) ayat 22 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 22 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rum (30) ayat 22 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rum - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 30:22
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rum.

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.8
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim