Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Rum

Ar Rum (Bangsa Romawi) surah 30 ayat 20


وَ مِنۡ اٰیٰتِہٖۤ اَنۡ خَلَقَکُمۡ مِّنۡ تُرَابٍ ثُمَّ اِذَاۤ اَنۡتُمۡ بَشَرٌ تَنۡتَشِرُوۡنَ
Wamin aayaatihi an khalaqakum min turaabin tsumma idzaa antum basyarun tantasyiruun(a);

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
―QS. 30:20
Topik ▪ Tauhid Rububiyyah
30:20, 30 20, 30-20, Ar Rum 20, ArRum 20, Ar-Rum 20
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan adanya tanda-tanda kebesaran Ilahi pada diri manusia itu sendiri.
Manusia itu terjadi dari tanah, sedangkan tanah itu mati tak bergerak.
Sehubungan dengan kejadian manusia dari tanah itu Rasulullah ﷺ telah bersabda seperti berikut:

Sesungguhnya Allah telah menjadikan Adam dari segumpal tanah yang diambil-Nya dari segala macam tanah.
Kemudian datanglah anak-anak Adam menurul tanah asal mereka.
Mereka ada yang putih, merah, hitam dan sebagainya; ada pula yang jelek, baik, sederhana, bersedih dan sebagainya.
(H.R.
abu Daud dan Tirmizi)

Mengenai asal kejadian manusia itu banyak diterangkan Alquran.
Dalam surat Al Mu'minun umpamanya Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
(Q.S.
Al Mu'minun: 12)

Dalam surat Al Mu'minun ini Allah menerangkan kejadian manusia itu berasal dari saripati tanah.
Ini adalah suatu kejadian yang tak langsung dari manusia.
Tetapi dalam ayat 20 ini disebutkan asal kejadian itu langsung dari tanah dan segera diikuti dengan gambaran manusia yang bergerak dan bertebaran.
Hal ini untuk dibandingkan dengan proses dan arti antara tanah mati yang tak bergerak dengan manusia hidup yang bergerak, yaitu sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat sebelumnya: "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup".

Hal itu adalah suatu kejadian yang luar biasa dan sebagai tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala Hal itu juga mengisyaratkan adanya hubungan yang kuat antara manusia dan bumi ini tempat hidup mereka, dan tempat bertemu dengan asal kejadian itu.
Manusia dan bumi dalam jagat raya ini tunduk pada hukum-hukum Tuhan yang berlaku padanya.

Proses perpindahan dari bentuk tanah tak bergerak dan tak berarti kepada bentuk manusia yang bergerak dan mulia, ialah suatu perpindahan yang membangkitkan pada ciptaan Allah, menggerakkan perasaan untuk mengucapkan syukur dan tasbih kepada-Nya, dan menggerakkan hati untuk mengagungkan Pencipta Yang Maha Mulia itu.

Alquran menetapkan kenyataan itu, agar manusia mengingat ciptaan Allah itu, dan memikirkan proses perpindahan dari tanah menjadi manusia dalam kejadian itu.
Alquran tak memperinci proses pertumbuhan dan perkembangan manusia dari tanah sampai menjadi manusia, karena hal itu tidak perlu dalam tujuan yang lebih besar yang ada dalam Alquran.
Adapun ilmu pengetahuan, mereka telah mencoba menetapkan teori-teori sebagai jenjang tertentu bagi pertumbuhannya, untuk menghubungkan mata-mata rantai proses kejadian manusia itu.
Teori-teori itu adakalanya salah dan adakalanya benar.
Dan kaum Muslimin tak mencampur adukkan kebenaran yang pasti itu, yang telah ditetapkan Alquran, yaitu bahwa manusia berasal dari tanah, dengan teori-teori ilmiah yang timbul dalam rangka menyelidiki proses kejadian manusia.
Teori-teori itu mungkin benar dan mungkin pula salah, dan apa yang benar sekarang mungkin dibatalkan hari esok, sesuai dengan kemajuan teknologi modern untuk menyelidiki sesuatu masalah.
Tetapi ada persimpangan jalan antara pandangan Alquran terhadap manusia dan pandangan teori-teori ilmiah tersebut.
Alquran memuliakan manusia dan menetapkan bahwa padanya ada hembusan roh ciptaan Allah.
Tuhan menciptakannya dari tanah menjadi manusia, dan memberikan kepada mereka keistimewaan-keistimewaan yang membedakan mereka dengan binatang.
Pandangan yang seperti ini tak ada sama sekali dalam teori-teori ilmiah, yang berdasarkan materi semata-mata, dan tak ada hubungannya dengan Allah sama sekali.

Dalam ayat berikut ini pembicaraan berpindah dari kejadian pertama jenis manusia kepada kehidupan bersama antara laki-laki dan perempuan.

Ar Rum (30) ayat 20 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Rum (30) ayat 20 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Rum (30) ayat 20 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di antara bukti-bukti kesempurnaan kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia menciptakan asal kalian dari tanah yang sama sekali tidak memiliki kehidupan.
Kemudian kalian menjadi manusia yang berpencaran di bumi untuk berusaha mendapatkan apa yang dapat mempertahankan hidup kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan di antara tanda-tanda-Nya) yang menunjukkan akan kekuasaan-Nya (ialah Dia menciptakan kalian dari tanah) asal kalian yaitu Nabi Adam (kemudian tiba-tiba kalian menjadi manusia) yang terdiri dari darah dan daging (yang berkembang biak) di muka bumi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di antara ayat-ayat yang menunjukkan kebesaran Allah dan kesempurnaan kuasa-Nya adalah bahwa Dia menciptakan bapak kalian Adam dari tanah, kemudian kalian manusia beranak-pinak dan menyebar di muka bumi mancari karunia Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya.
(Ar Ruum:20)

Yakni tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya yang Mahasempurna ialah bahwa Dia telah menciptakan bapak moyang kalian (Adam) dari tanah liat.

kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
(Ar Ruum:20)

Asal mula kalian dari tanah liat, kemudian dari air yang hina, lalu menjadi 'alaqah, kemudian menjadi segumpal daging, lalu menjadi tulang-tulang yang berbentuk manusia, setelah itu Allah memakaikan daging kepadanya dan meniupkan roh ke dalamnya, maka tiba-tiba ia menjadi manusia yang mempunyai pendengaran dan penglihatan.
Kemudian ia keluar dari perut ibunya dalam keadaan kecil lagi lemah.
Selanjutnya setiap kali bertambah usianya, maka bertambah kekuatannya, dan bertambah kuat pula gerakannya.
Pada akhirnya ia menjadi manusia yang sempurna dan mampu membangun kota-kota dan benteng-benteng serta mengadakan perjalanan ke berbagai kawasan, menempuh jalan laut menaiki perahu dan keliling dunia.
Dia mampu berusaha dan mengumpulkan harta.
Dia mempunyai akal, berwawasan, serta mempunyai daya nalar, berpengetahuan, dan berilmu dalam menganalisis perkara-perkara duniawi dan ukhrawi, masing-masing dianugerahi oleh Allah sesuai dengan kemampuannya.
Mahasuci Allah Yang telah membuat mereka berkemampuan, menjadikan mereka dapat menyesuaikan diri dan mempunyai kepandaian dalam menjalani roda kehidupan dan aneka ragam mata pencaharian.
Allah telah membeda-bedakan di antara mereka dalam hal ilmu, pemikiran, bentuk, dan rupa.
Ada yang tampan, ada yang buruk, juga ada yang kaya, ada yang miskin, serta ada yang bahagia, ada pula yang sengsara.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia men­ciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.
(Ar Ruum:20)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa'id dan Gundar.
Mereka berdua mengatakan, telah menceritakan kepada kami Auf, dari Qasamah ibnu Zuhair, dari Abu Musa yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang Dia ambil dari semua penjuru bumi, maka jadilah anak-anak Adam sesuai dengan kadar dari tanah itu, di antara mereka ada yang berkulit putih, ada yang berkulit merah, dan ada yang berkulit hitam serta ada yang campuran di antara warna-warna tersebut, ada pula yang buruk, yang baik, yang mudah, dan yang susah serta yang campuran di antara perangai-perangai tersebut.

Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Auf Al-A'rabi dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu'jizat Al Qur'an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa'at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda'wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da'wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.


Gambar Kutipan Surah Ar Rum Ayat 20 *beta

Surah Ar Rum Ayat 20



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Rum

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (20 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku