Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Rum

Ar Rum (Bangsa Romawi) surah 30 ayat 17


فَسُبۡحٰنَ اللّٰہِ حِیۡنَ تُمۡسُوۡنَ وَ حِیۡنَ تُصۡبِحُوۡنَ
Fasubhaanallahi hiina tumsuuna wahiina tushbihuun(a);

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,
―QS. 30:17
Topik ▪ Tugas-tugas malaikat
30:17, 30 17, 30-17, Ar Rum 17, ArRum 17, Ar-Rum 17
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rum (30) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam kedua ayat ini Allah memberi petunjuk kepada kaum mukmin untuk melepaskan mereka dari azab neraka dan memasukkau mereka ke dalam surga, yaitu dengan mensucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak.
bagi-Nya, memuji dan memuja-Nya serta menyebut nama-Nya dengan segala sifat-sifat yang baik dan terpuji.
Seakan-akan Allah subhanahu wa ta'ala berkata: Jika kamu telah mengetahui dengan pasti nasib kedua golongan itu, maka sucikanlah Dia di waktu malam dan siang, di waktu petang dan pagi.
Puji dan sucikanlah Tuhanmu dalam setiap waktu itu dengan hal-hal yang sesuai bagi-Nya.

Ibnu Abbas berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tasbih (mensucikan Tuhan) di sini, ialah salat lima waktu diwajibkan kepada kaum Muslimin.
Lalu orang bertanya: "Dan lafaz apakah dipahamkan salat yang lima waktu itu?.
Jawabnya ialah perkataan: "Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di malam hari, maksudnya ialah salat Magrib dan Isyak".
Perkataan: "dan di waktu kamu berada di waktu Subuh",
maksudnya salat subuh.
Perkataan: "dan di waktu kamu berada pada petang hari",
maksudnya ialah salat Asar.
Dan perkataan: "dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur".
yaitu salat Zuhur.

Tetapi Pahhak, Said bin Jabir, Ibnu Abbas dan Qatadah berpendapat bahwa kedua ayat tersebut di atas hanya merupakan isyarat akan empat salat yaitu salat mahrib, subuh.
asar dan zuhur.
Sedangkan salat isya' (yang terakhir) tersebut pada ayat yang lain, Allah berfirman:

Dan pada bagian permulaan dari pada malam.
(Q.S.
Hud: 114)

Dan waktu mendirikan salat Isya' ini juga terdapat dalam ayat lain, yang menyebutkan waktu-waktu terlarang (waktu-waktu salat), Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sesudah salat Isya.
(Q.S.
An Nur: 58)

An-Nahhas seorang ahli tafsir juga berpendapat bahwa ayat-ayat tersebut di atas berkenaan dengan salat-salat yang lima.
Beliau menunjang pendapat Ali bin Sulaiman yang berkata bahwa ayat itu ialah bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta'ala dalam salat, sebab tasbih itu ada dalam salat-salat tersebut.

Marudi juga berpendapat bahwa yang dimaksud dengan tasbih ialah salat.
Adapun mengenai penamaan salat dengan tasbih berasal dari dua segi.
Pertama karena dalam salat disebutkan tasbih itu berasal dari kata "sabhah" yang berarti salat.

Nabi bersabda:

Bagi mereka ada salat pada hari kiamat.
(Tafsir Qurtubi Jilid 14 hal.
15)

Iman Razi berpendapat bahwa tasbih itu berarti "penyucian".
Arti yang diberikan beliau ini adalah lebih kuat dan lebih utama, sebab dalam penyucian itu termasuk salat.
Penyucian yang disuruh ialah:

1.
Pensucian hati, yaitu iktikad yang teguh.

2.
Penyucian lidah beserta hati, yaitu mengatakan yang baik-baik.

3.
Penyucian anggota tubuh beserta hati dan lidah , yaitu mengerjakan yang baik-baik (amal saleh).

Penyucian pertama di atas ialah pokok, sedang yang kedua adalah hasil yang pertama, dan ketiga adalah hasil dari yang kedua.
Sebab seorang manusia mempunyai iktikad yang baik yang timbul dari hatinya, hal itu tercermin dari tutur yang baik yang timbul dari hatinya, hal itu tercermin dari tutur katanya.
Apabila dia berkata maka kebenaran perkataannya itu akan jelas dalam tingkah laku dan segala perbuatannya.
Lidah adalah terjemahan dari hati.
dan perbuatan anggota tubuh terjemahan pula dari hati, dan perbuatan anggota tubuh merupakan terjemahan pula dari apa yang telah dikatakan lisan.
Tetapi salat adalah perbuatan anggota tubuh yang paling baik, termasuk dalamnya menyebut Tuhan dengan lisan, dan niat dengan hati, dan itulah pembersihan yang sebetulnya.
Apabila Tuhan berkata agar Dia disucikan (atau dibersihkan) maka wajib bagi kaum Muslimin untuk melaksanakan segala yang dianggap pantas untuk membersihkannya.

Suruhan menyucikan Allah subhanahu wa ta'ala itu tak lain dari pada suruhan melaksanakan salat.

Pendapat ini sesuai dengan tafsir ayat 15 di atas.
Sebab Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa kedudukan yang tinggi dan pahala yang paling sempurna akan diperoleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira.
(Q.S.
Ar Rum: 15)

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala berkata: Apabila telah diketahui bahwa surga itu suatu temapt bagi orang-orang yang beramal saleh, maka sucikanlah Tuhan itu dengan iman yang baik dalam hati dan Esakanlah Dia dengan lisan dan beramal salehlah dengan mempergunakan anggota tubuh.
Semuanya itu merupakan penyucian dan pemujian.
Bertasbihlah kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar kegembiraan di surga dan kesenangan yang dicita-citakan itu dapat tercapai.

Ayat "Dan bagi-Nya lah segala puji di langit dan di bumi",
adalah kalimat sisipan.
Sedangkan sambungan ayat ini merupakan kalanjutan ayat 17 tersebut di atas.
Kalimat sisipan itu terletak di antara suruhan agar manusia bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta'ala pada waktu-waktu yang ditentukan itu adalah sebagai penegasan bagi manusia bahwa mereka bukan satu-satunya makhluk yang bertasbih kepada Allah, tetapi semua makhluk yang ada di langit dan di bumi juga bertasbih dengan memuji-Nya.

Hal ini jelas kelihatan dari ayat berikut ini:

Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.
(Q.S.
Al Isra': 44)

Lagi pula dengan adanya kalimat sisipan seakan-akan Tuhan berkata kepada manusia: "Terangkanlah kepada mereka bahwa tasbih mereka itu kepada Allah adalah untuk kemanfaatan mereka seadiri, bukan untuk Allah kemanfaatannya.
Karena itu wajiblah atas mereka memuji Allah subhanahu wa ta'ala di kala mereka bertasbih kepada-Nya".
Hat ini telah difirmankan Allah seperti tersebut dalam ayat berikut ini:

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan".
(Q.S.
Al Hujurat: 17)

Para ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud kalimat "Bagi-Nya segala puji "lahul hamd" ialah salat bagi-Nya Allah subhanahu wa ta'ala Dan ada pula yang berpendapat bahwa pujian-pujian bagi Allah itu adalah satu cara untuk meng Agungkan Allah subhanahu wa ta'ala dan mendorong manusia untuk beribadat kepada-Nya, karena abadinya nikmat-Nya kepada manusia.

Dalam kedua ayat ini, diutamakan menyebut waktu-waktu yang demikian ialah karena timbul tanda-tanda kekuasaan, keagungan dan rahmat Allah pada waktu-waktu tersebut itu.
Kemudian malam didahulukan menyebutnya dari pagi, karena menurut kalender Qamariah, malam dan kegelapan itu lebih dahulu dari pagi.
Permulaan tanggal itu dimulai setelah terbenam matahari.
Demikian pula halnya berkenaan dengan petang dan zuhur, yakni petang lebih dahulu terjadinya dari zuhur menurut kalender Qamariyah itu.

Selanjutnya soal kebaikan dalam ayat-ayat tersebut di atas, ada beberapa hadis yang mengatakan tentang kelebihan yang terkandung dalam kedua ayat tersebut.

Pertama ialah:

Rasulullah ﷺ telah bersabda.
"Inginkah kamu aku beritakan kepadamu: "Kenapa Allah subhanahu wa ta'ala menamakan Ibrahim as sebagai Khalil-Nya (teman-NYa) yang setia?.
Ialah karena ia membaca di waktu pagi dan petang, bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari di waktu subuh.
Dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur".
(H.R.
Imam Ahmad dan Ibnu Jarir)

Seterusnya Nabi bersabda:

Siapa yang mengatakan di waktu pagi:

hingga firman Tuhan

maka dia akan mendapatkan pahala dari apa yang tidak dapat dikerjakannya pada siang hari itu.
Dan siapa yang mengatakan di waktu petang, maka ia akan mendapatkan pahala dari yang tidak dapat dikerjakan di waktu malamnya.
(H.R.
Abu Daud dan Tabrani)

Dari kedua hadis tersebut di atas dapat diambil kesimpulan betapa pentingnya ayat-ayat 17 -18 di atas untuk dicamkan dan diamalkan oleh kaum Muslimin.

Ar Rum (30) ayat 17 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Rum (30) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Rum (30) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka, sucikanlah Allah dari segala yang tidak sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya.
Sembahlah Dia ketika kalian memasuki waktu sore dan pagi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka bertasbihlah kepada Allah) maksudnya salatlah kalian (di waktu kalian berada di petang hari) di kala kalian memasuki petang hari, di dalam waktu ini terdapat dua salat, yaitu salat Magrib dan salat Isyak (dan di waktu kalian berada di waktu subuh) sewaktu kalian memasuki pagi hari di dalam waktu ini terdapat salat subuh.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai orang-orang Mukmin, bertasbih dan sucikanlah Allah dari memiliki sekutu, istri dan anak.
Sifatilah Dia dengan sifat-sifat kesempurnaan dengan lisan kalian, wujudkanlah hal itu dengan anggota badan kalian seluruhnya saat kalian mendapatkan waktu sore dan waktu pagi,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ini merupakan tasbih Allah.
Dia bertasbih menyucikan diri-Nya, sekaligus membimbing hamba-hamba-Nya agar bertasbih dan memuji-Nya di waktu-waktu tersebut yang saling silih berganti.
Silih bergantinya waktu-waktu itu menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya dan kebesaran pengaruh-Nya, yaitu di waktu petang hari saat malam mulai datang dengan kegelapannya, dan di waktu pagi hari saat siang hari mulai datang dengan membawa sinar terangnya.

Informasi Surah Ar Rum (الروم)
Surat Ar Ruum yang terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturun­kan sesudah ayat Al Insyiqaaq.

Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Ini adalah salah satu dari mu'jizat Al Qur'an, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemah­nya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin.
Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.

Keimanan:

Bukti-bukti atas kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan memberitahukan kepada­nya hal yang ghaib seperti menangnya kembali bangsa Rumawi atas kerajaan Persia
bukti-bukti ke-Esaan Allah yang terdapat pada alam sebagai makhluk-Nya dan kejadian-kejadian pada alam itu sendiri
bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit
contoh-contoh dan perumpamaanyang menjelaskan bahwa berhala­ berhala dan sembahan-sembahan itu tidak dapat menolong dan memberi manfa'at kepada penyembah-penyembahnya sedikitpun.

Hukum:

Kewajiban menyembah Allah dan mengakui ke-EsaanNya karena hal itu sesuai dengan fitrah manusia
kewajiban berda'wah
kewajiban memberikan nafkah (sedekah) kepada kaum kerabat, fakir miskin, rnusafir dan sebagainya
larangan mengikuti orang musyrik
hukum riba.

Kisah:

Pemberitaan tentang bangsa Rumawi sebagai suatu umat yang beragama walaupun dikalahkan pada mulanya oleh kerajaan Persia yang menyembah api akhirnya dapat menang kembali.

Lain-lain:

Manusia umumnya bersifat gembira dan bangga apabila mendapat nikmat dan ber­putus asa apabila ditimpa musibah, kecuali orang-orang yang beriman
kewajiban rasul hanya menyampaikan da'wah
kejadian-kejadian yang dialami oleh umat­ umat yang terdahulu patut menjadi i'tibar dan pelajaran bagi umat yang kemudian.


Gambar Kutipan Surah Ar Rum Ayat 17 *beta

Surah Ar Rum Ayat 17



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Rum

Surah Ar-Rum (bahasa Arab: الرّوم) adalah surah ke-30 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 60 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan sesudah surah Al-Insyiqaq.
Dinamakan Ar-Rum yang berarti Bangsa Romawi (Bizantium), karena pada permulaan surat ini, yakni ayat 2, 3 dan 4 (30:2-30:4) terdapat ramalan Al-Qur'an tentang kekalahan yang berlanjut dengan kebangkitan bangsa Romawi.

Nomor Surah 30
Nama Surah Ar Rum
Arab الروم
Arti Bangsa Romawi
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 84
Juz Juz 21
Jumlah ruku' 6 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 820
Jumlah huruf 3472
Surah sebelumnya Surah Al-'Ankabut
Surah selanjutnya Surah Luqman
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku