QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 72 [QS. 55:72]

حُوۡرٌ مَّقۡصُوۡرٰتٌ فِی الۡخِیَامِ
Huurun maqshuuraatun fiil khiyaam(i);

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
―QS. 55:72
Topik ▪ Surga ▪ Sifat surga dan kenikmatannya ▪ Perintah bersabar
55:72, 55 72, 55-72, Ar Rahmaan 72, ArRahmaan 72, Ar-Rahman 72, ArRahman 72, Ar Rahman 72

Tafsir surah Ar Rahmaan (55) ayat 72

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 72. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengungkapkan bahwa bidadari-bidadari itu adalah perempuan yang baik akhlaknya dan cantik rupanya dengan mempunyai mata yang indah, manis, putih, bersih sekeliling hitamnya, dipingit di dalam rumah, bukan yang berkeliaran di jalanjalan

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Bidadari-bidadari itu mempunyai mata yang begitu indah.
Mereka dipingit dalam rumah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bidadari-bidadari itu-sangat jelita) mata mereka sangat jelita (mereka dipingit) tertutup (di dalam kemah-kemah) yang terbuat dari permata yang dilubangi, keadaan mereka diserupakan dengan gadis-gadis yang dipingit di dalam kemahnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 72)

Sedangkan dalam kedua surga yang pertama disebutkan oleh firman-Nya:

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 56)

Dan tidak diragukan lagi bahwa wanita yang menundukkan pandangannya dengan penuh ketaatan dan kesadaran lebih utama daripada wanita yang menundukkan pandangannya dengan paksa, walaupun semuanya bercadar.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abdullah Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Sufyan, dari Jabir, dari Al-Qasim ibnu Abu Buzzah, dari Abu Ubaid, dari Masruq, dari Abdullah ibnu Mas’ud yang mengatakan bahwa sesungguhnya bagi setiap orang muslim, seorang bidadari dan bagi seorang bidadari ada kemahnya tersendiri, dan bagi tiap kemah ada empat buah pintunya yang setiap harinya ada hadiah yang masuk melaluinya, kiriman, dan penghormatan untuk yang menghuninya.
Padahal sebelum itu tidak diperlukan lagi adanya hiburan, tidak memerlukan lagi keinginan, dan tidak memerlukan lagi wewangian serta dupa.
Kecantikan bidadari itu sama dengan mutiara yang tersimpan.

Sehubungan dengan firman-Nya:

dalam rumah.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 72)

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna.
telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Abdussamad, telah menceritakan kepada kami Abu Imran Al-Juni, dari Abu Bakar ibnu Abdullah ibnu Qais, dari ayahnya, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat kemah (rumah) yang terbuat dari mutiara yang dilubangi, besarnya sama dengan jarak enam puluh mil, pada tiap-tiap sudut kemah itu ada penghuninya (penghuninya .yakni para bidadari) yang satu sama lainnya tidak saling melihat, dan orang-orang mukmin berkeliling menggilir mereka.

Imam Bukhari telah meriwayatkannya pula melalui hadis Abu Imran dengan sanad yang sama, dan disebutkan bahwa luas kemah itu adalah tiga puluh mil.

Imam Muslim mengetengahkan hadis ini melalui hadis Abu Imran dengan sanad yang sama yang teksnya berbunyi seperti berikut: Sesungguhnya bagi seorang mukmin ada sebuah kemah di dalam surga terbuat dari sebuah mutiara yang dilubangi, panjangnya enam puluh mil, di dalamnya ia mempunyai banyak istri yang ia gillir, mereka dan sebagian dari mereka tidak dapat melihat sebagian yang lainnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Abur Rabi’, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Qatadah, telah menceritakan kepadaku Khulaid Al-Asri, dari Abu Darda yang mengatakan bahwa kemah (di dalam surga) itu terbuat dari sebuah mutiara, yang padanya terdapat tujuh buah pintu terbuat dari intan.

Telah menceritakan pula kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Abu Fatimah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Hisyam, dari Muhammad ibnul Musanna, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala: (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit di dalam kemah-kemah.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 72) Yakni kemah dari mutiara, di dalam surga terdapat kemah dari sebuah mutiara, dan satu buah mutiara besarnya sama dengan empat farsakh persegi, padanya terdapat empat ribu buah pintu terbuat dari emas.

Abdullah ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr, bahwa Darij alias Abus Samah pernah menceritakan kepadanya dari Abul Hais’am, dari Abu Sa’id, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Rumah yang paling sederhana bagi penduduk surga adalah rumah yang mempunyai delapan puluh ribu pelayan, tujuh puluh dua orang istri, dan dibuatkan baginya sebuah kubah (kemah) dari mutiara, zabarjad, dan yaqut yang besarnya sama dengan jarak antara Al-Jabiyah dan San ‘a.

Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Amr ibnul Haris dengan sanad yang sama.


Kata Pilihan Dalam Surah Ar Rahmaan (55) Ayat 72

KHIYAAM
خِيَام

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufrad­nya al khaymah, berasal dari khama-yakhimu atau dari kata al khaym.

Khayyama bil makan bermakna mendirikan kemah di suatu tempat.

Menurut Ibn Faris, kata ini mengisyaratkan makna tinggal dan penetapan. Al khaymah katanya ia dikenal masyhur.

Dalam Kamus Dewan disebut kemah yaitu tempat berteduh yang biasanya dibuat dari tenda yang disokong oleh tiang dan tali yang diikatkan pada pancang.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Ar Rahmaan (55), ayat 72.
Allah berfirman:

حُورٌ مَّقْصُورَٰتٌ فِى ٱلْخِيَامِ

Asy Syawkani mengatakan, al khiyaam adalah tiang-tiang yang dipancangkan dan didirikan lalu ditutupi dengan kain.Makna lain adalah kemah.

Diriwayatkan dari Abi Al Ahwas katanya, ‘Umar bin Khattab berkata,
”Adakah kamu tahu makna ayat

حُورٌ مَّقْصُورَٰتٌ فِى ٱلْخِيَامِ

Al khiyaam adalah mutiara yang berbentuk cekung. Demikian juga menurut pendapat Mujahid, Ad Dahhak, Qatadah dari Khalid Al Asri riwayat dari Sa’id bin Jubair, Al Hasan dan riwayat dari Ibn Mas’ud.

Menurut riwayat Muhammad bin Ka’ab dan dari Ar Rabi’ makna al khiyam adalah al hijal, yaitu bilik-bilik mempelai.

Menurut pendapat Mujahid dan Ibn Zaid, al khiyaam adalah kemah-kemah yang di­buat dari mutiara.

Salah satu riwayat dari Ibn ‘Abbas, al khiyaam bermakna rumah-rumah dari mutiara.

Riwayat dari Ibn ‘Abbas juga me­nyatakan, al khiyaam adalah kemah-kemah yang dibuat dari mutiara. Setiap 8 km ter­dapat 4000 daun pintu yang terbuat dari emas atau setiap 32 km terdapat 4000 daun pintu yang dibuat dari emas.

Ibn Jarir menyimpulkan maksud al khiyaam dalam ayat di atas adalah rumah-rumah.

Kesimpulannya, lafaz al khiyaam adalah bilik-bilik, kemah-kemah atau rumah­-rumah yang terbuat dari mutiara sebagai tempat kediaman penghuni syurga.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:210-211

Informasi Surah Ar Rahmaan (الرحمن)
Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du.

Dinamai “Ar Rahmaan” (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan “Ar Rahmaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebahagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan ni’mat-ni’mat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Keimanan:

Allah mengajar manusia pandai berbicara
pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
semua makhluk akan hancur kecuali Allah
Allah selalu dalam kesibukan
seluruh alam merupakan ni’mat Allah terhadap umat manusia
manusia diciptakan dari tanah dan jin dari api.

Hukum:

Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

Lain-lain:

Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala
banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri ni’mat Tuhan
nubu’at tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal itu benar-benar terjadi seperti tentang terusan Suez dan Panama.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rahmaan (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 72 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 72 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 72 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rahmaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 55:72
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rahmaan.

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat.
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta'ala.
kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia.

Nomor Surah 55
Nama Surah Ar Rahmaan
Arab الرحمن
Arti Yang Maha Pemurah
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Mekkah
Urutan Wahyu 97
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 352
Jumlah huruf 1648
Surah sebelumnya Surah Al-Qamar
Surah selanjutnya Surah Al-Waqi’ah
4.8
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta