QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 37 [QS. 55:37]

فَاِذَا انۡشَقَّتِ السَّمَآءُ فَکَانَتۡ وَرۡدَۃً کَالدِّہَانِ
Fa-idzaaan-syaqqatis-samaa-u fakaanat wardatan kaddihaan(i);

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
―QS. 55:37
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Kedahsyatan hari kiamat ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
55:37, 55 37, 55-37, Ar Rahmaan 37, ArRahmaan 37, Ar-Rahman 37, ArRahman 37, Ar Rahman 37

Tafsir surah Ar Rahmaan (55) ayat 37

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa apabila datang hari Kiamat, terbelahlah langit dan warnanya menjadi merah mawar seperti kilapan minyak.
Maka rusaklah peraturan-peraturan alam dan bertebaranlah bintang-bintang serta segala apa-apa yang ada di langit, pindah dari tempatnya karena dahsyatnya hari itu.
Dalam ayat-ayat lain Allah berfirman:

Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan.
(Q.S. Al-Infithar [82]: 1-2)

Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 1-2).

Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 16)

Ayat di atas berbicara mengenai alam semesta.
Alam semesta diperkirakan berumur antara 15 sampai 18 miliar tahun.
Batuan tertua yang pernah ditemukan di bumi berumur sekitar 4,6 miliar tahun.
Kehidupan tertua di bumi ditemukan berumur 3,8 juta tahun yang lalu.
Sedangkan manusia mulai menghuni bumi baru sekitar 100.000 tahun yang lalu.
Apapun yang mengakibatkan terbentuknya alam semesta, yang pasti, ia sangat besar dan hebat, dan tidak mungkin tercipta secara kebetulan.
Apa yang diungkap oleh Al-Qur’an tersebut, nampaknya mustahil dikemukakan oleh seseorang yang hidup 1400 tahun yang lalu.
Teori mengenai “lahirnya” alam semesta ini, hanya dapat dijelaskan oleh seseorang yang paham sekali dengan ilmu “fisika nuklir” (nuclear physics).
Suatu bidang keilmuan yang baru berkembang dalam beberapa dekade terakhir.
Bagaimana mungkin seorang Muhammad pada saat itu dapat menyatakan bahwa asal bumi dan seluruh isi langit dari materi “asap” yang sama.
Sangat mustahil.
Ayat 37 Surah ar-Rahman di atas menggambarkan ledakan sebuah bintang.
Gambaran mengenai ledakan bintang tersebut dikonfirmasi oleh ilmu pengetahuan modern.
Ledakan bintang yang demikian ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Fenomena alam ini juga tidak dapat ditangkap dengan menggunakan teropong bintang biasa.
Diperlukan teropong bintang super canggih sekaliber “Huble Space Super Telescope” yang dimiliki oleh NASA, suatu lembaga antariksa Amerika Serikat.
Namun hal ini sudah digambarkan dalam Al-Quran secara sangat jelas pada 1400 tahun yang lalu.
Dengan kemajuan teknologi, ternyata apa yang diuraikan dalam Al-Qur’an, terbukti secara detail.
Ledakan yang terjadi memang sangat mirip dengan bunga mawar merah yang sedang berkembang.
Ledakan bintang atau disebut dengan istilah supernova, adalah sebuah bintang raksasa yang “menghancurkan diri sendiri” dalam ledakan dahsyat.
Materi intinya akan bertebaran ke seluruh penjuru.
Cahaya yang dihasilkan dalam peristiwa ini ribuan kali lebih terang daripada keadaan normal.

Para ilmuwan masa kini menganggap bahwa supernova memainkan peran penting dalam penciptaan alam semesta.
Ledakan ini menyebabkan unsur atau materi yang berbeda-benda berpencar dan berpindah ke bagian lain alam semesta.
Diasumsikan bahwa materi yang dilontarkan ledakan ini kemudian bergabung untuk membentuk galaksi atau bintang baru di bagian lain alam semesta.
Menurut hipotesis ini, tata surya kita, matahari dan planetnya termasuk bumi, merupakan produk supernova yang terjadi dahulu kala.
Meskipun supernova tampak seperti ledakan biasa, pada kenyataannya, ledakan tersebut sangat terstruktur dalam setiap detailnya.
Jarak antar supernova, dan bahkan antar semua bintang, sangat penting untuk alasan yang lain.
Jarak antar bintang dalam galaksi kita adalah sekitar 30 juta tahun cahaya.
Jika jarak ini lebih dekat, orbit planet-planet akan tidak stabil.
Jika lebih jauh, maka debu hasil supernova akan tersebar begitu acak sehingga sistem planet seperti tata surya kita tidak mungkin pernah terbentuk.
Jika alam semesta menjadi rumah bagi kehidupan, maka kedipan supernova harus terjadi pada laju yang sangat tepat dan jarak ratarata di antaranya harus sangat dekat dengan jarak yang teramati sekarang.
Perbandingan antara supernova dan jarak antar bintang hanyalah dua rincian yang sangat selaras pada alam semesta yang penuh keajaiban.
Mengamati lebih teliti alam semesta, maka pengaturannya akan terlihat begitu indah, baik dalam rancangan maupun susunannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apabila langit terbelah, ia akan berwarna merah tua seperti minyak yang terbakar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apabila langit telah terbelah) artinya, terbuka pintu-pintunya karena turunnya malaikat-malaikat (dan menjadi merah mawar) memerah seperti warna bunga mawar (seakan-akan kilapan minyak) bagaikan minyak yang berwarna merah berbeda keadaannya dengan yang biasa.

Di dalam ungkapan ayat ini terkandung jawabannya, yakni apabila saat itu datang, betapa dahsyatnya kengerian dan ketakutan melihatnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apabila langit telah terbelah.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 37)

Yakni kelak di hari kiamat, seperti yang ditunjukkan oleh ayat-ayat sebelumnya dan yang sesudahnya dalam surat ini, juga ayat-ayat lainnya yang semakna, misalnya firman-Nya:

dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 16)

Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang.
(Q.S. Al-Furqaan [25]: 25)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apabila langit terbelah dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh.
(Q.S. Al-Insyiqaq [84]: 1-2)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 37)

Yaitu lebur sebagaimana leburnya emas dan perak dalam penuangannya, dan berwarna-warni sebagaimana warna-warni obat celup; maka adakalanya berwarna merah, adakalanya kuning, adakalanya hijau, dan adakalanya biru.
Demikian itu terjadi karena kerasnya azab dan dahsyatnya kejadian hari kiamat yang sangat besar.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdul Malik, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Abus Sahba, telah menceritakan kepada kami Naff alias Abu Galib Al-Bahili, telah menceritakan kepada kami Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Manusia kelak dibangkitkan pada hari kiamat, sedangkan langit berjatuhan menimpa mereka bagaikan hujan gerimis.

Al-Jauhari mengatakan bahwa at-tasysyu artinya hujan gerimis.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 37) Yakni seperti kulit yang berwarna merah.

Abu Kadinah telah meriwayatkan dari Qabus, dari ayahnya, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 37) Yaitu seperti warna kulit kuda yang merah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah warnanya berubah.
Abu Saleh mengatakan bahwa pada mulanya seperti kuda yang berwarna merah, sesudah itu kelihatan mengilap seperti kilapan minyak.
Imam Al-Bagawi dan lain-lainnya menceritakan bahwa bunga mawar jika musim semi berwarna kuning dan musim dingin berwarna merah, jika dinginnya terlalu ekstrim berubah warnanya.

Al-Hasan Al-Basri mengatakan, bahwa bunga mawar itu beragam warnanya.

As-Saddi mengatakan, bahwa bunga mawar itu warnanya ada yang seperti merah beghal, ada pula seperti minyak yang mendidih.

Mujahid mengatakan bahwa ad-dihan artinya seperti warna minyak yang mengilap.

Ata Al-Khurrasani mengatakan seperti warna minyak mawar yang merah kekuning-kuningan.

Qatadah mengatakan bahwa warna langit sekarang adalah biru, dan pada hari itu warnanya berubah menjadi kemerah-merahan, yaitu di hari langit menjadi beraneka ragam warnanya.

Abul Jauza mengatakan warnanya sebening warna minyak.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa langit di hari itu seperti minyak yang mencair, karena terkena panasnya neraka Jahanam.


Informasi Surah Ar Rahmaan (الرحمن)
Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du.

Dinamai “Ar Rahmaan” (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan “Ar Rahmaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebahagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan ni’mat-ni’mat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Keimanan:

Allah mengajar manusia pandai berbicara
pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
semua makhluk akan hancur kecuali Allah
Allah selalu dalam kesibukan
seluruh alam merupakan ni’mat Allah terhadap umat manusia
manusia diciptakan dari tanah dan jin dari api.

Hukum:

Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

Lain-lain:

Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala
banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri ni’mat Tuhan
nubu’at tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal itu benar-benar terjadi seperti tentang terusan Suez dan Panama.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rahmaan (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 37 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 37 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 37 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rahmaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 55:37
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rahmaan.

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat.
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta'ala.
kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia.

Nomor Surah 55
Nama Surah Ar Rahmaan
Arab الرحمن
Arti Yang Maha Pemurah
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Mekkah
Urutan Wahyu 97
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 352
Jumlah huruf 1648
Surah sebelumnya Surah Al-Qamar
Surah selanjutnya Surah Al-Waqi’ah
4.9
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta