Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 29 [QS. 55:29]

یَسۡـَٔلُہٗ مَنۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ کُلَّ یَوۡمٍ ہُوَ فِیۡ شَاۡنٍ
Yasaluhu man fiis-samaawaati wal ardhi kulla yaumin huwa fii sya’nin;
Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

―QS. Ar Rahmaan [55]: 29

Whoever is within the heavens and earth asks Him;
every day He is bringing about a matter.
― Chapter 55. Surah Ar Rahmaan [verse 29]

يَسْـَٔلُهُۥ akan meminta kepada-Nya

Asks Him
مَن orang/makhluk

whoever
فِى pada

(is) in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَٱلْأَرْضِ dan bumi

and the earth.
كُلَّ setiap

Every
يَوْمٍ hari

day
هُوَ Dia

He
فِى pada

(is) in
شَأْنٍ kesibukan/urusan

a matter.

Tafsir

Alquran

Surah Ar Rahmaan
55:29

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 29. Oleh Kementrian Agama RI


Allah senantiasa menghidupkan dan mematikan, serta memberi rezeki, memuliakan dan menghinakan, memberi sakit dan menyembuhkan, menyuruh dan melarang, mengampuni dan menghukum, mengasihi dan memarahi terhadap makhluk-Nya.
Dan Dia pula memberikan apa-apa yang diminta oleh semua yang ada di langit dan di bumi, seperti yang diungkapkan dalam hadis ini:


Dari ‘Abdullah bin Munib, ia berkata,
"Rasulullah membacakan kepada kami ayat ini, lalu kami berkata, Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ‘urusan?
Rasulullah bersabda, ‘Mengampuni dosa, melapangkan kesusahan, meninggikan satu golongan dan merendahkan golongan yang lain (Riwayat alBazzar, Ibnu Jarir, ath-thabrani dan Ibnu ‘Asakir)

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 29. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi selalu meminta keperluan mereka kepada-Nya.
Setiap saat Dia selalu memberikan kemuliaan dan kehinaan, memberi dan menolak.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan, memberi kekuatan dan kehinaan, memberi rezeki dan menahannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya) baik melalui ucapan mereka atau pun perbuatan mereka, yaitu meminta apa-apa yang mereka perlukan berupa kekuatan untuk menjalankan ibadah, rezeki, ampunan dan lain sebagainya.


(Setiap hari) setiap waktu


(Dia dalam suatu perkara) yaitu perkara yang hendak dilahirkan-Nya sesuai dengan apa yang telah ditentukan-Nya sejak zaman Azali antara lain, menghidupkan, mematikan, memuliakan, menghinakan, memberikan kecukupan, memiskinkan, mengabulkan doa dan memenuhi yang meminta.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Setelah Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa semua penduduk bumi mati, dan bahwa mereka akan dikembalikan ke negeri akhirat, lalu Allah Yang memiliki kebesaran dan keagungan memutuskan mereka dengan hukum­Nya yang adil, maka berfirmanlah Dia dalam ayat berikutnya:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS. Ar-Rahman [55]: 28)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(QS. Ar-Rahman [55]: 29)

Ayat ini menceritakan tentang ketidakperluan Allah dari selain-Nya dan bahwa semua makhluk berhajat kepada-Nya dalam semua waktu, dan bahwa mereka selalu meminta kepada-Nya dengan ungkapan lisan dan perbuatan mereka.
Dan bahwa setiap waktu Dia selalu dalam kesibukan.


Al-A’masy telah meriwayatkan dari Mujahid, dari Ubaid ibnu Umair sehubungan dengan makna firman-Nya:
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(QS. Ar-Rahman [55]: 29)
Bahwa di antara kesibukan-Nya ialah memperkenankan orang yang berdoa atau memberi orang yang meminta atau membebaskan kesulitan orang yang dalam kesulitan atau menyembuhkan orang yang sakit.

Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala setiap waktu memperkenankan orang yang berdoa, melenyapkan kesulitan, memperkenankan orang yang dalam keadaan terpaksa (darurat), dan mengampuni dosa.

Qatadah mengatakan bahwa tiada seorang pun dari penduduk langit dan bumi yang tidak berhajat kepada-Nya;
Dialah Yang menghidupkan dan Dialah Yang mematikan, Dia menumbuhkan yang kecil dan membebaskan tawanan, Dia adalah tujuan terakhir dari semua keperluan orang-orang yang saleh dan tempat mereka meminta pertolongan dan mengadu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Al-Himsi, telah menceritakan kepada kami Jarir ibnu Us’man, dari Suwaid ibnu Jabalah Al-Fazzari yang mengatakan bahwa sesungguhnya Tuhan kalian setiap waktu berada dalam kesibukan, Dia memerdekakan budak, Dia memberi yang berharap dan menimpakan hukuman.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Muhammad ibnu Amr Al-Gazi, telah menceritakan kepadaku Ibrahim ibnu Muhammad ibnu Yusuf Al-Faryabi, telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Bakr As-Suksuki, telah menceritakan kepada kami Al-Haris ibnu Abdah ibnu Rabah Al-Gassani, dari ayahnya, dari Munib ibnu Abdullah ibnu Munib Al-Azdi, dari ayahnya yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca ayat ini, yaitu firman-Nya:
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(QS. Ar-Rahman [55]: 29)
Maka kami bertanya,
"Wahai Rasulullah, kesibukan apakah itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Mengampuni dosa, melenyapkan musibah, meninggikan derajat suatu kaum, dan merendahkan kaum yang lainnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ammardan Sulaiman ibnu Ahmad Al-Wasiti.
Keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Wazir ibnu Sabih As’-Saqafi alias Abu Rauh Ad-Dimasyqi, sedangkan konteks hadis ini menurut Hisyam, ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Yunus ibnu Maisarah ibnu Hulais menceritakan hadis berikut dari Ummu Darda, dari Abu Darda, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(QS. Ar-Rahman [55]: 29)
Lalu beliau ﷺ bersabda:
Termasuk kesibukan-Nya ialah mengampuni dosa, melenyapkan kesusahan, dan meninggikan derajat suatu kaum serta merendahkan derajat kaum yang lainnya.

Ibnu Asakir telah meriwayatkan hadis ini melalui berbagai jalur dari Hisyam ibnu Ammar dengan sanad yang sama, kemudian ia mengetengahkannya melalui hadis Abul Walid ibnu Syuja’, dari Al-Wazir ibnu Sabih.
Ia mengatakan, telah disebutkan di dalam hadis mu’allaq oleh Al-Walid ibnu Muslim, dari Mutarrif, dari Asy-Sya’bi.
dari Ummu Darda, dari Abu Darda, dari Nabi ﷺ, lalu disebutkan hal yang semisal.
Dan ia mengatakan bahwa sanad yang sahih adalah yang pertama.

Menurut hemat kami, hadis ini telah diriwayatkan pula secara mauquf seperti yang dikomentari oleh Imam Bukhari dengan teks yang tegas.
Imam Bukhari menjadikannya sebagai ucapan Abu Darda;
hanya Allah­lah yang Maha Mengetahui.

Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Haris telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdur Rahman ibnul Bailamani, dari ayahnya, dari Ibnu Umar, dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya,
"Setiap waktu Dia dalam kesibukan"
(QS. Ar-Rahman [55]: 29).
Maka beliau ﷺ bersabda:
Mengampuni dosa dan melenyapkan kesusahan.

Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Abu Hamzah As-Samali, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan Lauh Mahfuz yang tercipta dari permata yang putih, kedua belah sampulnya dari yaqut merah dan qalamnya dari cahaya, dan kitabnya dari cahaya, sedangkan lebarnya sama dengan jarak antara bumi dan langit.
Dia melihat kepadanya setiap hari sebanyak tiga ratus enam puluh kali pandangan, dan pada setiap kali pandangan Dia menciptakan makhluk, menghidupkan dan mematikan, dan memenangkan serta menghinakan, dan Dia berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya.

Unsur Pokok Surah Ar Rahmaan (الرحمن)

Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du.

Dinamai "Ar Rahmaan" (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan "Ar Rahmaan" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah.
sebagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Keimanan:

▪ Allah mengajar manusia pandai berbicara.
▪ Pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah.
▪ Semua makhluk akan hancur kecuali Allah.
▪ Allah selalu dalam kesibukan.
▪ Seluruh alam merupakan nikmat Allah terhadap umat manusia.
▪ Manusia diciptakan dari tanah, dan jin dari api.

Hukum:

▪ Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

Lain-lain:

▪ Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala.
▪ Banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan.
▪ Nubu’at tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal itu benar-benar terjadi seperti tentang terusan Suez dan Panama.

Audio

QS. Ar-Rahmaan (55) : 1-78 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 78 + Terjemahan Indonesia

QS. Ar-Rahmaan (55) : 1-78 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 78

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Rahmaan ayat 29 - Gambar 1 Surah Ar Rahmaan ayat 29 - Gambar 2
Statistik QS. 55:29
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rahmaan.

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat.
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala.
kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia.

Nomor Surah55
Nama SurahAr Rahmaan
Arabالرحمن
ArtiYang Maha Pemurah
Nama lain
Tempat TurunMadinah & Mekkah
Urutan Wahyu97
JuzJuz 27
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat78
Jumlah kata352
Jumlah huruf1648
Surah sebelumnyaSurah Al-Qamar
Surah selanjutnyaSurah Al-Waqi’ah
Sending
User Review
4.3 (9 votes)
Tags:

55:29, 55 29, 55-29, Surah Ar Rahmaan 29, Tafsir surat ArRahmaan 29, Quran Ar-Rahman 29, ArRahman 29, Ar Rahman 29, Surah Ar Rahman ayat 29

▪ huwafissyarii huwa
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 71 [QS. 5:71]

Allah akan selalu memperingatkan manusia yang melakukan kesalahan, tetapi kaum Yahudi mengabaikan hal ini, dan mereka mengira bahwa dengan status yang dianugerahi kelebihan, maka tidak akan terjadi be … 5:71, 5 71, 5-71, Surah Al Maa’idah 71, Tafsir surat AlMaaidah 71, Quran Al Maidah 71, AlMaidah 71, Al-Ma’idah 71, Surah Al Maidah ayat 71

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 39 [QS. 74:39]

38-39. Ayat-ayat berikut merupakan pernyataan kepada manusia seluruhnya dalam kaitan dengan kebebasan memilih yang telah ditegaskan pada ayat-ayat sebelumnya. Manusia mau maju meraih kebaikan atau mun … 74:39, 74 39, 74-39, Surah Al Muddatstsir 39, Tafsir surat AlMuddatstsir 39, Quran Al-Mudatsir 39, Al-Muddatstsir 39, Al Mudasir 39, Al-Muddassir 39, Surah Al Mudasir ayat 39

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: المجتهد) atau fakih (الفقيه) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Benar! Kurang tepat!

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Arti hadits maudhu' adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #28

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? Sunnah Muakad Mubah Fardhu Kifayah Makruh Fardhu Ain Benar!

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … Kekerasan Ilmu Pengetahuan Tangan atau

Pendidikan Agama Islam #1

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah … Al A’raf ayat 180 Yasin ayat

Instagram