QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 22 [QS. 55:22]

یَخۡرُجُ مِنۡہُمَا اللُّؤۡلُؤُ وَ الۡمَرۡجَانُ
Yakhruju minhumaallu’lu’u wal marjaan(u);

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
―QS. 55:22
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan laut dan sungai ▪ Ampunan Allah yang luas
55:22, 55 22, 55-22, Ar Rahmaan 22, ArRahmaan 22, Ar-Rahman 22, ArRahman 22, Ar Rahman 22

Tafsir surah Ar Rahmaan (55) ayat 22

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Rahmaan (55) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa di dalam laut itu terdapat barang-barang yang sangat berharga, misalnya mutiara dan marjan dari laut yang asin dan tawar.
Keduanya dapat dijadikan sebagai perhiasan yang tinggi nilainya dan mahal harganya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dari kedua lautan itu keluar mutiara dan merjan yang dapat kalian jadikan perhiasan.[1]

[1] Lihat catatan kaki ayat 12 surat Fathir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Keluarlah) dapat dibaca Yakhruju.

dan Yukhraju (daripada keduanya) dari pertemuan di antara keduanya, yakni dari bagian yang airnya asin (mutiara dan marjan) marjan artinya batu yang berwarna merah atau yang dimaksud adalah mutiara yang kecil.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 22)

Yaitu kelompok masing-masing dari keduanya.
Maka apabila hal tersebut dapat dijumpai pada salah satunya, itu sudah cukup.
Seperti pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:

Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri.
(Q.S. Al-An’am [6]: 130)

Sedangkan rasul-rasul itu hanyalah pada kalangan manusia secara khusus, bukan dari kalangan jin; dan ungkapan seperti ini dianggap sah secara mutlak.

Lu-lu- sudah dikenal, yaitu mutiara.
Sedangkan marjan, menurut suatu pendapat adalah mutiara yang kecil-kecil, menurut Mujahid, Qatadah, Abu Razin, dan Ad-Dahhak.
Dan menurut riwayat yang bersumber dari Ali, marjan adalah mutiara yang besar-besar lagi yang terbaik.
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari sebagian ulama saleh oleh Ibnu Jarir.
Ibnu Abu Hatim meriwayatkan pendapat ini dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan As-Saddi telah meriwayatkannya dari seseorang yang menceritakan kepadanya dari Ibnu Abbas.
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ali, Mujahid, dan Murrah Al-Hamdani.

Menurut pendapat yang lain, marjan adalah sejenis permata yang berwarna merah.
As-Saddi telah meriwayatkan dari Abu Malik, dari Masruq, dari Abdullah yang mengatakan bahwa marjan adalah permata yang berwarna merah.
As-Saddi mengatakan bahwa marjan itu adalah permata dengan bahasa Persia.
Adapun mengenai firman-Nya:

Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu dapat memakainya.
(Fathir: 12)

Yakni protein hewani dari kedua air tersebut, yaitu air asin dan air tawar.
Sedangkan perhiasan itu hanyalah didapat dari air asin saja, tidak didapat pada air tawar.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa tidak sekali-kali setetes air yang jatuh dari langit ke dalam laut, lalu mengenai kerang dan masuk ke dalamnya melainkan terjadilah mutiara karenanya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah, tetapi ditambahkan bahwa ‘jika tidak terjatuh di dalam kerang, maka air dari langit itu akan menumbuhkan anbarah’.
Telah diriwayatkan pula hal yang semisal melalui berbagai jalur dari Ibnu Abbas.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A’masy, dari Abdullah ibnu Abdullah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa apabila langit menurunkan hujannya dan kerang-kerang yang ada di laut membukakan katupnya, maka tidak sekali-kali ada setetes air hujan yang masuk ke dalamnya melainkan akan menjadi mutiara.
Sanad asar ini sahih.

Mengingat mutiara dan marjan dapat dijadikan sebagai perhiasan dan merupakan nikmat bagi penduduk bumi, dan itu merupakan karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk mereka, maka disebutkanlah dalam firman berikutnya:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 23)


Informasi Surah Ar Rahmaan (الرحمن)
Surat Ar Rahmaan terdiri atas 78 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Ar Ra’du.

Dinamai “Ar Rahmaan” (Yang Maha Pemurah), diambil dari perkataan “Ar Rahmaan” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Ar Rahmaan adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebahagian besar dari surat ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan ni’mat-ni’mat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Keimanan:

Allah mengajar manusia pandai berbicara
pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan tunduk kepada Allah
semua makhluk akan hancur kecuali Allah
Allah selalu dalam kesibukan
seluruh alam merupakan ni’mat Allah terhadap umat manusia
manusia diciptakan dari tanah dan jin dari api.

Hukum:

Kewajiban mengukur, menakar, menimbang dengan adil.

Lain-lain:

Manusia dan jin tidak dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala
banyak dari umat manusia yang tidak mensyukuri ni’mat Tuhan
nubu’at tentang hal-hal yang akan terjadi dan hal itu benar-benar terjadi seperti tentang terusan Suez dan Panama.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Rahmaan (78 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 22 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 22 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ar-Rahmaan (55) ayat 22 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 1-78 - Rilla Lusiana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ar-Rahmaan - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 78 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 55:22
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Rahmaan.

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat.
Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah.
Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah subhanahu wa ta'ala.
kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah yang diberikan untuk manusia.

Nomor Surah 55
Nama Surah Ar Rahmaan
Arab الرحمن
Arti Yang Maha Pemurah
Nama lain -
Tempat Turun Madinah & Mekkah
Urutan Wahyu 97
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 78
Jumlah kata 352
Jumlah huruf 1648
Surah sebelumnya Surah Al-Qamar
Surah selanjutnya Surah Al-Waqi’ah
4.6
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta