Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ar Ra'd

Ar Ra’d (Guruh (petir)) surah 13 ayat 3


وَ ہُوَ الَّذِیۡ مَدَّ الۡاَرۡضَ وَ جَعَلَ فِیۡہَا رَوَاسِیَ وَ اَنۡہٰرًا ؕ وَ مِنۡ کُلِّ الثَّمَرٰتِ جَعَلَ فِیۡہَا زَوۡجَیۡنِ اثۡنَیۡنِ یُغۡشِی الَّیۡلَ النَّہَارَ ؕ اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ یَّتَفَکَّرُوۡنَ
Wahuwal-ladzii maddal ardha waja’ala fiihaa rawaasiya waanhaaran wamin kullits-tsamaraati ja’ala fiihaa zaujainiitsnaini yughsyiillailan-nahaara inna fii dzalika li-aayaatin liqaumin yatafak-karuun(a);

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya.
Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
―QS. 13:3
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan malam dan siang ▪ Pahala Iman
13:3, 13 3, 13-3, Ar Ra’d 3, ArRad 3, Ar Rad 3, Ar-Ra’d 3
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ar Ra'd (13) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi menjadi luas dan lebar dan supaya mudah dijadikan tempat kediaman makhluk-Nya.
Semua binatang dapat hidup di atasnya dengan sempurna dan leluasa, dan manusia dapat mengambil manfaat dari hasil buminya, hewan-hewannya dan benda-benda logam yang terpendam di dalamnya dan dapat berkeliaran di muka bumi untuk mencari rezeki dan segala kemanfaatannya.
Tidak ragu-ragu lagi bahwa bumi ini yang karena sangat luas sekali kelihatannya seperti bidang datar, yang demikian itu tidak bertentangan dengan keadaannya yang sebenarnya yaitu berbentuk bola dunia sebagaimana diyakini oleh para ulama ahli falak.
Allah telah mengadakan gunung-gunung di atas permukaan bumi ini sebagai tonggak yang menjaga kestabilan bumi supaya tidak bergerak dan tidak bergeser.

Demikian pula Allah telah menciptakan sungai-sungai di bumi untuk kepentingan manusia dan binatang-binatang, maka manusia dapat mengairi dengan air sungai itu kebun-kebun dan sawah ladangnya yang nantinya menghasilkan bermacam-macam hasil bumi dan buah-buahan.
Dan buah-buah itu dijadikan Allah berpasang-pasangan di mana terdapat unsur jantan dan unsur betina.
Ilmu pengetahuan telah menetapkan bahwa sebuah pohon itu tidak akan berbuah kecuali jika telah terjadi perkawinan antara unsur jantan dan betina yang biasanya berada pada sebagian besar jenis pohon-pohon.
Ada pula pohon yang mempunyai unsur jantan dan betina itu pada pohon yang berlainan seperti pohon kurma, sehingga perlu dikawinkan supaya dapat berbuah, dan ada pula yang mempunyai unsur jantan dan betina itu dalam suatu bunga seperti pohon kapas.
Allah menutupkan pula malam kepada siang sehingga jadilah suasana gelap seperti menutup sesuatu dengan kain hitam dan demikian pula menggunakan sinar siang kepada malam sehingga kelihatannya terang-benderang, dan semuanya itu dijadikan Allah untuk menyempurnakan kemanfaatan bagi manusia dengan memberikan kesempatan istirahat dan tidur di malam hari dan bekerja mencari nafkah pada siang hari sesuai dengan firman Allah:

Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi?
(Q.S.
An Naml: 86)

Setelah Allah menerangkan dalil-dalil kekuasaan-Nya yang dapat dilihat oleh mata tiap pagi dan petang, tiap-tiap waktu dan keadaan, maka Allah menerangkan bahwa tanda-tanda itu tidak diperhatikan kecuali oleh orang-orang yang suka bersyukur merenungi tanda-tanda kekuasaan Allah sehingga dengan akal pikirannya dapat mencapai kebenaran dan pindah dari memandang sebab kepada yang menyebabkannya, sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan.
Maka diketahuilah bahwa pencipta alam itu Dialah Tuhan yang mempunyai kehendak yang mutlak dan kekuasaan yang meliputi segala sesuatu, yang Kuasa untuk menghidupkan yang telah mati di antara makhluk-Nya, dan mengembalikan mereka dari alam fana.
Karena itu tidak boleh beribadah kecuali kepada-Nya saja, dan tidak boleh tunduk dan menyerah diri kecuali kepada kekuasaan-Nya, dan tidak boleh beribadah itu ditujukan kepada patung-patung, berhala-berhala, batu-batu, pohon, malaikat, Nabi-nabi, atau sebangsanya bahkan benda-benda itu tidak dapat menolak kemudaratan dari dirinya sendiri sesuai dengan firman Allah:

Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.
Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.

(Q.S.
Al-Hajj: 73)

Dan telah diriwayatkan pula dalam sebuah hadis yang artinya:
Pikirkanlah olehmu sekalian tentang nikmat-nikmat Allah dan jangan memikirkan tentang Zat Allah.

Ar Ra'd (13) ayat 3 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ar Ra'd (13) ayat 3 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ar Ra'd (13) ayat 3 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang membentangkan bumi dan menjadikannya takluk, hingga kalian dapat berjalan di atasnya ke timur dan ke barat.
Allah menciptakan pula gunung yang menancap dan sungai yang mengalirkan air tawar.
Dari air itu, Dia menumbuhkan bermacam-macam jenis buah yang beranak pinak.
Berbagai jenis buah itu diciptakan berpasangan.
Ada yang manis, ada pula yang masam, ada yang putih, ada pula yang hitam.
Selain itu, Allah subhanahu wa ta'ala menutup siang dengan malam.
Di dalam keajaiban alam raya ini sungguh terdapat bukti-bukti yang jelas yang menunjukkan kemahakuasaan dan kemahaesaan Allah subhanahu wa ta'ala bagi orang-orang yang mau berfikir dan merenungkan ciptaan-Nya[1].

[1] Segala macam jenis bunga yang menghasilkan buah hanya dapat berproduksi bila ada perkawinan antara unsur jantan dan unsur betina, baik yang berasal dari bunga itu sendiri maupun dari dua jenis bunga yang berbeda.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang membentangkan) menghamparkan (bumi dan menjadikan) membuat (gunung-gunung padanya) gunung-gunung yang kokoh (dan sungai-sungai.
Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan) dari setiap jenis yang ada (Allah menutupkan) menutup (malam) dengan kegelapannya (kepada siang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu) dalam hal yang telah disebutkan itu (terdapat tanda-tanda) bukti-bukti yang menunjukkan akan keesaan Allah subhanahu wa ta'ala (bagi kaum yang memikirkan) tentang ciptaan Allah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dia-lah Rabb yang menjadikan bumi luas terbentang dan menyiapkannya untuk kehidupan kalian, menjadikan padanya gunung-gunung untuk mengokohkannya, dan sungai-sungai untuk minuman dan kemanfaatan kalian.
Dia menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, di antaranya ada yang putih dan hitam, ada yang manis dan asam.
Dia menjadikan malam menutupi siang dengan kegelapannya.
Sesungguhnya pada semua itu benar-benar terdapat pelajaran-pelajaran bagi kaum yang memikirkannya lalu mengambil pelajarannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah menyebutkan tentang alam langit, maka Allah menyebutkan kekuasaan, kebijaksanaan, dan hukum-hukumnya di alam bagian bawah.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi.

Yaitu menjadikannya luas membentang secara memanjang dan melebar, lalu Allah memancangkan gunung-gunung yang kokoh dan tinggi-tinggi untuk memantapkannya, serta mengalirkan padanya sungai-sungai, mata air-mata air, dan sungai-sungai kecil untuk mengairi segala sesuatu yang Dia ciptakan padanya, yaitu buah-buahan yang beraneka ragam warna, bentuk, rasa, dan baunya.
berpasang-pasangan.
(Ar Ra'du:3) Artinya, dari tiap jenis ada dua macam yang berpasangan.

Allah menutupkan malam kepada siang.

Dia menjadikan masing-masing dari keduanya menyusul yang lainnya dengan cepat.
Dengan kata lain, apabila yang satunya pergi, maka yang lainnya datang, dan apabila yang lainnya pergi, maka yang satunya datang.
Allah pulalah yang mengatur waktu, sebagaimana Dia mengatur tempat dan penduduknya.

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Yakni memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah, kebijaksanaan, dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan-Nya.

Informasi Surah Ar Ra'd (الرعد)
Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar Ra'd" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta'ala Dan lagi sesuai dengan sifat Al Qur'an yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan ha­rapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau ke­ ingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya
ilmu Allah meliputi segala sesuatu
adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah
hanya Allah yang menerima do'a dari hamba­ Nya
memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

Manusia dilarang mendo'akan yang jelek-jelek untuk dirinya
kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

Beberapa sifat yang terpuji
perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah ber­hala dan orang-orang yang menyembah Allah
Allah tidak merobah nasib sesuatu bangsa sehingga mereka merobah keadaan mereka sendiri.


Gambar Kutipan Surah Ar Ra’d Ayat 3 *beta

Surah Ar Ra'd Ayat 3



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ar Ra'd

Surah Ar-Ra'd (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra'd, "Guruh") adalah surah ke-13 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra'd yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya ...dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta'ala, dan lagi sesuai dengan sifat Al-Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra'd
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
4.9
Rating Pembaca: 4.7 (9 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku