Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Ar Ra’d (Guruh (petir)) – surah 13 ayat 2 [QS. 13:2]

اَللّٰہُ الَّذِیۡ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَیۡرِ عَمَدٍ تَرَوۡنَہَا ثُمَّ اسۡتَوٰی عَلَی الۡعَرۡشِ وَ سَخَّرَ الشَّمۡسَ وَ الۡقَمَرَ ؕ کُلٌّ یَّجۡرِیۡ لِاَجَلٍ مُّسَمًّی ؕ یُدَبِّرُ الۡاَمۡرَ یُفَصِّلُ الۡاٰیٰتِ لَعَلَّکُمۡ بِلِقَآءِ رَبِّکُمۡ تُوۡقِنُوۡنَ
Allahul-ladzii rafa’as-samaawaati bighairi ‘amadin taraunahaa tsummaastawa ‘alal ‘arsyi wasakh-kharasy-syamsa wal qamara kullun yajrii ajalin musamman yudabbirul amra yufash-shiluaayaati la’allakum biliqaa-i rabbikum tuuqinuun(a);
Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.
Dia menundukkan matahari dan bulan;
masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan.
Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu.
―QS. Ar Ra’d [13]: 2

Daftar isi

It is Allah who erected the heavens without pillars that you (can) see;
then He established Himself above the Throne and made subject the sun and the moon, each running (its course) for a specified term.
He arranges (each) matter;
He details the signs that you may, of the meeting with your Lord, be certain.
― Chapter 13. Surah Ar Ra’d [verse 2]

ٱللَّهُ Allah
Allah
ٱلَّذِى yang
(is) the One Who
رَفَعَ meninggikan
raised
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)
the heavens
بِغَيْرِ dengan tidak/tanpa
without
عَمَدٍ tiang
pillars
تَرَوْنَهَا kamu melihatnya
that you see,
ثُمَّ kemudian
then
ٱسْتَوَىٰ Dia menuju
He established
عَلَى diatas
on
ٱلْعَرْشِ ‘Arasy
the Throne
وَسَخَّرَ dan Dia menundukkan
and subjected
ٱلشَّمْسَ matahari
the sun
وَٱلْقَمَرَ dan bulan
and the moon
كُلٌّ masing-masing
each
يَجْرِى beredar
running
لِأَجَلٍ hingga waktu
for a term
مُّسَمًّى ditentukan
appointed,
يُدَبِّرُ Dia mengatur
He arranges
ٱلْأَمْرَ urusan
the matter;
يُفَصِّلُ Dia menjelaskan
He details
ٱلْءَايَٰتِ tanda-tanda
the Signs
لَعَلَّكُم agar kalian
so that you may
بِلِقَآءِ dengan pertemuan
in the meeting
رَبِّكُمْ Tuhan kalian
(with) your Lord
تُوقِنُونَ kamu meyakini
believe with certainty.

Tafsir Al-Quran

Surah Ar Ra’d
13:2

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan bukti-bukti kebenaran Al-Quran dengan memaparkan tanda-tanda atau bukti-bukti adanya Allah yang menurunkan Al-Quran.
Keberadaan Allah ini dibuktikan dengan berbagai ciptaannya yang bisa dilihat dan dirasakan manusia di alam raya ini.


Secara terperinci Allah menerangkan keadaan langit yang ditinggikan tanpa tiang, perjalanan matahari dan bulan yang masing-masing beredar menurut waktu dan tempat yang sudah ditentukan, keadaan bumi yang penuh dengan gunung dan lembah yang mengalir sungai di antaranya, dan adanya bermacam-macam kebun yang menghasilkan beraneka ragam buah-buahan.
Semua itu menunjukkan bahwa hanya Allah yang dapat memberi manfaat dan mudarat, yang dapat menghidupkan dan mematikan dan Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.



Tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dipaparkan dalam ayat ini:


1. Menciptakan langit di atas bumi tanpa adanya tiang sebagaimana yang biasa dilihat oleh seluruh makhluk, dan jarak yang sangat jauh di antara benda-benda di langit yang kesemuanya beredar menurut ketentuan dan peraturan Allah sendiri seperti benda-benda yang terlihat melayang di angkasa.


2. Kemudian Allah bersemayam di atas Arasy-Nya dan mengatur alam semesta ini.

Tentang kebijaksanaan-Nya telah dibentangkan secara panjang lebar di dalam Surah al-A’raf dan Surah Yunus.


3. Allah ﷻ telah menundukkan matahari dan bulan untuk kemanfaatan sekalian makhluk-Nya, masing-masing berjalan pada rotasi/lintasannya menurut waktu yang ditentukan.
Tentang perjalanan matahari dan bulan telah dijelaskan dengan terperinci dalam Surah Yunus dan Surah Hud.

Allah ﷻ mengatur segala kejadian dalam kerajaan-Nya secara sempurna, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, mengadakan dan meniadakan, memberi kekayaan dan kemiskinan, menurunkan wahyu kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Semua itu menunjukkan bahwa Allahlah yang mempunyai kekuasaan yang mutlak dan rahmat yang luas, karena menentukan penciptaan suatu makhluk dengan keadaan sifat dan tabiat tertentu, tidak dapat dilaksanakan kecuali oleh Tuhan Yang Mahaagung dan Mahakuasa.
Dialah yang mengatur alam kebendaan dan alam kerohanian dan Dialah yang mengatur benda-benda yang amat besar dan amat kecil, semuanya dengan penuh hikmah kebijaksanaan.



Ditinjau dari sudut saintifik, langit atau sama dalam ayat ini dapat berarti langit biru atau atmosfer yang dekat dengan bumi ini.
Dalam pengertian yang lebih luas sama juga dapat diartikan dengan langit antariksa (space) yang sangat luas ini.



Atmosfer adalah selubung gas yang meliputi suatu planet (termasuk bumi).
Ia membentuk ruang udara.
Atmosfer dibagi ke dalam 6 (enam) wilayah menurut ketinggiannya, yang satu berada di atas yang lainnya.
Secara berurutan dari wilayah yang terendah, maka atmosfer dibagi menjadi:
(1) Troposfer (Troposphere ketinggian:
0-8 Km), (2) Tropopause, ketinggian:
8-12 Km (3) Stratosfer (Stratosphere, ketinggian:
12-80 Km), (4) Mesosfer (Mesosphere, ketinggian:
80 Km) (5) Ionosfer (Ionosphere, ketinggian:
100 Km) dan (6) Eksosfer (Exosphere, ketinggian >100Km).
Terjadinya awan, cuaca dan sebagainya berada di wilayah Troposfer.
Komposisi atmosfer (di wilayah Troposfer), mayoritas terdiri dari gas nitrogen (78%), juga oksigen (20%).
Atmosfer ini menyeliputi bumi dan dapat tegak di atas bumi karena adanya gaya gravitasi bumi.
Inilah pengertian dari meninggikan langit tanpa tiang itu.
Tentu saja ini adalah tafsir langit yang berbeda dengan tujuh lapis langit yang menyangkut galaksi dan lain sebagainya.



Berkaitan dengan langit tanpa tiang, ditinjau dari struktur konstruksi maka struktur tanpa tiang hanya dimungkinkan kalau konstruksinya berbentuk bola atau mirip bola (spherical, surface of revolution), meskipun demikian para ahli belum sepakat tentang bentuknya;
ada yang menyatakan sebagai bola, seperti sadel, bahkan sebagai terompet.
Pada konstruksi ini dinding dan tiang menyatu menjadi permukaan bola itu sendiri.
Jadi, konstruksi langit tanpa tiang hanya dimungkinkan bila langit itu berbentuk bola, sesuai dengan temuan ilmiah yang menyatakan bahwa alam semesta adalah bola besar yang mengembang makin membesar dengan kecepatan cahaya yaitu dengan kecepatan cahaya 300 ribu kilometer setiap detiknya (the expanding universe).


Langit-antariksa, memang terbentuk sejak Dentuman Besar (Big Bang) dan terus mengembang dan meluas.
Dalam Surah adz-Dzariat [51]: 47 disebutkan:
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Kami benar-benar meluaskannya.
Kata sama pada ayat 47 Surah adz-Dzariat [51] di atas lebih tepat diartikan langit-antariksa.
Langit-antariksa (space) memang terus-menerus mengembang (space expansion).
Penelitian spektrum Galaksi, menunjukkan adanya pergeseran spektrum pita-merah yang teratur, hal ini menjelaskan bahwa jarak antar Galaksi semakin menjauh, dan inilah yang merupakan indikasi langit-antariksa semakin mengembang.
Tentu langit ini tidak memerlukan tiang;
karena dibangun dengan kekuatan maha dahsyat dari Allah ﷻ yang berupa Dentuman Besar.
Dentuman Besar (Big Bang) ini telah memecah Gaya Superforce menjadi Gaya-gaya Fundamental seperti:
Gaya Gravitasi, Gaya Nuklir Kuat, Gaya Nuklir Lemah, dan Gaya Elektromagnetik;
yang kesemuanya ini menstabilkan langit-antariksa ini.


Seterusnya dalam ayat-2 ini disebutkan:
"Dia menundukkan matahari dan bulan;
masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan".
Kata
"menundukkan"
berarti bahwa baik matahari maupun bulan tunduk pada sunatullah, atau hukum-hukum alam dari Allah.
Tentang
"masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan",
lihat keterangan pada Surah Yunus [10]: 5 di atas.
Demikian penjelasan dari sudut pandang saintis.


Kesemuanya itu terjadi berkat kesempurnaan Allah dalam Zat, sifat, ilmu, dan kekuasaan-Nya yang tidak dapat ditiru oleh siapapun juga.
Allah mengatur urusan makhluk-Nya, menjelaskan tanda-tanda kebesaran-Nya dengan peraturan yang sangat rapi dan sempurna, serta mengatur benda-benda di langit sehingga berjalan menurut lintasan yang telah ditentukan, seperti bentuk mata rantai yang sambung menyambung sehingga tidak terjadi tabrakan di ruang angkasa yang dapat menimbulkan malapetaka dan bencana.
Semua ini berlangsung terus-menerus sampai datang hari kiamat, dimana akan terjadi kekacauan dan ketidakteraturan kerja benda-benda langit di alam angkasa.
Kehancuran alam semesta dimulai dengan terbelahnya langit, seperti dijelaskan dalam firman Allah:

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْ ﴿۱﴾ وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ ﴿۲﴾

Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. (al-Infithar [82]: 1-2)


Kemudian Allah menerangkan bahwa tanda-tanda kesempurnaan kekuasaan-Nya di langit dan di bumi merupakan sarana yang bisa menimbulkan keyakinan bagi umat manusia akan adanya perjumpaan dengan Allah Sang Pencipta pada hari kiamat, dimana Dia akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang berbuat kebajikan dan menghukum orang-orang yang berbuat kejahatan.
Jika manusia meyakini kebenaran ini, niscaya dia dapat berpaling dari penyembahan berhala dan patung kepada keikhlasan beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, percaya kepada janji dan ancaman-Nya, percaya kepada semua rasul-Nya, mengikuti segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, sehingga mereka menjadi manusia yang bahagia di dunia dan di akhirat.

Tafsir QS. Ar Ra’d (13) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yang menurunkan kitab suci ini adalah Allah subhanahu wa ta’ala yang meninggikan langit, dengan bintang-bintangnya yang beredar, tanpa tiang yang dapat dilihat dan tanpa seorang pun tahu kecuali Dia.
Namun begitu, Allah menghubungkan langit dan bumi dengan berbagai ikatan yang tak akan putus kecuali jika Dia menghendaki.


Allah juga menundukkan matahari dan bulan dengan kekuasaan-Nya untuk kepentingan kalian.
Matahari dan bulan itu berputar secara teratur sampai masa waktu yang telah ditentukan.


Hanya Dialah yang mengatur segala sesuatu di langit dan di bumi, dan menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam raya, agar kalian meyakini konsep keesaan Tuhan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allahlah yang meninggikan tujuh langit dengan kekuasaan-Nya tanpa tiang sebagaimana yang kalian lihat, kemudian Dia beristiwa (yakni ala wa irtafa’a (tinggi dan meninggi)) di atas Arsy, yaitu istiwa yang selaras dengan keagungan dan kebesaran-Nya.
Dia menundukkan matahari dan bulan untuk kemanfaatan manusia.


Masing-masing dari keduanya beredar di orbitnya hingga hari Kiamat.
Dia mengatur urusan dunia dan akhirat, Dia menjelaskan kepada kalian tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan bahwa tiada Illah yang berhak disembah kecuali Dia;
agar kalian yakin kepada Allah dan tempat kembali kepada-Nya.


Karena itu, percayalah dengan janji dan ancaman-Nya, dan murnikan peribadatan untuk-Nya semata.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Allahlah yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kalian lihat) lafal `amad merupakan bentuk jamak dari kata tunggal `imaad, yang artinya ialah tiang penyanggah.
Dan memang sebagaimana yang terlihat langit itu tidak mempunyai tiang penyanggah


(kemudian Dia berkuasa di atas Arsy) dalam arti kata kekuasaan yang layak bagi keagungan-Nya


(dan menundukkan) menjinakkan


(matahari dan bulan.
Masing-masing) daripada matahari dan bulan itu


(beredar) pada garis edarnya


(hingga waktu yang ditentukan) yaitu hari kiamat.


(Allah mengatur semua urusan) yakni memutuskan semua perkara kerajaan-Nya


(menjelaskan) menerangkan


(tanda-tanda) yang menunjukkan akan kekuasaan-Nya


(supaya kalian) hai penduduk kota Mekah


(terhadap hari pertemuan dengan Rabb kalian) melalui hari berbangkit


(meyakininya).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, menceritakan tentang kesempurnaan kekuasaan-Nya dan kebesaran pengaruh-Nya, bahwa dengan seizin dan perintah-Nya langit ditinggikan tanpa pilar penyangga.
Bahkan dengan seizin dan perintah-Nya serta penundukan dari-Nya, langit ditinggikan dari bumi dalam jarak yang tingginya tak terperikan dan tak terjangkau oleh ukuran.
Langit pertama mengelilingi bumi dan sekitarnya —termasuk air dan udara— dari semua arah dan kawasannya serta berada jauh tinggi dari semuanya dengan ketinggian yang merata dari semua sisinya.
Jarak antara langit pertama dan bumi dari setiap arah adalah perjalanan lima ratus tahun, sedangkan ketebalan langit pertama juga sejauh perjalanan lima ratus tahun.
Kemudian langit kedua mengelilingi langit pertama beserta semua isinya, dan jarak antara langit pertama ke langit kedua adalah lima ratus tahun perjalanan, sedangkan ketebalan langit kedua adalah perjalanan lima ratus tahun.
Demikian pula seterusnya pada langit yang ketiga, langit keempat, langit kelima, langit keenam, dan langit ketujuh.
Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman:

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.
(Ath Thalaaq:
12), hingga akhir ayat.

Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Tiadalah ketujuh langit beserta apa yang ada di dalamnya dan semua yang ada di antaranya bila dibandingkan dengan Al-Kursi kecuali seperti sebuah gelang yang dilemparkan di sebuah padang pasir.
Dan (tiadalah) Al-Kursi bila dibandingkan dengan ‘Arasy yang agung, melainkan seperti gelang itu yang berada di padang pasir.

Di dalam riwayat yang lain disebutkan:

‘Arasy tidak dapat diperkirakan luasnya kecuali hanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Disebutkan dari sebagian ulama Salaf bahwa jarak antara ‘Arasy sampai ke bumi memakan waktu lima puluh ribu tahun, dan jarak di antara kedua sisinya adalah perjalanan lima puluh ribu tahun.
‘Arasy berupa yaqut merah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…tanpa tiang (sebagaimana) yang kalian lihat.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, bahwa langit itu mempunyai pilar penyangga, tetapi kalian tidak dapat melihatnya.


Lain pula halnya dengan Iyas ibnu Mu’awiyah, ia mengatakan bahwa langit di atas bumi seperti kubah, yakni tanpa tiang penyangga.


Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah melalui riwayat yang bersumber darinya, pendapat inilah yang lebih sesuai dengan konteks ayat dan makna lahiriah dari firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya (QS. Al-Hajj [22]: 65)

Dengan demikian, berarti firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang menyebutkan:
(sebagaimana) yang kalian lihat.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 2)
mengukuhkan ketiadaan hal tersebut, yakni langit ditinggikan tanpa memakai tiang penyangga seperti yang kalian lihat.
Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, Yang Mahasempurna.


Engkaulah Yang telah melimpahkan anugerah dan rahmat kepada Musa, Engkau utus dia sebagai rasul menyeru (manusia menyembah­-Mu).

Engkau katakan kepadanya,
"Pergilah kamu bersama Harun, serulah Fir’aun untuk menyembah Allah, dia adalah orang yang melampaui batas.

Katakanlah olehmu berdua kepadanya, ‘Apakah engkau yang telah menghamparkan bumi ini tanpa pasak sehingga ia dapat terhamparkan seperti sekarang?’

Dan katakan olehmu berdua kepadanya, ‘Apakah kamu yang telah meninggikan langit ini tanpa tiang, atau apakah kamu yang membangun di atasnya?’

Dan katakanlah olehmu berdua kepadanya, ‘Apakah engkau yang menyempurnakan penciptaan tengah-tengah langit yang dapat memberikan petunjuk kepadamu dengan sinar bintang-bintangnya di saat malam hari menyelimutimu?’

Katakanlah olehmu berdua kepadanya, ‘Siapakah yang mengirimkan matahari di siang hari, lalu permukaan bumi yang terkena sinarnya menjadi jelas kelihatan?’

Dan katakan olehmu berdua, ‘Siapakah yang menumbuhkan biji-bijian di bumi, lalu tumbuhlah darinya tumbuh-tumbuhan yang subur dan semarak, dan pada ujung tumbuh-tumbuhan itu keluar biji-bijian?’

Maka pada kesemuanya itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang berpikir."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy.


Tafsir ayat ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-A’raf, bahwa penyebutan sifat ini bagi Allah disertai dengan pengertian tanpa menggambarkan dan tanpa menyerupakan-Nya dengan sesuatu pun, Mahasuci Allah dari segala misal dan perumpamaan, lagi Mahatinggi dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…dan menundukkan matahari dan bulan.
Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.


Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah matahari dan bulan terus beredar sampai batas waktu penghentiannya, yaitu dengan terjadinya hari kiamat.
Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan matahari berjalan di tempat peredarannya.
(QS. Yasin [36]: 38)

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah matahari dan bulan berjalan sampai ke tempat menetapnya, yaitu di bawah ‘Arasy yang bersebelahan dengan perut bumi dari sisi lainnya.
Matahari dan semua bintang-bintang langit apabila telah sampai di tempat itu, maka letaknya sangat berjauhan dengan ‘Arasy.
Karena sesungguhnya menurut pendapat yang benar berdasarkan dalil-dalil yang ada, bentuk ‘Arasy seperti kubah yang menutupi semesta alam, bukan mengelilinginya seperti semua bintang, mengingat ‘Arasy mempunyai kaki-kaki dan ada para malaikat penyangga ‘Arasy yang menyangganya.
Dan hal seperti ini tidak tergambarkan pada suatu bentuk yang bundar.
Hal ini jelas bagi orang yang memikirkan ayat-ayat dan hadis-hadis sahih yang menerangkan tentangnya.

Penyebutan matahari dan bulan dikarenakan keduanya adalah dua bintang yang paling menonjol di antara tujuh bintang yang beredar lainnya, sedangkan bintang-bintang yang beredar lebih utama daripada bintang yang tetap (tidak beredar).
Apabila Allah telah menundukkan keduanya, maka terlebih lagi semua bintang lainnya, lebih utama, seperti yang diisyaratkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, melalui firman-Nya:

Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah.
(QS. Fushshilat [41]: 37)

Hal ini telah dijelaskan pula dalam ayat lainnya, yaitu:

dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan, dan bintang-bintang, (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.
Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.
(QS. Al-A’raf [7]: 54)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kalian meyakini pertemuan (kalian) dengan Tuhan kalian.

Artinya, menjelaskan tanda-tanda dan dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Dialah Tuhan yang tidak ada Tuhan selain Dia, dan bahwa Dia dapat menghidupkan kembali makhluk, bila Dia menghendakinya, seperti Dia memulai penciptaannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Ar Ra’d (13) Ayat 2

ARSY
عَرْش

Lafaz arsy adalah mashdar dari kata ‘arasya, jamaknya adalah ‘urusy dan a’raasy, artinya singgasana raja, tahta, inti perkara, payung, kerajaan dan sebagainya."

Lafaz arsy disebut sebanyak 22 kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Al A’raaf (7), ayat 54;
At Taubah (9), ayat 129;
Yunus (10), ayat 3;
Yusuf (12), ayat 100;
Ar Ra’d (13), ayat 2;
Al Israa‘ (17), ayat 42;
Tha Ha (20), ayat 5;
Al Anbiyaa’ (21), ayat 22;
Al Mu’minuun (23), ayat 86, 116;
Al Furqaan (25), ayat 59;
An Naml (27), ayat 23, 26;
As Sajadah (32), ayat 4;
Az Zumar (39), ayat 75;
Al Mu’min (40), ayat 7, 15;
Az Zukhruf (43), ayat 82;
Al Hadid (57), ayat 4;
• Al Haaqqah (69), ayat 17;
At Takwir (81), ayat 20;
Al Buruuj (85), ayat 15.
Lafaz arsy mengandung dua makna berdasarkan sandarannya pada lafaz lain:

1. Jika ia disandarkan kepada Allah, maka bermakna singgahsana Allah (arsy Allah), sebagaimana terdapat dalam kebanyakkan makna lafaz arsy di dalam Al Qur’an.

Al Fayruz berkata,
"Arsy Allah tidak dapat diketahui oleh manusia pada hakikatnya kecuali hanya sekadar nama dan ia tidak sebagaimana disangka kebanyakan orang.
Oleh karena itu, lafaz dzu Al ursy bermakna isyarat pada kerajaan Nya dan kekuasaan Nya dan tidak bermakna tempat Allah bersernayam."

Asy Syawkani berkata,
"Terdapat 14 pendapat mengenai arsy Allah dan bagaimana Allah menetap dan bersemayam.
Namun, pendapat yang paling benar adalah pendapat mazhab salaf yang meyakini Allah bersemayam di atas arsy tanpa diketahui hakikatnya dan jauh dari tafsiran yang tidak patut ke atasnya, sebagaimana pendapat Abu Al Hasan Al Asy’ari dan kinayah (perumpamaan) tentang kekuasaan dan kerajaan Nya.
Sedangkan Allah menyatakan, "Wa kaana ‘arsyuhuu ala almaa’" (Arsy Nya di atas air) maksudnya menyatakan arasy tetap wujud sejak ia diciptakan lagi tinggi di atas air’"

Az Zamakhsyari berkata,
"Ayat ini bermakna kerajaan Allah wujud sebelum diciptakan langit dan bumi dan ia menunjukkan air dan singgahsananya adalah makhluk’"

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari hadis Laqit bin Amir bin Al Muntafiq Al Uqayli, katanya, "Aku berkata,
"Wahai Rasulullah! Di mana Allah berada sebelum mencipta makhluknyai" Beliau menjawab, "Dia berada di ‘amaa di mana di bawahnya tidak ada udara dan juga di atasnya kemudian setelah itu Dia menciptakan arasy.
"

Qatadah berkata,
"Ayat ini adalah berita awal penciptaan Nya sebelum penciptaan langit dan bumi."

Anas bin Rabi’ berkata,
"Ketika langit dan bumi diciptakan, Allah membagi air itu kepada dua bahagian.
Bahagian pertama dijadikan di atas arsy Nya dan ia adalah laut yang terbentang."

2. Makna kedua adalah kerajaan makhluk atau singgasana raja, sebagaimana yang terdapat dalam surah Yusuf (12), ayat 100 dan Al Naml (27), ayat 23.
Ibnu ‘Abbas, As Suddi, Mujahid, Qatadah mengatakan makna al ‘Arsy di sini adalah al sariir (singgahsana) atau tempat duduk yang mulia bagi para pembesar.

Ibnu Zayd berkata,
"Ia bermakna majlisuh (majlis Yusuf)." Maksudnya, Nabi Yusuf mendudukkan ibu bapaknya di singgahsana atau kursi kebesaran di sebelahnya"

Al Qurtubi berkata,
"Al ‘Arsy bermakna singgahsana raja yang megah dan ia adalah sifat bagi kedudukan dan kerajaan yang megah.

Ada juga yang berpendapat ia bermakna kerajaan, tetapi pendapat pertama lebih tepat."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:383-385

Unsur Pokok Surah Ar Ra’d (الرعد)

Surat Ar-Ra’d ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Surat ini dinamakan "Ar-Ra’d" yang berarti "guruh" karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya, "Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya",
menunjukkan sifat kesucian dan kesempumaan Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.

Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dari ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Keimanan:

▪ Allah-lah yang menciptakan alam semesta serta mengaturnya.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Adanya malaikat yang selalu memelihara manusia yang datang silih berganti, yaitu malaikat Hafazhah.
▪ Hanya Allah yang menerima do’a dari hamba Nya.
▪ Memberi taufiq hanya hak Allah, sedang tugas para rasul menyampaikan agama Allah.

Hukum:

▪ Manusia dilarang mendoakan yang jelek-jelek untuk dirinya.
▪ Kewajiban mencegah perbuatan-perbuatan yang mungkar.

Kisah:

▪ Kisah pengalaman nabi-nabi zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Beberapa sifat yang terpuji.
▪ Perumpamaan bagi orang-orang yang menyembah berhala dan orang-orang yang menyembah Allah.
▪ Allah tidak mengubah nasib suatu bangsa sehingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri.

Ayat-ayat dalam Surah Ar Ra’d (43 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 43 + Terjemahan Indonesia
QS. Ar-Ra'd (13) : 1-43 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 43

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ar Ra'd ayat 2 - Gambar 1 Surah Ar Ra'd ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 13:2
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ar Ra’d.

Surah Ar-Ra’d (bahasa Arab:الرّعد, ar-Ra’d, “Guruh”) adalah surah ke-13 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 43 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan Ar-Ra’d yang berarti Guruh (Petir) karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya …dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan lagi sesuai dengan sifat Alquran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia.
Isi yang terpenting dari surah ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat.
Bagi Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman.
Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.

Nomor Surah 13
Nama Surah Ar Ra’d
Arab الرعد
Arti Guruh (petir)
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 96
Juz Juz 13 (ayat 1-43)
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 43
Jumlah kata 854
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Yusuf
Surah selanjutnya Surah Ibrahim
Sending
User Review
4.6 (8 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
13:2, 13 2, 13-2, Surah Ar Ra'd 2, Tafsir surat ArRad 2, Quran Ar Rad 2, Ar-Ra’d 2, Surah Ar Rad ayat 2
▪ QS ar rad2
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 13:2

More Videos

Kandungan Surah Ar Ra’d

۞ QS. 13:1 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 13:2 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 13:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 13:5 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 13:6 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 13:7 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 13:8 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:9 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Kabir (Maha Besar) • Al Muta’ali (Maha Luhur) •

۞ QS. 13:10 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 13:11 Hukum alam • Tugas-tugas malaikat • Kebenaran dan hakikat takdir • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Azab orang kafir

۞ QS. 13:12 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 13:13 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 13:14 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 13:15 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 13:16 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Hanya Allah yang mendatangkan manfaat dan marabahaya • Keputusan di tangan Allah • Keputusan di tangan Allah

۞ QS. 13:17 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 13:18 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan • Nama-nama surga

۞ QS. 13:19 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 13:20 • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:21 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:22 Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:23 • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga •

۞ QS. 13:24 • Tugas-tugas malaikat • Sifat ahli surga

۞ QS. 13:25 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:26 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 13:28 • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 13:29 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 13:30 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 13:31 • Allah menepati janji • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Malikul Mulk (Maha Pemilik kerajaan) • Kebenaran hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 13:32 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 13:33 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 13:34 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 13:35 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Makanan dan minuman ahli surga • Azab orang kafir

۞ QS. 13:36 Tauhid Uluhiyyah • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 13:37 Al Wali (Maha Pelindung) • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 13:38 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 13:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 13:40 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:41 • Sifat hari penghitungan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 13:42 • Keluasan ilmu Allah • Kekuatan umat Islam di dunia • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 13:43 Al Syahid (Maha Menyaksikan)

Ayat Pilihan

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari & bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya),
dan telah menundukkan bagimu malam & siang.
QS. Ibrahim [14]: 33

Al Masih Isa putera Maryam,
seorang terkemuka dunia & akhirat & termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah).
QS. Ali ‘Imran [3]: 45

wanita yang sholehah,
ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,
oleh karena Allah telah memelihara (mereka).
QS. An-Nisa’ [4]: 34

Sungguh dosa itu atas orang yang berbuat zalim kepada manusia & melampaui batas di muka bumi tanpa hak.
Mereka mendapat azab.
Tapi orang yang sabar & memaafkan,
sungguh (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal yang diutamakan.
QS. Asy-Syura [42]: 42-43

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

+

Array

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

Zabaniah

Apa itu Zabaniah? Za.ba.ni.ah malaikat penjaga neraka … •

Kalkalah

Apa itu Kalkalah? Kalkalah atau qalqalah adalah bacaan pada huruf-huruf qalqalah dengan bunyi seakan-akan berdetik atau memantul. Huruf qalqalah ada lima yaitu qaf , tha , ba’ , jim , dan dal ....

Sad

Apa itu Sad? Surah Sad adalah surah ke-38 dalam Alquran. Surah yang terdiri atas 88 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Qamar. Dinamai dengan Sad karena surah in...