QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 54 [QS. 24:54]

قُلۡ اَطِیۡعُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوا الرَّسُوۡلَ ۚ فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنَّمَا عَلَیۡہِ مَا حُمِّلَ وَ عَلَیۡکُمۡ مَّا حُمِّلۡتُمۡ ؕ وَ اِنۡ تُطِیۡعُوۡہُ تَہۡتَدُوۡا ؕ وَ مَا عَلَی الرَّسُوۡلِ اِلَّا الۡبَلٰغُ الۡمُبِیۡنُ
Qul athii’uullaha wa-athii’uurrasuula fa-in tawallau fa-innamaa ‘alaihi maa hummila wa’alaikum maa hummiltum wa-in tuthii’uuhu tahtaduu wamaa ‘alarrasuuli ilaal balaaghul mubiin(u);

Katakanlah:
“Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu.
Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk.
Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”.
―QS. 24:54
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menanggung dosa orang lain ▪ Sifat iblis dan pembantunya
24:54, 24 54, 24-54, An Nuur 54, AnNuur 54, An Nur 54, An-Nur 54

Tafsir surah An Nuur (24) ayat 54

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah memerintahkan lagi kepada Nabi Muhammad ﷺ agar mengatakan kepada mereka, “Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya” dengan benar-benar dun janganlah kamu selalu berpura-pura beriman tetapi perbuatan dan tingkah lakumu bertentangan dengan kata-kata yang kamu ucapkan itu.
Ini adalah sebagai peringatan terakhir kepada mereka.
Bila mereka tetap juga berpaling dari kebenaran dan melakukan hal-hal yang merugikan perjuangan kaum Muslimin maka katakanlah kepada mereka, bahwa dosa perbuatanmu itu akan dipikulkan di atas pundakmu sendiri dan tidak akan membahayakan sedikitpun terhadap Nabi dan kaum Muslimin Kamu akan mendapat kemurkaan Allah dan siksaan-Nya.
Dan bila kamu benar-benar taat dan keluar dari kesesatanmu dengan menerima petunjuk Allah dan Rasul-Nya niscaya kamu akan termasuk golongan orang-orang yang beruntung.
Kewajiban Rasul hanya menyampaikan petunjuk dan nasihat, terserahlah kepadamu menerima atau menolaknya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan pula kepada mereka, “Taatilah Allah dan Rasul dengan sebenar-benarnya.
Buktikanlah ketaatan itu dengan amal perbuatan kalian.
Jika orang-orang munafik itu enggan dan tidak mematuhinya, maka sesungguhnya Muhammad ditugaskan oleh Allah hanya untuk menyampaikan risalah-Nya.
Dia tidak ditugaskan untuk memberikan hidayah kepada mereka.
Kewajiban kalian adalah melaksanakan dan mematuhi apa yang telah dibebankan Allah kepada kalian.
Kalian akan diberi hukuman jika terus melakukan maksiat.
Dan jika kalian mematuhi Rasul, maka kalian akan mendapatkan petunjuk kepada kebaikan.
Kewajiban Rasul hanyalah sekedar menyampaikan secara jelas, baik kalian menaatinya maupun melanggarnya.
Dan dia sudah menyampaikan itu semua.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah! “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan jika kalian berpaling) dari taat kepadanya.

Lafal Tawallau asalnya adalah Tatawallau, maksudnya pembicaraan ini ditujukan kepada mereka (maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya) yaitu menyampaikan risalah (dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepada kalian) yakni untuk taat kepadanya (dan jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian mendapat petunjuk.

Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan amanat Allah dengan terang”) yaitu secara jelas dan gamblang.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) kepada para manusia :
Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya.
Jika kalian menolak, maka sesungguhnya tugas Rasul itu hanyalah melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya yakni menyampaikan risalah-Nya.
Sedang bagi para manusia melaksanakan perintah yang dibebankan kepadanya.
Jika kalian menaati-Nya, niscaya kalian akan dibimbing kepada kebenaran.
Tugas seorang Rasul hanyalah menyampaikan risalah dari Rabb-nya dengan penyampaian yang jelas.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul.” (Q.S. An-Nuur [24]: 54)

Artinya, ikutilah petunjuk Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan jika kalian berpaling.
(Q.S. An-Nuur [24]: 54)

Yakni jika kalian berpaling dan meninggalkan apa yang disampaikan oleh rasul kepada kalian.

maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya.
(Q.S. An-Nuur [24]: 54)

Yaitu menyampaikan risalah dan menunaikan amanat.

dan kewajiban kalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepada kalian.
(Q.S. An-Nuur [24]: 54)

Yakni menerima hal tersebut, menghormatinya, dan mengerjakan apa yang telah digariskan olehnya.

Dan jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian mendapat petunjuk.
(Q.S. An-Nuur [24]: 54)

Demikian itu karena rasul menyeru kalian kepada jalan yang lurus, yaitu:

jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
(Q.S. Asy Shyuura [42]: 53), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
(Q.S. An-Nuur [24]: 54)

Sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 40)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.
(Q.S. Al-Ghaasyiyah [88]: 21-22)

Wahb ibnu Munabbih mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan wahyu kepada salah seorang nabi bangsa Bani Israil yang dikenal dengan nama Sya’ya, “Berdirilah kamu di kalangan Bani Israil, karena sesungguhnya Aku akan membuat lisanmu menyampaikan wahyu-Ku.” Maka nabi itu berdiri dan berkata, “Hai langit, dengarlah.
Hai bumi, dengarlah, karena sesungguhnya Allah hendak memutuskan suatu perkara dan mengatur suatu urasan penting, Dialah yang akan melaksanakannya.
Dia bermaksud memindahkan kampung ke daerah yang tak berpenghuni, dan kota ke daerah pedalaman, dan sungai-sungai ke padang sahara, dan nikmat­nya sampai kepada orang-orang fakir, dan kerajaan di tangan para pengembala.
Dia bermaksud mengutus seorang nabi yang ummi dari kalangan orang-orang ummi.
Nabi tersebut tidak kasar, tidak keras, tidak pula bersuara keras di pasar-pasar.
Seandainya dia melewati lentera, tentulah lentera itu tidak padam karena ketenangannya.
Dan seandainya dia berjalan di atas ranting-ranting yang kering, tidak terdengar suara dari bawah kedua telapak kakinya.
(Allah berfirman), ‘Aku mengutusnya sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dia tidak pernah berkata dusta.
Melalui dia Aku buka mata yang buta, telinga yang tuli dan hati yang terkunci.
Dan aku bimbing dia ke setiap perbuatan yang baik.
Aku anugerahkan kepadanya semua akhlak yang mulia, dan Aku jadikan sakinah (ketenangan) sebagai pakaiannya, kebaikan sebagai per­lambangnya, takwa sebagai isi hatinya, hikmah sebagai lisannya, kejujuran dan kesetiaan sebagai wataknya, suka memberi maaf dan ber­buat kebajikan adalah akhlaknya.
Kebenaran adalah syariatnya, keadilan adalah sepak terjangnya, hidayah adalah imamnya, Islam adalah agama­nya.
Namanya adalah Ahmad, Aku memberi petunjuk (manusia) dari kesesatan melalui dia, dan Aku memberikan pengajaran (kepada manusia) melalui dia (sehingga mereka terbebas dari) kejahilan (kebodohan), dan Aku angkat (harkat manusia) sesudah tenggelam di dalam kerendahan, dan Aku menjadikan (mereka) terkenal melaluinya sesudah tak dikenal.
Dan Aku jadikan (mereka) melaluinya menjadi banyak sesudah sedikit.
Dan Aku jadikan (mereka) berkecukupan melaluinya sesudah hidup dalam serba kekurangan.
Dan Aku jadikan (mereka) bersatu melaluinya sesudah berpecah belah.
Dan Aku jadikan hidup rukun di antara umat yang berbeda-beda, hati yang bertentangan dan kecenderungan yang beraneka ragam (melaluinya).
Dan Aku selamatkan melaluinya beberapa golongan besar manusia dari kebinasaan.
Dan Aku jadikan umatnya sebagai umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk umat manusia, memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mengesakan Tuhan, beriman, ikhlas, dan percaya dengan apa yang disampaikan oleh rasul-rasul’.”

Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.


Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai “An Nuur” yang berarti “Cahaya”,
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya’ni Al Qur’an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Ayat-ayat dalam Surah An Nuur (64 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nuur (24) ayat 54 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nuur (24) ayat 54 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nuur (24) ayat 54 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 64 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 24:54
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
4.4
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta