Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nuur (Cahaya) - surah 24 ayat 53 [QS. 24:53]

وَ اَقۡسَمُوۡا بِاللّٰہِ جَہۡدَ اَیۡمَانِہِمۡ لَئِنۡ اَمَرۡتَہُمۡ لَیَخۡرُجُنَّ ؕ قُلۡ لَّا تُقۡسِمُوۡا ۚ طَاعَۃٌ مَّعۡرُوۡفَۃٌ ؕ اِنَّ اللّٰہَ خَبِیۡرٌۢ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ
Wa-aqsamuu billahi jahda aimaanihim la-in amartahum layakhrujunna qul laa tuqsimuu thaa’atun ma’ruufatun innallaha khabiirun bimaa ta’maluun(a);
Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah sungguh-sungguh, bahwa jika engkau suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi.
Katakanlah (Muhammad),
“Janganlah kamu bersumpah, (karena yang diminta) adalah ketaatan yang baik.
Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
―QS. An Nuur [24]: 53

Daftar isi

And they swear by Allah their strongest oaths that if you ordered them, they would go forth (in Allah ‘s cause).
Say,
"Do not swear.
(Such) obedience is known.
Indeed, Allah is Acquainted with that which you do."
― Chapter 24. Surah An Nuur [verse 53]

وَأَقْسَمُوا۟ dan mereka bersumpah

And they swear
بِٱللَّهِ dengan Allah

by Allah
جَهْدَ sungguh-sungguh

strong
أَيْمَٰنِهِمْ sumpah mereka

their oaths
لَئِنْ sungguh jika

that if
أَمَرْتَهُمْ kamu menyuruh mereka

you ordered them,
لَيَخْرُجُنَّ pasti mereka keluar/pergi

surely they (would) go forth.
قُل katakanlah

Say,
لَّا jangan

"(Do) not
تُقْسِمُوا۟ kamu bersumpah

swear.
طَاعَةٌ ketaatan

Obedience
مَّعْرُوفَةٌ kebaikan/lebih baik

(is) known.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
خَبِيرٌۢ Maha Mengetahui

(is) All-Aware
بِمَا dengan/terhadap apa

of what
تَعْمَلُونَ kamu kerjakan

you do."

Tafsir Quran

Surah An Nuur
24:53

Tafsir QS. An-Nuur (24) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah kembali menerangkan tingkah laku orang-orang munafik yaitu mereka dengan mudah mengucapkan janji-janji yang muluk-muluk dan diperkuat dengan sumpah, tetapi tidak pernah mereka tepati.
Mereka bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa bila mereka diminta untuk ikut berperang bersama orang-orang mukmin mereka pasti akan ikut dan tidak akan menolak, bagaimana pun keadaan dan situasi mereka dan tidak akan memikirkan apa yang akan terjadi dalam peperangan itu, seakan-akan mereka yakin benar bahwa perintah berperang itu adalah untuk kepentingan bersama dan untuk menegakkan agama Allah.

Tetapi Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati mereka, bahwa mereka bila benar-benar diajak untuk berperang melawan musuh, mereka akan mencari dalih dan alasan agar mereka tidak ikut pergi dan tinggal saja di Madinah.
Oleh sebab itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ agar melarang mereka bersumpah, karena sumpah seperti itu berat resikonya.

Mereka tidak perlu bersumpah karena Allah sudah mengetahui bahwa ketaatan dan kepatuhan mereka hanya di mulut saja dan tidak timbul dari hati nurani yang bersih.
Senada dengan ayat ini Allah ﷻ berfirman:

يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ

Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu bersedia menerima mereka.

Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, Allah tidak akan rida kepada orang-orang yang fasik. (At-Taubah [9]: 96)

Dan firman-Nya:

وَيَحْلِفُوْنَ بِاللّٰهِ اِنَّهُمْ لَمِنْكُمْ وَمَا هُمْ مِّنْكُمْ وَلٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَّفْرَقُوْنَ

Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu;
namun mereka bukanlah dari golonganmu, tetapi mereka orang-orang yang sangat takut (kepadamu).
(At-Taubah [9]: 56)

Oleh karena itu Allah mengingatkan mereka terhadap sumpah palsu yang mereka ucapkan itu dan mengancam akan menimpakan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka yang jahat itu, dan menjelaskan bahwa Dia mengetahui segala tingkah laku mereka dan niat jahat mereka serta tipu daya yang mereka atur untuk menipu kaum Muslimin.

Tafsir QS. An Nuur (24) : 53. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang munafik bersumpah menggunakan nama Allah dengan sekuat-kuatnya bahwa jika kamu, hai Muhammad, menyuruh mereka berperang bersamamu, mereka pasti mematuhinya.
Katakanlah kepada mereka,
"Janganlah kalian bersumpah.


Sebab yang kalian minta itu adalah sesuatu yang kalian ketahui dan tidak seorang pun dari kalian yang mengingkarinya.
Pengetahuan tentang itu tidak bisa dinafikan dengan sumpah-sumpah palsu yang kalian lakukan.


Allah Maha Mengetahui apa yang terjadi pada kalian, dan Dia akan membalas itu semua."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang munafik bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah:
Jika kamu wahai Rasul! Memerintahkan kami untuk berjihad bersamamu, niscaya kami pasti akan berangkat.
Katakan kepada mereka:
Janganlah kamu bersumpah dusta, karena ketaatan kalian sudah diketahui hanya di bibir saja.


Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan perbuatan kalian dan nanti akan memberikan balasan kepada kalian karenanya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah) dengan sekuatnya


(jika kalian suruh mereka) untuk pergi berjihad


(pastilah mereka akan pergi.
Katakanlah!) kepada mereka


("Janganlah kalian bersumpah, karena ketaatan yang diminta ialah ketaatan yang sebenarnya) maksudnya taat yang sebenarnya kepada Nabi adalah lebih baik daripada sumpah kalian yang tidak kalian tunaikan.


(Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan") berupa ketaatan kalian secara lisan, padahal kalian bertentangan dalam prakteknya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan keadaan orang-orang munafik yang pada mulanya bersumpah kepada Rasulullah ﷺ bahwa jika Rasul memerintahkan kepada mereka untuk berangkat perang, niscaya mereka akan berangkat.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Katakanlah,
"Janganlah kalian bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal.
(QS. An-Nuur [24]: 53)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah ketaatan yang kalian dituntut untuk melakukannya sudah dikenal.
Dengan kata lain, ketaatan kalian itu telah diketahui sesungguhnya hanyalah ucapan belaka yang tidak dibarengi dengan perbuatan.
Manakala kalian bersumpah, berarti kalian dusta.
Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Mereka akan bersumpah kepada kalian agar kalian rida.
(QS. At-Taubah [9]: 96), hingga akhir ayat.

Dan Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 16), hingga akhir ayat.

Watak mereka adalah pendusta, sehingga dalam keadaan mempunyai alternatif lain pun mereka masih berdusta.
Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara Ahli Kitab,
"Sesungguhnya jika kalian diusir, niscaya kami pun akan keluar bersama kalian, dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kalian, dan jika kalian diperangi, pasti kami akan membantu kalian."
Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka diperangi, niscaya mereka tiada akan menolongnya, sesungguhnya jika mereka menolongnya, niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.
(QS. Al-Hasyr [59]: 11-12)

Menurut pendapat yang lain, makna firman-Nya:

(karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal.
(QS. An-Nuur [24]: 53)

Maksudnya, ketaatan yang kalian dituntut untuk melakukannya ialah ketaatan yang sudah dikenal, tanpa memakai sumpah dan segala macam janji.
Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang mukmin, tanpa memakai sumpah segala.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.
(QS. An-Nuur [24]: 53)

Yakni Dia Maha Mengetahui kalian, siapa yang taat dan siapa yang durhaka di antara kalian.
Sumpah dan menampakkan ketaatan sekalipun di batin memendam hal yang bertentangan, walaupun hal ini tidak diketahui oleh makhluk, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui rahasia dan yang tersembunyi.
Tiada suatu kepalsuan pun yang tersembunyi bagi Allah, bahkan Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam hati hamba-hamba-Nya, sekalipun mereka menampakkan hal yang berbeda dengannya.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nuur (24) Ayat 53

THAA’AH
طَاعَة

Lafaz ini adalah ism mashdar dari tawa’a.

Ibnu Faris berkata,
"Asal lafaz ini yaitu Al ta’, Al waw dan Al ‘ayn menunjukkan makna menemani dan patuh."

Tha’ah bermakna ketaatan, patuh dan muafakat, ia tidak terjadi kecuali melalui suatu perintah.

Lafaz ini dibakukan ke dalam bahasa Melayu yang dinamakan ‘taat‘ dan ia mengandung makna sentiasa menurut perintah, baik pada Tuhan dan lain-lain, patuh, kuat beribadat dan shaleh.

Ia disebut tiga kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
An Nisaa (4), ayat 81;
An Nuur (24), ayat 53;
Muhammad (47), ayat 21.

Taat ialah patuh, setia ataupun tunduk.
Taat kepada Allah berarti patuh, setia dan tunduk kepada Allah dengan memelihara syariatnya dan melaksanakan segala perintahnya, meninggalkan atau menjauhi segala larangannya; seterusnya mencontohi sunnah rasul Nya.

Menurut Imam Al Ghazali, makna taat ialah melaksanakan apa saja yang ditetapkan oleh Allah dan menjauhi apa saja yang diharamkan Nya.

Al Kafawi mengungkapkan, thaa’ah ialah menyetujui sesuatu perkara dan ia lebih umum dari ibadah, karena ibadah lebih banyak digunakan dalam mengagungkan Allah dengan sebenarbenarnya.

Thaa’ah juga digunakan untuk menyetujui perintah Allah dan perintah selainnya, mengerjakan segala perintah walau ia mandub sekalipun, meninggalkan apa yang dilarang walaupun ianya makruh.
Ketaatan kepada selain Allah di luar kemaksiatan dibolehkan.

Ketaatan sekiranya mengakibatkan kepada kemaksiatan, wajib meninggalkannya karena apa saja yang mengakibatkan kejahatan ia termasuk kejahatan sekalipun, meninggalkan apa yang dilarang walaupun ianya makruh.

Ketaatan kepada selain Allah diluar kemaksiatan dibolehkan.

Dalam Tafsir Al Jalalayn diterangkan, ia bermakna ketaatan hanya dalam perkataan tetapi berlainan dalam perbuatan.

Begitu juga dalam surah An Nisaa di mana orang munafik berkata,
"Sekiranya mereka diperintahkan dengan sesuatu, keadaan mereka patuh dan tunduk, namun sekiranya mereka bertemu sesama mereka, mereka menampakkan kekufuran mereka dan bukan ketaatan."

Kesimpulannya, lafaz thaa’ah di dalam Al Qur’an menunjukkan ketaatan yang dusta dan tipu, kareana lafaz ini dikaitkan dengan ketaatan orang munafik.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:331

Unsur Pokok Surah An Nuur (النور)

Surat An-Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.

Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

▪ Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat.
▪ Hanya Allah yang menguasai langit dan bumi.
▪ Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan agama Allah.
▪ Iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

▪ Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adabadab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

▪ Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul mukmininAisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

▪ Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air.
▪ Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Audio Murottal

QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 64 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 64

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nuur ayat 53 - Gambar 1 Surah An Nuur ayat 53 - Gambar 2
Statistik QS. 24:53
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
Sending
User Review
4.5 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

24:53, 24 53, 24-53, Surah An Nuur 53, Tafsir surat AnNuur 53, Quran An Nur 53, An-Nur 53, Surah An Nur ayat 53

Video Surah

24:53


More Videos

Kandungan Surah An Nuur

۞ QS. 24:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:2 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:4 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 24:9 • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 24:10 • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 24:11 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:14 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:15 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:18 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:19 • Keluasan ilmu Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:20 • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 24:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 24:22 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 24:23 • Dosa-dosa besar • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:24 • Manusia bersaksi atas dirinya • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:25 • Al Haq (Maha Benar) • Al Mubin (Maha Penjelas) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:26 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 24:28 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:29 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 24:30 • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 24:32 • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 24:33 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 24:34 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:35 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • An Nur (Cahaya) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:36 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 24:37 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 24:38 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 24:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 24:41 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:42 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 24:43 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 24:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 24:45 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 24:46 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:47 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:48 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:49 • Sifat orang munafik

۞ QS. 24:50 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 24:52 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 24:53 • Al Khabir (Maha Waspada) • Sifat orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:54 • Sifat orang munafik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 24:55 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid Uluhiyyah • Kekuatan umat Islam di dunia • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 24:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:58 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:59 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:60 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:61 • Toleransi Islam

۞ QS. 24:62 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 24:63 • Sifat orang munafik • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:64 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman & mengerjakan amal saleh & nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran & nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

QS. Al-‘Asr [103]: 1-3

Dialah,
Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu,
sebagian menjadi minuman & sebagian (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan,
yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
QS. An-Nahl [16]: 10

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
QS. Al-Insyirah [94]: 7

maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,
QS. An-Nahl [16]: 43

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Correct! Wrong!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Correct! Wrong!

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Correct! Wrong!

+

Array

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Kamus Istilah Islam

At-Tin

Apa itu At-Tin? Surah At-Tin adalah surah ke-95 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah Al-Buruj. Nama At-Tin diambil dar...

Ubaidillah bin Abdullah

Siapa itu Ubaidillah bin Abdullah? Abu Abdullah Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud al-Hadzali adalah seorang ulama dan ahli fiqih dan hadits dari golongan tabi’in, yang termasuk...

Sunan Darimi

Apa itu Sunan Darimi? Sunan al-Darimi atau Musnad al-Darimi oleh Abdullah ibn Abdul Rahman ad-Darimi merupakan kumpulan Hadis yang penting, seperti Muwatta Malik dan Musnad Ahmad. Walaupun terkadang...