QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 50 [QS. 24:50]

اَفِیۡ قُلُوۡبِہِمۡ مَّرَضٌ اَمِ ارۡتَابُوۡۤا اَمۡ یَخَافُوۡنَ اَنۡ یَّحِیۡفَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ وَ رَسُوۡلُہٗ ؕ بَلۡ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الظّٰلِمُوۡنَ
Afii quluubihim maradhun amiirtaabuu am yakhaafuuna an yahiifallahu ‘alaihim warasuuluhu bal uula-ika humuzh-zhaalimuun(a);

Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka?
Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
―QS. 24:50
Topik ▪ Tanggung jawab pemimpin
24:50, 24 50, 24-50, An Nuur 50, AnNuur 50, An Nur 50, An-Nur 50

Tafsir surah An Nuur (24) ayat 50

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 50. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah mengemukakan pertanyaan mengenai sebab-sebab yang membawa orang-orang munafik itu bersifat demikian.
Apakah karena memang dalam hati mereka ada penyakit sehingga mereka selalu ragu dan syak wasangka terhadap segala putusan yang merugikan mereka walaupun bukti-bukti dan dalil-dalil menguatkan putusan itu?
Ataukah memang mereka pada dasarnya ragu-ragu terhadap kerasulan dan kenabian Muhammad ﷺ.
Ataukah memang khawatir Allah dan Rasul-Nya akan berlaku zalim terhadap mereka?
Memang demikian akhlak dan tingkah laku mereka dan demikianlah sifat-sifat mereka.
Demikianlah sifat-sifat orang-orang yang telah sesat, tidak mau menerima kebenaran bila akan merugikan mereka.
Itulah sifat-sifat orang-orang kafir yang telah tersesat sejauh-jauhnya.
Mereka itulah orang-orang yang zalim yang suka merugikan orang lain dan zalim pula terhadap diri mereka sendiri.
Bukan demikian sifat-sifat orang-orang yang benar beriman.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mengapa mereka bersikap seperti itu dalam berperkara di hadapan Rasul?
Apakah itu karena diri mereka menderita kebutaan sehingga mereka tidak tunduk kepada keputusanmu yang benar?
Atau karena mereka ragu bahwa Muhammad ﷺ.
dapat berlaku adil dalam berkeputusan?
Itu semua tidaklah beralasan sama sekali.
Merekalah sebenarnya orang-orang yang menzalimi diri mereka dan orang lain, karena kekafiran, kemunafikan dan keberpalingan mereka dari kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apakah di dalam hati mereka ada penyakit) yakni kekafiran (atau karena mereka ragu-ragu) mereka meragukan kenabiannya (ataukah karena mereka takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka?) di dalam peradilan, yakni mereka diperlakukan secara aniaya di dalamnya.

Tidak (sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim) karena mereka berpaling dari peradilan itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah sebab mereka menolak karena di dalam hati mereka ada penyakit nifak.
Ataukah karena mereka meragukan kenabian Muhammad.
Ataukah karena mereka khawatir hukum Allah dan Rasul-Nya itu menyimpang??
Sekali-kali tidak!! Sesungguhnya mereka bukan takut menyimpang, tetapi sebabnya karena mereka adalah orang-orang yang zhalim lagi para pendosa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sebenarnya mereka itulah orang-orang yang zalim.
(Q.S. An-Nuur [24]: 50)

Yaitu pada hakikatnya mereka adalah orang-orang yang zalim dan melampaui batas, Allah dan rasul-Nya bersih dari apa yang mereka duga dan apa yang mereka curigai, yaitu berbuat tidak adil dan lalim dalam memutuskan hukum.
Mahatinggi Allah dan rasul-Nya dari perbuatan seperti itu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Isma’il, telah menceritakan kepada kami Mubarak, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, bahwa dahulu bila seorang lelaki mempunyai persengketaan dengan orang lain, lalu ia dipanggil untuk menghadap kepada Nabi ﷺ, sedangkan dia dalam keadaan benar.
Maka ia datang dengan patuh karena ia mengetahui bahwa Nabi ﷺ pasti akan memutuskan kebenaran baginya.
Tetapi bila ia berada dalam pihak yang zalim, lalu dipanggil untuk menghadap kepada Nabi ﷺ, ia berpaling dan mengatakan, “Aku akan pergi meminta peradilan kepada si Fulan.” Maka Allah menurunkan ayat ini, dan Nabi ﷺ bersabda:

Barang siapa antara dia dan saudaranya terjadi persengketaan, lalu ia dipanggil untuk menghadap kepada peradilan kaum muslim, dan dia menolak tidak mau memenuhinya, maka dia adalah orang yang zalim, tiada hak baginya.

Hadis ini garib dan predikatnya adalah mursal.


Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai “An Nuur” yang berarti “Cahaya”,
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya’ni Al Qur’an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Ayat-ayat dalam Surah An Nuur (64 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nuur (24) ayat 50 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nuur (24) ayat 50 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nuur (24) ayat 50 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 64 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 24:50
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
4.6
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim