Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nuur

An Nuur (Cahaya) surah 24 ayat 45


وَ اللّٰہُ خَلَقَ کُلَّ دَآبَّۃٍ مِّنۡ مَّآءٍ ۚ فَمِنۡہُمۡ مَّنۡ یَّمۡشِیۡ عَلٰی بَطۡنِہٖ ۚ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ یَّمۡشِیۡ عَلٰی رِجۡلَیۡنِ ۚ وَ مِنۡہُمۡ مَّنۡ یَّمۡشِیۡ عَلٰۤی اَرۡبَعٍ ؕ یَخۡلُقُ اللّٰہُ مَا یَشَآءُ ؕ اِنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ
Wallahu khalaqa kulla daabbatin min maa-in faminhum man yamsyii ‘ala bathnihi waminhum man yamsyii ‘ala rijlaini waminhum man yamsyii ‘ala arba’in yakhluqullahu maa yasyaa-u innallaha ‘ala kulli syai-in qadiirun;

Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki.
Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
―QS. 24:45
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan hewan ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
24:45, 24 45, 24-45, An Nuur 45, AnNuur 45, An Nur 45, An-Nur 45
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 45. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah mengarahkan perhatian manusia supaya memperhatikan bintang-bintang yang bermacam-macam jenis dan bentuknya.
Dia telah menciptakan semua jenis binatang itu dari air.
Ternyata memang air itulah yang menjadi pokok bagi kehidupan binatang dan sebagian besar dari unsur-unsur yang ada dalam tubuhnya adalah air, dan tidak akan dapat bertahan dalam hidupnya tanpa air.
Di antara binatang-binatang itu ada yang melata yang bergerak dan berjalan dengan perutnya seperti ular.
Di antaranya ada yang berjalan dengan dua kaki dan ada pula yang berjalan dengan empat kaki, bahkan kita lihat pula di antara binatang-binatang itu yang banyak kakinya, tetapi tidak disebutkan dalam ayat ini karena Allah menerangkan bahwa Dia menciptakan apa yang dikehendaki Nya bukan saja binatang-binatang yang berkaki banyak tetapi mencakup semua binatang dengan berbagai macam bentuk.
Masing-masing binatang itu diberinya naluri anggota dan alat-alat pertahanan agar ia dapat menjaga kelestarian hidupnya.
Ahli-ahli ilmu hewan merasa kagum memperhatikan susunan tubuh anggota masing-masing hewan itu sehingga ia dapat bertahan atau menghindarkan diri dari musuhnya yang hendak membinasakannya.
Hal itu semua menunjukkan kekuasaan Allah dan atas ketelitian dan kekokohan ciptaan Nya.
Memang tidaklah dapat manusia bagaimanapun tinggi ilmu dan teknologinya menciptakan sesuatu seperti ciptaan Allah sebagaimana tersebut dalam firman Nya:

(Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(Q.S.
An Naml: 88)

An Nuur (24) ayat 45 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nuur (24) ayat 45 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nuur (24) ayat 45 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah adalah Pencipta segala sesuatu dengan kehendak-Nya.
Dia menciptakan semua jenis hewan dari asal yang sama yaitu air.
Maka tidak satu pun hewan yang tidak memerlukan air.
Kemudian dijadikanlah hewan-hewan itu bervariasi dari segi jenis, potensi dan perbedaan-perbedaaan lainnya.
Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya seperti ikan, dan binatang merangkak lainnya.
Sebagian lainnya berjalan di atas kedua kakinya seperti manusia dan burung.
Ada pula jenis hewan yang berjalan di atas empat kaki seperti binatang-binatang.
Allah menciptakan makhluk yang dikehendaki-Nya dengan cara bagaimana pun untuk menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan-Nya.
Dia adalah Zat yang berkehendak memilih dan Mahakuasa atas segala sesuatu[1].

[1] Air yang dimaksud dalam ayat di atas adalah air kehidupan atau air yang mengandung anasir-anasir spermatozoa.
Ayat ini tidak hanya mendahului ilmu pengetahuan dalam menerangkan kejadian manusia dari setetes air seperti disebut dalam ayat 5 dan 6 surat al-Thariq, bahkan juga telah mendahului ilmu pengetahuan dalam menerangkan bahwa setiap makhluk hidup di atas bumi berkembang biak melalui sperma, meskipun bentuk dan ciri sperma yang ada pada masing-masing makhluk itu berbeda.
Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, ayat ini mengandung penafsiran ilmiah bahwa air merupakan sarana terpenting dalam kejadian setiap makhluk.
Ambillah contoh, misalnya, kandungan air dalam tubuh manusia yang mencapai 70% dari berat tubuhnya.
Ini berarti, seseorang yang mempunyai berat badan 70 kg, di dalam tubuhnya terkandung sekitar 50 kg air.
Kejadian manusia dan besarnya kandungan air di dalam tubuh, sebagaimana disebutkan di atas, belum diketahui sebelum Al Quran diturunkan.
Bagi manusia, air lebih penting dari makanan.
Seseorang mungkin dapat bertahan hidup selama 60 hari tanpa makan.
Tetapi tanpa air, manusia diperkirakan hanya mampu bertahan 3 sampai 10 hari.
Selain itu, air adalah asal mula terbentuknya darah, cairan limpa, cairan sumsum, kencing, air mata, air liur, air empedu, susu dan seluruh cairan yang ada di sendi.
Airlah yang menyebabkan tubuh manusia menjadi lentur.
Kalau saja tubuh seseorang kehilangan 20% air, maka ia tidak akan dapat bertahan hidup.
Demikian pula, air dapat berfungsi melarutkan bahan-bahan makanan setelah dikunyah dan ditelan.
Di samping itu ia juga dapat melarutkan sisa-sisa proses metabolisme melalui kencing dan keringat.
Demikianlah, air menjadi bagian terbesar dan terpenting dalam tubuh manusia.
Karena itu dapat dikatakan bahwa setiap makhluk hidup, sebagaimana dijelaskan ayat ini, diciptakan dari air.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan) maksudnya makhluk hidup (dari air) yakni air mani (maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya) seperti ulat dan binatang melata lainnya (dan sebagian berjalan dengan dua kaki) seperti manusia dan burung (sedangkan sebagian yang lain berjalan dengan empat kaki) seperti hewan liar dan hewan ternak.
(Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah telah menciptakan semua jenis makhluk yang melata di muka bumi dari air.
Air merupakan asal penciptaan makhluk-Nya.
Di antara makhluk itu ada yang berjalan di atas perutnya seperti ular dan yang semisalnya.
Ada yang berjalan dengan dua kaki, misalnya manusia.
Ada yang berjalan dengan empat kaki, misalnya hewan ternak dan yang semisalnya.
Allah menciptakan makhluk-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.
Dia adalah Dzat yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan tentang Kekuasaan-Nya Yang Mahasempurna dan Pengaruh-Nya Yang Mahaagung dalam menciptakan makhluk-Nya yang beraneka ragam bentuk, warna dan sepak terjangnya, yang semuanya itu Dia ciptakan dari satu air.

maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya.
(An Nuur:45)

seperti ular'dan hewan-hewan lainnya yang bentuknya serupa

dan sebagian berjalan dengan dua kaki.
(An Nuur:45)

seperti manusia, dan burung.

sedangkan sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki.
(An Nuur:45)

seperti hewan ternak dan hewan-hewan lainnya.
Karena itu disebutkan dalam firman selanjutnya:

Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.
(An Nuur:45)

dengan kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya apa yang dikehendaki-Nya pasti ada, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tiada.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
(An Nuur:45)

Kata Pilihan Dalam Surah An Nuur (24) Ayat 45

DAABBAH
دَآبَّة

Lafaz ini berasal dari lafaz dabba, jamaknya adalah dawaabb digunakan untuk mudzakkar dan mu'annats dan al-taa' adalah isyarat untuk menunjukkan mufrad (satu). Maknanya setiap apa yang berjalan dengan perlahan di atas muka bumi dan mayoritasnya ditujukan kepada hewan yang digunakan sebagai tunggangan.

Al Kafawi berkata,
"Ia (dabbah) bermakna setiap yang berjalan di muka bumi secara umumnya dan kuda, baghal dan keledai khususnya."

Lafaz daabbah disebut sebanyak 14 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 164;
-Al An'aam (6), ayat 38;
-Hud (11), ayat 6, 56;
-An Nahl (16), ayat 49, 61;
-An Nur (24), ayat 45;
-An Naml (27), ayat 82;
-Al Ankaabut (29), ayat 60;
-Luqman (31), ayat 10;
-Saba' (34), ayat 14;
-Faathir (35), ayat 45;
-Asy Syuura (42), ayat 29;
-Al­ Jaatsiyah (45) ayat 4.

Al Qurtubi berkata daabbah bermakna merangkum keseluruhan hewan," sedang­kan Asy Syawkani berkata,
"Ia bermakna setiap hewan yang berjalan di muka bumi.

Dalam Tafsir Al Manar, makna lafaz daabbah ada­lah semua benda yang hidup yang merayap dan merangkak di muka bumi yang tidak ter­hitung bilangannya.

At Tabari berpendapat, lafaz daabbah ber­makna nama bagi setiap yang memiliki roh yang berjalan atau merangkak di atas bumi selain burung. Hal ini dikuatkan pemisahan antara lafaz daabbah dan at tayr (burung) dalam surah Al An'aam yang bermaksud, "Dan tidak seekor pun binatang yang melata di muka bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan (mereka ialah) umat seperti kamu"

Muhammad Ali As Sabbuni berkata,
"Ad daabbah dalam ayat ini bermakna hewan yang melata di muka bumi dan burung yang terbang di udara." Namun, Al Qurtubi me­nerangkan sebahagian pakar ada yang me­ngeluarkan burung dari termasuk ke dalam makna daabbah adalah ditolak. Allah berkata dalam surah Hud yang berrnaksud, "Dan tiadalah sesuatu pun dari makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jua yang menanggung rezekinya" Sesungguhnya burung dalam beberapa keadaan melata dan berjalan dengan kedua kakinya.

Kesimpulannya, lafaz daabbah apabila di­sebut dengan sendirinya termasuk hewan yang melata, bergerak di muka bumi dan bila disebut dengan hewan yang lain seperti burung ia bermakna hewan yang mayorisanya hanya melata di muka bumi.

Dawaabb disebut sebanyak empat kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Anafal (8), ayat 22, 55;
-Al Hajj (22), ayat 18;
-Faathir (35), ayat 28.

Lafaz dalam bentuk jamak ini mengandung dua makna:

Pertama, lafaz ini adalah kiasan bagi orang kafir dan makna itu terdapat dalam surah Al Anfaal.

Ibn Katsir berkata,
"Sesungguhnya sehina-hina hewan di muka bumi adalah mereka yang kufur dan tidak beriman di mana setiap kali mereka membuat perjanji­an, mereka mengingkarinya dan setiap kali mereka diyakinkan dengan ke­imanan, mereka melanggar dan me­rusakkannya. Mereka adalah makhluk yang paling jahat dan hina karana se­tiap binatang dan lainnya tunduk dan taat kepada Allah padahal Dia men­ciptakannya bagi mereka sedangkan mereka dicipta untuk beribadah kepada­ Nya namun mereka kufur.
Oleh karena itu, mereka disamakan dengan binatang.

Allah berfirman, "Dan ban­dingan (orang yang menyeru) orang kafir (yang tidak mau beriman itu) samalah seperti orang yang berteriak memanggil binatang yang tidak dapat memahami selain dari hanya mendengar suara panggilan saja."

Dalam ayat yang lain yang berarti, "Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih hina; mereka itu­lah orang yang lalai".

Diriwayatkan dari Ibn Abbas, Mujahid dan Ibnu Jarir, yang di­maksudkan dalam ayat di atas adalah golongan Bani 'Abd Ad Dar dari suku Quraisy.

Muhammad bin Ishaq ber­pendapat mereka ialah orang munafik.

Ibnu Katsir berkata,
"Keduanya tidaklah bertentangan."

Kedua, lafaz dawaabb bermakna binatang yang melata di muka bumi seperti jamak dari pengertian di atas yang mencakup semua hewan.

Ibnu Zaid berkata,
lafaz dawaab bermakna al khalq ialah makhluk. Namun, lafaz jamak yang disebutkan di dalam Al Qur'an kebanyakannya bermakna hewan secara umumnya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:216-218

Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya'ni Al Qur'an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li'an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu'minin 'Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.


Gambar Kutipan Surah An Nuur Ayat 45 *beta

Surah An Nuur Ayat 45



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nuur

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending







✔ tafsiran ayat al quran surah an nur ayat 45

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku