Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Nuur

An Nuur (Cahaya) surah 24 ayat 41


اَلَمۡ تَرَ اَنَّ اللّٰہَ یُسَبِّحُ لَہٗ مَنۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ الطَّیۡرُ صٰٓفّٰتٍ ؕ کُلٌّ قَدۡ عَلِمَ صَلَاتَہٗ وَ تَسۡبِیۡحَہٗ ؕ وَ اللّٰہُ عَلِیۡمٌۢ بِمَا یَفۡعَلُوۡنَ
Alam tara annallaha yusabbihu lahu man fiis-samaawaati wal ardhi wath-thairu shaaffaatin kullun qad ‘alima shalaatahu watasbiihahu wallahu ‘aliimun bimaa yaf’aluun(a);

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah:
kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.
Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
―QS. 24:41
Topik ▪ Allah menepati janji
24:41, 24 41, 24-41, An Nuur 41, AnNuur 41, An Nur 41, An-Nur 41
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah mengarahkan pikiran Nabi Muhammad ﷺ pada khususnya dun pikiran manusia pada umumnya untuk memperhatikan alam, baik di langit maupun di bumi agar dia menginsafi bahwa di samping manusia sebagai makhluk Allah, banyak lagi bermacam-macam makhluk Nya yang bila diperhatikan pasti akan membawa kepada kepercayaan akan kekuasaan Khaliknya dan kebijaksaan Nya mengatur segala sesuatu dengan rapi dan seimbang.
Semua makhluk itu walaupun tidak disadari oleh manusia tunduk patuh dun bertasbih menyucikan Nya menurut segala ketentuan yang telah ditetapkan Nya.
Kalaulah ada sebuah bintang saja keluar dari garis edarnya dan tidak mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan Allah, tentulah akan terjadi pembenturan di antara bintang-bintang yang mengakibatkan rusaknya susunan alam yang harmonis itu dan hancurlah sebagian dari bintang-bintang itu dan tidak mustahil bumi kita akan terkena malapetaka besar.
Tetapi nyatanya tak pernah ada kejadian seperti itu dun yakinlah bahwa semua makhluk Allah itu senantiasa mematuhi semua tata tertib yang telah ditetapkan Nya.
Allah menyuruh manusia memperhatikan setiap makhluk Nya yang kecil lagi lemah, yaitu burung yang dapat terbang melayang di udara dan kadang-kadang kelihatan seakan-akan dia berhenti sejenak di awang-awang sedang menurut undang-undang alam yaitu daya tarik bumi setiap barang yang mempunyai berat pasti akan jatuh ke bumi.
Tetapi burung-burung itu sekalipun demikian tetap bermain-main di udara dengan aman tanpa ada sedikit pun kekhawatiran akan jatuh ke bumi.
Hal ini karena Allah telah mengatur bentuk burung-burung itu dilengkapi dengan sayap dan dapat dikembangkan dan diketupkan.
Maka dengan bentuk dan susunan seperti itu dia dapat mengatasi kaidah tarikan bumi terhadap sesuatu yang berbobot dan mempunyai berat.
Kita tak dapat melihat bahwa burung-burung itu sedang menikmati karunia Allah kepadanya dan bersyukur dan bertasbih kepada Khalik penciptanya.
Bertasbih bagi makhluk selain manusia bukanlah seperti kita bertasbih dengan berzikir dengan menyebut nama Nya tetapi bagi mereka ada cara-cara tertentu yang tak dapat kita ketahui.
Allah lah Yang Maha Mengetahui bagaimana cara mereka bertasbih dan salat.
Bila kita sadari bahwa semua makhluk Allah semenjak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya bertasbih menyucikan nama Nya dan mensyukuri nikmat dan karunia Nya, sungguh amat mengherankan kenapa di antara manusia yang telah dianugerahi Nya akal pikiran dan perasaan, masih ingkar dan durhaka kepada Nya.
Masih ada di antara mereka yang menyembah selain Nya dan mempersekutukan Nya dengan berhala atau manusia ciptaan Nya.
Mereka tidak pernah bertasbih kepada Nya, menyucikan Nya dan mensyukuri nikmat Nya.

Alangkah bodoh dan dungunya orang-orang seperti itu pada hal makhluk yang tidak berakal selalu bertasbih menyucikan nama Nya.
Pada suatu ketika pernah pernah Nabi Muhammad ﷺ dengan rahmat Tuhannya mendengar batu kerikil di bawah telapak kakinya bertasbih kepada Allah.
Pernah pula ketika Nabi Daud meniup serulingnya Allan memerintahkan kepada gunung-gunung dan burung-burung supaya bertasbih bersama Nabi Daud menyucikan nama Nya seperti tersebut dalam firman Nya:

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami (Kami berfirman), "Hai gunung-gunung dan burung-burung bertasbihlah, berulang-ulang bersama Daud",
dan Kami telah melunakkan besi untuknya".

(Q.S.
Saba: 10)

An Nuur (24) ayat 41 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nuur (24) ayat 41 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nuur (24) ayat 41 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Rasul, tidakkah kamu yakin bahwa semua yang menetap di langit dan bumi tunduk kepada Allah subhanahu wa ta'ala Termasuk burung-burung juga tunduk kepada-Nya ketika sedang membentangkan sayapnya.
Semua makhluk tersebut tunduk pada perintah dan aturan Allah.
Mereka menyucikan-Nya dari sekutu dan segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya.
Semua makhluk ini--melalui wahyu--telah mengetahui kewajiban mereka untuk tunduk kepada Allah dan menyucikan-Nya serta melaksnakan tugas kehidupan.
Di balik itu, Allah Maha Mengetahui salat, tasbih dan semua yang dilakukan hamba-hamba-Nya.
Lalu bagaimana orang-orang itu tidak mempercayai-Nya?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidakkah kamu melihat, bahwasanya Allah kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi) dan termasuk ke dalam pengertian bertasbih adalah salat (dan juga burung-burung) lafal Thair adalah bentuk jamak dari lafal Ath Thaair, yakni makhluk yang terbang antara bumi dan langit (dengan mengembangkan sayapnya) lafal Shaaffaatin adalah Hal atau kata keterangan keadaan dari burung-burung tadi, yaitu burung-burung itu membaca tasbih dengan mengembangkan sayapnya.
(Masing-masingnya telah diketahui) oleh Allah (cara salat dan bertasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan).
Di dalam ungkapan ini, semuanya dianggap sebagai makhluk yang berakal.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidakkah kamu tahu (wahai Rasul) bahwasanya semua makhluk yang ada di langit dan di bumi dan juga burung yang mengembangkan sayapnya di angkasa bertasbih kepada Allah??
Semua makhluk telah diberi petunjuk oleh Allah tentang bagaimana cara shalat dan bertasbih kepada-Nya.
Allah adalah Dzat yang Mahasuci dan Maha Mengetahui.
Dia melihat apa yang dilakukan semua hamba-Nya yang bertasbih.
Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari diri-Nya dan dengan itu Dia akan memberikan balasannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala memberitahukan bahwa bertasbih kepada-Nya semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, dari kalangan para malaikat, manusia, jin, dan semua hewan serta semua benda mati.
Seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
(Al Israa':44), hingga akhir ayat

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

dan (juga) burung-burung dengan mengembangkan sayapnya.
(An Nuur:41)

Yakni di saat sedang terbang, burung-burung bertasbih kepada Tuhannya dan menyembah-Nya dengan tasbihnya sendiri yang telah di ilhamkan dan dibimbingkan oleh Allah kepadanya, dan Allah mengetahui apa yang sedang dilakukannya.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

Masing-masing telah mengetahui (cara) salat dan tasbihnya.
(An Nuur:41)

Yaitu masing-masing dari makhluk itu telah mendapat bimbingan dari Allah tentang cara menempuh jalan dan sepak terjangnya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala Kemudian Allah memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia Mengetahui semuanya itu, tiada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatupun dari hal tersebut.
Karena itu Allah subhanahu wa ta'ala ber­firman:

dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(An Nuur:41)

Kata Pilihan Dalam Surah An Nuur (24) Ayat 41

TASBIH
تَسْبِيح

Lafaz tasbih adalah bentuk masdar dari kata kerja sabbaha.

Ar­ Razi berkata,
"Maknanya ialah at tanzih (menyucikan) yaitu menyucikan Allah. Asalnya jalan cepat dalam beribadah kepada Allah dan hal itu dijadikan untuk perbuatan kebaikan sebagaimana dijadikan untuk menjauhkan dari kejahatan.

Ada yang mengatakan maknanya semoga Allah menjauhkannya dan at tasbih dalam bentuk umum dalam ibadah, baik perkataan, perbuatan dan niat."

Lafaz ini disebut sekali dalam Al Qur'an dikaitkan dengan dhamir hu yaitu dalam surah An Nuur (24), ayat 41 dan disebut sekali yang digandengkan dengan dhamir hum yaitu pada surah Al Israa (17), ayat 44.

Ibn Katsir berkata,
"Segala sesuatu diberi petunjuk kepadanya jalan dan caranya ber­ibadah kepada Allah, termasuk manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda. Setiap dari mereka berlainan bahasa dalam bertasbih atau cara menyucikan Allah sebagaimana dalam hadits Sahih Bukhari dari Ibn Mas'ud, dia berkata,
"Kami mendengar tasbih atau cara menyucikan dan ibadah makanan sedangkan ia dimakan."

Para ulama berbeda pendapat cara ber­tasbih selain dari manusia. Ada yang berpendapat maksud tasbih mereka adalah tasbih dilaalah yaitu setiap yang diciptakan bersaksi kepada dirinya, Allah adalah pencipta dan berkuasa. Ada juga yang berpendapat tasbih mereka adalah hakikat, dimana setiap sesuatu secara umumnya bertasbih dengan cara yang tidak didengar oleh manusia dan tidak pula difahami.

Kesimpulannya, lafaz tasbih dalam surah Al Israa mencakup segala sesuatu kecuali manusia. Dalam surah An Nuur, ia termasuk manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda dan sebagainya. Cara manusia bertasbih sebagaimana kita ketahui antaranya adalah shalat, sedangkan cara makhluk selain daripada manusia tidak diketahui oleh manusia.

Ism fa'ilnya adalah musabbih dan jamaknya musabbihuun atau musabbihiin. Lafaz ini disebut dua kali dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Ash­ Shaffaat (37), ayat 166 dan 143. Ayat 143 ber­cerita mengenai Nabi Yunus.

Ar Raghib berkata. Ia bermakna a mushalluun atau orang yang shalat."

Asy Syawkani ber­pendapat, ia bermaksud orang yang berzikir kepada Allah atau orang yang shalat"

Dalam ayat 166 bercerita mengenai malaikat dan menurut Asy Syawkani, maksud­nya menyucikan dan mentaqdiskan Allah kepada apa yang disandarkan orang musyrik kepadanya. Sedangkan makna kata malaikat dengan lafaz al-musabbihun mencakup bertasbih dengan lisan dan shalat. Ini adalah sifat-sifat para malaikat dan mereka bukanlah seperti apa yang didakwa dan disifatkan orang kafir. Sebagai anak-anak perempuan Allah.

Dalam Tafsir Al Jalalayn, lafaz al­ musabbihiin bermakna termasuk orang yang berzikir dengan banyak menyebut nama Allah ketika ia berada di dalam perut ikan (Al-Hut) La ilaha ilia anta subhanaka inni kuntu minadzh dzhaalimin Sedangkan lafaz al musabbihuun bermakna yang menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagi Nya.

Kesimpulannya, lafaz al-musabbihiin bermakna orang yang berzikir dan shalat. Kata al-musabbihuun dalam ayat itu bermakna para malaikat yang selalu bertasbih dan menyucikan Allah.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:120

Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya'ni Al Qur'an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li'an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu'minin 'Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.


Gambar Kutipan Surah An Nuur Ayat 41 *beta

Surah An Nuur Ayat 41



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nuur

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (11 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku