Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 41 [QS. 24:41]

اَلَمۡ تَرَ اَنَّ اللّٰہَ یُسَبِّحُ لَہٗ مَنۡ فِی السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ وَ الطَّیۡرُ صٰٓفّٰتٍ ؕ کُلٌّ قَدۡ عَلِمَ صَلَاتَہٗ وَ تَسۡبِیۡحَہٗ ؕ وَ اللّٰہُ عَلِیۡمٌۢ بِمَا یَفۡعَلُوۡنَ
Alam tara annallaha yusabbihu lahu man fiis-samaawaati wal ardhi wath-thairu shaaffaatin kullun qad ‘alima shalaatahu watasbiihahu wallahu ‘aliimun bimaa yaf’aluun(a);
Tidakkah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya.
Masing-masing sungguh, telah mengetahui (cara) berdoa dan bertasbih.
Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
―QS. An Nuur [24]: 41

Daftar isi

Do you not see that Allah is exalted by whomever is within the heavens and the earth and (by) the birds with wings spread (in flight)?
Each (of them) has known his (means of) prayer and exalting (Him), and Allah is Knowing of what they do.
― Chapter 24. Surah An Nuur [verse 41]

أَلَمْ tidakkah

Do not
تَرَ kamu mengetahui

you see
أَنَّ bahwasanya

that
ٱللَّهَ Allah

Allah –
يُسَبِّحُ bertasbih

glorify
لَهُۥ kepada-Nya

Him
مَن orang/apa

whoever
فِى di

(is) in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَٱلْأَرْضِ dan bumi

and the earth
وَٱلطَّيْرُ dan burung

and the birds
صَٰٓفَّٰتٍ mengembangkan sayap

(with) wings outspread?
كُلٌّ masing-masing

Each one
قَدْ sungguh

verily
عَلِمَ telah mengetahui

knows
صَلَاتَهُۥ sholatnya/berdo’anya

its prayer
وَتَسْبِيحَهُۥ dan bertasbihnya

and its glorification.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
عَلِيمٌۢ Maha Mengetahui

(is) All-Knower
بِمَا dengan/terhadap/apa

of what
يَفْعَلُونَ mereka kerjakan

they do.

Tafsir Quran

Surah An Nuur
24:41

Tafsir QS. An-Nuur (24) : 41. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah mengarahkan pikiran Nabi Muhammad pada khususnya dan pikiran manusia pada umumnya untuk memperhatikan alam, baik di langit maupun di bumi agar dia menyadari bahwa di samping manusia sebagai makhluk Allah, ada bermacam-macam makhluk-Nya di alam ini.
Bila diperhatikan pasti akan membawa kepada keyakinan akan kekuasaan Khaliknya dan kebijaksanaan-Nya mengatur segala sesuatu dengan rapi dan seimbang.

Semua makhluk itu, walaupun tidak disadari oleh manusia tunduk patuh dan bertasbih menyucikan-Nya menurut segala ketentuan yang telah ditetapkan-Nya.
Kalaulah ada sebuah bintang saja keluar dari garis edarnya dan tidak mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan Allah, tentu akan terjadi benturan di antara bintang-bintang yang mengakibatkan rusaknya susunan alam atau tata surya yang harmonis dan hancurlah sebagian dari bintang-bintang itu dan tidak mustahil bumi kita akan terkena malapetaka besar sebagai dampaknya.

Akan tetapi, ternyata tidak pernah ada kejadian seperti itu dan semua makhluk yakin bahwa Allah senantiasa menjaga semua tata tertib yang telah ditetapkan-Nya.



Allah menyuruh manusia memperhatikan setiap makhluk-Nya yang kecil lagi lemah, yaitu burung yang dapat terbang melayang di udara dan kadang-kadang kelihatan seakan-akan dia berhenti sejenak di awang-awang tidak terpengaruh oleh gravitasi bumi.

Firman Allah:

اَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرٰتٍ فِيْ جَوِّ السَّمَاۤءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا اللّٰهُ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah.
Tidak ada yang menahannya selain Allah.

Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl [16]: 79)

Setiap barang yang mempunyai berat pasti akan jatuh ke bumi.

Tetapi burung-burung itu sekalipun demikian tetap bermain-main di udara dengan aman tanpa ada sedikit pun kekhawatiran akan jatuh ke bumi.
Hal ini karena Allah telah mengatur bentuk burung-burung itu yang dilengkapi dengan sayap yang dapat dikembangkan dan dikatupkan.

Dengan bentuk dan susunan seperti itu, burung dapat mengatasi gravitasi bumi terhadap sesuatu yang berbobot dan mempunyai berat.
Kita tak dapat melihat bahwa burung-burung itu sedang menikmati karunia Allah baginya, bersyukur, dan bertasbih kepada Allah Penciptanya.



Bertasbih bagi makhluk selain manusia bukanlah seperti manusia bertasbih yaitu berzikir dengan menyebut nama Allah tetapi makhluk-makhluk itu ada cara-cara tertentu yang tidak dapat kita ketahui.
Allah-lah Yang Maha Mengetahui bagaimana cara mereka bertasbih dan salat.
Bila kita sadari bahwa semua makhluk Allah mulai dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya bertasbih menyucikan nama-Nya dan mensyukuri nikmat dan karunia-Nya, sungguh amat mengherankan mengapa di antara manusia yang telah dianugerahi akal pikiran dan perasaan, masih ingkar dan durhaka kepada-Nya.
Masih ada di antara mereka yang menyembah selain-Nya dan menyekutukan-Nya dengan berhala atau benda-benda ciptaan-Nya.
Mereka tidak pernah bertasbih kepada-Nya, menyucikan-Nya dan mensyukuri nikmat-Nya.

Alangkah bodohnya orang-orang seperti itu padahal makhluk yang tidak berakal selalu bertasbih menyucikan nama Allah.
Pada suatu ketika Nabi muhammad saw dengan rahmat Tuhannya mendengar batu kerikil di bawah telapak kakinya bertasbih kepada Allah.
Pernah pula ketika Nabi Daud membaca Kitab Zabur dengan suara yang merdu Allah memerintahkan kepada gunung-gunung dan burung-burung supaya bertasbih bersama Nabi Dawud menyucikan nama-Nya seperti tersebut dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًا يٰجِبَالُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَالطَّيْرَ وَاَلَنَّا لَهُ الْحَدِيْدَ

Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami.
(Kami berfirman),
"Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud,"
dan Kami telah melunakkan besi untuknya,
(Saba’ [34]: 10)

Tafsir QS. An Nuur (24) : 41. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Rasul, tidakkah kamu yakin bahwa semua yang menetap di langit dan bumi tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala Termasuk burung-burung juga tunduk kepada-Nya ketika sedang membentangkan sayapnya.
Semua makhluk tersebut tunduk pada perintah dan aturan Allah.


Mereka menyucikan-Nya dari sekutu dan segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya.
Semua makhluk ini–melalui wahyu–telah mengetahui kewajiban mereka untuk tunduk kepada Allah dan menyucikan-Nya serta melaksnakan tugas kehidupan.


Di balik itu, Allah Maha Mengetahui salat, tasbih dan semua yang dilakukan hamba-hamba-Nya.
Lalu bagaimana orang-orang itu tidak mempercayai-Nya?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidakkah kamu tahu (wahai Rasul) bahwasanya semua makhluk yang ada di langit dan di bumi dan juga burung yang mengembangkan sayapnya di angkasa bertasbih kepada Allah?
Semua makhluk telah diberi petunjuk oleh Allah tentang bagaimana cara shalat dan bertasbih kepada-Nya.
Allah adalah Dzat yang Mahasuci dan Maha Mengetahui.


Dia melihat apa yang dilakukan semua hamba-Nya yang bertasbih.
Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari diri-Nya dan dengan itu Dia akan memberikan balasannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tidakkah kamu melihat, bahwasanya Allah kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi) dan termasuk ke dalam pengertian bertasbih adalah salat


(dan juga burung-burung) lafal Thair adalah bentuk jamak dari lafal Ath Thaair, yakni makhluk yang terbang antara bumi dan langit


(dengan mengembangkan sayapnya) lafal Shaaffaatin adalah Hal atau kata keterangan keadaan dari burung-burung tadi, yaitu burung-burung itu membaca tasbih dengan mengembangkan sayapnya.


(Masing-masingnya telah diketahui) oleh Allah


(cara salat dan bertasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan).
Di dalam ungkapan ini, semuanya dianggap sebagai makhluk yang berakal.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa bertasbih kepada-Nya semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, dari kalangan para malaikat, manusia, jin, dan semua hewan serta semua benda mati.
Seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
(QS. Al Israa [17]: 44), hingga akhir ayat

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan (juga) burung-burung dengan mengembangkan sayapnya.
(QS. An-Nuur [24]: 41)

Yakni di saat sedang terbang, burung-burung bertasbih kepada Tuhannya dan menyembah-Nya dengan tasbihnya sendiri yang telah di ilhamkan dan dibimbingkan oleh Allah kepadanya, dan Allah mengetahui apa yang sedang dilakukannya.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

Masing-masing telah mengetahui (cara) salat dan tasbihnya.
(QS. An-Nuur [24]: 41)

Yaitu masing-masing dari makhluk itu telah mendapat bimbingan dari Allah tentang cara menempuh jalan dan sepak terjangnya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala Kemudian Allah memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia Mengetahui semuanya itu, tiada yang tersembunyi bagi-Nya sesuatupun dari hal tersebut.
Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:


dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(QS. An-Nuur [24]: 41)

Kata Pilihan Dalam Surah An Nuur (24) Ayat 41

TASBIH
تَسْبِيح

Lafaz tasbih adalah bentuk masdar dari kata kerja sabbaha.

Ar Razi berkata,
"Maknanya ialah at tanzih (menyucikan) yaitu menyucikan Allah.
Asalnya jalan cepat dalam beribadah kepada Allah dan hal itu dijadikan untuk perbuatan kebaikan sebagaimana dijadikan untuk menjauhkan dari kejahatan.

Ada yang mengatakan maknanya semoga Allah menjauhkannya dan at tasbih dalam bentuk umum dalam ibadah, baik perkataan, perbuatan dan niat."

Lafaz ini disebut sekali dalam Al Qur’an dikaitkan dengan dhamir hu yaitu dalam surah An Nuur (24), ayat 41 dan disebut sekali yang digandengkan dengan dhamir hum yaitu pada surah Al Israa (17), ayat 44.

Ibnu Katsir berkata,
"Segala sesuatu diberi petunjuk kepadanya jalan dan caranya beribadah kepada Allah, termasuk manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda.
Setiap dari mereka berlainan bahasa dalam bertasbih atau cara menyucikan Allah sebagaimana dalam hadits Sahih Bukhari dari Ibnu Mas’ud, dia berkata,
"Kami mendengar tasbih atau cara menyucikan dan ibadah makanan sedangkan ia dimakan."

Para ulama berbeda pendapat cara bertasbih selain dari manusia.
Ada yang berpendapat maksud tasbih mereka adalah tasbih dilaalah yaitu setiap yang diciptakan bersaksi kepada dirinya, Allah adalah pencipta dan berkuasa.
Ada juga yang berpendapat tasbih mereka adalah hakikat, dimana setiap sesuatu secara umumnya bertasbih dengan cara yang tidak didengar oleh manusia dan tidak pula difahami.

Kesimpulannya, lafaz tasbih dalam surah Al Israa mencakup segala sesuatu kecuali manusia.
Dalam surah An Nuur, ia termasuk manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda dan sebagainya.
Cara manusia bertasbih sebagaimana kita ketahui antaranya adalah shalat, sedangkan cara makhluk selain daripada manusia tidak diketahui oleh manusia.

Ism fa’ilnya adalah musabbih dan jamaknya musabbihuun atau musabbihiin. Lafaz ini disebut dua kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Ash Shaffaat (37), ayat 166 dan 143. Ayat 143 bercerita mengenai Nabi Yunus.

Ar Raghib berkata.
Ia bermakna a mushalluun atau orang yang shalat."

Asy Syawkani berpendapat, ia bermaksud orang yang berzikir kepada Allah atau orang yang shalat"

Dalam ayat 166 bercerita mengenai malaikat dan menurut Asy Syawkani, maksudnya menyucikan dan mentaqdiskan Allah kepada apa yang disandarkan orang musyrik kepadanya.
Sedangkan makna kata malaikat dengan lafaz al-musabbihun mencakup bertasbih dengan lisan dan shalat.
Ini adalah sifat-sifat para malaikat dan mereka bukanlah seperti apa yang didakwa dan disifatkan orang kafir.
Sebagai anak-anak perempuan Allah.

Dalam Tafsir Al Jalalayn, lafaz al musabbihiin bermakna termasuk orang yang berzikir dengan banyak menyebut nama Allah ketika ia berada di dalam perut ikan (Al• Hut) La ilaha ilia anta subhanaka inni kuntu minadzh dzhaalimin Sedangkan lafaz al musabbihuun bermakna yang menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagi Nya.

Kesimpulannya, lafaz al-musabbihiin bermakna orang yang berzikir dan shalat.
Kata al-musabbihuun dalam ayat itu bermakna para malaikat yang selalu bertasbih dan menyucikan Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:120

Unsur Pokok Surah An Nuur (النور)

Surat An-Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.

Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

▪ Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat.
▪ Hanya Allah yang menguasai langit dan bumi.
▪ Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan agama Allah.
▪ Iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

▪ Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

▪ Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul mukminin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

▪ Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air.
▪ Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Audio Murottal

QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 64 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 64

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nuur ayat 41 - Gambar 1 Surah An Nuur ayat 41 - Gambar 2
Statistik QS. 24:41
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
Sending
User Review
4.9 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

24:41, 24 41, 24-41, Surah An Nuur 41, Tafsir surat AnNuur 41, Quran An Nur 41, An-Nur 41, Surah An Nur ayat 41

Video Surah

24:41


Load More

Kandungan Surah An Nuur

۞ QS. 24:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:2 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:4 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 24:9 • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 24:10 • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 24:11 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:14 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:15 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:18 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:19 • Keluasan ilmu Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:20 • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 24:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 24:22 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 24:23 • Dosa-dosa besar • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:24 • Manusia bersaksi atas dirinya • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:25 • Al Haq (Maha Benar) • Al Mubin (Maha Penjelas) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:26 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 24:28 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:29 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 24:30 • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 24:32 • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 24:33 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 24:34 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:35 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • An Nur (Cahaya) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:36 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 24:37 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 24:38 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 24:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 24:41 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:42 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 24:43 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 24:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 24:45 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 24:46 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:47 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:48 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:49 • Sifat orang munafik

۞ QS. 24:50 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 24:52 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 24:53 • Al Khabir (Maha Waspada) • Sifat orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:54 • Sifat orang munafik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 24:55 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid Uluhiyyah • Kekuatan umat Islam di dunia • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 24:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:58 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:59 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:60 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:61 • Toleransi Islam

۞ QS. 24:62 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 24:63 • Sifat orang munafik • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:64 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu & takutlah terhadap Allah,
supaya kamu mendapat rahmat.
QS. Al-Hujurat [49]: 10

Semua yang ada di langit & di bumi selalu meminta pada-Nya.
Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
QS. Ar-Rahman [55]: 29

Kami akan bacakan (Alquran) kepadamu (Muhammad) sehingga kau tak akan lupa,
kecuali jika Allah menghendaki.
Sungguh, Dia mengetahui yang terang & yang tersembunyi.
Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (dunia & akhirat)
QS. Al-A’la [87]: 6-8

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Correct! Wrong!

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Correct! Wrong!

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Correct! Wrong!

+

Array

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Correct! Wrong!

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Kamus Istilah Islam

Khalaf

Apa itu Khalaf? Kata khalaf biasanya digunakan untuk merujuk para ulama yang lahir setelah abad III H setelah periode tabiut tabi’in. Ulama-ulama khalaf adalah penerus dakwah tabiut tabi’i...

At-Takasur

Apa itu At-Takasur? Surah At-Takasur adalah surah ke-102 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Al-Kausar. Dinamai At-Takasu...

usuluddin

Apa itu usuluddin? usu.lud.din ilmu tentang dasar-dasar agama Islam yang menyangkut iktikad kepada Allah, rasul, kitab suci, soal-soal gaib , kada dan kadar; ilmu tauhid; teologi Islam … •