Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nuur (Cahaya) - surah 24 ayat 40 [QS. 24:40]

اَوۡ کَظُلُمٰتٍ فِیۡ بَحۡرٍ لُّجِّیٍّ یَّغۡشٰہُ مَوۡجٌ مِّنۡ فَوۡقِہٖ مَوۡجٌ مِّنۡ فَوۡقِہٖ سَحَابٌ ؕ ظُلُمٰتٌۢ بَعۡضُہَا فَوۡقَ بَعۡضٍ ؕ اِذَاۤ اَخۡرَجَ یَدَہٗ لَمۡ یَکَدۡ یَرٰىہَا ؕ وَ مَنۡ لَّمۡ یَجۡعَلِ اللّٰہُ لَہٗ نُوۡرًا فَمَا لَہٗ مِنۡ نُّوۡرٍ
Au kazhulumaatin fii bahrin lujjii-yin yaghsyaahu maujun min fauqihi maujun min fauqihi sahaabun zhulumaatun ba’dhuhaa fauqa ba’dhin idzaa akhraja yadahu lam yakad yaraahaa waman lam yaj’alillahu lahu nuuran famaa lahu min nuurin;
Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap.
Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis.
Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya.
Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.

―QS. An Nuur [24]: 40

Daftar isi

Or (they are) like darknesses within an unfathomable sea which is covered by waves, upon which are waves, over which are clouds – darknesses, some of them upon others.
When one puts out his hand (therein), he can hardly see it.
And he to whom Allah has not granted light – for him there is no light.
― Chapter 24. Surah An Nuur [verse 40]

أَوْ atau

Or
كَظُلُمَٰتٍ seperti gelap gulita

(is) like (the) darkness[es]
فِى dalam

in
بَحْرٍ laut

a sea
لُّجِّىٍّ yang dalam

deep,
يَغْشَىٰهُ meliputinya

covers it
مَوْجٌ ombak

a wave,
مِّن dari

on it *[meaning includes next or prev. word]
فَوْقِهِۦ atasnya

on it *[meaning includes next or prev. word]
مَوْجٌ ombak

a wave,
مِّن dari

on it *[meaning includes next or prev. word]
فَوْقِهِۦ atasnya

on it *[meaning includes next or prev. word]
سَحَابٌ awan

a cloud,
ظُلُمَٰتٌۢ gelap gulita

darkness[es]
بَعْضُهَا sebagiannya

some of it
فَوْقَ di atas

on
بَعْضٍ sebagian yang lain

others.
إِذَآ apabila

When
أَخْرَجَ dia mengeluarkan

he puts out
يَدَهُۥ tangannya

his hand
لَمْ tidak

hardly *[meaning includes next or prev. word]
يَكَدْ hampir

hardly *[meaning includes next or prev. word]
يَرَىٰهَا dia melihatnya

he (can) see it.
وَمَن dan barangsiapa

And (for) whom
لَّمْ tidak

not
يَجْعَلِ menjadikan

Allah (has) made *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah (has) made *[meaning includes next or prev. word]
لَهُۥ baginya

for him
نُورًا cahaya

a light,
فَمَا maka tidak

then not

Tafsir Quran

Surah An Nuur
24:40

Tafsir QS. An-Nuur (24) : 40. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah memberi perumpamaan bagi amal orang-orang kafir dengan kegelapan yang hitam kelam yang berlapis-lapis sebagaimana kelamnya suasana di laut yang dalam di malam hari di mana ombak sambung-menyambung dengan hebatnya menambah kegelapan dalam laut itu, ditambah lagi dengan awan tebal yang hitam menutupi langit sehingga tidak ada sekelumit cahaya pun yang nampak.
Semua bintang yang kecil maupun yang besar tidak dapat menampakkan dirinya ke permukaan laut itu karena dihalangi oleh awan tebal dan hitam itu.

Tidak ada satu pun yang dapat dilihat ketika itu, sehingga apabila seseorang mengeluarkan tangannya di hadapan mukanya tangan itu tidak nampak sama sekali meskipun sudah dekat benar ke matanya.
Demikianlah hitam kelamnya amal-amal orang kafir itu.

Jangankan amal itu akan dapat menolong dalam menghadapi bahaya dan kesulitan di akhirat yang amat dahsyat itu, melihat amal itu saja pun mustahil, karena semua amal yang dikerjakannya tidak diterima dan tidak diridai oleh Allah karena akidahnya yang sesat dan ucapan-ucapan yang mengandung kesombongan atau tindakan mereka yang zalim.

Al-hasan Al-Basri berkata tentang hal ini,
"Orang kafir berada dalam tiga kegelapan, yaitu kegelapan akidah, kegelapan ucapan dan kegelapan amal perbuatan."
Sedangkan Ibnu ‘Abbas menyatakan,
"Kegelapan hati, penglihatan dan pendengarannya."

Demikianlah keadaan orang-orang kafir, mereka berada dalam kegelapan yang pekat sekali, karena mereka sedikit pun tidak mendapat pancaran Nur Ilahi.

Allah tidak akan memberikan kepada mereka pancaran Nur-Nya, karena itulah mereka selalu berada dalam kegelapan.
Tidak ada pedoman yang dapat dijadikan pedoman karena memang mereka sudah sesat sangat jauh sekali tersesat dan tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk kembali ke jalan yang benar sebagaimana firman-Nya:

وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَاۤءُ

Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
(Ibrahim [14]: 27)

Tafsir QS. An Nuur (24) : 40. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ini adalah perumpamaan lain dari perbuatan orang-orang kafir, yaitu seperti gelapnya laut yang luas dan dalam.
Gelombangnya saling bertabrakan ketika terhempas, membuat lapisan-lapisan.


Lalu gelombang tersebut ditutupi oleh awan tebal yang hitam pekat yang menghalangi cahaya.
Inilah kegelapan yang bertumpuk-tumpuk.


Tidak seorang pun penumpang kapal di laut yang dapat melihat tangannya meskipun didekatkan ke mata.
Lalu dia terhenti bingung.


Bagaimana mungkin dia dapat melihat sesuatu dan terbebas dari kebingungan tanpa adanya cahaya yang meneranginya dalam perjalanan dan melindunginya dari kebinasaan.
Begitu pulalah amal perbuatan orang-orang kafir yang tidak akan bermanfaat sama sekali.


Mereka tidak akan keluar dari kebutaan dan kesesatan mereka.
Diri mereka juga tidak akan selamat kecuali dengan cahaya keimanan.


Barangsiapa yang tidak direstui oleh Allah untuk mendapatkan cahaya keimanan, maka dia tidak mendapatkan cahaya yang akan menunjukinya kepada kebaikan dan jalan yang benar.
Di samping itu, dia termasuk orang-orang yang binasa.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Atau semua amalan mereka adalah seperti kegelapan yang gulita di lautan yang paling dalam dan diliputi oleh ombak yang di atasnya ada ombak lagi, dan di atasnya ada awan yang tebal, sungguh gelap gulita yang bertumpuk-tumpuk.
Apabila ada seseorang yang mengeluarkan tangannya, maka dia tidak dapat melihatnya karena gelap gulita.


Orang-orang kafir itu tertutupi oleh tumpukan kegelapan:
kegelapan syirik, kesesatan, dan rusaknya perbuatan.
Maka barangsiapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah yang berasal dari kitab-Nya dan sunnah Nabi-Nya yang akan memberikan petunjuk, niscaya dia tidak memiliki pemberi hidayah sedikit pun.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Atau) amal perbuatan orang-orang kafir yang buruk


(seperti gelap-gulita di lautan yang dalam) yakni laut yang amat dalam


(yang diliputi oleh ombak di atasnya) di atas ombak itu


(ada ombak pula, di atasnya lagi) maksudnya di atas ombak yang kedua itu


(awan) yang mendung dan gelap, ini adalah


(gelap-gulita yang tindih-menindih) yakni gelapnya laut, gelapnya ombak yang pertama, gelapnya ombak yang kedua, dan gelapnya mendung


(apabila dia mengeluarkan) yakni orang yang melihatnya


(tangannya) di dalam gelap-gulita yang sangat ini


(tiadalah dia dapat melihatnya) artinya hampir saja ia tidak dapat melihat tangannya sendiri


(dan barang siapa yang tiada diberi cahaya oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun) maksudnya barang siapa yang tidak diberi petunjuk oleh Allah, niscaya ia tidak akan mendapatkan petunjuk.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa di hari kiamat kelak dikatakan kepada orang-orang Yahudi,
"Apakah yang kalian sembah?"
mereka menjawab,
"Kami dahulu menyembah Uzair anak Allah."
Maka dikatakan,
"Kalian dusta, Allah sama sekali tidak beranak.
Lalu apakah yang kalian mau?"
Mereka menjawab,
"Wahai Tuhan, kami haus, berilah kami minum."
Dikatakan,
"Tidakkah kalian melihat?"
Kemudian diperlihatkan kepada mereka neraka yang menurut pandangan mereka kelihatan seperti fatamorgana, sebagian darinya menghantam sebagian yang lainnya bagaikan ombak.
Lalu mereka berangkat menuju ke neraka itu, dan akhirnya mereka menjerit-jerit di dalam neraka.
Perumpamaan ini merupakan gambaran tentang keadaan orang-orang yang jahil murakkab (bodoh kuadrat).
Adapun orang-orang bodoh yang biasa adalah sejumlah besar manusia yang bertaklid kepada para pemimpin kekufuran yang bisu dan tuli, yaitu orang-orang yang tidak berakal.
Perumpamaan mereka digambarkan Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam.
(QS. An-Nuur [24]: 40)


Menurut Qatadah, lujiyyin artinya dalam.

Yang diliputi oleh ombak, yang diatasnya ombak (pula), diatasnya (lagi) awan, gelap gulita yang tindih bertindih, apabila ia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya.
(QS. An-Nuur [24]: 40)

Yakni hampir saja tidak dapat melihatnya karena keadaan gelap yang sangat.
Hal ini merupakan gambaran yang menceritakan keadaan kalbu orang kafir yang sederhana yang bertaklid (mengikut), dia tidak mengetahui keadaan orang yang memimpinnya dan tidak mengetahui ke manakah dirinya dibawa pergi.

Bahkan dapat dikatakan pula perumpamaan orang jahil seperti ini bila ditanya,
"Hendak ke manakah kamu pergi?"
Ia menjawab,
"Mengikuti mereka."
Dikatakan lagi,
"Kemana mereka pergi?"
Ia menjawab,
"Tidak tahu."

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang diliputi oleh ombak.
(QS. An-Nuur [24]: 40), hingga akhir ayat.
Yang dimaksud dengan maujun dalam ayat ini ialah penutup yang meliputi kalbu, pendengaran, dan penglihatan.
Dan pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup.
(QS. Al-Baqarah [2]: 7), hingga akhir ayat.

Sama juga dengan firman-Nya:

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?
(QS. Al-Jasiyah [45]: 23), hingga akhir ayat.

Ubay ibnu Ka’b telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
gelap gulita yang tindih bertindih.
(QS. An-Nuur [24]: 40)
Dia berada dalam lima kegelapan.
Perkataannya kegelapan, amalnya kegelapan, tempat masuknya kegelapan, tempat keluarnya kegelapan, dan tempat kembalinya kepada kegelapan kelak di hari kiamat, yaitu di dalam neraka.
Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi dan Ar-Rabi’ ibnu Anas.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.
(QS. An-Nuur [24]: 40)

Yakni barang siapa yang tidak mendapat petunjuk dari Allah, berarti dia binasa, jahil, terhalang, hancur, lagi kafir.
Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya.
(QS. Al-A’raf [7]: 186)

Hal ini merupakan kebalikan dari apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala mengenai perumpamaan orang-orang mukmin melalui firman-Nya:

Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki.
(QS. An-Nuur [24]: 35)

Kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan cahaya dalam kalbu kita semua, juga cahaya di sebelah kanan kita, di sebelah kiri kita, dan hendaknyalah Dia membesarkan cahaya-Nya bagi kita.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nuur (24) Ayat 40

SAHAAB
لسَّحَاب

Lafaz ini menunjukkan makna menarik sesuatu dan memanjangkannya.
Maknanya awan, baik yang mengandung air maupun tidak.
Dinamakan awan karena ia berjalan dan saling tarik-menarik di udara sehingga berkumpul menjadi satu dengan kehendak Allah.
Jamaknya ialah suhub. Ia bisa digunakan untuk mudzakkar dan mu’annats, contohnya sahaab tsaqiil atau tsaqiilah,

Ia disebut sembilan kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 164;
• Al A’raaf (7), ayat 57;
• Ar Ra’d (13), ayat 12;
An Nuur (24), ayat 40, 43;
• An Naml (27), ayat 88
Ar Rum (30), ayat 48;
Faathir (35), ayat 9;
Ath Thur (52), ayat 44.

Sahaab ialah awan yang tunduk dengan kekuasaan Allah, berjalan berdasarkan kehendak Allah, membawa air yang lebat, lalu membasahi bumi sedikit demi sedikit.

Ka’ab Al Ahbar berkata,
"Awan adalah tapisan hujan, sekiranya tidak ada awan, pasti hujan itu akan membinasakan apa yang terdapat di bumi."

Dalam surah An Nuur, ayat 43, Allah menjalankan awan dengan kekuasaan Nya dan ia masih lemah, lalu dia mengumpulkannya selepas terpisah-pisah, dan menjadikannya bertindih-tindih sehingga menjadi tebal, kemudian turunlah hujan dari celah-celahnya ke bumi yang mati yang dibawa oleh angin.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:292

Unsur Pokok Surah An Nuur (النور)

Surat An-Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.

Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

▪ Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat.
▪ Hanya Allah yang menguasai langit dan bumi.
▪ Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan agama Allah.
▪ Iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

▪ Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adabadab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

▪ Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul mukmininAisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

▪ Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air.
▪ Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Audio Murottal

QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 64 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 64

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nuur ayat 40 - Gambar 1 Surah An Nuur ayat 40 - Gambar 2
Statistik QS. 24:40
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
Sending
User Review
4.8 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

24:40, 24 40, 24-40, Surah An Nuur 40, Tafsir surat AnNuur 40, Quran An Nur 40, An-Nur 40, Surah An Nur ayat 40

Video Surah

24:40


More Videos

Kandungan Surah An Nuur

۞ QS. 24:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:2 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:4 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 24:9 • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 24:10 • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 24:11 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:14 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:15 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:18 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:19 • Keluasan ilmu Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:20 • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 24:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 24:22 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 24:23 • Dosa-dosa besar • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:24 • Manusia bersaksi atas dirinya • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:25 • Al Haq (Maha Benar) • Al Mubin (Maha Penjelas) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:26 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 24:28 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:29 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 24:30 • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 24:32 • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 24:33 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 24:34 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:35 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • An Nur (Cahaya) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:36 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 24:37 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 24:38 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 24:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 24:41 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:42 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 24:43 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 24:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 24:45 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 24:46 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:47 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:48 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:49 • Sifat orang munafik

۞ QS. 24:50 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 24:52 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 24:53 • Al Khabir (Maha Waspada) • Sifat orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:54 • Sifat orang munafik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 24:55 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid Uluhiyyah • Kekuatan umat Islam di dunia • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 24:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:58 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:59 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:60 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:61 • Toleransi Islam

۞ QS. 24:62 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 24:63 • Sifat orang munafik • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:64 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.
Dia telah ciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tak diketahuinya
QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5

“Ya Tuhan kami,
berilah kami kebaikan di dunia & kebaikan di akhirat & peliharalah kami dari siksa neraka”
[Do’a Sapu Jagad] ― QS. Al-Baqarah [2]: 201

Itulah petunjuk Allah,
yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya.
Seandainya mereka mempersekutukan Allah,
niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
QS. Al-An’am [6]: 88

Apakah kalian merasa lebih tahu daripada-Nya?
Bahkan Allah telah memberitahukan pula hal itu dalam kitab-kitab kalian,
maka janganlah lantas menyembunyikan kebenaran yang termuat dalam kitab-kitab kalian sendiri.
QS. Al-Baqarah [2]: 140

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

+

Array

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

Perjanjian Hudaibiyah

Apa itu Perjanjian Hudaibiyah? Perjanjian Hudaibiyyah adalah sebuah perjanjian yang diadakan di wilayah Hudaibiyah Mekkah pada Maret, 628 M . Hudaibiyah terletak 22 KM arah Barat dari Mekkah menuju J...

Istihsan

Apa itu Istihsan? is.tih.san pendapat yang berpegang pada kebaikan sesuatu bagi umat manusia sehingga apa yang dipandang baik boleh dikerjakan atau dipedomani ─────────── Fatwa...

zakat fitrah

Apa itu zakat fitrah? zakat yang wajib diberikan oleh setiap orang Islam setahun sekali berupa makanan pokok sehari-hari … •