QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 25 [QS. 24:25]

یَوۡمَئِذٍ یُّوَفِّیۡہِمُ اللّٰہُ دِیۡنَہُمُ الۡحَقَّ وَ یَعۡلَمُوۡنَ اَنَّ اللّٰہَ ہُوَ الۡحَقُّ الۡمُبِیۡنُ
Yauma-idzin yuwaffiihimullahu diinahumul haqqa waya’lamuuna annallaha huwal haqqul mubiin(u);

Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).
―QS. 24:25
Topik ▪ Hisab ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi ▪ Keluasan ilmu Allah
24:25, 24 25, 24-25, An Nuur 25, AnNuur 25, An Nur 25, An-Nur 25

Tafsir surah An Nuur (24) ayat 25

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 25. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa di akhirat nanti, akan disempurnakan balasan amal perbuatan tiap-tiap manusia oleh Allah subhanahu wa ta’ala Di-sanalah pula mereka akan mengetahui bahwa azab yang dijanjikan kepada mereka yang berbuat dosa dan maksiat di dunia ini, benar-benar akan menjadi kenyataan dan tidak ada keragu-raguan, lagi Allah itu benar-benar menepati janji-Nya, dan menjelaskan sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya Sejalan dengan ayat ini firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah, kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 281)

Oleh karena itu hendaklah setiap manusia berhati-hati berbuat sesuatu dan sedapat mungkin menghindari hal-hal yang menyebabkan dia binasa dan diazab nanti di akhirat, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

Jauhilah tujuh macam yang membinasakan.
Di tanya apakah yang tujuh itu wahai Rasulullah?
Jawab beliau, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh (manusia) yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala membunuhnya, kecuali dengan hak.
memakan riba, memakan harta benda anak yatim, lari membelakang dari pertempuran (fi sabilillah) dan menuduh wanita-wanita yang baik yang bersih hatinya dan beriman”.

(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Khurairah)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari itu, Allah akan menghukum mereka dengan hukuman yang telah ditetapkan untuk mereka secara penuh, tanpa dikurangi sedikit pun.
Di sini mereka akan mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah adalah Tuhan yang Hak.
Mereka pun meyakini ketentuan-ketentuan hukum-Nya dan kebenaran janji dan ancaman-Nya.
Pada hari itu, semuanya menjadi sangat jelas sekali.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal) Dia akan membalas mereka dengan pembalasan yang semestinya mereka terima (dan tahulah mereka bahwa Allahlah Yang Benar lagi Yang menjelaskan) karena Dia benar-benar membuktikan pembalasan-Nya yang selama ini mereka ragukan kebenarannya, di antara mereka yang mendapat pembalasan adalah Abdullah bin Ubay bin Salul.

Yang dimaksud dengan wanita-wanita yang terpelihara kehormatannya adalah istri-istri Nabi ﷺ Adapun mengenai wanita-wanita yang disebutkan Qadzafnya dalam awal surah At-Taubah, yang dimaksud adalah wanita-wanita selain istri-istri Nabi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan secara sempurna dan adil sesuai amal perbuatannya.
Dalam keadaan yang sangat agung ini mereka mengetahui bahwasanya Allah adalah Dzat yang Mahabenar lagi menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).
Dia adalah Dzat yang Mahabenar.
Janji-Nya pasti benar, ancaman-Nya pasti benar dan segala sesuatu yang datang dari diri-Nya pasti benar.
Dan Dia tidak akan berbuat zhalim kepada seorang pun meskipun hanya seberat semut hitam.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Di hari itu Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya.
(Q.S. An-Nuur [24]: 25)

Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan dinahum ialah hisab (perhitungan amal) mereka, dan semua lafaz dinahum yang terdapat di dalam Al-Qur’an artinya hisab mereka.
Hal yang sama telah dikatakan pula oleh selain Ibnu Abbas.

Menurut qiraat jumhur ulama, bacaan nasab lafaz al-haq karena berkedudukan sebagai sifat dari dinahum.

Sedangkan Mujahid membacanya rafa’ karena menjadi sifat bagi lafaz Allah.
Sebagian ulama Salaf membacanya demikian di dalam mushaf Ubay ibnu Ka’b, yakni dengan bacaan rafa’.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan tahulah mereka bahwa Allah-lah Yang Benar lagi Yang Menjelaskan.
(Q.S. An-Nuur [24]: 25)

Yakni janji, ancaman, dan hisabnya.
Dia adalah Mahaadil yang tidak pernah curang dalam hisab-Nya.


Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai “An Nuur” yang berarti “Cahaya”,
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya’ni Al Qur’an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Ayat-ayat dalam Surah An Nuur (64 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nuur (24) ayat 25 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nuur (24) ayat 25 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nuur (24) ayat 25 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 64 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 24:25
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
4.5
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta