QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 19 [QS. 24:19]

اِنَّ الَّذِیۡنَ یُحِبُّوۡنَ اَنۡ تَشِیۡعَ الۡفَاحِشَۃُ فِی الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ ۙ فِی الدُّنۡیَا وَ الۡاٰخِرَۃِ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Innal-ladziina yuhibbuuna an tasyii’al faahisyatu fiil-ladziina aamanuu lahum ‘adzaabun aliimun fiiddunyaa wal-aakhirati wallahu ya’lamu wa-antum laa ta’lamuun(a);

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.
Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.
―QS. 24:19
Topik ▪ Menyempurnakan takaran dan timbangan
24:19, 24 19, 24-19, An Nuur 19, AnNuur 19, An Nur 19, An-Nur 19

Tafsir surah An Nuur (24) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nuur (24) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa orang-orang yang senang menyiarkan perbuatan keji dan memalukan seperti perbuatan zina di kalangan orang-orang mukmin muhsan baik laki-laki maupun perempuan, mereka akan mendapat hukuman had di dunia ini, juga kutukan dun cercaan dari manusia dan di akhirat nanti mereka akan dimasukkan dan diazab di dalam neraka, sejahat-jahat tempat tinggal.
Camkanlah sabda Nabi ﷺ:

Orang Islam yang sebenarnya, ialah orang yang selamat sesamanya orang Islam dari perbuatan jahat lidah dan tangannya, dan orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan larangan Allah.
(H.R. Bukhari, Daud dan Nasai)

Dan Sabdanya:

Tidaklah seorang hamba mukmin, menutupi cacat seorang hamba mukmin kecuali ditutupi juga cacatnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala di hari akhirat.
Dan barangsiapa menggagalkan kejatuhan seorang muslim, akan digagalkan pula kejahatannya oleh Allah subhanahu wa ta’ala, di hari akhirat nanti.

(H.R. Ahmad bin Hanbal)

Allah subhanahu wa ta’ala Maha Mengetahui hakikat dan rahasia sesuatu hal yang manusia tidak mengetahuinya.
Oleh karena itu, kembalikanlah segala sesuatunya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan janganlah kita suka memperkatakan sesuatu yang kita tidak mengetahui sedikitpun seluk beluknya, terutama hal-hal yang menyangkut diri atau keluarga Rasulullah ﷺ, karena yang demikian itu akan membawa kepada kebinasaan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya orang-orang yang suka menyebarkan keburukan di kalangan orang-orang Mukmin akan mendapatkan siksa yang menyakitkan di dunia dengan hukum yang telah ditentukan.
Sedangkan di akhirat, ia akan memperoleh siksa neraka, jika mereka tidak segera bertobat.
Dan Allah sungguh Maha Mengetahui segala kondisi kalian, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, sedang kalian tidak tahu apa yang diketahui oleh Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar berita perbuatan yang amat keji itu tersiar) dengan melalui mulut mereka (di kalangan orang-orang yang beriman) dengan menisbatkan perbuatan keji itu kepada mereka, yang dimaksud adalah segolongan dari kaum Mukmin (bagi mereka azab yang pedih di dunia) mendapat hukuman hudud menuduh berzina (dan di akhirat) oleh Allah dimasukkan ke dalam neraka.

(Dan Allah Maha Mengetahui) ketiadaan perbuatan keji itu dari kalangan mereka (sedangkan kalian) hai golongan orang-orang yang melancarkan berita bohong, terhadap apa yang kalian katakan itu (tidak mengetahui) tentang adanya perbuatan keji di kalangan orang-orang yang beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya orang-orang yang menyukai tersebarnya keburukan di kalangan kaum Muslimin, yakni dengan menyebarnya tuduhan zina atau ucapan yang buruk lainnya, maka mereka akan diberi adzab yang pedih di dunia, yaitu ditegakkan hukum had dan hukuman-hukuman duniawi lainnya.
Di akhirat nanti mereka akan mendapatkan adzab neraka jika tidak bertaubat.
Hanya Allah saja yang mengetahui kedustaan mereka dan mengetahui sesuatu yang terbaik untuk para hamba-Nya, serta mengetahui kesudahan akibat suatu perkara sedangkan kalian tidak mengetahuinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal ini merupakan pelajaran yang ketiga ditujukan kepada orang yang mendengar suatu perkataan yang buruk, lalu hatinya menanggapinya dan ingin membicarakannya.
Maka janganlah ia banyak membicarakannya dan janganlah ia menyiarkan dan menyebarkan perkataan itu.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih.
(Q.S. An-Nuur [24]: 19)

Yakni mereka suka bila perkataan (berita) perbuatan yang keji itu tersiar dan menjadi pembicaraan orang-orang.

bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat.
(Q.S. An-Nuur [24]: 19)

Hukuman di dunia ialah terkena had, sedangkan di akhirat ditimpa azab.

Dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.
(Q.S. An-Nuur [24]: 19)

Dengan kata lain, kembalikanlah segala sesuatunya kepada Allah, niscaya kalian mengambil sikap yang benar.

Imam Ahmad mengatakan telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Maimun ibnu Musa Al-Mar’i, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abbad Al-Makhzumi, dari Sauban, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Janganlah kalian menyakiti hamba-hamba Allah dan jangan pula mencela mereka, serta janganlah mencari-cari keaiban mereka.
Karena sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari keaiban saudaranya yang muslim, maka Allah akan membuka­kan aibnya hingga mempermalukannya di dalam rumahnya.


Informasi Surah An Nuur (النور)
Surat An Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai “An Nuur” yang berarti “Cahaya”,
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, ya’ni Al Qur’an yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam se­mesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan de­ngan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat
hanya Allah yang menguasai langit dan bumi
kewajiban rasul hanya­lah menyampaikan agama Allah
iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adab-adab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul Mu’minin ‘Aisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air
janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Ayat-ayat dalam Surah An Nuur (64 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Nuur (24) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Nuur (24) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Nuur (24) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Nuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 64 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 24:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah s.w.t.
menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
4.5
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta