Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nuur (Cahaya) - surah 24 ayat 15 [QS. 24:15]

اِذۡ تَلَقَّوۡنَہٗ بِاَلۡسِنَتِکُمۡ وَ تَقُوۡلُوۡنَ بِاَفۡوَاہِکُمۡ مَّا لَیۡسَ لَکُمۡ بِہٖ عِلۡمٌ وَّ تَحۡسَبُوۡنَہٗ ہَیِّنًا ٭ۖ وَّ ہُوَ عِنۡدَ اللّٰہِ عَظِیۡمٌ
Idz talaqqaunahu bialsinatikum wataquuluuna biafwaahikum maa laisa lakum bihi ‘ilmun watahsabuunahu hai-yinan wahuwa ‘indallahi ‘azhiimun;
(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.
―QS. An Nuur [24]: 15

Daftar isi

When you received it with your tongues and said with your mouths that of which you had no knowledge and thought it was insignificant while it was, in the sight of Allah, tremendous.
― Chapter 24. Surah An Nuur [verse 15]

إِذْ tatkala

When
تَلَقَّوْنَهُۥ kamu menerimanya

you received it
بِأَلْسِنَتِكُمْ dengan lidah/lisan kamu

with your tongues
وَتَقُولُونَ dan kamu katakan

and you said
بِأَفْوَاهِكُم dengan mulut-mulut kamu

with your mouths
مَّا apa

what
لَيْسَ yang tidak

not
لَكُم bagi kalian

for you
بِهِۦ dengannya/tentang itu

of it
عِلْمٌ pengetahuan (ketahui)

any knowledge,
وَتَحْسَبُونَهُۥ dan kamu mengiranya

and you thought it
هَيِّنًا ringan

(was) insignificant,
وَهُوَ dan ia/itu

while it
عِندَ di sisi

(was) near Allah *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah

(was) near Allah *[meaning includes next or prev. word]
عَظِيمٌ besar

great.

Tafsir Quran

Surah An Nuur
24:15

Tafsir QS. An-Nuur (24) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa andaikata bukan karena karunia dan rahmat Allah, pasti mereka yang menyebarkan berita bohong itu akan ditimpa azab;
penyebaran berita bohong melalui berbagai cara, yaitu pertama, mereka itu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut lalu berbincang-bincang tentang hal itu, kemudian turut menyebarluaskannya sehingga tidak satu rumah atau suatu tempat pertemuan yang luput dari berita bohong itu;
kedua, mereka turut mempercakapkan suatu berita bohong yang mereka tidak tahu sama sekali seluk beluknya;
ketiga, mereka menganggap enteng saja berita bohong itu, seakan-akan tidak berarti, padahal berita bohong itu adalah suatu hal yang sangat buruk akibatnya dan dosa besar di sisi Allah.
Allah ﷻ berfirman:


اِنَّ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَاَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِيْنًا

Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.
(Al-Ahzab [33]: 57)

Tafsir QS. An Nuur (24) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kalian telah menyebarkan berita bohong di kalangan kalian, padahal kalian tidak mengetahui kebenaran berita itu.
Kalian menyangka bahwa hal itu adalah remeh dan tidak akan dibalas hukuman oleh Allah, atau dibalas dengan hukuman yang ringan.


Padahal, itu adalah dosa besar dan akan dibalas oleh Allah dengan hukuman yang berat pula.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pada saat kalian menerima berita bohong itu dan memindah dari mulut ke mulut padahal perkataan itu merupakan perkataan yang batil dan kalian juga tidak memiliki ilmu tentang perkataan tersebut.
Dan kedua hal itu berbahaya, yakni berbicara dengan batil dan berbicara tanpa ilmu.


Kalian mengira hal itu remeh padahal di sisi Allah sangat besar.
Di dalam ayat ini menjelaskan larangan keras dari menganggap sepele terhadap penyebaran kebatilan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut) yaitu sebagian di antara kalian menceritakannya kepada sebagian yang lain.
Lafal Talaqqaunahu berasal dari lafal Tatalaqqaunahu, kemudian salah satu dari huruf Ta dibuang sehingga jadilah Talaqqaunahu.
Lafal Idz tadi dinashabkan oleh lafal Massakum atau oleh lafal Afadhtum


(dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui sedikit jua, dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja) sebagai sesuatu hal yang tidak berdosa.


(Padahal dia pada sisi Allah adalah besar) dosanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Ingatlah) di waktu kalian menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut.
(QS. An-Nuur [24]: 15)

Mujahid dan Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah sebagian kalian membicarakannya dari sebagian yang lain, seseorang mengatakan bahwa berita itu ia terima dari si Fulan, kemudian si pendengar menceritakannya lagi kepada orang lain hingga seterusnya, sampai berita itu menyebar.


Sebagai ulama membaca ayat ini dengan bacaan berikut, yaitu:
"Tulqunahu."


Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan melalui Aisyah bahwa ia membaca ayat ini dengan bacaan tersebut.
Ia mengatakan pula bahwa tilqunahu berasal dari walaqa yang artinya membuat-buat perkataan dusta dan pelakunya tetap berpegang kepada kedustaannya itu.
Orang-orang Arab mengatakan,
"Walaqa Fulanun fis sairi"
artinya ia meneruskan perjalanannya.
Akan tetapi, qiraat yang pertama lebih terkenal dan dianut oleh jumhur ulama.
Qiraat yang kedua diriwayatkan melalui Ummul Mu’minin Siti Aisyah.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, dari Aisyah, bahwa ia membacanya dengan bacaan iz tulqilnahu, berasal dari walaqa.
Ibnu Abu Mulaikah mengatakan bahwa Siti Aisyah lebih mengetahui hal ini daripada yang lainnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan kalian katakan dengan mulut kalian apa yang tidak kalian ketahui.
(QS. An-Nuur [24]: 15)

Yakni kalian mengatakan apa yang tidak kalian ketahui.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam ayat selanjutnya:

dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja.
Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
(QS. An-Nuur [24]: 15)

Yaitu kalian mengatakan apa yang telah kalian katakan itu tentang Ummul Mu’minin, sedangkan kalian menganggapnya sebagai sesuatu hal yang ringan dan tidak berarti.
Seandainya yang dijadikan bahan pergunjingan kalian itu bukan istri Nabi ﷺ, maka hal tersebut tetap bukanlah merupakan hal yang ringan, terlebih lagi subyeknya adalah istri Nabi.
Maka alangkah besar dosanya di sisi Allah bila ada sesuatu hal yang menyangkut diri istri Nabi dan Rasul-Nya dijadikan bahan pergunjingan.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala cemburu dengan terjadinya hal tersebut, sangat jauh dari kemungkinan bila ada istri seorang nabi yang melakukan hal tersebut.
Mengingat hal tersebut, terlebih lagi yang dijadikan pergunjingan itu adalah penghulu istri-istri para nabi, yaitu istri penghulu anak Adam semuanya, baik di dunia maupun di akhirat.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan dalam firman-Nya:
dan kalian menganggapnya suatu yang ringan saja.
Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
(QS. An-Nuur [24]: 15)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan hadis berikut:

Sesungguhnya seorang lelaki benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang dimurkai oleh Allah tanpa disadarinya yang menyebabkan dirinya tercampakkan ke neraka lebih dalam daripada jarak antara bumi dan langit.

Menurut riwayat yang lain disebutkan:

sedangkan dia tidak menyadarinya.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah An Nuur (24) ayat 15

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Yusuf bahwa Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepada mereka. Ibnu Abu Mulaikah dia berkata,
Aku mendengar Aisyah membaca ayat: Ingatlah, di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut. (An Nuur: 15).

Shahih Bukhari, Kitab Tafsir Al Qur’an – Nomor Hadits: 4383

Kata Pilihan Dalam Surah An Nuur (24) Ayat 15

AFWAAH
أَفْوَٰه

Lafaz afwaah adalah bentuk jamak dari al faah. Ia berarti terbukanya sesuatu, mu’annats-nya adalah yang bermakna mulut.
Kata terbitan dari adalah al fawaah yang bermakna mulut yang luas.

Menurut ahli tatabahasa Arab, asal kata al jam adalah faah.

Kata afwaah disebut 12 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Ali Imran (3), ayat 118, 167;
• Al Maa’idah (5), ayat 41;
• At Taubah (9), ayat 8, 30, 32;
Ibrahim (14), ayat 9;
Al Kahfi (18), ayat 5;
An Nuur (24), ayat 15;
• Al Ahzab (33), ayat 4;
Yaa Siin (36), ayat 65;
Ash Shaff (61), ayat 8.

Dalam ayat 118, surah Ali Imran, makna kata afwaah adalah alsinah yaitu lisan atau mulut, di mana penafsiran ayat itu adalah "nampak tanda-tanda permusuhan pada kamu melalui afwaah (lisan-lisan) mereka dan mereka tidak cukup memusuhi kamu dengan hati mereka saja, sehingga mereka berterus terang dengan mulut mereka."

Begitu juga makna afwaah dalam ayat 167, apabila orang munafik seperti Ubai bin Salul dan pengikutnya pergi bersama Rasulullah pada Perang Uhud, namun mereka balik dan mengatakan, "Sekiranya kami tahu, pasti kami berperang bersama kamu," sedangkan mereka sebenarnya mengatakan dengan lisan mereka ucapan yang bertentangan dengan hati mereka.

Sedangkan kata afwaah dalam surah Al Maa’idah ayat 41, penafsirannya adalah mereka menampakkan keimanan dengan afwaah (lidah atau mulut) mereka sedangkan hati mereka rusak dan kosong daripadanya, mereka itu adalah orang munafik.

Kesimpulannya, makna dan maksud dari kata afwaah pada keseluruhan ayat Al Qur’an ialah lisan atau mulut.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:24

Unsur Pokok Surah An Nuur (النور)

Surat An-Nuur terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.

Dinamai "An Nuur" yang berarti "Cahaya",
diambil dari kata An Nuur yang terdapat pada ayat 35.
Dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang Nuur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.

Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.

Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk-petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Keimanan:

▪ Kesaksian lidah dan anggota-anggota tubuh atas segala perbuatan manusia pada hari kiamat.
▪ Hanya Allah yang menguasai langit dan bumi.
▪ Kewajiban rasul hanyalah menyampaikan agama Allah.
▪ Iman rnerupakan dasar daripada diterimanya amal ibadah.

Hukum:

▪ Hukum-hukum sekitar masalah zina, li’an dan adabadab pergaulan diluar dan di dalam rumah tangga.

Kisah:

▪ Cerita tentang berita bohong terhadap Ummul mukmininAisyah r.a. (Qishshatul lfki).

Lain-lain:

▪ Semua jenis hewan diciptakan Allah dari air.
▪ Janji Allah kepada kaum muslimin yang beramal saleh.

Audio Murottal

QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 64 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nuur (24) : 1-64 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 64

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nuur ayat 15 - Gambar 1 Surah An Nuur ayat 15 - Gambar 2 Surah An Nuur ayat 15 - Gambar 3
Statistik QS. 24:15
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Nuur.

Surah An-Nur (Arab: النّور‎) adalah surah ke-24 dari Alquran.
Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah.
Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35.
Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk.
Petunjuk-petunjuk Allah itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta.
Surat ini sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.

Nomor Surah 24
Nama Surah An Nuur
Arab النور
Arti Cahaya
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 102
Juz Juz 18
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 64
Jumlah kata 1381
Jumlah huruf 5755
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’minun
Surah selanjutnya Surah Al-Furqan
Sending
User Review
4.7 (13 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

24:15, 24 15, 24-15, Surah An Nuur 15, Tafsir surat AnNuur 15, Quran An Nur 15, An-Nur 15, Surah An Nur ayat 15

Video Surah

24:15


More Videos

Kandungan Surah An Nuur

۞ QS. 24:1 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:2 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:4 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 24:9 • Hal-hal yang mengakibatkan kemurkaan Allah

۞ QS. 24:10 • At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 24:11 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:14 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:15 • Dosa-dosa besar

۞ QS. 24:18 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:19 • Keluasan ilmu Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:20 • Al Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 24:21 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 24:22 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 24:23 • Dosa-dosa besar • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:24 • Manusia bersaksi atas dirinya • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:25 • Al Haq (Maha Benar) • Al Mubin (Maha Penjelas) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:26 • Ampunan Allah yang luas

۞ QS. 24:28 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:29 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 24:30 • Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 24:32 • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Wasi’ (Maha Luas)

۞ QS. 24:33 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Keistimewaan Islam • Perbuatan dan niat

۞ QS. 24:34 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 24:35 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • An Nur (Cahaya) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:36 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 24:37 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 24:38 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 24:39 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 24:41 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:42 • Segala sesuatu milik Allah • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 24:43 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 24:44 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 24:45 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Al Qadiir (Maha Penguasa) •

۞ QS. 24:46 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 24:47 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:48 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 24:49 • Sifat orang munafik

۞ QS. 24:50 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 24:52 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 24:53 • Al Khabir (Maha Waspada) • Sifat orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 24:54 • Sifat orang munafik • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 24:55 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukminTauhid Uluhiyyah • Kekuatan umat Islam di dunia • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 24:57 • Sifat neraka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 24:58 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:59 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:60 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 24:61 • Toleransi Islam

۞ QS. 24:62 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Iman adalah ucapan dan perbuatan •

۞ QS. 24:63 • Sifat orang munafik • Peringatan Allah terhadap hambaNya • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 24:64 • Segala sesuatu milik Allah • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Janganlah kamu bersikap lemah,
dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),
jika kamu orang-orang yang beriman.
QS. Ali ‘Imran [3]: 139

Celaka,
dan celakalah kamu,
wahai pendusta!
Lalu celaka,
dan celakalah kamu selamanya!
QS. Al-Qiyamah [75]: 34

Dan sungguh,
Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu.
(Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
QS. Al-A’raf [7]: 10

Katakanlah:
“Dialah Yang menciptakan kamu & menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan & hati”.
(Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

QS. Al-Mulk [67]: 23

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

Ad Dhaar

Apa itu Ad Dhaar? Allah itu Adh-Dhar ◀ Artinya adalah Allah itu Maha Pemberi Bahaya/Dzat Yang Maha Memberi Mudhorat, Dia bisa memberikan bahaya kepada orang-orang yang kafir dan durhaka kepada-Nya ...

istiqamah

Apa itu istiqamah? Istiqamah atau istikamah dalam terminologi Islam adalah hal berpendirian kuat atau teguh pendirian. Kata ini berasal dari bahasa Arab istiqama, yastaqimu, istiqamah yang berarti teg...

Tabi'ut tabi'in

Siapa itu Tabi’ut tabi’in? Tabi’ut Tabi’in atau Atbaut Tabi’in adalah generasi setelah Tabi’in, artinya pengikut Tabi’in, adalah orang Islam teman sepergaula...