Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

An Nisaa'

An Nisaa’ (Wanita) surah 4 ayat 163


اِنَّاۤ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلَیۡکَ کَمَاۤ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلٰی نُوۡحٍ وَّ النَّبِیّٖنَ مِنۡۢ بَعۡدِہٖ ۚ وَ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلٰۤی اِبۡرٰہِیۡمَ وَ اِسۡمٰعِیۡلَ وَ اِسۡحٰقَ وَ یَعۡقُوۡبَ وَ الۡاَسۡبَاطِ وَ عِیۡسٰی وَ اَیُّوۡبَ وَ یُوۡنُسَ وَ ہٰرُوۡنَ وَ سُلَیۡمٰنَ ۚ وَ اٰتَیۡنَا دَاوٗدَ زَبُوۡرًا
Innaa auhainaa ilaika kamaa auhainaa ila nuuhin wannabii-yiina min ba’dihi wa-auhainaa ila ibraahiima waismaa’iila waishaaqa waya’quuba wal asbaathi wa’iisa wa-ai-yuuba wayuunusa wahaaruuna wasulaimaana waaatainaa daawuda zabuuran;

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman.
Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.
―QS. 4:163
Topik ▪ Ayat yang dinaskh
4:163, 4 163, 4-163, An Nisaa’ 163, AnNisaa 163, AnNisa 163, An-Nisa’ 163
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Nisaa' (4) : 163. Oleh Kementrian Agama RI

Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepada Nabi Muhammad ﷺ, seperti memberi wahyu kepada Nabi Nuh dan nabi-nabi yang diutus kemudian.
Wahyu itu mempunyai empat pengertian.

1.
Isyarat, seperti dalam Firman Allah:

Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka "Hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang
(Q.S.
Maryam: 11)

2.
Ilham seperti dalam Firman Allah:

Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, susuilah dia
(Q.S.
Al Qasas: 7)

3.
Insting (naluri) seperti dalam Firman Allah:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia
(Q.S.
An Nahl: 68)

4.
Bisikan ha1us, seperti dalam Firman Allah:

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).
(Q.S.
Al-An'am: 112)

Wahyu yang dimaksud dalam ayat ini, ialah pengertian yang ash yaitu pengertian makrifat yang didapati oleh seorang nabi di dalam hatinya dengan penuh keyakinan, bahwa pengertian itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala, baik langsung maupun memakai perantaraan.
Allah telah mewahyukan Alquran ini kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana Allah telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang datang kemudiannya.
Allah subhanahu wa ta'ala, tidak pernah menurunkan sebuah kitab dari langit secara terang-terangan disaksikan oleh pancaindera sebagaimana yang dimintakan oleh orang-orang Yahudi kepada Nabi Muhammad ﷺ karena wahyu itu adalah semacam pengumuman yang datangnya cepat lagi sembunyi.
Di antara nabi-nabi yang menerima wahyu itu pertama sekali ialah Nabi Nuh, karena beliau termasuk Nabi yang tertua setelah Adam, dan karena beliau dipandang sebagai Adam kedua, yang menurunkan mat manusia setelah terjadinya banjir besar (topan).

Dan Allah telah mewahyukan pula kepada Ibrahim yang diberi julukan Abul Ambiya (ayah dari para nabi) dan Ismail sebagai nenek moyangnya orang Arab dan Ishak dan Ya'kub sebagai nenek moyangnya Bani Israil (Yahudi).

Yang dimaksud dengan Asbat ialah anak cucu Nabi Yakub sebanyak 12 orang.
Pemakaian kata-kata Asbat di kalangan Bani Israil sama dengan pemakaian kata-kata "kabilah" di kalangan orang-orang Arab turunan Ismail.

Dan Allah telah mewahyukan pula kepada Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman, dan telah memberikan Zabur kepada Nabi Daud.
Menurut Imam Qurtubi, kitab Zabur itu berisi 150 surat yang tidak mengandung hukum hukum, hanya berisi: nasihat-nasihat hikmah, pujian dan sanjungan kepada Allah subhanahu wa ta'ala

An Nisaa' (4) ayat 163 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Nisaa' (4) ayat 163 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Nisaa' (4) ayat 163 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu Al Quran dan syariat.
Begitu juga, Kami telah memberi wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang datang sesudahnya.
Juga, Kami telah memberikan wahyu kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan Asbath (yaitu nabi-nabi dari keturunan Ya'qub), 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulayman.
Selain itu, Kami telah mewahyukan pula kepada Dawud dengan menurunkan kitab Zabur kepadanya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Kami telah menurunkan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah menurunkannya kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya dan) seperti (telah Kami turunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak) yakni kedua putranya (serta Yakub) bin Ishak (dan anak-anaknya) yakni anak-anak Yakub (serta Isa, Ayub, Yunus, Harun, Sulaiman dan Kami datangkan kepada) bapaknya, yakni bapak dari Sulaiman (Daud Zabur) dibaca dengan fathah hingga artinya ialah nama kitab yang diturunkan, dan ada pula yang membaca dengan marfu` yaitu mashdar yang berarti mazbuura artinya yang tertulis.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu wahai Rasul agar kamu menyampaikan risalah sebagaimana kami telah mewahyukan kepada Nuh dan Nabi-nabi sesudahnya.
Kami juga telah mewahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya qub dan Asbath, mereka adalah para nabi dari anak keturunan Ya qub yang tersebar pada kabilah Bani Israil yang dua belas dari anak turunnya Ya qub, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, Sulaiman.
Dan Kami memberikan Zabur kepada Dawud, dan Zabur adalah lembaran kitab yang tertulis.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Mu­hammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Sakan dan Addi ibnu Zaid bertanya, "Hai Mu­hammad, kami tidak mengetahui bahwa Allah menurunkan suatu ki­tab kepada manusia sesudah Musa." Maka Allah menurunkan ayat ini berkenaan dengan ucapan kedua orang Yahudi itu, yaitu firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu seba­gaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Haris, te­lah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, telah menceritakan kepa­da kami Abu Ma'syar, dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi yang menceritakan bahwa Allah menurunkan firman-Nya:

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit.
(An Nisaa:153)

sampai dengan firman-Nya:

dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).
(An Nisaa:156)

Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi melanjutkan kisahnya, bahwa keti­ka Nabi ﷺ membacakan ayat-ayat tersebut kepada mereka (orang-orang Yahudi) dan memberitahukan kepada mereka perihal sepak ter­jang mereka yang jahat itu, maka mereka mengingkari semua kitab yang diturunkan oleh Allah, lalu mengatakan, "Allah sama sekali tidak pernah menurunkan sesuatu pun kepada manusia, baik Musa, atau Isa, ataupun nabi lainnya." Maka Nabi ﷺ berdiri, kemudian bersabda, "Juga tidak kepada seorang pun?"
Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata, "Allah tidak menurun­kan sesuatu pun kepada manusia." (Al An'am:91)

Akan tetapi, apa yang diceritakan oleh Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi ini masih perlu dipertimbangkan.
Karena sesungguhnya ayat da­lam surat Al-An'am ini adalah Makkiyyah, sedangkan ayat yang ada di dalam surat An-Nisa adalah Madaniyyah, merupakan bantahan ter­hadap mereka ketika mereka meminta kepada Nabi ﷺ agar menu­runkan sebuah kitab dari langit.
Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.
(An Nisaa:153)

Selanjutnya Allah menyebutkan perbuatan-perbuatan mereka yang memalukan dan penuh dengan keaiban, serta apa yang telah mereka lakukan di masa silam dan masa sekarang, yaitu berupa kedustaan dan kebohongan.
Lalu Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan bahwa Dia telah me­nurunkan wahyu kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muham­mad ﷺ, sebagaimana Dia telah menurunkan wahyu kepada nabi-nabi terdahulu.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu seba­gaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya. sampai dengan firman-Nya: Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Zabur adalah nama kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
kepada Na­bi Daud 'alaihis salam Kami akan menguraikan riwayat masing-masing nabi ter­sebut pada kisah-kisah mereka dalam surat Al-Anbiya, insya Allah, hanya kepada Allah kami percaya dan berserah diri.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa' (4) Ayat 163

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ‘Adi bin Zaid berkata: “Kami tidak mendapat keterangan, bahwa Allah menurunkan sesuatu kepada siapapun sesudah Musa.” Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 163) sebagai peringatan atas pernyataannya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa' (4) Ayat 163

ASBAATH
أَسْبَاط

Lafaz ini adalah jamak dari ash sibth, artinya anak dari anak yaitu cucu dan biasanya cucu dari anak perempuan, lawan bagi al-hafid atau cucu dari anak lelaki. Ia dipetik dari ash sabath atau asy syajarah (pohon) yang memiliki dahan yang banyak. Asbaath bagi Yahudi berarti seperti kabilah-kabilah Arab.

Lafaz asbaath disebut sebanyak lima kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah
-Al Baqarah (2) ayat 136, 140;
-Ali Imran (3), ayat 84;
-An Nisaa (4), ayat 163;
-Al A'raaf (7), ayat 160.

Al Qurtubi berkata,
"Asbaath dalam surah Al Baqarah, ayat 136 dan 140 bermakna anak Ya'qub yaitu 12 orang. Setiap dari mereka melahirkan keturunan yang menjadi umat manusia. Al-sibth pada Bani Israil seperti kedudukan kabilah pada anak Ismail dan dinamakan asbaath dari al-sabath berarti at tatabbu' (berurutan), yaitu mereka sebuah kelompok yang bergenerasi, jemaah dan kabilah yang bersumberkan pada satu sumber.

Abu lshaq Az Zujjaj berkata,
"Hal ini dijelaskan dengan pandangan yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Al Anbari dari Abu Nujayd, dari Al Aswad bin 'Amir, dari lsra'il bin Samak, dari 'Ikrimah, dari lbn 'Abbas, beliau berkata,
"Kesemua nabi-nabi dari keturunan Bani Israil kecuali sepuluh yaitu Nuh, Syu'aib, Hud, Salih, Lut, Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Ismail dan Muhammad, tidak ada pada setiap mereka dua nama kecuali 'Isa dan Ya'qub. Dalam surah Ali Imran Sa'id Hawwa berkata,
"Ia bermaksud anak-anak Ya'qub dan keturunan mereka dari para nabi."

Ibn Katsir berkata,
"Ia adalah bangsa, umat atau kaum Bani Israil dan siapa yang diturunkan wahyu oleh Allah kepada mereka dari nabi-nabi, sebagaimana yang terdapat dalam perkataan Nabi Musa kepada mereka (surah Al Maa'idah):

"wadzkuruu ni'matallaahi 'alaikum idz ja'ala fiikum....."

Kesimpulannya dipetik dari pendapat Muhammad Rasyid Rida dimana makna asbaath ialah anak-anak Ya'qub, kelompok-kelompok atau kaum yang 12 yang terpecah dan bercabang dari mereka.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:69-70

Informasi Surah An Nisaa' (النّساء)
Surat An Nisaa', yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al Baqarah.

Dinamakan An Nisaa' karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding de­ngan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa' dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Al Kubraa" (surat An Nisaa' yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa' Ash Shughraa" (surat An Nisaa' yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

Kewajiban para washi dan para wall
hukum poligami
mas kawin
memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya
pokok-pokok hukum warisan
perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya,
wanita-wanita yang haram dikawini
hukum mengawini budak wanita
larangan memakan harta secara bathil
hukum syiqaq dan nusyuz
kesucian lahir batin dalam shalat
hukum suaka
hukum membunuh seorang Islam
shalat khauf'
larangan melontarkan ucap­an-ucapan buruk
masalah pusaka kalalah.

Kisah:

Kisah-kisah tentang nabi Musa a.s dan pengikutnya.

Lain-lain:

Asal manusia adalah satu
keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita
norma-norma bergaul dengan isteri
hak seseorang sesuai dengan kewajibannya
perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang ditu­runkan kepadanya
dasar-dasar pemerintahan
cara mengadili perkara
keharusan siap-siaga terhadap musuh
sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi pepe­rangan
berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf
norma dan adab dalam peperangan
cara menghadapi orang-orang munafik
derajat orang yang berjihad.


Gambar Kutipan Surah An Nisaa’ Ayat 163 *beta

Surah An Nisaa' Ayat 163



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Nisaa'

Surah An-Nisa' (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, "Wanita") terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa'
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali 'Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma'idah
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (29 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ surah an nisa 163, tafsir ibnu katsir An-Nisa ayat 163, qiroat an nisa ayat 163