Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 163 [QS. 4:163]

اِنَّاۤ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلَیۡکَ کَمَاۤ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلٰی نُوۡحٍ وَّ النَّبِیّٖنَ مِنۡۢ بَعۡدِہٖ ۚ وَ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلٰۤی اِبۡرٰہِیۡمَ وَ اِسۡمٰعِیۡلَ وَ اِسۡحٰقَ وَ یَعۡقُوۡبَ وَ الۡاَسۡبَاطِ وَ عِیۡسٰی وَ اَیُّوۡبَ وَ یُوۡنُسَ وَ ہٰرُوۡنَ وَ سُلَیۡمٰنَ ۚ وَ اٰتَیۡنَا دَاوٗدَ زَبُوۡرًا
Innaa auhainaa ilaika kamaa auhainaa ila nuuhin wannabii-yiina min ba’dihi wa-auhainaa ila ibraahiima waismaa’iila waishaaqa waya’quuba wal asbaathi wa’iisa wa-ai-yuuba wayuunusa wahaaruuna wasulaimaana waaatainaa daawuda zabuuran;
Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya;
Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman.
Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud.
―QS. An Nisaa’ [4]: 163

Indeed, We have revealed to you, (O Muhammad), as We revealed to Noah and the prophets after him.
And we revealed to Abraham, Ishmael, Isaac, Jacob, the Descendants, Jesus, Job, Jonah, Aaron, and Solomon, and to David We gave the book (of Psalms).
― Chapter 4. Surah An Nisaa‘ [verse 163]

إِنَّآ sesungguhnya

Indeed, We
أَوْحَيْنَآ Kami telah menwahyukan

have revealed
إِلَيْكَ kepadamu

to you
كَمَآ sebagaimana

as
أَوْحَيْنَآ Kami telah mewahyukan

We revealed
إِلَىٰ kepada

to
نُوحٍ Nuh

وَٱلنَّبِيِّۦنَ dan Nabi-Nabi

and the Prophets
مِنۢ dari

from
بَعْدِهِۦ sesudahnya/kemudiannya

after him,
وَأَوْحَيْنَآ dan Kami wahyukan

and We revealed
إِلَىٰٓ kepada

to
إِبْرَٰهِيمَ Ibrahim

وَإِسْمَٰعِيلَ dan Ismail

and Ishmael,
وَإِسْحَٰقَ dan Ishaq

and Isaac
وَيَعْقُوبَ dan Ya’qub

and Yaqub,
وَٱلْأَسْبَاطِ dan anak-anak cucunya

and the tribes,
وَعِيسَىٰ dan Isa

and Isa
وَأَيُّوبَ dan Ayyub

and Ayyub,
وَيُونُسَ dan Yunus

and Yunus,
وَهَٰرُونَ dan Harun

and Harun
وَسُلَيْمَٰنَ dan Sulaiman

وَءَاتَيْنَا dan Kami berikan

and We gave
دَاوُۥدَ Daud

(to) Dawood
زَبُورًا Zabur

the Zaboor.

Tafsir

Alquran

Surah An Nisaa’
4:163

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 163. Oleh Kementrian Agama RI


Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepada Muhammad seperti memberi wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang diutus kemudian.
Wahyu yang diberikan kepada para nabi berbeda dengan pengertian wahyu yang pernah diberikan kepada makhluk lain, karena wahyu itu mempunyai empat pengertian:


1. Isyarat, seperti dalam Firman Allah:

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada mereka;
bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.
(Maryam [19]: 11).


2. Ilham, seperti dalam firman Allah:

وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّ مُوْسٰٓى اَنْ اَرْضِعِيْهِ

Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa,
"Susuilah dia (Musa), (al-Qashash [28]: 7).


3.Insting (naluri) seperti dalam firman Allah:

وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَ

Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah,
"Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.

(an-Nahl [16]: 68).


4. Bisikan halus, seperti dalam firman Allah:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan.
(al-An’am [6]: 112)


Wahyu yang dimaksud dalam ayat ini ialah wahyu dalam pengertian yang dikenal dalam istilah agama, yaitu bisikan halus dan pengertian makrifat yang didapati oleh seorang nabi di dalam hatinya dengan penuh keyakinan bahwa pengertian itu datangnya dari Allah, baik langsung maupun memakai perantaraan.

Allah telah mewahyukan Alquran ini kepada Muhammad sebagaimana Allah telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang datang kemudian.
Allah tidak pernah menurunkan sebuah kitab dari langit secara terang-terangan disaksikan oleh pancaindra seperti yang dimintakan oleh orang-orang Yahudi kepada Muhammad, karena wahyu itu adalah semacam pemberitahuan yang datang dengan cepat dan tersembunyi.
Di antara nabi-nabi yang menerima wahyu pertama sekali untuk umatnya ialah Nabi Nuh, karena beliau termasuk Nabi yang tertua setelah Adam, dan karena beliau dipandang sebagai Adam kedua, yang menurunkan umat manusia setelah terjadinya banjir besar (taufan).



Allah telah mewahyukan pula kepada Ibrahim yang diberi julukan Abul-Anbiya (bapak para nabi dari sisi tauhid) dan Ismail sebagai nenek moyang orang Arab dan Ishak dan Yakub sebagai nenek moyang Bani Israil (Yahudi).
Yang dimaksud dengan Asbath ialah anak Nabi Yakub yang berjumlah 12 orang.
Pemakaian kata Asbath di kalangan Bani Israil sama dengan pemakaian kata
"kabilah"
di kalangan orang-orang Arab turunan Ismail.


Allah telah mewahyukan pula kepada Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman dan telah memberikan Zabur kepada Daud.
Menurut Imam Qurtubi, Zabur itu berisi 150 surah yang tidak mengandung hukumhukum, hanya berisi nasihat-nasihat, hikmah, pujian dan sanjungan kepada Allah.

Tafsir QS. An Nisaa’ (4) : 163. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu Alquran dan syariat.
Begitu juga, Kami telah memberi wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang datang sesudahnya.


Juga, Kami telah memberikan wahyu kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan Asbath (yaitu nabi-nabi dari keturunan Ya’qub), ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulayman.
Selain itu, Kami telah mewahyukan pula kepada Dawud dengan menurunkan kitab Zabur kepadanya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu wahai Rasul agar kamu menyampaikan risalah sebagaimana kami telah mewahyukan kepada Nuh dan Nabi-nabi sesudahnya.
Kami juga telah mewahyukan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan Asbath, mereka adalah para nabi dari anak keturunan Ya’qub yang tersebar pada kabilah Bani Israil yang dua belas dari anak turunnya Ya’qub, Isa, Ayyub, Yunus, Harun, Sulaiman.


Dan Kami memberikan Zabur kepada Dawud, dan Zabur adalah lembaran kitab yang tertulis.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah menurunkan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah menurunkannya kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya dan) seperti


(telah Kami turunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak) yakni kedua putranya


(serta Yakub) bin Ishak


(dan anak-anaknya) yakni anak-anak Yakub


(serta Isa, Ayub, Yunus, Harun, Sulaiman dan Kami datangkan kepada) bapaknya, yakni bapak dari Sulaiman


(Daud Zabur) dibaca dengan fathah hingga artinya ialah nama kitab yang diturunkan, dan ada pula yang membaca dengan marfu` yaitu mashdar yang berarti mazbuura artinya yang tertulis.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Mu­hammad, dari Ikrimah atau Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Sakan dan Addi ibnu Zaid bertanya,
"Hai Mu­hammad, kami tidak mengetahui bahwa Allah menurunkan suatu kitab kepada manusia sesudah Musa."
Maka Allah menurunkan ayat ini berkenaan dengan ucapan kedua orang Yahudi itu, yaitu firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu seba­gaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Haris, te­lah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, telah menceritakan kepa­da kami Abu Ma’syar, dari Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi yang menceritakan bahwa Allah menurunkan firman-Nya:

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah kitab dari langit.
(QS. An-Nisa’ [4]: 153)

sampai dengan firman-Nya:

dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).
(QS. An-Nisa’ [4]: 156)

Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi melanjutkan kisahnya, bahwa keti­ka Nabi ﷺ membacakan ayat-ayat tersebut kepada mereka (orang-orang Yahudi) dan memberitahukan kepada mereka perihal sepak ter­jang mereka yang jahat itu, maka mereka mengingkari semua kitab yang diturunkan oleh Allah, lalu mengatakan,
"Allah sama sekali tidak pernah menurunkan sesuatu pun kepada manusia, baik Musa, atau Isa, ataupun nabi lainnya."
Maka Nabi ﷺ berdiri, kemudian bersabda,
"Juga tidak kepada seorang pun?"
Maka Allah menurunkan firman-Nya:

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata,
"Allah tidak menurun­kan sesuatu pun kepada manusia."
(QS. Al-An’am [6]: 91)

Akan tetapi, apa yang diceritakan oleh Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi ini masih perlu dipertimbangkan.
Karena sesungguhnya ayat da­lam surat Al-An’am ini adalah Makkiyyah, sedangkan ayat yang ada di dalam surat An-Nisa adalah Madaniyyah, merupakan bantahan ter­hadap mereka ketika mereka meminta kepada Nabi ﷺ agar menu­runkan sebuah kitab dari langit.
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu.
(QS. An-Nisa’ [4]: 153)

Selanjutnya Allah menyebutkan perbuatan-perbuatan mereka yang memalukan dan penuh dengan keaiban, serta apa yang telah mereka lakukan di masa silam dan masa sekarang, yaitu berupa kedustaan dan kebohongan.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan bahwa Dia telah me­nurunkan wahyu kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muham­mad ﷺ, sebagaimana Dia telah menurunkan wahyu kepada nabi-nabi terdahulu.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu seba­gaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang sesudahnya. sampai dengan firman-Nya:
Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Zabur adalah nama kitab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kepada Na­bi Daudalaihis salam Kami akan menguraikan riwayat masing-masing nabi ter­sebut pada kisah-kisah mereka dalam surat Al-Anbiya, insya Allah, hanya kepada Allah kami percaya dan berserah diri.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah An Nisaa’ (4) Ayat 163

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ‘Adi bin Zaid berkata: “Kami tidak mendapat keterangan, bahwa Allah menurunkan sesuatu kepada siapapun sesudah Musa.” Maka turunlah ayat ini (an-Nisaa’: 163) sebagai peringatan atas pernyataannya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah An Nisaa’ (4) Ayat 163

ASBAATH
أَسْبَاط

Lafaz ini adalah jamak dari ash sibth, artinya anak dari anak yaitu cucu dan biasanya cucu dari anak perempuan, lawan bagi al-hafid atau cucu dari anak lelaki.
Ia dipetik dari ash sabath atau asy syajarah (pohon) yang memiliki dahan yang banyak.
Asbaath bagi Yahudi berarti seperti kabilahkabilah Arab.

Lafaz asbaath disebut sebanyak lima kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah
Al Baqarah (2) ayat 136, 140;
Ali Imran (3), ayat 84;
An Nisaa (4), ayat 163;
-Al A’raaf (7), ayat 160.

Al Qurtubi berkata,
"Asbaath dalam surah Al Baqarah, ayat 136 dan 140 bermakna anak Ya’qub yaitu 12 orang.
Setiap dari mereka melahirkan keturunan yang menjadi umat manusia.
Al-sibth pada Bani Israil seperti kedudukan kabilah pada anak Ismail dan dinamakan asbaath dari al-sabath berarti at tatabbu’ (berurutan), yaitu mereka sebuah kelompok yang bergenerasi, jemaah dan kabilah yang bersumberkan pada satu sumber.

Abu lshaq Az Zujjaj berkata,
"Hal ini dijelaskan dengan pandangan yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Al Anbari dari Abu Nujayd, dari Al Aswad bin ‘Amir, dari lsra’il bin Samak, dari ‘Ikrimah, dari lbn ‘Abbas, beliau berkata,
"Kesemua nabi-nabi dari keturunan Bani Israil kecuali sepuluh yaitu Nuh, Syu’aib, Hud, Salih, Lut, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Ismail dan Muhammad, tidak ada pada setiap mereka dua nama kecuali ‘Isa dan Ya’qub.
Dalam surah Ali Imran Sa’id Hawwa berkata,
"Ia bermaksud anak-anak Ya’qub dan keturunan mereka dari para nabi."

Ibn Katsir berkata,
"Ia adalah bangsa, umat atau kaum Bani Israil dan siapa yang diturunkan wahyu oleh Allah kepada mereka dari nabi-nabi, sebagaimana yang terdapat dalam perkataan Nabi Musa kepada mereka (surah Al Maa’idah):

"wadzkuruu ni’matallaahi ‘alaikum idz ja’ala fiikum….."

Kesimpulannya dipetik dari pendapat Muhammad Rasyid Rida dimana makna asbaath ialah anak-anak Ya’qub, kelompok-kelompok atau kaum yang 12 yang terpecah dan bercabang dari mereka.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 69-70

Unsur Pokok Surah An Nisaa’ (النّساء)

Surat An-Nisaa’, yang terdiri dari 176 ayat itu, adalah surat Madaniyyah yang terpanjang sesudah surat Al-Baqarah.

Dinamakan An Nisaa‘ karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surat yang paling banyak membicarakan hal itu dibanding dengan surat-surat yang lain.

Surat yang lain yang banyak juga membicarakan tentang hal wanita ialah surat Ath-Thalaaq.
Dalam hubungan ini biasa disebut surat An Nisaa‘ dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Al Kubraa" (surat An Nisaa‘ yang besar), sedang surat Ath Thalaaq disebut dengan sebutan:
"Surat An Nisaa‘ Ash Shughraa" (surat An Nisaa‘ yang kecil).

Keimanan:

Syirik (dosa yang paling besar) akibat kekafiran di hari kemudian.

Hukum:

▪ Kewajiban para washi dan para Hukum poligami.
▪ Mas kawin.
▪ Memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tidak dapat mengurus hartanya.
▪ Pokok-pokok hukum warisan.
▪ Perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya.
▪ Wanita-wanita yang haram dikawini.
Hukum mengawini budak wanita.
▪ Larangan memakan harta secara bathil.
Hukum syiqaq dan nusyuz.
▪ Kesucian lahir batin dalam shalat.
Hukum suaka.
Hukum membunuh seorang Islam.
Shalat khauf‘.
▪ Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk.
▪ Masalah pusaka kalalah.

Kisah:

▪ Kisah-kisah tentang nabi Musa `alaihis salam dan pengikutnya.

Lain-lain:

▪ Asal manusia adalah satu.
▪ Keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita.
Normanorma bergaul dengan isteri.
▪ Hak seseorang sesuai dengan kewajibannya.
▪ Perlakuan ahli kitab terhadap kitabkitab yang diturunkan kepadanya.
▪ Dasar-dasar pemerintahan.
▪ Cara mengadili perkara.
▪ Keharusan siap-siaga terhadap musuh.
▪ Sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan.
▪ Berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukalaf.
Norma dan adab dalam peperangan.
▪ Cara menghadapi orang-orang munafik.
▪ Derajat orang yang berjihad.

Audio

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 176 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Nisaa' (4) : 1-176 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 176

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nisaa' ayat 163 - Gambar 1 Surah An Nisaa' ayat 163 - Gambar 2
Statistik QS. 4:163
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah An Nisaa'.

Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita”) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah.
Dinamakan An- Nisa (wanita) karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain.
Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).

Nomor Surah4
Nama SurahAn Nisaa’
Arabالنّساء
ArtiWanita
Nama lainAl-Nisa Al-Kubra (Surah Al-Nisa yang Besar)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu92
JuzJuz 4 (ayat 1-23), juz 5 (ayat 24-147), juz 6 (ayat 148-176)
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat176
Jumlah kata3764
Jumlah huruf16327
Surah sebelumnyaSurah Ali ‘Imran
Surah selanjutnyaSurah Al-Ma’idah
Sending
User Review
4.9 (29 votes)
Tags:

4:163, 4 163, 4-163, Surah An Nisaa' 163, Tafsir surat AnNisaa 163, Quran AnNisa 163, An-Nisa’ 163, Surah An Nisa ayat 163

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 20 [QS. 25:20]

20. Ayat ini kembali menegaskan sisi kemanusiaan seorang rasul un-tuk membantah keberatan kaum musyrik. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, wahai Nabi Muhammad, melainkan mereka adalah manu … 25:20, 25 20, 25-20, Surah Al Furqaan 20, Tafsir surat AlFurqaan 20, Quran Al Furqan 20, AlFurqan 20, Al-Furqan 20, Surah Al Furqan ayat 20

QS. Al Balad (Negeri) – surah 90 ayat 2 [QS. 90:2]

1-3. Aku bersumpah dengan negeri ini, yakni kota Mekah, kota kelahiran Nabi dan kota suci umat Islam. Dan engkau, wahai Nabi, bertempat tinggal di negeri Mekah ini, membuatnya bertambah mulia. Dan dem … 90:2, 90 2, 90-2, Surah Al Balad 2, Tafsir surat AlBalad 2, Quran Al-Balad 2, Surah Al Balad ayat 2

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #21

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut

Kuis Agama Islam #31

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan … Tauhid Ilmu kalam Al-Yakiin Akhlaq Aqidah Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #3

Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut … dekorasi pusar sampai mata kaki pakaian hijab aurat Benar!

Instagram