Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. An Nas (Umat Manusia) – surah 114 ayat 6 [QS. 114:6]

مِنَ الۡجِنَّۃِ وَ النَّاسِ
Minal jinnati wan-naas(i);
dari (golongan) jin dan manusia.”
―QS. An Nas [114]: 6

Daftar isi

From among the jinn and mankind."
― Chapter 114. Surah An Nas [verse 6]

مِنَ dari

From
ٱلْجِنَّةِ jin

the jinn
وَٱلنَّاسِ dan manusia

and men.

Tafsir Quran

Surah An Nas
114:6

Tafsir QS. An-Nas (114) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan dalam ayat ini tentang godaan tersebut, yaitu bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia, yang mungkin datangnya dari jin atau manusia, sebagaimana dalam ayat lain Allah ﷻ berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin. (Al-An’am [6]: 112)

Setan-setan jin itu seringkali membisikkan suatu keraguan dengan cara yang sangat halus kepada manusia.

Seringkali dia menampakkan dirinya sebagai penasihat yang ikhlas, tetapi bila engkau menghardiknya ia mundur dan bila diperhatikan bicaranya ia terus melanjutkan godaannya secara berlebih-lebihan.



Surah ini dimulai dengan kata pendidik, karena itu Tuhan sebagai pendidik manusia, berkuasa untuk menolak semua godaan setan dan bisikannya dari manusia.

Allah memberi petunjuk dalam surah ini agar manusia memohon pertolongan hanya kepada Allah sebagaimana Dia telah memberi petunjuk yang serupa dalam surah Al-Fatihah, bahwa dasar yang terpenting dalam agama adalah menghadapkan diri dengan penuh keikhlasan kepada Allah baik dalam ucapan, maupun perbuatan lainnya dan memohon perlindungan kepada-Nya dari segala godaan setan yang ia sendiri tidak mampu menolaknya.

Tafsir QS. An Nas (114) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yaitu jin dan manusia.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dari setan jin dan manusia.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dari jin dan manusia") lafal ayat ini menjelaskan pengertian setan yang menggoda itu, yaitu terdiri dari jenis jin dan manusia, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat lainnya, yaitu melalui firman-Nya,
"yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin."
―QS. Al-An’am [6]: 112―
Atau lafal Minal Jinnati menjadi Bayan dari lafal Al-Waswaasil Khannaas, sedangkan lafal An-Naas di’athafkan kepada lafal Al-Waswaas.
Tetapi pada garis besarnya telah mencakup kejahatan yang dilakukan oleh Lubaid dan anak-anak perempuannya yang telah disebutkan tadi.
Pendapat pertama yang mengatakan bahwa di antara yang menggoda hati manusia adalah manusia di samping setan, pendapat tersebut disanggah dengan suatu kenyataan, bahwa yang dapat menggoda hati manusia hanyalah bangsa jin atau setan saja.
Sanggahan ini dapat dibantah pula, bahwasanya manusia pun dapat pula menggoda manusia lainnya, yaitu dengan cara yang sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka sebagai manusia.
Godaan tersebut melalui lahiriah, kemudian merasuk ke dalam kalbu dan menjadi mantap di dalamnya, yaitu melalui cara yang dapat menjurus ke arah itu.
— Wallahu A’lam – Akhirnya hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dari (golongan) jin dan manusia.
(QS. An-Nas [114]: 6)


Apakah ayat ini merupakan rincian dari firman-Nya:
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
(QS. An-Nas [114]: 5)
Kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya:
dari (golongan)jin dan manusia.
(QS. An-Nas [114]: 6)

Hal ini menguatkan pendapat yang kedua.
Dan menurut pendapat yang lainnya, firman-Nya berikut ini:
dari (golongan) jin dan manusia.
(QS. An-Nas [114]: 6)
merupakan tafsir dari yang selalu membisikkan godaannya terhadap manusia, yaitu dari kalangan setan manusia dan setan jin.
Sebagaimana pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu(manusia).
(QS. Al-An’am [6]: 112)

Dan semakna dengan apa yang disebutkan oleh Imam Ahmad, bahwa:


telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Al-Mas’udi, telah menceritakan kepada kami Abu Umar Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Ubaid Al-Khasykhasy, dari Abu Zaryang telah menceritakan bahwa ia datang kepada Rasulullah ﷺ yang saat itu berada di dalam masjid.
lalu ia duduk.
maka Rasulullah ﷺ bertanya,
"Hai Abu Zar, apakah engkau telah salat?"
Aku (Abu Zar) menjawab,
"Belum."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Berdirilah dan salatlah kamu!"
Maka aku berdiri dan salat, setelah itu aku duduk lagi dan beliau ﷺ bersabda:
Hai Abu Zar, mohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan setan jin.
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah setan manusia itu ada?"
Beliau ﷺ menjawab,
"Ya ada."
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan salat?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Salat adalah sebaik-baik pekerjaan;
barang siapa yang ingin mempersedikitnya atau memperbanyaknya (hendaklah ia melakukan apa yang disukainya —dari salatnya itu—).
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan puasa?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Amal fardu yang berpahala dan di sisi Allah ada tambahannya.
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan sedekah?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Pahalanya dilipatgandakan dengan kelipatan yang banyak."
Aku bertanya,
"Manakah sedekah yang terbaik, wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Hasil jerih payah dari orang yang merasa sedikit atau yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi kepada orang yang fakir.
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, nabi manakah yang paling pertama?"
Beliau menjawab,
"Adam."
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah dia seorang nabi?"
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya, dia seorang nabi dan juga orang yang pernah diajak bicara langsung oleh Allah subhanahu wa ta’ala"
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, ada berapakah para rasul itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Tiga ratus belasan orang, jumlah yang cukup banyak."
Di lain kesempatan beliau ﷺ bersabda,
"Tiga ratus lima belas orang rasul."
Aku bertanya,
"Wahai Rasulullah, wahyu apakah yang paling besar yang pernah diturunkan kepada engkau?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Ayat kursi, yaitu,
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)."(QS. Al-Baqarah [2]: 255)

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini melalui Abu Umar Ad-Dimasyqi dengan sanad yang sama.
Hadis ini telah diriwayatkan dengan sangat panjang lebar oleh Imam Abu Hatim ibnu Hibban di dalam kitab sahihnya melalui jalur Lain dan lafaz Lain yang panjang sekali;
hanya Allah-Iah Yang Maha Mengetahui.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan, dari Mansur, dari Zar ibnu Abdullah Al-Hamdani, dari Abdullah ibnu Syaddad, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ, lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya dalam hatiku timbul suatu pertanyaan yang tidak berani aku mengatakannya.
Lebih aku sukai jikalau aku dijatuhkan dari atas langit daripada mengutarakannya."
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi ﷺ bersabda:
Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, segala puji bagi Allah yang telah menolak tipu daya setan hingga hanya sampai batas bisikan (belaka).

Imam Abu Daud dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui hadis Mansur, sedangkan menurut riwayat Imam Nasai ditambahkan Al-A’masy, keduanya dari Zar dengan sanad yang sama.

Unsur Pokok Surah An Nas (الناس)

Surat ini terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Falaq.

Nama "An-Nas" diambil dari "An Naas" yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia.

Keimanan:

▪ Perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.

Ayat-ayat dalam Surah An Nas (6 ayat)

1 2 3 4 5 6

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. An-Nas (114) : 1-6 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 6 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Nas (114) : 1-6 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 6

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Nas ayat 6 - Gambar 1 Surah An Nas ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 114:6
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah An Nas.

Surah An-Nas (bahasa Arab:النَّاسِ, “Manusia”) adalah surah penutup (ke-114) dalam Alquran.
Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia.
Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah.
Isi surah adalah anjuran supaya manusia memohon perlindungan kepada Allah terhadap pengaruh hasutan jahat setan yang menyelinap di dalam diri.

Nomor Surah 114
Nama Surah An Nas
Arab الناس
Arti Umat Manusia
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 21
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 6
Jumlah kata 20
Jumlah huruf 78
Surah sebelumnya Surah Al-Falaq
Surah selanjutnya Tidak ada
Sending
User Review
4.7 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

114:6, 114 6, 114-6, Surah An Nas 6, Tafsir surat AnNas 6, Quran Anas 6, An-Nas 6, Surah An Nas ayat 6

Video Surah

114:6


Load More

Ayat Pilihan

Mereka bodoh, tapi tak tahu.
Dan bila berjumpa dengan orang beriman,
mereka berkata:
“Kami telah beriman”.
Dan bila kembali kepada syaitan,
mereka mengatakan:
“Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu,
kami hanya berolok-olok”
QS. Al-Baqarah [2]: 13-14

“Aku tak minta kepadamu sesuatu upah atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”.
Dan siapa yang kerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri
QS. Asy-Syura [42]: 23

Bila mereka dilempar ke tempat yang sempit di Neraka itu dengan dibelenggu, mereka mengharap kebinasaan.
(Akan dikatakan kepada mereka):
“Jangan kamu sekalian mengharapkan satu kebinasaan,
melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak”
QS. Al-Furqan [25]: 13-14

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Correct! Wrong!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: u0627u0644u0645u062cu062au0647u062f) atau fakih (u0627u0644u0641u0642u064au0647) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Correct! Wrong!

Arti hadits maudhu' adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus Istilah Islam

Husain bin Ali

Siapa itu Husain bin Ali? Al-Husain bin ‘Alī bin Abī Thālib adalah putra Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra dan cucu Nabi. Dia dianggap oleh Syiah sebagai Imam ketiga Syiah dan ayah dari dinasti Imam Syiah dari Dua Belas Imam dari Ali bin Husain hingga Mahdi. Ia juga dike … • Hussain ibn ‘Ali ibn Abi Talib, Husayn ibn Ali

aurat

Apa itu aurat? au.rat bagian badan yang tidak boleh kelihatan ; kemaluan; organ untuk mengadakan perkembangbiakan … •

Al Mujiib

Apa itu Al Mujiib? Allah itu Al-Mujib ◀ Allah itu Maha Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Apabila seorang hamba didalam menjalani kehidupan ini menerima kesulitan, maka hendaknya dia bermohon kepada Allah. Karena Allah mengetahui segala kesulitan yang dihadapi hambaNya dan Dia berjanji akan mengabulkan permohonan hamba-hambaNya apabila sang hamba mau memohon kepad … • Al-Mujiib, Al-Mujib