QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 93 [QS. 27:93]

وَ قُلِ الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ سَیُرِیۡکُمۡ اٰیٰتِہٖ فَتَعۡرِفُوۡنَہَا ؕ وَ مَا رَبُّکَ بِغَافِلٍ عَمَّاتَعۡمَلُوۡنَ
Waqulil hamdu lillahi sayuriikum aayaatihi fata’rifuunahaa wamaa rabbuka bighaafilin ‘ammaa ta’maluun(a);

Dan katakanlah:
“Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya.
Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan”.
―QS. 27:93
Topik ▪ Setiap nabi menerima ujian
27:93, 27 93, 27-93, An Naml 93, AnNaml 93, An-Naml 93

Tafsir surah An Naml (27) ayat 93

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 93. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Nabi Nya supaya menyampaikan khabar kegembiraan kepada kaum Muslimin yang mengikuti petunjuknya dan memberi peringatan dengan azab Allah kepada mereka yang mengingkari kerasulannya dengan ucapan-ucapan yang maksudnya: “Katakanlah olehmu Muhammad, segala puji bagi Allah, atas segala limpahan rahmat dan karunia Nya, yang di antaranya ialah nikmat kenabian dan kerasulan, yang menyebabkan datangnya pula nikmat-nikmat yang lain, baik kenikmatan di dunia maupun kenikmatan kelak di akhirat.
Allah telah memberi taufik kepadaku untuk memikul segala beban dalam melaksanakan seruan agama, yang walaupun berat dan payah namun aku merasakan enak dan ringan saja, karena semua itu aku lakukan dalam rangka ketaatan dan kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih.
Yang telah menyediakan keridaan dan pahala yang besar bagi hamba-hamba-Nya yang tulus dan ikhlas.
Allah telah memberikan kepadaku berbagai-bagai mukjizat, yang menunjukkan kebenaran risalahku dan aku diberi taufik untuk mengikuti jalan agama Nya yang lurus.
Aku ingin sekali supaya kamu membuka hatimu untuk dapat melihat bukti-bukti kebenaran itu, hanya sayang sekali, setan dan hawa nafsumu telah demikian rupa mengelabui mata penglihatanmu sehingga tidak dapat melihat kenyataan yang sebenarnya.
Jika kamu masih tetap juga membangkang dan berkepala batu, maka ingatlah bahwa semua manusia akan mati, bila ajal telah tiba dan kamu sekalian pada Hari Kiamat akan dibangkitkan dari kuburan masing-masing dan di hadapan ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala, yang akan memeriksa semua perbuatanmu yang sekarang kamu lakukan di dunia dan di sanalah nanti Allah akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran Nya.
Di sanalah nanti Allah subhanahu wa ta’ala akan memperlihatkan kepadamu azab Nya sangat pedih, maka kamu akan mengetahuinya.
Dan di sanalah nanti akan mengemukakan penyesalan yang tiada terhingga atas kekafiranmu terhadap risalahku.
Penyesalan yang tiada arti dan manfaat lagi karena kamu telah menyia-nyiakan kesempatan dan umurmu yang telah lewat itu, sedang Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan pula, “Segala puji bagi Tuhanku atas karunia kenabian dan hidayah.
Dia akan memperlihatkan bukti-bukti kekuasaan-Nya bagi kalian di dunia dan akan menampakkan kebenaran berita yang disampaikan kepada kalian di akhirat nanti, sehingga kalian mengetahui hakikat sebenarnya.
Dan Allah tidak lemah untuk membuat perhitungan dan tidak lalai akan perbuatan kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan katakanlah!, “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya) Allah memperlihatkannya kepada mereka dalam perang Badar, yaitu dengan dibunuhnya mereka dan sebagian lagi ada yang tertawan, serta para Malaikat memukuli muka dan belakang mereka, dan Allah menyegerakan mereka untuk masuk ke dalam neraka.

(Dan Rabbmu tiada lalai dari apa yang kalian kerjakan.”) lafal Taa’maluna dapat dibaca Ya’maluna.

Dan sesungguhnya Allah menangguhkan mereka hanya sampai pada saatnya saja.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah (wahai Rasul) :
Sanjungan yang bagus adalah milik Allah, Dia akan memperlihatkan ayat-ayat-Nya kepada kalian pada diri kalian, pada langit dan juga bumi, sehingga kalian mengetahuinya dengan pengetahuan yang menunjukkan kalian kepada kebenaran dan menjelaskan kebatilan kepada kalian.
Dan Rabbmu tidak lalai dari apa yang kalian perbuat, dan Dia akan membalas kalian atasnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya.” (Q.S. An-Naml [27]: 93)

Yakni segala puji bagi Allah Yang tidak mengazab seseorang melainkan setelah tegaknya hujah terhadap orang itu dan dia telah diberi peringatan.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya.
(Q.S. An-Naml [27]: 93)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehinggajelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.
(Q.S. Fushshilat [41]: 53)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kalian kerjakan.
(Q.S. An-Naml [27]: 93)

Yakni bahkan Dia menyaksikan segala sesuatu.

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan melalui Abu Amr Al-Haudi Hafs ibnu Umar, bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Umayyah ibnu Ya’la As-Saqafi, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Sa’id yang mengatakan, ia pernah mendengar Abu Hurairah mengatakan, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Hai manusia, jangan sekali-kali seseorang dari kalian merasa aman dari pengawasan Allah, karena sesungguhnya andaikata Allah lupa terhadap sesuatu, tentulah Dia lupa terhadap nyamuk kecil, biji sawi, dan semut kecil.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Nasr ibnu Ali, bahwa ayahnya pernah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Qais, dari Matar, dari Umar ibnu Abdul Aziz yang telah mengatakan, “Seandainya Allah melupakan sesuatu, tentulah Dia akan melupakan apa yang dihapus oleh angin dari telapak kaki anak Adam.”

Jika pada suatu hari kamu dalam keadaan sendiri, janganlah kamu katakan bahwa dirimu sendirian, tetapi katakanlah bahwa engkau selalu diawasi.
Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai di suatu waktu, jangan pula (mempunyai dugaan) bahwa hal yang gaib samar bagi-Nya.


Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 93 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 93 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 93 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:93
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.9
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta