Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 76


اِنَّ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنَ یَقُصُّ عَلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اَکۡثَرَ الَّذِیۡ ہُمۡ فِیۡہِ یَخۡتَلِفُوۡنَ
Inna hadzaal quraana yaqush-shu ‘ala banii israa-iila aktsaral-ladzii hum fiihi yakhtalifuun(a);

Sesungguhnya Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.
―QS. 27:76
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Ampunan Allah yang luas
27:76, 27 76, 27-76, An Naml 76, AnNaml 76, An-Naml 76
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 76. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa identitas kesempuanaannya ada tiga perkara:

1.
Alquran berisi kisah-kisah dari Nabi-nabi dan umatnya, sesuai dengan yang diuraikan dalam kitab Taurat dan Injil, padahal Nabi Muhammad sw itu seorang ummi, yang tidak dapat membaca dan menulis, dan belum pernah bergaul dengan pemuka-pemuka ahli kitab sebelum menjadi Rasul, hal mana menjadi dalil yang nyata, bahwa Alquran itu adalah firman Allah yang diwahyukan kepadanya.

2.
Alquran mengandung dalil-dalil akal tentang ketauhidan, kebangkitan, kenabian, hukum-hukum kemasyarakatan yang sangat dibutuhkan oleh seluruh umat manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia sampai di akhirat dengan cara yang tidak terdapat dalam Taurat dan Injil, hal mana meyakinkan, bahwa Alquran itu benar-benar datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala

3.
Alquran diturunkan dalam bahasa yang indah dan kesusasteraan yang sangat tinggi dan isinya yang sangat murni, tak mungkin dibuat oleh siapapun hal mana menunjukkan, bahwa ia berada di luar kemampuan manusia, karena ia adalah semata-mata firman Allah.
Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan bahwa Alquran memberi kepastian kepada Bani Israil tentang soal-soal yang telah mereka perselisihkan, seperti yang bersangkutan dengan Al-Masih Isa putra Maryam, karena sebagian Ahli Kitab ada yang menganggapnya sebagai tuhan, ada pula sebagian yang memandangnya sebagai anak Allah, dan ada pula yang menganggapnya sebagai oknum ketiga dari ajaran trimurti.
Ada yang memandangnya sebagai Nabi palsu, sebagaimana Maryam pula dituduh melakukan perbuatan zina.
Dan terhadap Nabi yang diisyaratkan oleh kitab Taurat akan diutus setelah Musa, mereka mengatakan bahwa Nabi itu ialah Nabi Yusya', atau seorang Nabi lain yang diutus di akhir zaman.
Jika orang-orang Ahli Kitab itu mempelajari isi kitabnya dengan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran tanpa sentimen kebangsaan atau kesukuan, niscaya mereka meyakini, bahwa Nabi yang diisyaratkan oleh Kitab Taurat yang akan diutus setelah Musa, ialah tidak lain melainkan Nabi Muhammad ﷺ.
Hanya karena Nabi Muhammad ﷺ itu dari keturunan Bani Ismail dan bukan dari Bani Israil, maka timbullah sentimen kesukuan yang sukar untuk menerima kebenaran.
Dalam kitab perjanjian lama, kitab Ulangan (Deuteronomium 18: 18) disebutkan demikian, "Bahwa Aku (Tuhan) akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi antara segala saudaranya, yang seperti engkau (Musa), dan Aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan kepadanya segala yang Ku suruh akan dia.
Bahwa sesungguhnya barang siapa yang tidak mau dengan akan segala firman-Ku, yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menuntutnya kelak kepada orang itu.

Isyarat dari kitab Ulangan itu mengandung pengertian.
bahwa Nabi yang akan diutus Allah setelah Nabi Musa itu ialah dari saudara-saudaranya Bani Israil, yaitu Bani Ismail atau bangsa Arab, sebab Israil atau Yakub dan Ismail adalah sama-sama keturunan Nabi Ibrahim as.
Ismail putra Ibrahim dan Yakub adalah putra Ishak dan Ishak putra Ibrahim.
Dan Nabi yang akan diutus adalah seperti Musa.

Juga dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Alquran yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari persoalan-persoalan yang oleh mereka diperselisihkan.
Jika mereka sadar dan insaf dan menjauhkan diri dari ajakan hawa nafsu dan sentimen kesukuan, mereka akan merasakan hak dan kemurnian ajaran Alquran itu.
Hanya sayang sekali, karena terhalang oleh ketakaburan, mereka tetap menolaknya, padahal sudah jelas nampak dalil-dalil tentang kebenarannya, tidak bedanya seperti sikap orang-orang musyrikin pula.

An Naml (27) ayat 76 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 76 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 76 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesunggguhnya kitab suci yang diwahyukan kepada Muhammad itu memberikan penjelasan kepada Bani Israil mengenai akidah, hukum dan kisah-kisah yang benar yang termaktub dalam Tawrat, untuk mengembalikan kepada kebenaran atas persoalan-persoalan yang mereka perselisihkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Alquran ini menjelaskan kepada Bani Israel) yang ada di zaman Nabi ﷺ (sebagian besar dari perkara-perkara yang mereka berselisih tentangnya) dengan menjelaskan hal tersebut sesuai dengan kedudukannya, sehingga hilanglah semua perselisihan yang ada pada mereka, jika mereka mau mengambilnya dan masuk Islam.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Al-Qur’an ini menyampaikan kebenaran kepada Bani Israil dalam kebanyakan perkara yang mereka perdebatkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, menceritakan tentang kitab-Nya yang mulia, dan hidayah, penjelasan serta pembeda antara hak dan batil yang terkandung di dalamnya, bahwasanya Al-Qur'an menceritakan kepada kaum Bani Israil (yaitu pemegang kitab Taurat dan kitab Injil):

sebagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.
(An Naml:76)

Seperti pertentangan mereka tentang Isa dan perselisihan mereka mengenai dirinya, orang-orang Yahudi membuat-buat berita bohong terhadapnya, sedangkan orang-orang Nasrani berlebih-lebihan dalam menilainya.
Maka datanglah Al-Qur'an dengan membawa pendapat yang pertengahan, hak, lagi adil, bahwa Isa adalah salah seorang dari hamba-hamba Allah, dan merupakan salah seorang dari rasul dan nabi-Nya yang mulia, seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya:

Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya (Maryam:34)

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 76 *beta

Surah An Naml Ayat 76



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.4
Rating Pembaca: 4.4 (8 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ Arti Qs annaml ayat 76