QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 70 [QS. 27:70]

وَ لَا تَحۡزَنۡ عَلَیۡہِمۡ وَ لَا تَکُنۡ فِیۡ ضَیۡقٍ مِّمَّا یَمۡکُرُوۡنَ
Walaa tahzan ‘alaihim walaa takun fii dhaiqin mimmaa yamkuruun(a);

Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan”.
―QS. 27:70
Topik ▪ Pahala Iman
27:70, 27 70, 27-70, An Naml 70, AnNaml 70, An-Naml 70

Tafsir surah An Naml (27) ayat 70

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 70. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan Allah supaya berlaku sabar dan tenang menghadapi bermacam-macam tantangan dan cemoohan dari orang-orang kafir itu, jangan sekali-sekali dada mereka sempit menghadapi tipu daya mereka, karena Allah subhanahu wa ta’ala pasti memberikan pertolongan-Nya sehingga agama Islam akan tersebar luas ke seluruh pelosok bumi, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya, seperti tercantum dalam firman-Nya:

Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Alquran) dan agama yang benar untuk dimenangkan Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musryik tidak menyukai.
(Q.S. At-Taubah [9]: 33)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kamu tidak perlu merasa duka dengan ulah orang-orang kafir yang enggan mengikuti agamamu, Muhammad.
Tugasmu hanyalah menyampaikan pesan-pesan kerasulan Kami.
Jangan merasa khawatir pada makar dan rencana-rencana jahat mereka, karena Kami benar-benar akan menolongmu atas mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka dan janganlah dadamu merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan”) ayat ini merupakan hiburan dan penenang hati Nabi ﷺ Maksudnya, janganlah kamu hiraukan makar mereka terhadap dirimu, karena sesungguhnya Kami akan menolong kamu dari mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jangan bersedih karena orang-orang musyrikin berpaling darimu dan mendustakanmu, jangan bersempit dada karena ulah makar mereka kepadamu, karena Allah menolongmu atas mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menghibur hati Nabi-Nya:

Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka.
(Q.S. An-Naml [27]: 70)

Yakni terhadap orang-orang yang mendustakan apa yang engkau sampaikan, dan janganlah kamu menyesali perbuatan mereka, serta jangan biarkan dirimu kecewa karena sikap mereka.

dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
(Q.S. An-Naml [27]: 70)

Untuk menjerumuskanmu dan menyanggah apa yang engkau sampaikan kepada mereka.
Karena sesungguhnya Allah akan mendukungmu, menolongmu, dan memenangkanmu atas orang-orang yang menentang apa yang kamu bawa, baik di timur maupun di barat.


Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 70 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 70 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 70 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:70
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.4
Ratingmu: 4.6 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim