Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 7 [QS. 27:7]

اِذۡ قَالَ مُوۡسٰی لِاَہۡلِہٖۤ اِنِّیۡۤ اٰنَسۡتُ نَارًا ؕ سَاٰتِیۡکُمۡ مِّنۡہَا بِخَبَرٍ اَوۡ اٰتِیۡکُمۡ بِشِہَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّکُمۡ تَصۡطَلُوۡنَ
Idz qaala muusa ahlihi innii aanastu naaran saaatiikum minhaa bikhabarin au aatiikum bisyihaabin qabasin la’allakum tashthaluun(a);
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya,
“Sungguh, aku melihat api.
Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api).”
―QS. An Naml [27]: 7

Daftar isi

(Mention) when Moses said to his family,
"Indeed, I have perceived a fire.
I will bring you from there information or will bring you a burning torch that you may warm yourselves."
― Chapter 27. Surah An Naml [verse 7]

إِذْ ketika

When
قَالَ berkata

said
مُوسَىٰ Musa

لِأَهْلِهِۦٓ kepada keluarganya

to his family,
إِنِّىٓ sesungguhnya aku

"Indeed, I
ءَانَسْتُ aku melihat

perceive
نَارًا api

a fire.
سَـَٔاتِيكُم aku akan mendatangkan kepadamu

I will bring you
مِّنْهَا dari padanya

from it
بِخَبَرٍ dengan kabar

some information
أَوْ atau

or
ءَاتِيكُم aku mendatangkan kepadamu

I will bring you
بِشِهَابٍ dengan api yang menyala

a torch
قَبَسٍ nyala api

burning
لَّعَلَّكُمْ agar kalian

so that you may
تَصْطَلُونَ kamu berdiang/memanaskan badan

warm yourselves."

Tafsir

Alquran

Surah An Naml
27:7

Tafsir QS. An Naml (27) : 7. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perintah agar beliau menyampaikan kepada umatnya kisah Nabi Musa ketika dalam perjalanan dari Madyan untuk kembali ke Mesir dengan disertai oleh keluarganya.
Perjalanan ini dilakukan setelah Musa menyelesaikan waktu yang telah ditentukan, sebagaimana yang disepakati antara Musa dengan mertuanya.

Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:

فَلَمَّا قَضٰى مُوْسَى الْاَجَلَ وَسَارَ بِاَهْلِهٖٓ اٰنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّوْرِ نَارًا قَالَ لِاَهْلِهِ امْكُثُوْٓا اِنِّيْٓ اٰنَسْتُ نَارًا لَّعَلِّيْٓ اٰتِيْكُمْ مِّنْهَا بِخَبَرٍ اَوْ جَذْوَةٍ مِّنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُوْنَ

Maka ketika Musa telah menyelesaikan waktu yang ditentukan itu dan dia berangkat dengan keluarganya, dia melihat api di lereng gunung.
Dia berkata kepada keluarganya,
"Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sepercik api, agar kamu dapat menghangatkan badan.
"
(al-Qashash [28]: 29).


Waktu yang ditentukan itu adalah hasil perjanjian antara Musa dengan mertuanya ketika menetapkan mahar perkawinannya, yaitu bekerja menggembalakan kambing mertuanya selama delapan tahun atau disempurnakan menjadi sepuluh tahun.

Sepuluh tahun menunjukkan kegigihan dan kesungguhannya.
Sedangkan yang dimaksud dengan keluarganya dalam ayat di atas adalah istrinya, tanpa ada orang lain.


Dalam perjalanan pada malam yang sangat gelap dan dingin itu, Musa tersesat.
Ketika melihat dari kejauhan ada nyala api, Musa berpesan agar keluarganya tetap di tempat tersebut, sedang dia akan pergi ke tempat api itu.

Ia berharap memperoleh penunjuk jalan, sehingga tidak tersesat lagi.
Menurutnya, adanya api berarti ada orang di sekitar tempat mereka berada.

Selain itu, Nabi Musa berharap agar dapat membawakan keluarganya api, yang disulut dari sumber api yang terlihat olehnya.
Dengan nyala api itu, dia dan keluarganya tentu dapat berdiam menghangatkan badan dari kedinginan yang mencekam itu.

Tafsir QS. An Naml (27) : 7. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ingatlah apa yang dikatakan oleh Musa pada istri dan pengikutnya, saat kembali ke negeri Mesir,
"Aku sungguh melihat api.
Aku akan kembali kepada kalian dengan membawa berita tentang api itu atau aku akan membawakan untuk kalian dari sebagian api itu agar kalian dapat menghangatkan badan dan mengusir rasa dingin. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah kisah Musa saat dia berkata kepada keluarganya dalam perjalanan malamnya dari Madyan ke Mesir:
Sesungguhnya aku melihat api, aku akan mencari tahu berita darinya tentang jalan yang benar, atau aku akan membawakan sebongkah api agar kalian bisa menggunakannya untuk melawan

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Ingatlah


(ketika Musa berkata kepada keluarganya) yaitu istrinya sewaktu ia berjalan dari Madyan menuju ke Mesir,


("Sesungguhnya aku melihat) dari jauh


(api.
Aku kelak akan membawa kepadamu kabar daripadanya) mengenai jalan yang harus kita tempuh, karena pada saat itu Nabi Musa tersesat


(atau aku membawa kepadamu) dari api itu


(suluh api).
Jika dibaca Bisyihabi Qabasin, maka Idhafah di sini mengandung makna Bayan.
Dapat pula dibaca Bisyihabin Qabasin, artinya obor api yang dinyalakan pada sumbu atau kayu


(supaya kamu dapat berdiang") huruf Tha pada lafal Tashthaluna adalah pengganti dari huruf Ta asal, karena wazannya adalah Tafta’iluna, yaitu berasal dari Shaliya atau Shala yang artinya berdiang pada api untuk menghilangkan rasa dingin.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya seraya mengingatkan kepadanya perihal apa yang dialami oleh Musaalaihis salam saat dia diangkat menjadi kekasih Allah, diajak bicara langsung dan bermunajat dengan-Nya serta diberi­Nya mukjizat-mukjizat yang besar, lagi cemerlang dan dalildalil yang dapat mengalahkan musuh.
Allah mengutusnya kepada Fir’aun dan kaumnya, lalu mereka mengingkarinya dan kafir kepadanya serta bersikap angkuh, tidak mau mengikuti dan tidak mau taat kepada petunjuknya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya.
(QS. An-Naml [27]: 7)

Yakni ingatlah ketika Musa berjalan di malam hari bersama keluarganya, lalu sesat jalan, padahal malam itu sangat gelap.
Lalu Musa menjumpai nyala api di lereng Bukit Tur, maka berkatalah ia kepada keluarganya:

Sesungguhnya aku melihat api.
Aku kelak akan membawa kepada kalian kabar darinya.
(QS. An-Naml [27]: 7)

tentang jalan yang harus kita tempuh.

atau aku membawa kepada kalian suluh api supaya kalian dapat berdiang.
(QS. An-Naml [27]: 7)

Yaitu untuk menghangatkan tubuh kalian.
Dan memang dugaan Musa tepat, karena sesungguhnya ia kembali dari api itu dengari membawa berita yang sangat besar.
Dia telah mengambil dari api itu cahaya hidayah yang amat besar

Unsur Pokok Surah An Naml (النمل)

Surat An-Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy-Syu’ara’.

Dinamai dengan "An Naml", karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaimanalaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.

Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya.

Nabi Sulaimanalaihis salam yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.

Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaimanalaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan sebagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.

Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaimanalaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaimanalaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad ﷺ, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Alquran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin.
▪ Ke-Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini.
▪ Hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib.
▪ Adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Sulaiman `alaihis salam dengan semut, dengan burung hudhud dan dengan ratu Balqis.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Ciri-ciri orang mukmin.
Alquran menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil.
▪ Hanya orang-orang mukminlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu.
▪ Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Alquran.
▪ Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Audio

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 93 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 93

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Naml ayat 7 - Gambar 1 Surah An Naml ayat 7 - Gambar 2
Statistik QS. 27:7
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, “Semut”) adalah surah ke-27 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu’ara’
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
Sending
User Review
4.7 (9 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

27:7, 27 7, 27-7, Surah An Naml 7, Tafsir surat AnNaml 7, Quran An-Naml 7, Surah An Naml ayat 7

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Naml

۞ QS. 27:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 27:3 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 27:4 • Mengingkari hari kebangkitan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafir • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 27:5 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 27:6 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 27:8 Tauhid Rububiyyah • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:9 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 27:11 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Kalam (berfirman) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 27:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:14 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:17 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:19 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:24 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:25 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 27:26 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:30 Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 27:31 Islam agama para nabi

۞ QS. 27:39 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:40 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Al Karim (Maha Mulia) • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 27:44 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 27:46 • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 27:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Meramal nasib

۞ QS. 27:50 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 27:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:52 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:53 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:56 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:57 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:58 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:59 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 27:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:62 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 27:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 27:65 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 27:66 • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:67 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:68 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:69 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:71 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:72 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 27:73 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 27:74 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 27:75 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 27:76 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 27:78 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 27:80 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:81 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:82 • Munculnya binatang melata sebelum kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:83 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:84 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 27:87 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 27:88 Al Khabir (Maha Waspada) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 27:89 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 27:90 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:91 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:92 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 27:93 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Sungguh manusia belum melaksanakan kewajiban perintah Allah untuk beriman & taat kepada-Nya sepanjang hidup di dunia.
QS. ‘Abasa [80]: 23

Sembahlah Allah & jangan kau persekutukan-Nya dengan sesuatupun.
Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak,
karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin,
tetangga dekat & tetangga yang jauh,
dan teman sejawat, ibnu sabil & hamba sahayamu.
QS. An-Nisa’ [4]: 36

Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk suatu agama.
Jalan kebenaran & kesesatan telah jelas melalui tanda-tanda kekuasaan Allah yang menakjubkan.
QS. Al-Baqarah [2]: 256

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri & suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
QS. Al-A’raf [7]: 55

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Sejak wahyu di Surah Al Muddasir [74]: 1-7, Rasullullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada ...

Benar! Kurang tepat!

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam terkandung dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.'
--QS. al-Alaq [96] ayat 1-5.

+

Array

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #10
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #10 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #10 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus

Tafsir Alquran

Apa itu Tafsir Alquran? Tafsir Alquran (bahasa Arab: تفسير القرآن‎) adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan Alquran dan isinya berfungsi sebagai mu...

Al-Muhith

Apa itu Al-Muhith? Al-Muhith (Yang meliputi terhadap segala sesuatu) Allah ta’alaa berfirman: “Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha meli...

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Siapa itu Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Muhammad bin Abi Bakr (محمد بن أبي بکر), bin Ayyub bin Sa’d al-Zar’i, al-Dimashqi (الدمشقي), bergelar Abu Abdullah Syamsuddin (أبو...