QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 64 [QS. 27:64]

اَمَّنۡ یَّبۡدَؤُا الۡخَلۡقَ ثُمَّ یُعِیۡدُہٗ وَ مَنۡ یَّرۡزُقُکُمۡ مِّنَ السَّمَآءِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ ءَ اِلٰہٌ مَّعَ اللّٰہِ ؕ قُلۡ ہَاتُوۡا بُرۡہَانَکُمۡ اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ
Amman yabdaul khalqa tsumma yu’iiduhu waman yarzuqukum minassamaa-i wal ardhi ailahun ma’allahi qul haatuu burhaanakum in kuntum shaadiqiin(a);

Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi?
Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?.
Katakanlah:
“Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”.
―QS. 27:64
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Pahala Iman
27:64, 27 64, 27-64, An Naml 64, AnNaml 64, An-Naml 64

Tafsir surah An Naml (27) ayat 64

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengemukakan pertanyaan yang kelima dalam rangka memperlihatkan keadilan dan ke Esaan-Nya, yaitu: “Atau siapakah yang menciptakan manusia dari permulaanya dalam bentuk yang seindah-indahnya, kemudian mematikannya bila Dia kehendaki, kemudian mengulanginya lagi pada Hari Kiamat, setelah menjadi tulang-belulang, menjadi manusia lagi setelah dibangkitkan dari kuburnya?
Dan siapa yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi dengan menurunkan air hujan dari langit yang menyebabkan timbulnya kesuburan tanaman yang buahnya di makan oleh kamu dan binatang ternakmu?
Apakah di samping Allah ada lagi tuhan yang lain?
Dan setelah Allah mengemukakan lima buah pertanyaan, yang jika diadakan renungan dan pemikiran, pasti akan menjadi bukti tentang kekuasaan dan keesaan-Nya, maka Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Nabi Muhammad ﷺ supaya menanyakan kepada orang-orang penyembah berhala itu alasan dan bukti-bukti kebenaran mereka, jika memang mereka itu orang-orang yang benar: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu memang orang yang beriman”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tanyakan juga kepada mereka, “Siapakah yang mula-mula menciptakan makhluk kemudian menghidupkannya kembali sesudah fana nanti?
Siapakah yang mendatangkan rezeki untuk kalian dari atas langit dan dari dalam bumi?
Tak ada yang dapat melakukan pekerjaan semacam itu kecuali Allah.” Katakan pula, wahai Muhammad, untuk mencela dan mengingkari perbuatan mereka, “Jika kalian memiliki tuhan selain Allah, tunjukkanlah kepada kami alasan-alasan yang membenarkan hal itu, kalau kalian sungguh- sungguh orang yang jujur dan benar.
Kami yakin kalain tidak akan dapat melakukannya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau siapakah yang menciptakan manusia dari permulaannya) di dalam rahim, yakni dari air mani (kemudian mengulanginya lagi) menghidupkannya kembali sesudah mati, sekalipun kalian tidak mengakui adanya hari berbangkit itu, karena bukti-bukti yang menunjukkannya telah jelas (dan siapa pula yang memberikan rezeki dari langit) melalui hujan (dan bumi?) melalui tumbuh-tumbuhan.

(Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain?”) maksudnya, tidak ada yang dapat melakukan sedikit pun dari hal-hal yang telah disebutkan tadi melainkan hanya Allah semata, dan tiada Tuhan selain-Nya.

(Katakanlah) hai Muhammad!, (“Unjukkanlah bukti kebenaran kalian) argumentasi kalian (jika kalian memang orang-orang yang benar”) bahwasanya di samping-Ku ada tuhan lain yang mampu berbuat sesuatu dari hal-hal yang telah disebutkan tadi.

Kemudian orang-orang kafir itu bertanya kepada Nabi ﷺ tentang waktu kiamat, maka turunlah firman-Nya,

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan tanyakanlah kepada mereka :
Siapa yang mulai menciptakan makhluk dan mematikannya bila Dia berkehendak, kemudian mengembalikannya??
Siapa yang memberi mereka rizki kepada kalian dengan menurunkan hujan dari langit, dan dari bumi dengan menumbuhkan tanaman dan lainnya??
Adakah sesembahan lain selain Allah yang bisa melakukan hal itu??
Katakanlah :
Berikanlah bukti kalian bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam klaim kalian bahwa Allah memiliki sekutu dalam kerajaan dan ibadah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dialah Allah yang dengan kekuasaan dan kemampuan-Nya memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya lagi, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.
Sesungguhnya Dialah Yang Menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali).
(Q.S. Al-Buruj [85]: 12-13)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah.
(Q.S. Ar-Rum [30]: 27)

Adapun Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi.
(Q.S. An-Naml [27]: 64)

Yakni melalui hujan yang Dia turunkan dari langit, lalu menumbuhkan keberkatan yang terkandung di dalam bumi.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan langit yang mengandung hujan dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan.
(Q.S. At-Tariq [86]: 11-12).

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya.
(Q.S. Al-Hadid [57]: 4)

Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan hujan dari langit yang mengandung berkah, lalu air hujan itu meresap ke dalam tanah, kemudian dari dalam tanah keluarlah berbagai macam tanaman dan pepohonan serta bunga-bungaan dan lain-lainnya yang mempunyai warna beraneka ragam.

Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
(Q.S. Thaa haa [20]: 54)

Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
(Q.S. An-Naml [27]: 64)

Yakni yang melakukan itu semua.
Menurut pendapat lain, yang wajib disembah sesudah semuanya itu?

Katakanlah, “Unjukkanlah bukti kebenaranmu.” (Q.S. An-Naml [27]: 64)

untuk membenarkan keabsahan dari apa yang kalian dakwakan itu,bahwa ada tuhan lain yang disembah selain Dia?

“Jika kamu memang orang-orang yang benar.” (Q.S. An-Naml [27]: 64)

dalam pengakuanmu itu, dan telah diketahui bahwa mereka tidak mempunyai alasan ataupun bukti yang membenarkan perbuatan mereka, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya.
Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
(Q.S. Al-Mu-minun: 117)


Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 64 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 64 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 64 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:64
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.4
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta