QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 63 [QS. 27:63]

اَمَّنۡ یَّہۡدِیۡکُمۡ فِیۡ ظُلُمٰتِ الۡبَرِّ وَ الۡبَحۡرِ وَ مَنۡ یُّرۡسِلُ الرِّیٰحَ بُشۡرًۢا بَیۡنَ یَدَیۡ رَحۡمَتِہٖ ؕ ءَ اِلٰہٌ مَّعَ اللّٰہِ ؕ تَعٰلَی اللّٰہُ عَمَّا یُشۡرِکُوۡنَ
Amman yahdiikum fii zhulumaatil barri wal bahri waman yursilurriyaaha busyran baina yadai rahmatihi ailahun ma’allahi ta’aalallahu ‘ammaa yusyrikuun(a);

Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya?
Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?
Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).
―QS. 27:63
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Anjuran untuk selalu membaca Al Qur’an
27:63, 27 63, 27-63, An Naml 63, AnNaml 63, An-Naml 63

Tafsir surah An Naml (27) ayat 63

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 63. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mengemukakan pertanyaan keempat dalam rangka mengungkapkan tabir kesesatan penyembah berhala.
Yaitu: “Atau siapakah yang memimpin kamu dalam perjalanan yang gelap di daratan dan lautan, ketika kamu tersesat dari jalan yang henar?
Bukankah Allah yang menciptakan bintang-bintang di langit yang oleh kamu dijadikan penunjuk jalan, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.
(Q.S. Al-An’am [6]: 97)

Dapatkah berhala-herhala yang oleh mereka disembah itu memberi petunjuk kepada mereka dalam kegelapan di darat dan di laut?
Tentunya tidak.
Kalau begitu, mengapa mereka disembah pula?
Dan siapa pulakah yang mendatangkan angin pembawa kabar gembira bagi para petani sebelum turun hujan yang merupakan rahmat besar dari Tuhan?
Dapatkah berhala-berhala itu berbuat seperti demikian?
Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain?
Maha Suci lagi Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan dengan-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tanyakan pula kepada mereka, wahai Rasul, “Siapakah yang membimbing kalian dalam perjalanan malam yang gelap gulita, di laut dan di darat?
Siapakah pula yang mengirim angin pertanda hujan sebagai pembawa rahmat?
Adakah tuhan selain Allah yang mampu berbuat demikian?
Allah Mahasuci untuk mempunyai sekutu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Atau siapakah yang memimpin kalian) yakni yang membimbing kalian kepada tujuan-tujuan kalian (dalam kegelapan di daratan dan lautan) dengan bintang-bintang sebagai pemandunya di waktu tengah malam dan dengan tanda-tanda yang ada di daratan di waktu siang hari (dan siapa pulakah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya) sebelum hujan tiba (Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain?
Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan) dengan-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah penyembahan kepada apa yang kalian persekutukan dengan Allah lebih baik, ataukah Allah yang membimbing kalian dalam kegelapan darat dan laut bila kalian tersesat karena kegelapan menghalangi jalan-jalan kalian, yang mengirimkan angin dengan membawa kabar gembira, dengannya Dia merahmati hamba-hamba-Nya dalam bentuk hujan yang menghidupkan bumi yang mati??
Adakah sesembahan lain selain Allah yang bisa melakukan hal itu sehingga kalian berdoa kepadanya selain Allah??
Mahasuci dan Mahabersih Allah dari apa yang mereka persekutukan dengan selain-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daraian dan lautan.
(Q.S. An-Naml [27]: 63)

Yakni melalui apa yang diciptakan-Nya di langit berupa bintang-bintang dan di bumi berupa bukit-bukit, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan).
Dan dengan bmtang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 16)

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian, agar kalian menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.
(Q.S. Al-An’am, 97), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya?
(Q.S. An-Naml [27]: 63) Yaitu sebelum kedatangan hujan yang akan diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala buat hamba-hamba-Nya yang sedang berada dalam kekeringan hina lagi putus harapan.

Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya) (Q.S. An-Naml [27]: 63)


Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 63 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 63 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 63 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:63
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.9
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim