Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 61 [QS. 27:61]

اَمَّنۡ جَعَلَ الۡاَرۡضَ قَرَارًا وَّ جَعَلَ خِلٰلَہَاۤ اَنۡہٰرًا وَّ جَعَلَ لَہَا رَوَاسِیَ وَ جَعَلَ بَیۡنَ الۡبَحۡرَیۡنِ حَاجِزًا ؕ ءَ اِلٰہٌ مَّعَ اللّٰہِ ؕ بَلۡ اَکۡثَرُہُمۡ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Amman ja’alal ardha qaraaran waja’ala khilaalahaa anhaaran waja’ala lahaa rawaasiya waja’ala bainal bahraini haajizan ailahun ma’allahi bal aktsaruhum laa ya’lamuun(a);
Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut?
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.
―QS. An Naml [27]: 61

Daftar isi

Is He (not best) who made the earth a stable ground and placed within it rivers and made for it firmly set mountains and placed between the two seas a barrier?
Is there a deity with Allah?
(No), but most of them do not know.
― Chapter 27. Surah An Naml [verse 61]

أَمَّن atau apakah

Or Who
جَعَلَ yang telah menjadikan

made
ٱلْأَرْضَ bumi

the earth
قَرَارًا tempat berdiam

a firm abode
وَجَعَلَ dan telah menjadikan

and made
خِلَٰلَهَآ dicelah-celahnya

(in) its midst
أَنْهَٰرًا sungai-sungai

rivers
وَجَعَلَ dan telah menjadikan

and made
لَهَا untuknya

for it
رَوَٰسِىَ gunung-gunung

firm mountains
وَجَعَلَ dan telah menjadikan

and made
بَيْنَ diantara

between
ٱلْبَحْرَيْنِ dua laut

the two seas
حَاجِزًا suatu pemisah/batas

a barrier?
أَءِلَٰهٌ apakah ada tuhan

Is there any god
مَّعَ bersama/disamping

with
ٱللَّهِ Allah

Allah?
بَلْ bahkan

Nay,
أَكْثَرُهُمْ kebanyakan mereka

most of them
لَا tidak

(do) not
يَعْلَمُونَ mereka mengetahui

know.

Tafsir

Alquran

Surah An Naml
27:61

Tafsir QS. An Naml (27) : 61. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah mengemukakan pertanyaan yang kedua dalam rangka mengungkapkan kesesatan penyembah-penyembah berhala.
Ditanyakan bahwa apakah yang layak disembah itu berhala-berhala yang tidak memberi manfaat dan mudarat, ataukah Tuhan yang telah menjadikan bumi sebagai tempat kediaman bagi manusia dan hewan-hewan, Tuhan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya untuk menjadi sumber minuman manusia dan hewan peliharaan, serta untuk menyiram tanaman, Tuhan yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan bumi yang banyak mengandung manfaat dengan adanya hutan-hutan di atasnya dan berbagai logam dan mineral di dalamnya, dan Tuhan yang menjadikan pemisah antara air laut yang asin dengan sungai yang membawa air tawar ke muaranya.

Air sungai yang tawar itu setelah sampai di laut tidak langsung menjadi asin.
Dalam merenungkan semua kejadian alam itu apakah masih ada terbesit pikiran adanya tuhan selain Allah?
Sebenarnya mereka itu tidak mengetahui nilai keagungan Allah Maha Pencipta, sehingga menyamakan-Nya dengan berhala-berhala yang sama sekali tidak memberi manfaat dan mudarat itu.


Menurut kajian ilmiah, bumi pada ayat ini dapat dipahami sebagai daratan.
Secara umum, daratan merupakan tempat berdiam manusia.

Sungai-sungai yang ada di daratan selalu terletak pada bagian terendah permukaan bumi, yang merupakan celah antara gunung-gunung dan dataran-dataran yang lebih tinggi.
Kemudian, laut-laut terpisah antara satu dengan yang lain karena adanya daratan pemisah seperti semenanjung, pulau-pulau, atau karena sebaran geografis benua-benua.

Penyebaran dan bentuk daratan serta pulau-pulau di muka bumi ini umumnya dianggap terjadi dengan sendirinya yang merupakan bagian atau akibat dari proses alam, pada hakikatnya adalah atas kehendak Allah.


Ayat ini menjelaskan mengenai keadaan bumi yang layak untuk dihuni oleh makhluk manusia.

Tentunya ini berhubungan erat dengan penciptaan langit dan bumi yang begitu sempurna.
Seandainya sedikit saja terjadi perubahan pada
"lintasan"
matahari dan bulan terhadap bumi, atau berubah bentuknya, atau berubah salah satu unsurnya, atau berubah kecepatan berputar pada porosnya, atau berubah perputarannya mengelilingi matahari, atau berubahnya perputaran bulan di sekelilingnya, maka bumi ini pasti tidak akan kokoh dan tidak akan layak dihuni untuk suatu kehidupan.


Tafsir QS. An Naml (27) : 61. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tanyakan kepada mereka,
"Siapa yang membuat bumi menjadi datar dan cocok sebagai tempat tinggal?
Siapa pula yang mengalirkan sungai-sungai di tengah-tengahnya, yang menciptakan gunung-gunung yang membuat bumi menjadi kokoh dan tidak condong?
Siapa pula yang membuat pemisah antara air laut yang asin dan air tawar agar masing-masing tidak bercampur aduk?
Tiada tuhan yang menyertai Allah.
Hanya Dialah sang Pencipta.


Akan tetapi sebagian besar manusia tidak mau mengambil manfaat ilmu pengetahuan dengan sebenarnya seolah-olah mereka tidak berpengetahuan."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah penyembahan kepada apa yang kalian persekutukan dengan Rabb kalian lebih baik, ataukah Allah yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal kalian, mengalirkan sungai-sungai di sela-selanya, menjadikan gunung-gunug yang kokoh menjulang dan meletakkan pembatas di antara dua lautan yang tawar dengan yang asin sehingga salah satu dari keduanya tidak merusak yang lainnya?
Adakah sesembahan lain di samping Allah yang bisa melakukan hal itu sehingga kalian menjadikannya sekutu bagi Allah dalam ibadah kalian?
Bahkan kebanyakan orang-orang musyrikin itu tidak mengetahui kadar keagungan Allah, mereka mempersekutukan Allah atas dasar taklid dan kezaliman.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam) sehingga ia tidak menggoncangkan penduduknya


(dan yang menjadikan di cekah-celahnya) yakni di antara celah-celahnya


(sungai-sungai dan yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkannya) sebagai pengokoh Bumi


(dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut) antara air tawar dan air asin, satu sama lainnya tidak bercampur baur.


(Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain?
Bahkan sebenarnya kebanyakan dari mereka tidak mengetahui) keesaaan-Nya

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam.
(QS. An-Naml [27]: 61)

Yakni tempat menetap yang kokoh, tenang, tidak bergerak serta tidak bergoyang mengguncangkan penduduknya, tidak pula menggetarkan mereka.
Karena sesungguhnya andaikata bumi selalu berguncang dan bergetar, tentulah tidak akan enak hidup di bumi dan tidak layak untuk kehidupan.
Bahkan tidaklah demikian Allah menjadikan bumi sebagai karunia dan rahmat-Nya menghampar lagi tetap, tidak bergetar dan tidak bergerak.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap.
(QS. Al-Mu’min [40]: 64)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya.
(QS. An-Naml [27]: 61)

Yaitu Dialah yang menjadikan sungai-sungai di bumi yang airnya tawar lagi baik, sungai-sungai itu membelah di celah-celahnya, lalu mengalirkannya di bumi, ada yang besar dan yang kecil, ada yang ke timur dan yang ke barat, dan ada yang ke selatan atau ada yang ke utara, sesuai dengan kemaslahatan hamba-hamba-Nya di berbagai belahan bumi, karena Allah telah menyebarkan mereka di muka bumi dan memudahkan bagi mereka jalan rezekinya menurut apa yang mereka perlukan.

dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya.
(QS. An-Naml [27]: 61)

Yakni gunung-gunung yang tinggi-tinggi, mengokohkan bumi dan menetapkannya agar tidak mengguncangkan kalian.

dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut.
(QS. An-Naml [27]: 61)

Maksudnya, menjadikan suatu pemisah antara air tawar dan air asin, yang mencegah keduanya bercampur agar yang ini tidak tercemari oleh yang itu, begitu pula sebaliknya (seperti di muara sungai Pent.).
Sesungguhnya hikmah Allah (sunnatullah)-lah yang menetapkan agar masing-masing dari kedua jenis air itu tetap pada fungsinya.
Menurut istilah Alquran, laut yang berasa manis airnya (yakni tawar) adalah sungai-sungai yang mengalir di berbagai daerah yang diduduki oleh manusia.
Fungsi dan kegunaan air tersebut berasa tawar agar dapat dijadikan sebagai air minum bagi makhluk hidup, juga sebagai pengairan buat tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang berbuah dan pohon-pohon lainnya.
Sedangkan yang dimaksud dengan laut yang berasa asin airnya ialah lautan yang mengelilingi berbagai benua dari segala penjuru.
Airnya diciptakan berasa asin agar tidak mencemari udara dengan baunya seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya:

Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
(QS. Al-Furqaan [25]: 53)

Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
(QS. An-Naml [27]: 61)
Yaitu yang menjadikan itu semua, menurut pendapat yang pertama Menurut pendapat yang kedua yakni yang patut disembah.
Kedua pendapat itu benar, masing-masingnya saling berkaitan dengan yang lain.

Bahkan (sebenarnya) sebagian besar dari mereka tidak mengetahui (QS. An-Naml [27]: 61)

Karena mereka menyembah selain-Nya.

Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 61

HAAJIZ
حَاجِز

Arab berarti pembatas yang menghalangi antara dua perkara.

Di dalam Al Qur’an An Naml (27), ayat 61

Kedua, dengan menggunakan bentuk jamak haajiziin yaitu dalam surah Al Haaqqah (69), ayat 47.

Ayat ke 61, surah An Naml berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan keagungan dan kekuasaan Allah dalam menciptakan alam semesta.
Diantaranya adalah kuasa Nya dalam menciptakan pembatas yang menghalangi antara air tawar dan air asin sehingga tidak bercampur antara satu dengan lain.
Dengan adanya pembatas ini kedua jenis air itu mempunyai manfaat dan faedah tersendiri.

Sementara ayat ke 47 dalam surah Al Haaqqah berada dalam rangkaian ayat yang menerangkan Al Qur’an adalah wahyu yang diturunkan Allah dan ia bukan ucapan penyair atau dukun, bukan juga karangan Nabi Muhammad.
Allah menegaskan, apabila Nabi Muhammad membuat Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:181-182

Unsur Pokok Surah An Naml (النمل)

Surat An-Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy-Syu’ara’.

Dinamai dengan "An Naml", karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.

Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya.

Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.

Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan sebagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.

Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad ﷺ, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

▪ Alquran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin.
▪ Ke-Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini.
▪ Hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib.
▪ Adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Sulaiman `alaihis salam dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Ciri-ciri orang mukmin.
▪ Alquran menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil.
▪ Hanya orang-orang mukminlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu.
▪ Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Alquran.
▪ Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Audio

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 93 + Terjemahan Indonesia



QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 93

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Naml ayat 61 - Gambar 1 Surah An Naml ayat 61 - Gambar 2
Statistik QS. 27:61
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, “Semut”) adalah surah ke-27 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu’ara’
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

27:61, 27 61, 27-61, Surah An Naml 61, Tafsir surat AnNaml 61, Quran An-Naml 61, Surah An Naml ayat 61

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Naml

۞ QS. 27:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 27:3 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 27:4 • Mengingkari hari kebangkitan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafir • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 27:5 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 27:6 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 27:8 Tauhid Rububiyyah • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:9 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 27:11 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Kalam (berfirman) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 27:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:14 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:17 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:19 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:24 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:25 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 27:26 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:30 Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 27:31 Islam agama para nabi

۞ QS. 27:39 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:40 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Al Karim (Maha Mulia) • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 27:44 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 27:46 • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 27:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Meramal nasib

۞ QS. 27:50 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 27:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:52 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:53 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:56 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:57 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:58 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:59 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 27:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:62 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 27:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 27:65 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 27:66 • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:67 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:68 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:69 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:71 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:72 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 27:73 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 27:74 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 27:75 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 27:76 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 27:78 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 27:80 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:81 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:82 • Munculnya binatang melata sebelum kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:83 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:84 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 27:87 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 27:88 Al Khabir (Maha Waspada) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 27:89 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 27:90 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:91 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:92 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 27:93 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Dia jadikan bumi sebagai hamparan bagimu & langit sebagai atap,
Dia turunkan hujan dari langit, lalu hasilkan dengan hujan itu segala buah sebagai rezeki untukmu, karena itu jangan kamu adakan sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 22

Telah pasti datangnya ketetapan Allah (hari kiamat) maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya.
Maha Suci Allah & Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
QS. An-Nahl [16]: 1

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu & takutlah terhadap Allah,
supaya kamu mendapat rahmat.
QS. Al-Hujurat [49]: 10

Pada hari (kiamat) segala yang dikerjakan & ditinggalkan manusia akan dibeberkan.
Bahkan manusia itu sendiri akan menjadi saksi.
Kendati saat itu manusia lontarkan berbagai alasan,
semua itu tidak akan dapat menyelamatkan dirinya.
QS. Al-Qiyamah [75]: 13-14

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

+

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus

musabaqah

Apa itu musabaqah? mu.sa.ba.qah perlombaan; para qari dan qariah yang telah berhasil dalam medan musabaqah diterima Bapak Gubernur … •

tanah suci

Apa itu tanah suci? daerah atau negara yang dianggap suci oleh para penganut agama (seperti Mekah dan Medinah bagi umat Islam atau Palestina bagi umat Kristen) … •

Salman al-Farisi

Siapa itu Salman al-Farisi? Salman al-Farisi (Persia:سلمان فارسی, Arab:سلمان الفارسي) adalah sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari Persia. Dikalangan sahabat lainnya ia dikenal...