Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 60 [QS. 27:60]

اَمَّنۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ وَ اَنۡزَلَ لَکُمۡ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً ۚ فَاَنۡۢبَتۡنَا بِہٖ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَہۡجَۃٍ ۚ مَا کَانَ لَکُمۡ اَنۡ تُنۡۢبِتُوۡا شَجَرَہَا ؕ ءَ اِلٰہٌ مَّعَ اللّٰہِ ؕ بَلۡ ہُمۡ قَوۡمٌ یَّعۡدِلُوۡنَ
Amman khalaqas-samaawaati wal ardha wa-anzala lakum minassamaa-i maa-an fa-anbatnaa bihi hadaa-iqa dzaata bahjatin maa kaana lakum an tunbituu syajarahaa ailahun ma’allahi bal hum qaumun ya’diluun(a);
Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah?
Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya.
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
―QS. An Naml [27]: 60

(More precisely), is He (not best) who created the heavens and the earth and sent down for you rain from the sky, causing to grow thereby gardens of joyful beauty which you could not (otherwise) have grown the trees thereof?
Is there a deity with Allah?
(No), but they are a people who ascribe equals (to Him).
― Chapter 27. Surah An Naml [verse 60]

أَمَّنْ atau siapakah

Or Who
خَلَقَ telah menciptakan

has created
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَٱلْأَرْضَ dan bumi

and the earth
وَأَنزَلَ dan menurunkan

and sent down
لَكُم bagi kalian

for you
مِّنَ dari

from
ٱلسَّمَآءِ langit

the sky
مَآءً air

water?
فَأَنۢبَتْنَا dan Kami tumbuhkan

And We caused to grow
بِهِۦ padanya

thereby
حَدَآئِقَ kebun-kebun

gardens
ذَاتَ yang mempunyai

of beauty (and delight), *[meaning includes next or prev. word]
بَهْجَةٍ pemandangan indah

of beauty (and delight), *[meaning includes next or prev. word]
مَّا tidak

not
كَانَ ada

it is
لَكُمْ bagi kalian

for you
أَن bahwa

that
تُنۢبِتُوا۟ kamu menumbuhkan

you cause to grow
شَجَرَهَآ pohon-pohonnya

their trees.
أَءِلَٰهٌ apakah ada tuhan

Is there any god
مَّعَ bersama/disamping

with
ٱللَّهِ Allah

Allah?
بَلْ bahkan

Nay,
هُمْ mereka

they
قَوْمٌ kaum

(are) a people
يَعْدِلُونَ mereka berpaling

who ascribe equals.

Tafsir

Alquran

Surah An Naml
27:60

Tafsir QS. An Naml (27) : 60. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah melontarkan beberapa pertanyaan yang menggugah perhatian mereka terhadap keberadaan-Nya, dengan memperhatikan hal-hal penting yang ada di sekeliling mereka.
Pertanyaan itu berkisar pada siapakah yang menciptakan langit, bumi, dan segala isi yang terdapat di dalamnya, dan yang menurunkan air hujan dari langit untuk manusia lalu dengan sebab air hujan tumbuhlah kebun-kebun yang indah, yang manusia sendiri sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya.



Ayat ini perlu mendapat perhatian terutama oleh mereka yang sering mengadakan perjalanan keliling sebagai wisatawan atau lainnya, ketika melihat pemandangan yang indah, seperti kebun raya, kebun binatang, aquarium, berbagai pameran hasil industri pertanian, pertekstilan, dan sebagainya.
Mereka harus memandang keindahan alam yang di depan dan di sekelilingnya sebagai cermin yang menampakkan segala keindahan, keagungan, dan kesempurnaan Allah.

Dengan mengamalkan cara yang demikian itu, maka ingatan manusia akan selalu tertuju kepada Allah.
Dengan demikian, ketika manusia melihat setiap makhluk, pasti ia akan mengingat Khaliknya.

Bila hal itu telah menjadi kebiasaan, maka ia akan merasakan ketauhidan yang murni, bersih dari segala unsur kemusyrikan.
Maka pertanyaan tersebut patut dilanjutkan dengan pertanyaan kedua:
"Apakah di samping Allah ada tuhan yang lain?"
Tentu saja jawabannya adalah:
"Tidak, sebab hanya Allah satu-satunya Tuhan yang berhak di sembah.
"



Sebenarnya orang-orang yang menyembah berhala itu adalah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.
Sebab, jika mereka ditanya,
"Siapakah yang menurunkan air hujan dari langit yang kemudian menghidupkan dengan air itu bumi yang tadinya mati,"
mereka menjawab,
"Allah"
sesuai dengan firman-Nya:

بَلْ قُلُوْبُهُمْ فِيْ غَمْرَةٍ مِّنْ هٰذَا وَلَهُمْ اَعْمَالٌ مِّنْ دُوْنِ ذٰلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُوْنَ

Dan jika kamu bertanya kepada mereka,
"Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?"
Pasti mereka akan menjawab,
"Allah.
"
(al-‘Ankabut [29]: 63)


Orang-orang penyembah berhala itu sebenarnya mengakui bahwa berhala mereka tidak dapat menurunkan air hujan yang menjadi penyebab kemakmuran bumi, tetapi mengapa mereka tetap juga menyembahnya.
Jawaban mereka itu hanya karena mengikuti kebiasaan nenek moyang mereka, walaupun tidak sejalan dengan logika orang yang berpikiran sehat.

Tafsir QS. An Naml (27) : 60. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, tanyakan kepada mereka,
"Siapakah yang menciptakan langit, bumi dan apa yang ada di antara keduanya?
Siapa pula yang menurunkan hujan dari langit yang sangat bermanfaat bagi kepentingan kalian?
Dengan air hujan itu, Dia lalu menumbuhkan kebun-kebun yang bagus dan indah.
Sungguh kalian tidak akan mampu menumbuhkan pepohonan yang beraneka ragam dengan warna dan buah yang berlainan! Keharmonisan dalam ciptaan semacam itu sungguh menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada tuhan lain yang menyertai Allah.


Akan tetapi orang-orang kafir adalah kaum yang berpaling dari kebenaran dan keimanan, condong kepada kepalsuan dan kesyirikan."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tanyakan kepada mereka:
Siapa yang menciptakan langit dan bumi, dan yang menurunkan hujan dari langit lalu dengannya Dia menumbuhkan kebun-kebun dengan pemandangannya yang indah?
Kalian tidak kuasa menumbuhkan pohon-pohonnya kalau Allah tidak menurunkan kepada kalian hujan dari langit.
Sesungguhnya penyembahan kepada Allah adalah haq sedangkan penyembahan kepada selain-Nya adalah batil.


Adakah sesembahan lain bersama Allah yang bisa melakukan perbuatan-perbuatan ini, sehingga dia layak disembah dan dipersekutukan dengan-Nya?
Sebaliknya orang-orang musyrikin itu adalah kaum yang menyimpang dari jalan kebenaran dan iman.
Lalu mereka pun menyamakan Allah dengan selain-Nya dalam ibadah pengagungan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit buat kalian, lalu Kami tumbuhkan) di dalam ungkapan ini terdapat Iltifat yakni sindiran dari Ghaibah kepada Mutakallim


(dengan air itu kebun-kebun) lafal Hada-iq bentuk jamak dari lafal Hadiqatun artinya kebun yang dipagari


(yang berpemandangan indah) tampak indah


(yang kalian sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?) karena kalian tidak akan mempunyai kemampuan dan kekuasaan untuk itu.


(Apakah ada tuhan) a-ilahun dapat dibaca Tahqiq dan Tas-hil


(di samping Allah) yang membantu-Nya untuk melakukan hal-hal tersebut?
Maksudnya tidak ada tuhan lain di samping Dia.


(Bahkan sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang) yakni menyekutukan Allah dengan selain-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa hanya Dialah Yang Menciptakan, Yang Memberi Rezeki, dan Yang Mengatur, bukan selain Dia.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi.
(QS. An-Naml [27]: 60)

Yakni yang menciptakan semua langit yang sangat tinggi lagi sangat jernih itu dan segala sesuatu yang ada padanya berupa bintang-bintang yang bercahaya, bintang-bintang yang berkilauan, dan semua benda angkasa lainnya.
Dia pulalah yang menciptakan bumi ini dan segala sesuatu yang ada padanya berupa gunung-gunung, bukit-bukit, lembah-lembah, tanah-tanah yang terjal, padang sahara, tanah-tanah yang tandus, semua tanaman dan pepohonan, semua buah-buahan, lautan serta semua hewan dengan berbagai macam jenis, bentuk dan warnanya, juga makhluk lainnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan yang menurunkan air untukmu dari langit.
(QS. An-Naml [27]: 60)

Artinya Allah menjadikannya sebagai penyebab rezeki bagi hamba-hamba-Nya.

lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah.
(QS. An-Naml [27]: 60)

Yaitu kebun-kebun yang indah pemandangan dan bentuknya.

yang kamu sekalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya.
(QS. An-Naml [27]: 60)

Kalian tidak mampu menumbuhkan pohon-pohon, dan sesungguhnya yang mampu menumbuhkannya hanyalah Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Pemberi rezeki.
Hanya Dialah yang dapat melakukannya, bukan selain-Nya.
Hal ini diakui pula oleh orang-orang musyrik, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain menceritakan jawaban mereka:

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka,
"Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, ‘Allah’."
(QS. Az-Zukhruf [43]: 87).

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka,
"Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?"
Tentu mereka akan menjawab,
"Allah".
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 63)

Dengan kata lain, orang-orang musyrik pun mengakui bahwa hanya Allah sematalah yang melakukan itu semuanya, tiada sekutu bagi-Nya, namun mereka menyembah selain Allah bersama-Nya, padahal mereka mengakui bahwa selain-Nya itu tidak dapat menciptakan dan tidak dapat pula memberi rezeki.
Karena sesungguhnya yang berhak disembah hanyalah Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki.
Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya:

Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
(QS. An-Naml [27]: 60)

Yakni apakah ada tuhan lain yang disembah selain Allah?
Padahal telah jelas bagi kalian dan juga bagi setiap orang yang berakal, bahwa hanya Allah­lah Yang Menciptakan dan Yang Memberi rezeki (yang patut disembah).


Di antara mufassirin ada yang mengatakan bahwa makna firman-Nya:
Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
(QS. An-Naml [27]: 60)
Yang menciptakan semuanya ini.


Pengertian pendapat ini ada kaitannya dengan makna yang pertama, karena hipotesis jawaban mereka ialah bahwa tiada seorang pun yang melakukan ini bersama-Nya, bahkan Dia sendirilah yang melakukannya.
Lalu dikatakan kepada mereka,
"Mengapa kalian menyembah selain Dia bersama-Nya, padahal hanya Dialah Yang Menciptakan, Yang Memberi rezeki dan Yang Mengatur semuanya?"
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)?
(QS. Al-Hijr [15]: 17)

Lafaz amman dalam ayat-ayat ini semuanya mengandung takwil, ‘Apakah Tuhan yang mengerjakan semuanya ini sama dengan yang tidak dapat mengerjakan sesuatu pun darinya?".
Demikianlah makna konteks secara keseluruhan, sekalipun sebagian darinya tidak disebutkan, mengingat ada indikasi kuat yang menunjuk ke arah tersebut.
Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam ayat sebelumnya:

Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?
(QS. An-Naml [27]: 59)

Kemudian dalam akhir ayat berikutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
(QS. An-Naml [27]: 60)

Yaitu mereka menjadikan bagi Allah tandingan dan persamaannya.

Istifham atau kata tanya yang mempunyai pengertian sama dengan ayat ini disebutkan pula dalam ayat lain melalui firman-Nya:

(Apakah kalian, hai orang-orang musyrik, yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?
(QS. Az-Zumar [39]: 9)

Maksudnya, apakah orang yang berperilaku seperti ini sama dengan orang yang tidak berperilaku demikian?
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Katakanlah,
"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"
Sesungguhnya orang yang berakallah yang menerima pelajaran.
(QS. Az-Zumar [39]: 9)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?
Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah.
Mereka itu dalam kesesalan yang nyata.
(QS. Az-Zumar [39]: 22)

Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?
(QS. Ar-Ra’d [13]: 33)

Apakah Tuhan Yang Menyaksikan semua perbuatan makhluk-Nya, semua gerakan dan diam mereka, lagi mengetahui semua yang gaib —baik yang besar maupun yang terkecilnya— sama dengan yang tidak mengetahui, tidak mendengar dan tidak melihat, yakni berhalaberhala yang mereka sembah-sembah selain Allah itu?
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah.
Katakanlah,
"Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu!".
(QS. Ar-Ra’d [13]: 33)

Demikian pula ayat-ayat ini semuanya mengandung makna yang sama, yakni perbandingan.

Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 60

BAHJAH
بَهْجَة

Ia dalam bentuk masdar berasal dari kata "bahija-yabhaju.
Ia memiliki makna kegembiraan, kesenangan,baik dan menawan.
Isim fa’il nya adalah bahiij.

Dalam kamus Al Mujam Al ‘Arabi wajhun bahiij bermakna wajahnya kelihatan gembira dan mundzar bahiij bermakna pemandangan yang indah lagi menawan.

Kata bahjah disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Naml (27) ayat 60. Allah berfirman:

أَنۢبَتْنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ

Sedangkan kata bahiij disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Hajj (22), ayat 5
Al Hajj:

وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍ

Asy Syawkani mengatakan, al bahjah adalah yang baik dan menarik bagi yang melihatnya.
Makna ayat dalam surah An Naml,

"Dan Kami menumbuhkan taman-taman yang baik dan menawan yang tertarik bagi yang memandangnya."

Sedangkan makna ayat dalam surah Al Hajj,

"Allah menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dengan yang baik dengan berlainan warna yang indah lagi menawan."

Kesimpulannya, lafaz bahjah ataupun bahiij memiliki makna yang indah lagi menawan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 99

Unsur Pokok Surah An Naml (النمل)

Surat An-Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy-Syu’ara’.

Dinamai dengan "An Naml", karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi SulaimanSulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya.

Nabi Sulaimantakabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.

Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi SulaimanSulaimannabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaimanrasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad ﷺ, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Alquran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin.
▪ Ke-Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini.
▪ Hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib.
▪ Adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Sulaiman `alaihis salam dengan semut, dengan burung hudhud dan dengan ratu Balqis.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Ciri-ciri orang mukmin.
Alquran menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil.
▪ Hanya orang-orang mukminlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu.
▪ Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Alquran.
▪ Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Audio

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 93 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 93

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Naml ayat 60 - Gambar 1 Surah An Naml ayat 60 - Gambar 2
Statistik QS. 27:60
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, “Semut”) adalah surah ke-27 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku’7 ruku’
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu’ara’
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
Sending
User Review
4.4 (20 votes)
Tags:

27:60, 27 60, 27-60, Surah An Naml 60, Tafsir surat AnNaml 60, Quran An-Naml 60, Surah An Naml ayat 60

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 176 [QS. 4:176]

Pada ayat yang lalu Allah berjanji menuntun umat manusia dan menunjukkan kepada mereka jalan yang membawa kepada kebahagiaan, di dunia dan akhirat. Pada ayat ini dipenuhi sebagian dari janji Allah itu … 4:176, 4 176, 4-176, Surah An Nisaa’ 176, Tafsir surat AnNisaa 176, Quran AnNisa 176, An-Nisa’ 176, Surah An Nisa ayat 176

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 208 [QS. 26:208]

208. Terhadap siksaan yang Allah turunkan kepada mereka, Allah memberikan alasan. Dan Kami tidak membinasakan sesuatu penduduk negeri mana pun, kecuali setelah ada orang-orang yaitu para rasul yang me … 26:208, 26 208, 26-208, Surah Asy Syu’araa 208, Tafsir surat AsySyuaraa 208, Quran Asy Syuara 208, Asy Syu’ara 208, Asy-Syu’ara 208, Surah Asy Syuara ayat 208

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

+

Array

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang

Pendidikan Agama Islam #20

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Saifullah Abi Khufaha atTaimi

Pendidikan Agama Islam #24

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan … menjauhi perintah-Nya berbuat baik terhadap sesama melaksanakan

Instagram