QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 51 [QS. 27:51]

فَانۡظُرۡ کَیۡفَ کَانَ عَاقِبَۃُ مَکۡرِہِمۡ ۙ اَنَّا دَمَّرۡنٰہُمۡ وَ قَوۡمَہُمۡ اَجۡمَعِیۡنَ
Faanzhur kaifa kaana ‘aaqibatu makrihim annaa dammarnaahum waqaumahum ajma’iin(a);

Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
―QS. 27:51
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Kewajiban beriman pada hari akhir
27:51, 27 51, 27-51, An Naml 51, AnNaml 51, An-Naml 51

Tafsir surah An Naml (27) ayat 51

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 51. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menyuruh kaum Muslimin agar memikirkan kisah Saleh dan kaumnya.
Kepada kaum Saleh ini ditimpakan Tuhan azab yang menghancurkan mereka sampai akar-akarnya (azab isti’sal), akibat kedurhakaan mereka kepada Saleh dan akibat tipu daya mereka hendak membinasakan Saleh dan orang-orang yang beriman besertanya Mereka dibinasakan Allah dengan sambaran petir yang dahsyat yang tiada terkirakan.
Sesuai dengan Sunatullah, maka malapetaka dan azab itu akan ditimpakan pula kepada orang-orang musyrik Mekah, seandainya mereka tetap ingkar dan menentang seruan Nabi Muhammad ﷺ.

Ada riwayat menerangkan bahwa Nabi Saleh as membuat suatu mesjid di Al Hijr yang dibuat di suatu lembah.
Beliau biasa mengerjakan salat di mesjid itu.
Setelah ia menyampaikan ancaman Allah, maka beliau dan keluarganya beserta orang-orang yang beriman dengannya pergi ke mesjid itu.
Karena kepergiannya itu kaumnya berunding dan memutuskan untuk membunuh Saleh sebelum hari yang ketiga dan hari yang dijanjikan Saleh itu.
Maka pergilah beberapa orang kaumnya ke lembah mesjid untuk melaksanakan rencana itu.
Tetapi mereka telah ditimpa batu besar dalam perjalanan sebelum sempat melaksanakan maksudnya itu, dan kaumnya yang lain dibinasakan Allah dengan sambaran petir.
Saleh dan pengikut-pengikutnya terlepas dan selamat dari azab itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka perhatikanlah, wahai Muhammad, risiko dari makar yang mereka buat dan rencana yang Kami lakukan untuk menyelamatkan nabi Kami.
Orang-orang musyrik itu Kami hancurkan bersama semua pengikutnya.
Tanpa terkecuali.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka) sebagai balasannya (dan kaum mereka semuanya) dengan jeritan malaikat Jibril atau para Malaikat melempari mereka dengan batu-batu sedangkan mereka tidak melihat malaikat-malaikat itu tetapi para malaikat melihat mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka lihatlah (wahai Rasul) dengan penglihatan untuk mengambil pelajaran akibat dari pengkhianatan orang-orang tersebut kepada Nabi mereka Shalih.
Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 51 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 51 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 51 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:51
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.9
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta