Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 5


اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ لَہُمۡ سُوۡٓءُ الۡعَذَابِ وَ ہُمۡ فِی الۡاٰخِرَۃِ ہُمُ الۡاَخۡسَرُوۡنَ
Uula-ikal-ladziina lahum suwul ‘adzaabi wahum fii-aakhirati humul akhsaruun(a);

Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
―QS. 27:5
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Pembentukan langit dalam Al Qur’an
27:5, 27 5, 27-5, An Naml 5, AnNaml 5, An-Naml 5
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa mereka akan menerima siksa yang buruk di dunia dan di akhirat.
Hal ini merupakan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang tidak beriman dengan hari akhirat itu, dan juga merupakan peringatan bagi seluruh manusia.

Siksa di dunia dapat terjadi dengan adanya bermacam-macam bencana alam seperti banjir, gempa bumi, peperangan yang membawa korban manusia dan harta benda dan lain-lain.
Siksaan dunia ini dapat berupa siksaan batin atau jiwa yang dialami secara perorangan, meskipun di antara mereka ada yang sudah cukup kebutuhan-kebutuhan hidup dunianya, bahkan ada kebutuhan duniawinya lebih dari cukup, namun demikian, hidupnya tidak bahagia selalu resah, karena jiwa mereka kosong, mereka tidak tahu tujuan hidup, karena tidak percaya pada hari akhirat.

Dalam kehidupan hari Akhirat nanti, mereka sangat merugi, mereka menjadi penghuni neraka selamanya.
Mereka masing-masing menerima balasan siksa yang setimpal sesuai dengan amal buruk mereka.

Sehingga mereka ini nta keringanan, yakni tidak disiksa biarpun barang sehari.

Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab untuk kami barang sehari".
(Q.S.
Al Mu'min: 49)

An Naml (27) ayat 5 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 5 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka itulah yang kelak akan menerima siksa yang buruk.
Mereka adalah orang-orang yang paling merugi di akhirat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk) yang keras di dunia, yaitu dengan dibunuh dan ditawan (dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi) karena tempat mereka adalah neraka, mereka kekal di dalamnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan adzab yang buruk di dunia berupa pembunuhan, ditawan, kehinaan dan kesalahan, sedangkan di akhira mereka adalah orang-orang yang paling berat kerugiannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
(An-Naml: 5)

Artinya, tiada seorang pun dari makhluk yang berada di padang mahsyar lebih merugi terhadap dirinya sendiri selain dari mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 5

AKHSARUUN
أَخْسَرُون

Lafaz ini berbentuk jamak, menurut Al­ Akhfasy mufradnya adalah al akhsar sama seperti al akbar. Ia berasal dari khasira, atau khusran yang berarti kurang, tidak bermanfaat sebagaimana makna kharrah khaasirah yang berarti rugi, sesat dan musnah.

Lafaz akhsaruun disebut empat kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Hud (11), ayat 22;
-Al Kahfi (18), ayat 103;
-Al Anbiyaa (21), ayat 70;
-An Naml (27), ayat 5.

Az Zamakhsyari ketika menafsirkan ayat dalam surah Hud, beliau berkata,
"Tidak ada yang lebih jelas dan terang khusraannya (kerugian dan kehancuran) dari mereka" Dan dalam surah An Naml, beliau berkata,
"Mereka adalah manusia yang paling khusran (rugi), karena sekiranya mereka beriman pasti mereka termasuk golongan syuhada atas seluruh umat. Maka mereka dalam kerugian, yaitu rugi dari sudut pertolongan dan ganjaran Allah"'

At Tabari berkata,
"Akhsaruun adalah mereka yang menjual rumah mereka di syurga yaitu tempat tinggal ahli syurga dan menggantikannya dengan api neraka."

Ibn Katsir menafsirkan akhsaruun dalam surah Al Kahfi dengan ayat berikutnya:

Alladziina dhalla sa'yuhum fil hayaatid dunyaa

Yaitu mereka yang melakukan amalan-­amalan yang ditolak dan tidak berjalan mengikuti syari'at yang disyari'atkan.

Dalam menafsirkan surah Al Anbiyaa beliau berkata,
"Akhsaruun adalah mereka yang kalah atau musnah dan hina karena mereka hendak memperdayakan Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Allah membalas tipu daya mereka dan menyelamatkannya dari api."

Sedangkan dalam surah An Naml, yang dimaksudkan dengan akhsaruun ialah yang rugi diri dan harta mereka dari ahli mahsyar.

Mus'ab bin Sa'ad berkata: "Makna akhsaruuna a'mala adalah orang-orang yang rugi dari golongan Yahudi dan Nasrani. Adapun Yahudi, mereka rugi karena mendustakan Muhammad, sedangkan Nasrani rugi karena mereka mengingkari syurga. Mereka berkata,
"Di dalamnya tidak ada makanan dan minuman."

Diriwayatkan oleh Al Mundzir, Ibn Abi Hatim dari Abi Humaysah Abdullah bin Qays, beliau berkata,
"Aku mendengar Ali bin Abi Thalib berkata,
"Mereka yang tergolong dalam orang yang rugi dalam ayat ini qul hal nunabbi'ukum bi akhsariina 'amala sesungguhnya mereka adalah rahib-rahib yang mengurung diri di sebalik dinding-dinding, dalam bilik- bilik atau mereka adalah orang fajir (jahat) dari kalangan suku Quraisy atau kelompok Khawarij.

Kesimpulannya, lafaz akhsaruun mengandung dua makna.

Pertama, orang yang rugi di akhirat di kalangan orang yang berbuat amalan yang tidak berlandaskan kepada syariat Islam.

Kedua, ia bermakna kalah dan hina sebagaimana pengertiannya yang terdapat pada surah Al Anbiyaa.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:40-41

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 5 *beta

Surah An Naml Ayat 5



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (21 votes)
Sending







✔ juz 27 ayat 5

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku