Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 5 [QS. 27:5]

اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ لَہُمۡ سُوۡٓءُ الۡعَذَابِ وَ ہُمۡ فِی الۡاٰخِرَۃِ ہُمُ الۡاَخۡسَرُوۡنَ
Uula-ikal-ladziina lahum suwul ‘adzaabi wahum fii-aakhirati humul akhsaruun(a);
Mereka itulah orang-orang yang akan mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.
―QS. An Naml [27]: 5

Daftar isi

Those are the ones for whom there will be the worst of punishment, and in the Hereafter they are the greatest losers.
― Chapter 27. Surah An Naml [verse 5]

أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itulah

Those
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(are) the ones,
لَهُمْ bagi mereka

for them
سُوٓءُ seburuk-buruk

(is) an evil
ٱلْعَذَابِ azab

[the] punishment
وَهُمْ dan mereka

and they
فِى di

in
ٱلْءَاخِرَةِ akhirat

the Hereafter
هُمُ mereka

[they]
ٱلْأَخْسَرُونَ orang-orang yang paling rugi

(will be) the greatest losers.

Tafsir

Alquran

Surah An Naml
27:5

Tafsir QS. An Naml (27) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa mereka akan menerima siksa yang buruk di dunia dan di akhirat.
Hal ini merupakan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang tidak beriman dengan hari akhirat itu.

Ayat ini juga merupakan peringatan bagi seluruh manusia.


Siksa di dunia dapat terjadi dengan adanya bermacam-macam bencana alam seperti banjir, gempa bumi, peperangan yang membawa korban manusia dan harta benda, dan lain-lain.

Siksaan dunia ini juga dapat berupa siksaan batin atau jiwa yang dialami secara perorangan, meskipun di antara mereka ada yang sudah memenuhi berbagai kebutuhan hidup dunianya, bahkan ada yang sudah lebih dari cukup.
Namun demikian, hidupnya tidak bahagia dan selalu resah, jiwa mereka kosong, serta tidak punya tujuan hidup karena tidak percaya pada hari akhirat.


Dalam kehidupan hari akhirat nanti, mereka sangat merugi dan menjadi penghuni neraka selamanya.
Masing-masing menerima balasan siksa yang setimpal sesuai dengan amal buruk mereka.

Karena pedihnya siksaan tersebut, mereka lalu memohon keringanan dari malaikat penjaga neraka agar tidak disiksa meskipun hanya sehari.
Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:

وَقَالَ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوْا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ

Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam,
"Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.
"
(al-Mu’min [40]: 49).

Tafsir QS. An Naml (27) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka itulah yang kelak akan menerima siksa yang buruk.
Mereka adalah orang-orang yang paling merugi di akhirat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Mereka itu adalah orang-orang yang mendapatkan azab yang buruk di dunia berupa pembunuhan, ditawan, kehinaan dan kesalahan, sedangkan di akhira mereka adalah orang-orang yang paling berat kerugiannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk) yang keras di dunia, yaitu dengan dibunuh dan ditawan


(dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi) karena tempat mereka adalah neraka, mereka kekal di dalamnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
(QS. An-Naml [27]: 5)

Artinya, tiada seorang pun dari makhluk yang berada di padang mahsyar lebih merugi terhadap dirinya sendiri selain dari mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 5

AKHSARUUN
أَخْسَرُون

Lafaz ini berbentuk jamak, menurut Al Akhfasy mufradnya adalah al akhsar sama seperti al akbar. Ia berasal dari khasira, atau khusran yang berarti kurang, tidak bermanfaat sebagaimana makna kharrah khaasirah yang berarti rugi, sesat dan musnah.

Lafaz akhsaruun disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Hud (11), ayat 22;
Al Kahfi (18), ayat 103;
• Al Anbiyaa (21), ayat 70;
An Naml (27), ayat 5.

Az Zamakhsyari ketika menafsirkan ayat dalam surah Hud, beliau berkata,
"Tidak ada yang lebih jelas dan terang khusraannya (kerugian dan kehancuran) dari mereka" Dan dalam surah An Naml, beliau berkata,
"Mereka adalah manusia yang paling khusran (rugi), karena sekiranya mereka beriman pasti mereka termasuk golongan syuhada atas seluruh umat.
Maka mereka dalam kerugian, yaitu rugi dari sudut pertolongan dan ganjaran Allah"’

At Tabari berkata,
"Akhsaruun adalah mereka yang menjual rumah mereka di syurga yaitu tempat tinggal ahli syurga dan menggantikannya dengan api neraka."

Ibnu Katsir menafsirkan akhsaruun dalam surah Al Kahfi dengan ayat berikutnya:

Alladziina dhalla sa’yuhum fil hayaatid dunyaa

Yaitu mereka yang melakukan amalan-amalan yang ditolak dan tidak berjalan mengikuti syari’at yang disyari’atkan.

Dalam menafsirkan surah Al Anbiyaa beliau berkata,
"Akhsaruun adalah mereka yang kalah atau musnah dan hina karena mereka hendak memperdayakan Nabi Ibrahim.
Oleh karena itu, Allah membalas tipu daya mereka dan menyelamatkannya dari api."

Sedangkan dalam surah An Naml, yang dimaksudkan dengan akhsaruun ialah yang rugi diri dan harta mereka dari ahli mahsyar.

Mus’ab bin Sa’ad berkata: "Makna akhsaruuna a’mala adalah orang-orang yang rugi dari golongan Yahudi dan Nasrani.
Adapun Yahudi, mereka rugi karena mendustakan Muhammad, sedangkan Nasrani rugi karena mereka mengingkari syurga.
Mereka berkata,
"Di dalamnya tidak ada makanan dan minuman."

Diriwayatkan oleh Al Mundzir, Ibnu Abi Hatim dari Abi Humaysah Abdullah bin Qays, beliau berkata,
"Aku mendengar Ali bin Abi Thalib berkata,
"Mereka yang tergolong dalam orang yang rugi dalam ayat ini qul hal nunabbi’ukum bi akhsariina ‘amala sesungguhnya mereka adalah rahib-rahib yang mengurung diri di sebalik dinding-dinding, dalam bilik- bilik atau mereka adalah orang fajir (jahat) dari kalangan suku Quraisy atau kelompok Khawarij.

Kesimpulannya, lafaz akhsaruun mengandung dua makna.

Pertama, orang yang rugi di akhirat di kalangan orang yang berbuat amalan yang tidak berlandaskan kepada syariat Islam.

Kedua, ia bermakna kalah dan hina sebagaimana pengertiannya yang terdapat pada surah Al Anbiyaa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:40-41

Unsur Pokok Surah An Naml (النمل)

Surat An-Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy-Syu’ara’.

Dinamai dengan "An Naml", karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaimanalaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.

Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya.

Nabi Sulaimanalaihis salam yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.

Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaimanalaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan sebagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.

Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaimanalaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaimanalaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad ﷺ, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Alquran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin.
▪ Ke-Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini.
▪ Hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib.
▪ Adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Sulaiman `alaihis salam dengan semut, dengan burung hudhud dan dengan ratu Balqis.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Ciri-ciri orang mukmin.
Alquran menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil.
▪ Hanya orang-orang mukminlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu.
▪ Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Alquran.
▪ Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Audio

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 93 + Terjemahan Indonesia

QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 93

Gambar Kutipan Ayat

Surah An Naml ayat 5 - Gambar 1 Surah An Naml ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 27:5
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, “Semut”) adalah surah ke-27 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu’ara’
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

27:5, 27 5, 27-5, Surah An Naml 5, Tafsir surat AnNaml 5, Quran An-Naml 5, Surah An Naml ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah An Naml

۞ QS. 27:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 27:3 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 27:4 • Mengingkari hari kebangkitan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Kebodohan orang kafir • Istidraj (memperdaya) •

۞ QS. 27:5 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 27:6 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 27:8 Tauhid Rububiyyah • Sifat Kalam (berfirman) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:9 • Sifat Kalam (berfirman) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 27:11 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Kalam (berfirman) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 27:13 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:14 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:17 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:19 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 27:24 • Sifat iblis dan pembantunya • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 27:25 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 27:26 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:30 Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 27:31 Islam agama para nabi

۞ QS. 27:39 Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as.

۞ QS. 27:40 Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghaniy (Maha Kaya) • Al Karim (Maha Mulia) • Kewajiban hamba pada Allah •

۞ QS. 27:44 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi

۞ QS. 27:46 • Ampunan Allah yang luas • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 27:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kebodohan orang kafir • Meramal nasib

۞ QS. 27:50 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 27:51 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:52 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:53 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:56 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:57 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Keutamaan iman

۞ QS. 27:58 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:59 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 27:60 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:61 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:62 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak

۞ QS. 27:63 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Muta’ali (Maha Luhur) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 27:64 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 27:65 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Manusia dibangkitkan dari kubur •

۞ QS. 27:66 • Kedahsyatan hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:67 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:68 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:69 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 27:71 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:72 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 27:73 • Kesabaran Allah terhadap kejahatan hamba • Ar Rabb (Tuhan) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 27:74 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 27:75 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 27:76 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya

۞ QS. 27:78 Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Keadilan Allah dalam menghakimi •

۞ QS. 27:80 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:81 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:82 • Munculnya binatang melata sebelum kiamat • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:83 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:84 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 27:85 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 27:87 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan

۞ QS. 27:88 Al Khabir (Maha Waspada) • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 27:89 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Pelipatgandaan pahala bagi orang mukmin • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 27:90 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Memasuki neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 27:91 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 27:92 • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 27:93 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

(Perhatikanlah bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain) dalam hal rezeki & derajat (Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi) lebih agung (kedudukannya & lebih besar keutamaannya) daripada kehidupan dunia.
QS. Al-Isra’ [17]: 21

Jangan kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, banyak mencela,
yang kesana ke mari menyebar luaskan fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik,
yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kasar, yang terkenal kejahatannya.
QS. Al-Qalam [68]: 10-13

Sungguh Tuhanku lapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya
dan menyempitkan bagi (yang dikehendaki-Nya).
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan,
maka Allah akan menggantinya & Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya
QS. Saba’ [34]: 39

Sungguh Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,
dan dengan malam & apa yang diselubunginya,
dan dengan bulan bila jadi purnama,
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan),
Mengapa mereka tak mau beriman?
QS. Al-Insyiqaq [84]: 16-18

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus

Al-Falaq

Apa itu Al-Falaq? Surah Al-Falaq adalah surah ke-113 dalam Alquran. Nama Al-Falaq diambil dari kata Al-Falaq yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya waktu subuh. Surat ini tergolong sur...

Imam Qurtubi

Siapa itu Imam Qurtubi? Al-Qurthubi atau Qurtubi adalah seorang Imam, Ahli hadits, Alim, dan seorang mufassir (penafsir) Al-Qur’an yang terkenal. Nama lengkapnya adalah “Abu ‘Abdulla...

Aisyah binti Abu Bakar

Siapa itu Aisyah binti Abu Bakar? Aisyah binti Abu Bakar (عائشة, Transliterasi: `ā’isha, Turki: Ayşe) (sekitar 613/614-678 Masehi) Adalah istri dari Nabi Islam Muhammad. Dalam penulisan I...