Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 49


قَالُوۡا تَقَاسَمُوۡا بِاللّٰہِ لَنُبَیِّتَنَّہٗ وَ اَہۡلَہٗ ثُمَّ لَنَقُوۡلَنَّ لِوَلِیِّہٖ مَا شَہِدۡنَا مَہۡلِکَ اَہۡلِہٖ وَ اِنَّا لَصٰدِقُوۡنَ
Qaaluuu taqaasamuu billahi lanubai-yitannahu wa-ahlahu tsumma lanaquulanna liwalii-yihi maa syahidnaa mahlika ahlihi wa-innaa lashaadiquun(a);

Mereka berkata:
“Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar”.
―QS. 27:49
Topik ▪ Kekuasaan Allah
27:49, 27 49, 27-49, An Naml 49, AnNaml 49, An-Naml 49
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 49. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan perbuatan makar yang sedang dirundingkan oleh orang-orang sembilan itu, setelah mereka melakukan perbuatan terlarang dengan membunuh unta yang dilarang oleh Saleh untuk dibunuh.
Mereka menerima ancaman dari Saleh bahwa mereka akan dibinasakan Allah dalam waktu tiga harta setelah mereka membunuh unta itu.

Di antara mereka ada yang berkata: "Marilah kita semua bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa kita akan membunuh Saleh dengan pengikut-pengikutnya, pada suatu malam, kemudian kita katakan kepada keluarganya yang terbunuh itu esok harinya, bahwa kita tidak tahu menahu tentang peristiwa itu, dan mustahil kita melakukan perbuatan aniaya terhadap keluarga sendiri, dan kita katakan kepadanya bahwa kita semua adalah orang-orang yang benar.

An Naml (27) ayat 49 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang musyrik itu saling berkata satu sama lain, "Bersumpahlah dengan nama Allah agar dapat memperdaya Shalih dan keluarganya, lalu mereka kita bunuh.
Setelah itu, kita katakan kepada ahli waris yang menuntut kematian mereka, 'Kami tidak tahu menahu tentang kematian Shalih dan keluarganya.
Sangguh, kami tidak bohong dalam perkataan kami ini'."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka berkata) sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lainnya, ("Bersumpahlah kalian) lakukanlah sumpah oleh kalian (dengan nama Allah bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba di malam hari) lafal Lanubayyitannahu ini dapat pula dibaca Latubayyitunnahu (beserta keluarganya) yakni orang-orang yang beriman kepadanya.
Maksudnya, kami bunuh mereka di malam hari secara sekonyong-konyong (kemudian kita katakan) dapat dibaca Lanaqulanna dan Lataqulunna (kepada ahli warisnya) yakni kepada orang-orang yang memiliki darahnya (bahwa kita tidak menyaksikan) tidak terlibat (kematian keluarganya) dapat dibaca Mahlika dan Muhlika, maksudnya, kami tidak mengetahui siapakah yang telah membunuh mereka (dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar").

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sembilan orang itu, sebagian dari mereka berkata kepada yang lain :
Bersumpahlah kalian dengan nama Allah bahwa setiap orang bersumpah untuk yang lain, Kami akan mendatangi Shalih secara tiba-tiba di malam hari untuk membunuhnya dan membunuh keluarganya.
Kemudian kami akan berkata kepada keluarga besarnya :
Kami tidak tahu menahu tentang pembunuhan terhadapnya, kami adalah orang-orang yang jujur dalam apa yang kami katakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Mereka berkata, "Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari.” (An Naml:49)

Yakni mereka bersumpah dan berjanji setia di antara mereka untuk membunuh Nabi Saleh 'alaihis salam dan orang-orang yang mereka jumpai bersamanya di malam hari dengan sembunyi-sembunyi.
Maka Allah membalas tipu daya mereka dan menjadikan mereka sendiri yang terjerumus ke dalam perangkapnya sendiri.

Mujahid mengatakan, mereka bersumpah dan berjanji di antara sesamanya untuk membinasakan Saleh.
Tetapi sebelum mereka sampai kepada Nabi Saleh, mereka keburu binasa, demikian pula seluruh kaum mereka.

Qatadah mengatakan bahwa mereka berjanji dengan sesamanya akan menculik Saleh 'alaihis salam di malam hari, lalu membunuhnya.
Telah diriwayatkan kepada kami bahwa ketika mereka sedang mengendap-endap menuju ke rumah Nabi Saleh untuk membinasakannya, tiba-tiba Allah mengirimkan batu besar kepada mereka, dan batu besar itu menimpa mereka hingga mati semuanya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa merekalah orang-orang yang menyembelih unta tersebut.
Setelah menyembelih unta itu mereka berkata di antara sesamanya, "Sungguh kita akan menyerang Saleh beserta keluarganya di malam hari ini, lalu kita bunuh mereka.
Sesudah itu kita katakan kepada ahli waris mereka bahwa kita tidak mengetahui apa-apa tentang kejadian tersebut, dan kita sama sekali tidak terlibat di dalamnya." Akhirnya Allah membinasakan mereka semuanya sebelum niat mereka tercapai.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa kesembilan orang itu setelah menyembelih unta Nabi Saleh berkata, "Marilah kita pergi untuk membunuh Saleh.
Jika dia benar (seorang nabi), berarti kita men­dahuluinya sebelum kita tertimpa azab.
Dan jika dia dusta, berarti kita susulkan dia bersama untanya." Lalu mereka mendatanginya di malam hari di rumah keluarganya.
Tetapi sebelum niat mereka tercapai, para malaikat menghujani mereka dengan batu.
Setelah teman-teman mereka merasakan bahwa teman mereka yang sembilan orang itu datang terlambat kepada mereka maka mereka mendatangi rumah Nabi Saleh, ternyata mereka menjumpai kesembilan orang itu telah mati dalam keadaan kepalanya pecah semuanya karena tertimpa batu-batuan.
Lalu mereka berkata kepada Saleh, "Kamu telah membunuh mereka."

Ketika mereka hendak menyerang Saleh, maka keluarga Saleh 'alaihis salam bangkit menghalang-halangi mereka dengan menyandang senjata lengkap untuk membelanya.
Lalu mereka berkata kepada kaumnya, "Demi Allah, kalian jangan membunuhnya, dia telah menjanjikan kepada kalian bahwa azab akan datang menimpa kalian dalam tiga hari ini.
Jika dia benar, berarti Tuhan sangat murka terhadap kalian.
Dan jika dia dusta, maka terserah kalian apa yang hendak kalian lakukan terhadapnya." Maka pada malam itu juga mereka pulang ke rumah masing-masing.

Abdur Rahman ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa setelah mereka menyembelih unta itu, Nabi Saleh berkata kepada mereka: Bersukurlalah kalian di rumah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.
(Huud:65) Mereka mengatakan, "Saleh menduga bahwa dia akan selesai dari kita tiga hari kemudian, padahal kita akan menyelesaikannya beserta keluarganya sebelum tiga hari."

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 49 *beta

Surah An Naml Ayat 49



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (9 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku