QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 45 [QS. 27:45]

وَ لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَاۤ اِلٰی ثَمُوۡدَ اَخَاہُمۡ صٰلِحًا اَنِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ فَاِذَا ہُمۡ فَرِیۡقٰنِ یَخۡتَصِمُوۡنَ
Walaqad arsalnaa ila tsamuuda akhaahum shaalihan anii’buduullaha fa-idzaa hum fariiqaani yakhtashimuun(a);

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru):
“Sembahlah Allah”.
Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
―QS. 27:45
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Sifat orang munafik
27:45, 27 45, 27-45, An Naml 45, AnNaml 45, An-Naml 45

Tafsir surah An Naml (27) ayat 45

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 45. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus Nabi Saleh as kepada kaumnya Tsamud yang berdiam di Al Hajr, suatu daerah pegunungan batu yang terletak antara Wadil Qura dan Syam.
Nabi Saleh as masih termasuk dalam keturunan Tsamud, berarti Nabi Saleh diutus kepada kaumnya sendiri.
Nabi Saleh as menyeru kaumnya yang menyembah sesuatu di samping Allah, agar mereka hanya menyembah Allah saja, Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam menanggapi seruan Saleh itu, maka kaumnya terbagi dua:

1.
Sebagian kecil dari mereka memenuhi seruannya dengan meninggalkan penyembahan berhala dan hanya menyembah Tuhan Yang Maha Esa saja.

2.
Sebagian besar dari mereka tetap ingkar bahkan mereka mengancam dan menentang Saleh as.

Antara kedua golongan di atas itu terjadilah perdebatan dan permusuhan, masing-masing golongan menuduh bahwa agama yang mereka anut adalah agama yang batal.
Bahkan golongan yang mengakui dirinya kuat, dan mempunyai pengikut yang lebih banyak, bertambah-tambah kelaliman mereka, dan menentang Saleh dengan membunuh unta yang sudah dilarang kepada mereka untuk membunuhnya, mereka meminta agar disegerakan turunnya azab kepada mereka, seandainya ia adalah benar-benar Rasul yang diutus Allah subhanahu wa ta’ala

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Kemudian mereka sembelih unta betina itu dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan.
Dan mereka berkata, “Hai Saleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)”.

(Q.S.
Al A’raf: 77)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami sungguh telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka sendiri, Shalih, untuk mengajak mengesakan Allah.
Tapi mereka saling berselisih dan saling bersengketa.
Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yang satu beriman dan yang lain tidak beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka) yang satu kabilah (Saleh, yang berseru, “Sembahlah Allah!”) tauhidkanlah Dia.

(Tetapi tiba-tiba mereka jadi dua golongan yang bermusuhan) dalam masalah agama, segolongan terdiri dari orang-orang yang beriman kepadanya sejak ia diutus kepada mereka dan golongan yang lain adalah orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka Shalih yang mengajak :
Hendaknya kalian mentauhidkan Allah, jangan mengangkat sembahan lain selain-Nya.
Manakala Shalih datang kepada mereka sebagai penyeru kepada Tauhid dan penyembahan kepada Allah semata, maka kaumnya terbagi menjadi dua kubu:
Kubu yang beriman dan kubu yang kafir kepada dakwahnya, dan masing-masing dari keduanya mengaku benar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang kaum Samud dan kisah mereka bersama nabi mereka (yaitu Saleh ‘alaihis salam) saat Nabi Saleh menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
(An Naml:45)

Mujahid mengatakan bahwa ada yang mukmin dan ada yang kafir, sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, “Tahukah kalian bahwa Saleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab, “Sesungguh­nya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk menyampaikannya.” Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kalian imani.” (Al-A?raf: 75-76)


Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 45 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 45 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 45 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:45
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.9
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta