Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 45 [QS. 27:45]

وَ لَقَدۡ اَرۡسَلۡنَاۤ اِلٰی ثَمُوۡدَ اَخَاہُمۡ صٰلِحًا اَنِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ فَاِذَا ہُمۡ فَرِیۡقٰنِ یَخۡتَصِمُوۡنَ
Walaqad arsalnaa ila tsamuuda akhaahum shaalihan anii’buduullaha fa-idzaa hum fariiqaani yakhtashimuun(a);
Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru),
“Sembahlah Allah!”
Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
―QS. 27:45
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Sifat orang munafik
English Translation - Sahih International
And We had certainly sent to Thamud their brother Salih, (saying),
“Worship Allah,”
and at once they were two parties conflicting.
―QS. 27:45

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
وَلَقَدْ dan sesungguhnya

And certainly,
أَرْسَلْنَآ Kami telah mengutus

We sent
إِلَىٰ kepada

to
ثَمُودَ Samud

Thamud
أَخَاهُمْ saudara mereka

their brother
صَٰلِحًا Saleh

Salih
أَنِ sesungguhnya

that,
ٱعْبُدُوا۟ sembahlah

“Worship
ٱللَّهَ Allah

Allah.”
فَإِذَا maka tiba-tiba

Then behold!
هُمْ mereka

They
فَرِيقَانِ dua golongan

(became) two parties
يَخْتَصِمُونَ mereka bermusuhan

quarreling.

 

Tafsir surah An Naml (27) ayat 45

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami sungguh telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka sendiri, Shalih, untuk mengajak mengesakan Allah.
Tapi mereka saling berselisih dan saling bersengketa.
Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yang satu beriman dan yang lain tidak beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka) yang satu kabilah

(Saleh, yang berseru,
“Sembahlah Allah!”) tauhidkanlah Dia.

(Tetapi tiba-tiba mereka jadi dua golongan yang bermusuhan) dalam masalah agama, segolongan terdiri dari orang-orang yang beriman kepadanya sejak ia diutus kepada mereka dan golongan yang lain adalah orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka Shalih yang mengajak:
Hendaknya kalian mentauhidkan Allah, jangan mengangkat sembahan lain selain-Nya.
Manakala Shalih datang kepada mereka sebagai penyeru kepada Tauhid dan penyembahan kepada Allah semata, maka kaumnya terbagi menjadi dua kubu:
Kubu yang beriman dan kubu yang kafir kepada dakwahnya, dan masing-masing dari keduanya mengaku benar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang kaum Samud dan kisah mereka bersama nabi mereka (yaitu Saleh ‘alaihis salam) saat Nabi Saleh menyeru mereka untuk menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
(QS. An-Naml [27]: 45)

Mujahid mengatakan bahwa ada yang mukmin dan ada yang kafir, sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka,
“Tahukah kalian bahwa Saleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?”
Mereka menjawab,
“sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk menyampaikannya.”
Orang-orang yang menyombongkan diri berkata,
“Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kalian imani.”
(QS. Al-A’raf [7]: 75-76)

Unsur Pokok Surah An Naml (النمل)
Surat An-Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy-Syu’ara’.

Dinamai dengan “An Naml”, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaimanalaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.

Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin, manusia, burung dan sebagainya.

Nabi Sulaimanalaihis salam yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh.

Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.

Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaimanalaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan sebagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.

Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaimanalaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaimanalaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad ﷺ, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Alquran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin.
▪ Ke-Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini.
▪ Hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib.
▪ Adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Sulaiman `alaihis salam dengan semut, dengan burung hudhud dan dengan ratu Balqis.
▪ Kisah Nabi Shaleh `alaihis salam dengan kaumnya.
▪ Kisah Nabi Luth `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Ciri-ciri orang mukmin.
Alquran menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil.
▪ Hanya orang-orang mukminlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu.
▪ Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Alquran.
▪ Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)
Qari Internasional

QS. An-Naml (27) : 45 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. An-Naml (27) : 45 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. An-Naml (27) : 45 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. An-Naml (27) : 1-93 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 93 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 93 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah An Naml ayat 45 - Gambar 1 Surah An Naml ayat 45 - Gambar 2
Statistik QS. 27:45
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, “Semut”) adalah surah ke-27 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku’ 7 ruku’
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu’ara’
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
Sending
User Review
4.5 (29 votes)
Tags:
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Video

×

Surat An-Naml – (027) – Ayat 45 s/d 58 – ustadz Fathul Aziz Lombok


Sebelumnya


Selanjutnya


Panggil Video Lainnya

Hadits Lainnya

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan