QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 39 [QS. 27:39]

قَالَ عِفۡرِیۡتٌ مِّنَ الۡجِنِّ اَنَا اٰتِیۡکَ بِہٖ قَبۡلَ اَنۡ تَقُوۡمَ مِنۡ مَّقَامِکَ ۚ وَ اِنِّیۡ عَلَیۡہِ لَقَوِیٌّ اَمِیۡنٌ
Qaala ‘ifritun minal jinni anaa aatiika bihi qabla an taquuma min maqaamika wa-innii ‘alaihi laqawii-yun amiinun;

Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin:
“Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu, sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.
―QS. 27:39
Topik ▪ Jin ▪ Jin ditundukkan untuk taat kepada nabi Sulaiman as. ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
27:39, 27 39, 27-39, An Naml 39, AnNaml 39, An-Naml 39

Tafsir surah An Naml (27) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Mendengar permintaan Sulaiman itu menjawab Ifrit yang cerdik, yang termasuk golongan jin: “Aku akan datang kepadamu membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu itu dan aku benar-benar sanggup melaksanakannya dan dapat dipercayai kesanggupanku itu”.

Yang dimaksud dengan “sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu” ialah sebelum Sulaiman meninggalkan tempat itu.
Beliau biasanya meninggalkan tempat itu sebelum tengah hari.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

‘Ifrit, salah satu jin, berkata, “Aku akan segera mendatangkan singgasana itu sekarang, saat Paduka masih duduk di atas kursi, sebelum Paduka sempat berdiri.
Aku benar-benar sanggup melakukannya dan aku jujur dalam perkataan dan perbuatanku ini.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ifrit dari golongan jin berkata,) yakni jin yang paling kuat lagi keras (“Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu) dari majelis tempat ia melakukan peradilan di antara orang-orang, yaitu dari mulai pagi sampai tengah hari (dan sesungguhnya aku benar-benar kuat) untuk membawanya (lagi dapat dipercaya.”) atas semua permata dan batu-batu berharga lainnya yang ada pada singgasananya itu.

Maka Nabi Sulaiman berkata, “Aku menginginkan yang lebih cepat dari itu”.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Seorang jin yang sangat kuat lagi tangguh berkata :
Saya akan membawanya kepadamu sebelum engkau meninggalkan majlismu di mana engkau duduk di atasnya untuk menetapkan hukum di antara manusia, sesungguhnya aku adalah jin yang kuat untuk membawanya, dipercaya untuk menjaganya.
Saya akan menghadirkannya sebagaimana ia, aku tidak akan mengurangi dan tidak akan mengganti.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin berkata.
(Q.S. An-Naml [27]: 39)

Menurut Mujahid, ‘Ifrit artinya jin yang jahat.
Syu’aib Al-Jiba-i mengatakan bahwa nama ‘Ifrit itu adalah Kauzan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Muhammad ibnu Ishaq, dari Yazid ibnu Ruman, dan hal yang sama dikatakan pula oleh Wahb ibnu Munabbih dan Abu Saleh, disebutkan bahwa besarnya ‘Ifrit tersebut sama dengan sebuah bukit.

Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepada­mu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu.
(Q.S. An-Naml [27]: 39)

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah sebelum Nabi Sulaiman bangkit meninggalkan majelisnya.
Mujahid mengatakan, dari tempat duduknya.
As-Saddi dan lain-lainnya mengatakan bahwa Sulaiman ‘alaihis salam biasa duduk di majelisnya untuk melakukan peradilan dan keputusan hukum di antara orang-orang, juga untuk memberi makan mulai dari permulaan siang hari hingga matahari tergelincir.

sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.
(Q.S. An-Naml [27]: 39)

Ibnu Abbas mengatakan, bahwa ‘Ifrit itu kuat membawanya lagi dapat dipercaya untuk menjaga semua permata yang ada di dalam singgasana itu.
Maka Nabi Sulaiman berkata, “Aku menginginkan lebih cepat dari itu.”

Dapat disimpulkan bahwa Nabi Sulaiman bermaksud mendatangkan singgasana itu untuk menampakkan kebesaran dari apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya, yaitu kerajaan dan bala tentara yang ditundukkan untuknya, belum pernah ada seorang pun yang dianugerahi pemberian seperti itu dan tidak pula sesudahnya.
Agar hal tersebut dijadikan sebagai bukti kenabiannya di hadapan Ratu Balqis dan kaumnya.
Karena suatu hal yang luar biasa bila singgasananya didatangkan seperti apa adanya (utuh) sebelum mereka datang ke hadapan Sulaiman ‘alaihis salam Padahal singgasana itu ditaruh di tempat yang terkunci berlapis-lapis dan di bawah pengawalan dan penjagaan yang sangat ketat.
Ketika Sulaiman ‘alaihis salam mengatakan bahwa ia menginginkan yang lebih cepat dari itu,


Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah An Naml (27) ayat 39
Telah bercerita kepadaku Muhammad bin Bassyar telah bercerita kepada kami Muhammad bin Ja’far telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah ra. dari Nabi shallallahu alaihi wasallam: Sesungguhnya Ifrit dari bangsa jin baru saja menggangguku untuk memutuskan shalatku namun Allah menjadikan aku dapat menundukkannya lalu aku tangkap dan hendak mengikatnya pada tiang diantara tiang-tiang masjid hingga tiap orang dari kalian dapat melihatnya. Namun aku teringat akan do’a saudaraku, Nabi Sulaiman as., Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorangpun setelah aku. (QS. Shad ayat 35). Maka kulepaskan kembali setan itu dalam keadaan hina. Kata Ifrit (dalam QS surat an-Naml ayat 39) digunakan untuk setiap orang yang membangkang (durhaka), baik dari kalangan manusia maupun jin. Timbangan kata Ifriit seperti kata zibniyah yang jamaknya zabaniyah. Sedang Ifriit, bentuk jamaknya ‘Afaariit.

Shahih Bukhari, Kitab Hadits-hadits yang Meriwayatkan Tentang Para Nabi – Nomor Hadits: 3170

Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 39

IFRIT
عِفْرِيت

Lafaz ini adalah dalam bentuk mufrad, jamaknya ‘afaariit, bermakna yang begitu jelek atau jahat dari segala sesuatu, yang banyak tipu muslihat, jin yang paling kuat, yang keji, melakukan sesuatu dengan licik’ Yongkers (dalam permainan kartu), dan sebagainya.

Ia hanya disebut sekali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah An Naml (27) ayat 39 yaitu,

قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَۖ

‘Ifrit minal jinn atau ‘Ifrit dari jin bermakna yang begitu keji akhlaknya dan ia dipinjam kepada manusia karena ia adalah syaitan baginya.

Ibn Qutaibah berkata,
“Ifrit dari jin dan ia bermakna jin yang begitu kuat, asalnya katangya ‘ifr lalu ditambah al-ta’ di dalamnya.”

Az Zamakhsyari berkata,
“Ia juga dibaca ‘ifriyah, al ‘ifr, al ‘ifrit, al ‘afariyah, al ‘afarah dan al ‘afaariyah minar rijaal bermakna lelaki yang keji lag jahat, yang berbuat jahat kepada teman-temannya. Sedangkan dari asy syayaathiin bermakna syaitan yang licik lagi keji, dikatakan ia bernama Dhakwan.

Mujahid, Qatadah, Mu’ammar, Ibn Ishaq dan Syu’aib Al Lubba’I berkata,
“Ifrit dari jin adalah pemimpin jin yang durhaka lagi licik, bernama Kawzan.”

Kesimpulannya, ‘ifrit dari jin sebagaimana yang terdapat dalam ayat Al Qur’an bermakna pemimpin jin yang durhaka, licik dan kuat yang dengan kemampuannya dapat mendatangkan singgahsana (Balqis) dan memindahkannya sebagaimana yang dipinta oleh Sulaiman sebelum ia berdiri dari kursi kebesarannya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:392

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.9
Ratingmu: 4.7 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta