Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 37


اِرۡجِعۡ اِلَیۡہِمۡ فَلَنَاۡتِیَنَّہُمۡ بِجُنُوۡدٍ لَّا قِبَلَ لَہُمۡ بِہَا وَ لَنُخۡرِجَنَّہُمۡ مِّنۡہَاۤ اَذِلَّۃً وَّ ہُمۡ صٰغِرُوۡنَ
Arji’ ilaihim falana’tiyannahum bijunuudin laa qibala lahum bihaa walanukhrijannahum minhaa adzillatan wahum shaaghiruun(a);

Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”.
―QS. 27:37
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah nabi Sulaiman as. dengan Ratu Balqis ▪ Ayat yang menaskhkan
27:37, 27 37, 27-37, An Naml 37, AnNaml 37, An-Naml 37
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Maka berangkatlah suatu rombongan utusan ratu Balqis menghadap Sulaiman dengan membawa hadiah-hadiah yang tidak ternilai harganya.
Setelah para utusan itu menghadap Sulaiman maka Sulaiman berkata kepada mereka: "Hai para utusan ratu Balqis, apakah kamu bermaksud memberikan harta-hartamu kepadaku.
Aku tidak akan mencari dan meminta kesenangan dan kekayaan duniawi, yang aku inginkan ialah kamu semua beserta rakyatmu mengikuti agamaku yang menyembah Allah semata, Tuhan Yang Maha Esa tidak menyembah matahari, sebagaimana yang kamu lakukan.
Allah subhanahu wa ta'ala telah menganugerahkan kepadaku nikmat-nikmat yang tak terhingga banyaknya seperti nikmat kenabian, ilmu pengetahuan, dan kerajaan yang besar.
Karena nikmat itu aku dapat menguasai jin, berbicara dengan binatang-binatang, menguasai angin dan banyak lagi pengetahuan yang telah dianugerahkan Allah subhanahu wa ta'ala kepadaku.
Jika aku bandingkan nikmat yang aku peroleh dengan nikmat yang kamu peroleh, maka nikmat yang kamu peroleh itu tidak ada artinya bagiku sedikitpun.
Karena kamu tidak mengetahui agama Allah, maka kamu anggap bahwa harta yang banyak dan kesenangan duniawi itu dapat memuaskan hatimu.
Bagiku harta itu tidak ada artinya dan tidak akan memuaskan hatiku.
Kesenangan dan kebahagiaan yang aku cari ialah kesenangan dan kebahagiaan yang abadi, sesuai dengan yang dijanjikan Allah kepada hamba-hamba Nya yang saleh.
Selanjutnya Sulaiman menyatakan kepada para utusan ratu Balqis: "Jika kamu sekalian tidak memenuhi seruanku, maka kembalilah kamu kepada kaummu.
Kami akan datang membawa pasukan tentara yang lengkap yang terdiri atas manusia, jin, dan binatang-binatang yang tidak sanggup kamu melarangnya.
Dan kami akan mengusir setiap orang yang menentang tentaraku itu dari negeri dan kampung halaman mereka, dan mereka dijadikan orang-orang yang hina, dan selebihnya tawananku itu dijadikan budak.

An Naml (27) ayat 37 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 37 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 37 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kembalilah kepada kaummu, kata Sulayman kepada mereka melanjutkan.
"Demi Allah, kami akan mendatangi kalian dengan pasukan tentara yang tak seorang pun dapat menghadapinya.
Kami akan mengusir kalian dari bumi Saba' dalam keadaan hina dan secara tidak terhormat."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kembalilah kepada mereka) dengan hadiah yang kamu bawa itu (sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mempunyai kekuatan) tidak berdaya lagi (untuk melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu) dari negeri tempat tinggal mereka, yaitu negeri Saba'.
Negeri ini dinamai dengan nama kakek moyang mereka (dengan terhina dan mereka menjadi tawanan") jika mereka tidak mau datang kepadaku dengan berserah diri.
Ketika utusan itu kembali kepada ratu Balqis berikut dengan hadiah yang mereka bawa sebelumnya, ratu Balqis menempatkan singgasananya di dalam keratonnya yang berpintu tujuh, sedangkan keraton ratu Balqis berada di dalam tujuh keraton yang besar-besar.
Kemudian semua pintu-pintunya dikunci dengan rapat dan menugaskan sebagian bala tentaranya untuk menjaga keraton dan singgasananya.
Setelah itu ia bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menghadap Nabi Sulaiman, untuk melihat apa yang bakal diperintahkan oleh Nabi Sulaiman kepada dirinya.
Berangkatlah ratu Balqis dengan membawa dua belas ribu pasukannya, menurut pendapat yang lain disebutkan bahwa jumlah tentara yang dibawanya pada saat itu sangat banyak, sehingga dari jarak satu farsakh dapat terdengar suara gemuruhnya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sulaiman berkata kepada utusan Ratu Saba’ :
Pulanglah ke negerimu, demi Allah, saya akan membawa pasukan, di mana orang-orangmu tidak akan mampu menahan dan melawannya.
Kami akan mengusir mereka semuanya dari negeri mereka sendiri dalam keadaan hina dan rendah bila mereka tetap tidak mau tunduk kepada agama Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kembalilah kepada mereka.
(An Naml:37)

dengan membawa kembali hadiah kalian ini.

sungguh kami akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya.
(An-Nam 1:37)

Artinya, mereka tidak mempunyai kekuatan yang seimbang untuk melawannya.

dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina.
(An Naml:37)

Yakni Kami akan mengeluarkan mereka sebenar-benarnya dari negeri mereka dalam keadaan hina.

dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina.
(An Naml:37)

Yaitu dalam keadaan hina dan terkalahkan.

Setelah utusan-utusan itu kembali kepada ratu mereka dengan membawa kembali hadiahnya dan pesan-pesan dari Nabi Sulaiman, maka ratu mereka —juga kaumnya— tunduk dan patuh.
Lalu ia berangkat bersama bala tentaranya menuju ke negeri Nabi Sulaiman dengan rasa tunduk, menyerah dan menghormati Nabi Sulaiman serta berniat akan mengikuti agama Islam.
Ketika Nabi Sulaiman mengetahui kedatangan mereka, gembiralah ia dan sangat senang.

Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 37

ADZILLAH
أَذِلَّة

Lafaz ini adalah jamak dari dzalil dan dzaluul. Lafaz dzalil berasal dari adz-dzull dan lafaz dzalul berasal dari adz-dzill. Dzalil bermakna yang lembut yaitu lawan kepayahan, berjalan dengan ringan, lemah, mudah atau rendah. Bayt dzalil bermakna atap rumah dekat dengan bumi atau lantai.

Dzalul bermakna penurut dan patuh, dzalul at tariq bermakna jalan yang dilalui orang.

Ibn Al Kafawi berkata,
adz dzalul adalah untuk hewan ternak, maksudnya hewan yang penurut dan jinak. Sedangkan adz dzaaa adalah untuk manusia yang berarti manusia yang fakir, penurut, rendah atau hina"

Al Fayruz Abadi juga berkata mengenai perbedaan antara adz dzalil dan adz dzalul. Adz dzalil adalah perkara setelah kepayahan dengan paksaan (dengan lemah lembut) dan ia adalah lawan dari al­ 'aziz, sedangkan adz dzalul perkara setelah kepayahan tanpa ada unsur paksaan.

Lafaz adzillah disebut empat kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 123,
-Al Maa'idah (5), ayat 54
-Al­ Naml (27), ayat 34 dan 37.

Lafaz adzhillah pada ayat-ayat di atas mengandung makna.

Pertama, bermakna yang lemah atau sedikit sebagaimana dalam surah Ali Imran.

Dalam Tafsir Al Munir menyatakan, adzillah pada ayat ini jamak dari dzalil yang bermakna yang tiada daya dan kekuatan. Maksudnya bilangan dan senjata muslim pada Perang Badar sedikit. Begitu juga dalam Tafsir Al Jalalain dan Tafsir Al Manar yang menyatakan makna adzillah dalam surah ini ialah sedikit bilangan muslim dan senjata mereka.

Kedua, bermakna lemah lembut. Makna ini terdapat dalam surah Al Maa'idah.
Az­ Zamakhsyari berkata,
"Makna adzillah pada ayat ini terbagi kepada dua makna.

Pertama, lemah lembut dan tunduk. Maksudnya, mereka mengasihi dan berlemah lembut sesama mereka dengan rasa hormat dan tawaduk.

Kedua, dengan kemuliaan dan kedudukan mereka yang tinggi antara mukmin, mereka saling berlapang dada sesama mereka dan ini sebagaimana Allah menyatakan dalam surah Al Fath, ayat 29.

Ketiga, bermakna menjadi hina se­bagaimana yang terdapat dalam surah An­ Naml. Asy Syawkani berkata,
"Makna adzillah ialah pembesar-pembesar menghinakan penduduk mereka (sabar) dan merendahkan martabat mereka sehingga pada masa itu mereka menjadi hina. Mereka berbuat demikian supaya mereka patuh dan tunduk serta tertanam dalam diri mereka kehebatan dan keagungan.

At Tabari berkata,
"Maksud ayat surah An Naml ialah membuat diri mereka yang merdeka menjadi hamba atau memperhambakan mereka baginya serta menjadikan orang yang mengirim kamu dari negeri mereka menjadi hina. Mereka akan menjadi tawanan apabila tidak datang kepadaku dengan memeluk Islam."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:19-20

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 37 *beta

Surah An Naml Ayat 37



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (11 votes)
Sending