QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 34 [QS. 27:34]

قَالَتۡ اِنَّ الۡمُلُوۡکَ اِذَا دَخَلُوۡا قَرۡیَۃً اَفۡسَدُوۡہَا وَ جَعَلُوۡۤا اَعِزَّۃَ اَہۡلِہَاۤ اَذِلَّۃً ۚ وَ کَذٰلِکَ یَفۡعَلُوۡنَ
Qaalat innal muluuka idzaa dakhaluu qaryatan afsaduuhaa waja’aluu a’izzata ahlihaa adzillatan wakadzalika yaf’aluun(a);

Dia berkata:
“Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina, dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
―QS. 27:34
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah nabi Sulaiman as. dengan Ratu Balqis ▪ Bersandar kepada Allah
27:34, 27 34, 27-34, An Naml 34, AnNaml 34, An-Naml 34

Tafsir surah An Naml (27) ayat 34

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan kebijaksanaan ratu Balqis dalam menghadapi sikap kaumnya terhadap surat Sulaiman itu.
Ia tidak terpengaruh sikap sombong dan merasa diri kuat yang tercermin dari ucapan-ucapan mereka.
Ratu Balqis berkata: “Wahai kaumku, ini adalah surat dari seorang raja, jika kita menentang dan memeranginya, mungkin kita menang dan mungkin pula kita kalah.
Seandainya kita kalah, maka raja dan tentaranya itu akan merusak negeri kita, membinasakan dan menghancurkan semua yang telah kita bangun selama ini.
Pada umumnya sikap dan tabiat raja-raja itu akan sama, sama-sama suka menindas dan membunuh secara kejam musuh-musuh yang dikalahkannya, mereka akan merusak kota-kota dan menghina pembesar-pembesar negeri yang telah ditaklukkannya itu.
Untuk menghindarkan semua kejadian yang tidak diinginkan itu aku mempunyai suatu pikiran yang jika dilaksanakan akan membawa keuntungan bagi kita semua.
Caranya ialah kita berusaha melunakkan hati Sulaiman dengan mengirimkan hadiah-hadiah kepadanya.
Hadiah itu kita kirimkan dengan diantar orang-orang yang berilmu pengetahuan sehingga kita dapat mengetahui dengan pasti keadaan mereka dengan perantaraan utusan-utusan kita itu, barulah kita tetapkan bersama tindakan yang tepat yang akan kita laksanakan dalam menghadapi Sulaiman itu.

Para pembesar negeri Saba’ menyetujui pendapat yang dikemukakan oleh ratu mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan nada pasrah dan menunda keputusan, Balqis berkata, “Kebiasaan raja-raja, jika memasuki suatu negeri bersama pasukan tentaranya, selalu saja membuat kerusakan.
Mereka, biasanya, menghancurkan bangunan, membinasakan tanaman piaraan dan hewan ternak.
Kebiasaan mereka memang begitu.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia berkata, “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya) melakukan pengrusakan di dalamnya (dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina, dan demikian pula yang akan mereka perbuat) yang akan dilakukan oleh para pengirim surah ini.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dia memperingatkan kaumnya untuk tidak memusuhi Sulaiman secara terbuka, dan menjelaskan akibat buruk dari peperangan :
Sesungguhnya bila para raja masuk ke sebuah perkampungan dengan kekuatan dan bala tentaranya, maka mereka akan menghancurkannya dan merubah penduduknya yang mulia menjadi terhina, mereka akan membunuh dan menawan, ini adalah adat mereka yang berlaku terus menerus demi membuat manusia takut kepada mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa mereka menyerahkan keputusan mereka kepada ratu mereka.
Setelah mereka mengemukakan pendapatnya, ratu mereka lebih luas wawasannya daripada mereka dan lebih mengetahui perihal Sulaiman daripada mereka.
Bahwa Sulaiman adalah seorang raja yang mempunyai bala tentara yang sangat banyak.
Selain itu makhluk jin, manusia, dan semua burung tunduk kepadanya.
Ia sendiri telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri melalui surat yang diantarkan oleh burung hud-hud perkara yang sangat menakjubkan dan sangat aneh.
Karena itu ia berkata kepada mereka, “Sesungguhnya aku merasa khawatir akan mengalami kekalahan bila memeranginya, lalu ia balik membalas serangan kita dengan bala tentaranya untuk membinasakan kita dan menghancurkan negeri kita.” Karena itulah ia mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya.
(An Naml:34)

Ibnu Abbas mengatakan, bahwa makna yang dimaksud ialah apabila raja-raja memasuki suatu negeri dengan paksa, niscaya mereka akan merusaknya.

dan menjadikan hina penduduknya yang mulia.
(An Naml:34)

Ibnu Abbas mengatakan, bahwa Balqis berkata seperti yang disitir oleh firman-Nya: Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan hina penduduknya yang mulia.
(An Naml:34) kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
(An Naml:34)


Kata Pilihan Dalam Surah An Naml (27) Ayat 34

A’IZZAH
أَعِزَّة

Kata ini adalah kata jamak dari kata ‘aziz. Kata a’izzah disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Maa’idah (5), ayat 54;
-An Naml (27), ayat 34.

Sebagai contoh, kata ini disebut dalam surah Al Maa’idah, ayat 54.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

“Keras” dalam ayat berkenaan bermaksud keras perasaan dan teguh jiwa kepada orang kafir. Sifat ini adalah salah satu dari sifat orang-orang yang beriman.

Dalam ayat ini, kata a’izzah digandengkan dengan kata adzillah. Gandengan ini dikenali sebagai tibaq. Didalam ilmu Balaghah disebut Balaghah retorik.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:2-3

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu’araa’.

Dinamai dengan “An Naml”,
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan “An Naml” (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni’mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman ‘alaihis salam yang telah diberi Allah ni’mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu’min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu’min
Al Qur’an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu’minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur’an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Ayat-ayat dalam Surah An Naml (93 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. An-Naml (27) ayat 34 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. An-Naml (27) ayat 34 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. An-Naml (27) ayat 34 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. An-Naml - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 93 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 27:34
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah An Naml.

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah27
Nama SurahAn Naml
Arabالنمل
ArtiSemut
Nama lainSulaiman, Tha Sin
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu48
JuzJuz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku'7 ruku'
Jumlah ayat93
Jumlah kata1166
Jumlah huruf4795
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnyaSurah Al-Qasas
4.4
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta