Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

An Naml

An Naml (Semut) surah 27 ayat 3


الَّذِیۡنَ یُقِیۡمُوۡنَ الصَّلٰوۃَ وَ یُؤۡتُوۡنَ الزَّکٰوۃَ وَ ہُمۡ بِالۡاٰخِرَۃِ ہُمۡ یُوۡقِنُوۡنَ
Al-ladziina yuqiimuunash-shalaata wayu’tuunazzakaata wahum bil-aakhirati hum yuuqinuun(a);

(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
―QS. 27:3
Topik ▪ Iman ▪ Sifat-sifat orang mukmin ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
27:3, 27 3, 27-3, An Naml 3, AnNaml 3, An-Naml 3
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. An Naml (27) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Di antara sifat-sifat orang-orang mukmin yang tersebut dalam ayat ini adalah:

1.
Mendirikan salat, yaitu mengerjakan dan menunaikan salat wajib dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, sesuai dengan yang diperintahkan Allah dalam ajaran-Nya.
Salat dikerjakan dengan segala ketulusan hati, disertai dengan kekhusyukan dan merendahkan diri kepada Allah.
Salat dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar, dan menghilangkan sifat-sifat jiwa yang negatif.
Salat merupakan unsur takwa yang mutlak di samping iman kepada yang gaib.
Kekhusyukan dalam mendirikan salat menjadi salah satu syarat bagi orang mukmin yang sejati.

Kedudukan salat dalam Islam antara lain:

a.
Salat tiang agama Islam yang berarti, tanpa salat amal-amal baik tidak akan diperhatikan dan agama itu akan runtuh.

b.
Salat adalah kewajiban pertama dari Allah sebelum kewajiban-kewajiban ibadah lainnya dan perintah wajib ini diterima langsung oleh Nabi Muhammad tanpa perantara malaikat Jibril as sebagaimana yang disebutkan dalam kisah Israk dan mikraj.

c.
Salat merupakan amal yang pertama-tama dihitung (dihisab) pada hari Kiamat nanti.
Kalau baik amal salatnya, maka amal-amal lainnya ikut baik.
Demikian pula sebaliknya, kalau amal salatnya rusak, maka amal lainnya ikut rusak.

2.
Menunaikan zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima.
Membayar zakat sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang datang dari Allah dan Rasul-Nya, adalah kewajiban yang tidak sama dengan kewajiban menjalankan salat lima kali sehari semalam.
Abu Bakar sebagai khalifah pertama setelah Nabi Muhammad wafat, telah memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat atas dasar mereka membedakan antara salat dan zakat, padahal zakat itu merupakan suatu kewajiban yang berhubungan dengan harta.
Dengan zakat, orang-orang mukmin membersihkan jiwa mereka dari sifat-sifat kikir dan tamak yang keduanya dapat menimbulkan fitnah (keonaran) karena harta.
Harta adalah rezeki dari Allah yang wajib disyukuri dengan menunaikan zakat, sebagai pembersih dari harta tersebut.
Karena pada harta tersebut ada bagian yang menjadi haknya orang-orang ini skin.
Bagi orang-orang ini skin zakat dapat membersihkan jiwa mereka dari sifat-sifat dengki dan iri hati atas orang-orang yang kaya.
Dengan demikian hubungan baik antara si kaya dan si ini skin dalam masyarakat akan tetap terjaga terutama segi sosialnya.

3.
Yakin akan adanya hari akhirat, maksudnya ialah yakin akan adanya hidup setelah mati yang pada waktu itu semua orang akan kembali menghadap Allah untuk diperhitungkan amal-amal baik dan jeleknya dan akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang setimpal.
Dengan demikian, setiap manusia akan mempertanggungjawabkan segala apa yang diperbuatnya selama hidup di dunia.
Dan ini berarti bahwa manusia diciptakan Allah di dunia bukanlah sia-sia belaka.

Allah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:

apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.
(Q.S.
Al-Mu'minun: 115)

An Naml (27) ayat 3 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy An Naml (27) ayat 3 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi An Naml (27) ayat 3 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu orang-orang yang melaksanakan salat, lengkap dengan rukun-rukunnya secara sempurna dengan penuh rasa khusyuk dan menunaikan kewajiban zakat tepat pada waktunya serta meyakini sepenuhnya akan adanya kehidupan akhirat, saat Allah memberikan pahala dan siksa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu orang-orang yang mendirikan salat) yakni menunaikannya sesuai dengan ketentuan-ketentuannya (dan menunaikan) memberikan (zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat) artinya mereka mengetahui melalui dalil-dalil Alquran.
Hum diulang karena antara Hum yang pertama dengan Khabarnya ada pemisah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang menegakkan shalat lima waktu dengan rukun-rukunnya yang sempurna dan syarat-syaratnya yang lengkap, menunaikan zakat yang fardhu kepada yang berhak menerimanya.
Di samping itu mereka meyakini kehidupan akhirat, termasuk pahala dan hukuman yang ada di sana.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.

Informasi Surah An Naml (النمل)
Surat An Naml terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturun­kan sesudah surat Asy Syu'araa'.

Dinamai dengan "An Naml",
karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan "An Naml" (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing­-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu.
Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta'jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan ni'mat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagai­ nya.
Nabi Sulaiman 'alaihis salam yang telah diberi Allah ni'mat yang besar itu tidak merasa takbur dan sombong, dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golong­an orang-orang yang saleh.
Allah subhanahu wa ta'ala menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu.
Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin.
Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, di­ nyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman 'alaihis salam dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya.

Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan se­bagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula.
Dengan mengisah­kan kisah Nabi Sulaiman 'alaihis salam dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran nabi Muhammad ﷺ Nabi Sulaiman 'alaihis salam sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi ke­kayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w, sebagai seorang nabi, rasul dan seorang kepala negara yang ummi' dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Keimanan:

Al Qur'an adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mu'min
ke Esaan dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini
hanya Allah-lah Yang tahu tentang yang ghaib
adanya hari berbangkit bukanlah suatu dongengan.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis
kisah Nabi Shaleh a.s. dengan kaumnya
kisah Nabi Luth a.s. dengan kaum­nya.

Lain-lain:

Ciri-ciri orang mu'min
Al Qur'an menjelaskan apa yang diperselisilhkan Bani Israil
hanya orang-orang mu'minlah yang dapat menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu
Allah menyuruh Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Qur'an
Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.


Gambar Kutipan Surah An Naml Ayat 3 *beta

Surah An Naml Ayat 3



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah An Naml

Surah An-Naml (bahasa Arab:النّمل, "Semut") adalah surah ke-27 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 93 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah dan diturunkan sesudah Surah Asy-Syu’ara.
Dinamai dengan An-Naml yang berarti semut, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An-Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu.

Nomor Surah 27
Nama Surah An Naml
Arab النمل
Arti Semut
Nama lain Sulaiman, Tha Sin
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 48
Juz Juz 19 (1-59) sampai juz 20 (60-93)
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 93
Jumlah kata 1166
Jumlah huruf 4795
Surah sebelumnya Surah Asy-Syu'ara'
Surah selanjutnya Surah Al-Qasas
4.9
Rating Pembaca: 4.3 (29 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku